Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Eksplorasi pariwisata di lembah harau "keindahan alam dan pengelolaan berkelanjutan Silvia Yetti; Yunia Wardi; Retnaningtyas Susanti
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 9 No. 3 (2024): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30033653000

Abstract

The Harau Valley area in its journey continues to experience development, concerned with the policies taken by relevant stakeholders. related stakeholders. Previous research shows that the Harau Valley Region is at the Stagnation stage. Furthermore, based on the author's analysis which the life cycle of natural attractions and Sarosah Village as an artificial attraction, shows that the tourism life cycle of the Harau Valley Area artificial attractions, shows that the tourism life cycle of the Harau Valley Region is at the Harau Valley Region is in the rejuvenation stage. The construction of artificial tourist attractions as a rejuvenation effort in developing tourism products in a more attractive direction. more interesting. It is necessary to review the policies that have been set by stakeholders related to the development of the Harau Valley Region. Relevant stakeholders need to hold discussions related to the role of Sarosah Village, which shifts the life cycle  of the Harau Valley Area. which shifted the life cycle of the Harau Valley Area to the rejuvenation stage
LOCAL COMMUNITY EMPOWERMENT IN ENHANCING THE QUALITY OF HOMESTAY AND CULINARY MANAGEMENT IN KAMPUNG ADAT BALAI KALIKI PAYAKUMBUH CITY Hendri Azwar; Anni Faridah; Elida Elida; Feri Ferdian; Retnaningtyas Susanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Vol. 7 No. 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i1.55867

Abstract

This community empowerment program focuses on enhancing the quality of homestay and local culinary management in the Balai Kaliki Adat Village, Payakumbuh City, West Sumatra. Despite its rich cultural heritage and tourism potential, the village faces challenges in the standardization of homestay facilities, culinary innovation, and community awareness of cultural hospitality standards. The program implemented participatory training, technical assistance, and collaborative approaches with academic and government partners to advance sustainable community-based tourism. Key outcomes include improved homestay management skills, innovative local culinary products, and strengthened multi-stakeholder cooperation, contributing to cultural preservation and economic growth. This study offers a replicable model for integrating cultural values and community participation in rural tourism development.
Pengembangan Destinasi Wisata Kota Tua Padang Oleh Stakeholder Pemerintah Sebagai Pemeilik Kebijakan Belly Rozano; Retnaningtyas Susanti; Yuliana; Feri Ferdian
Jurnal Manajemen dan Pemasaran Digital Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Pemasaran Digital (April - Juni 2026)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpd.v4i2.610

Abstract

Pengembangan destinasi wisata di Kota Tua Padang oleh pemangku kepentingan pemerintah sebagai pemilik kebijakan merupakan fokus utama penelitian ini, karena daerah ini memiliki nilai sejarah, budaya, dan sosial yang semakin penting. Studi ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor yang memengaruhi pengelolaan Kota Tua Padang dan menganalisis bagaimana koordinasi pemangku kepentingan pemerintah akan membantu dalam memenangkan dukungan untuk pembangunan berkelanjutan di daerah ini. Penelitian kualitatif digunakan dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara dengan pemangku kepentingan pemerintah, pengelola destinasi, dan masyarakat sekitar. Temuan studi ini menunjukkan bahwa kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat sangat penting untuk pengembangan destinasi wisata ini. Namun, masih terdapat tantangan dalam hal koordinasi antarlembaga, pengelolaan sumber daya yang terbatas, dan implementasi kebijakan yang kurang baik. Studi ini memberikan kontribusi empiris dengan berfokus pada tantangan yang semakin meningkat dalam pengelolaan pariwisata budaya dan merancang kebijakan yang membantu memperkuat kolaborasi antarlembaga untuk pembangunan berkelanjutan destinasi wisata.
Godok Obuih Sebagai Warisan Kuliner Tradisional Masyarakat Nagari Lalan, Kecamatan Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung Alifatul Zahra; Jannatul Rahni; Darrel Setiawan; Bima Rahmat Muharam; Muhammad Yazid Fuad; Retnaningtyas Susanti
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tradisi Godok Obuih sebagai salah satu warisan kuliner tradisional masyarakat Nagari Lalan, Kecamatan Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menjaga dan melestarikan kuliner tradisional sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat di tengah arus modernisasi dan pengaruh budaya global. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fungsi, makna, nilai budaya, serta proses pelaksanaan tradisi Godok Obuih dalam kehidupan sosial masyarakat Nagari Lalan, khususnya pada upacara adat pernikahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif melalui kegiatan pengabdian masyarakat dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Data diperoleh melalui observasi, wawancara informal dengan masyarakat dan niniak mamak, keterlibatan langsung dalam proses pembuatan Godok Obuih, serta dokumentasi kegiatan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pembahasan Godok Obuih yang tidak hanya dipandang sebagai makanan tradisional, tetapi juga sebagai simbol budaya, media mempererat hubungan sosial, dan sarana pewarisan nilai budaya kepada generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Godok Obuih memiliki peranan penting dalam prosesi malam bainai pada adat pernikahan masyarakat Nagari Lalan. Tradisi ini dilakukan secara gotong royong oleh keluarga dan masyarakat sekitar sehingga mencerminkan nilai kebersamaan, kerja sama, penghormatan terhadap adat, dan solidaritas sosial. Selain itu, Godok Obuih tidak diperjualbelikan secara umum dan hanya dibuat pada acara adat tertentu, sehingga memperkuat nilai sakral sekaligus identitas budaya masyarakat setempat. Penelitian ini juga menemukan adanya tantangan dalam mempertahankan tradisi Godok Obuih, seperti berkurangnya keterlibatan generasi muda serta pengaruh modernisasi. Oleh sebab itu, diperlukan upaya pelestarian melalui dokumentasi budaya, pendidikan budaya lokal, dan peningkatan partisipasi generasi muda agar tradisi ini tetap lestari. Dengan demikian, Godok Obuih dapat dipahami sebagai warisan budaya takbenda yang memiliki nilai budaya, sosial, dan identitas penting bagi masyarakat Nagari Lalan.
Analisis Kesesuaian Lahan Tumbuhan Kelapa Sawit Menggunakan Sistem Informasi Geografis Di Nagari Lalan, Kecamatan Lubuk Tarok, Sijunjung Dino Fri Diputra; Muhammad Roja; Olga Marsella Novri; Shafiyyur Rahman Al Mubarak Fury; Windo Anugrah Putra; Retnaningtyas Susanti
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 7 (2026): JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perluasan area perkebunan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) yang masif seringkali mengabaikan aspek evaluasi lahan, sehingga berisiko menurunkan produktivitas dan memicu degradasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan tingkat kesesuaian lahan secara fisik untuk komoditas kelapa sawit di Nagari Lalan, Kecamatan Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung dengan memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini menggunakan metode Matching (pencocokan) berdasarkan prinsip faktor pembatas terberat (Law of Minimum). Parameter spasial yang dievaluasi meliputi kemiringan lereng (bahaya erosi), curah hujan (ketersediaan air), suhu, serta tekstur dan drainase tanah (media perakaran). Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa wilayah kajian tidak memiliki lahan dengan kelas Sangat Sesuai (S1). Karakteristik biofisik Nagari Lalan didominasi oleh lahan kelas Sesuai Marginal (S3) seluas 3.919,46 Ha (59,87%) dengan faktor pembatas utama berupa kemiringan lereng yang agak curam (15-30%). Lahan kelas Cukup Sesuai (S2) mencakup area seluas 1.563,64 Ha (23,89%) yang terkonsentrasi di kawasan lembah bagian selatan nagari, sementara kelas Tidak Sesuai (N) memiliki luasan terkecil yaitu 1.063,30 Ha (16,24%) akibat lereng ekstrem (>40%). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan kelapa sawit di Nagari Lalan membutuhkan penerapan teknik konservasi tanah secara ketat pada area S3, pelestarian mutlak pada kawasan kelas N, serta pemusatan intensifikasi perkebunan pada lahan kelas S2
The Role of RIPPDA in Sustainable Tourism Destination Management in West Sumatra: A Case Study of Tourism Policy Belly Rozano; Retnaningtyas Susanti; Yuliana Yuliana; Feri Ferdian
Dinasti International Journal of Digital Business Management Vol. 7 No. 3 (2026): Dinasti International Journal of Digital Business Management (April-May 2026)
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijdbm.v7i3.6730

Abstract

Tourism is one of the strategic economic sectors in West Sumatra Province, yet its development continues to face challenges in sustainable destination management. This study aims to analyze the role of the Regional Tourism Development Master Plan of West Sumatra Province in managing tourism policies. The research object is tourism policy management in West Sumatra Province. This study employed a qualitative approach through document analysis and interviews, with the researcher acting as the main instrument. The findings indicate that the Regional Tourism Development Master Plan has formulated policies focused on environmentally friendly infrastructure development, culture-based tourism, and community empowerment. However, policy implementation still encounters obstacles, including weak coordination among government institutions, limited budget allocation, and low community participation. Despite these challenges, the Regional Tourism Development Master Plan has substantial potential to support sustainable tourism management if implemented effectively. Therefore, strong synergy among government stakeholders and a high level of commitment are essential to optimize tourism policy management and ensure sustainable tourism development in West Sumatra Province
Analisis Peran Pokdarwis Dalam Pengembangan Atraksi di Desa Wisata Pariangan Arifandi Ilham; Retnaningtyas Susanti
Jurnal Kajian Pariwisata Dan Perhotelan Vol. 3 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam pengembangan atraksi di Desa Wisata Pariangan, yang menghadapi tantangan penurunan kunjungan sejak 2023 akibat kurangnya inovasi atraksi dan keterbatasan regenerasi SDM Pokdarwis. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis berdasarkan tiga elemen destinasi wisata Yoeti (1996): Something to See, Something to Do, dan Something to Buy. Hasil studi menunjukkan Pokdarwis berperan sentral, berhasil menjaga aset budaya/alam (Something to See), menyediakan wisata pengalaman seperti heritage walk (Something to Do), dan memperkuat UMKM Batik Kopi (Something to Buy). Kendala utama adalah SDM yang terbatas, sarana prasarana, dan promosi digital yang belum optimal. Pokdarwis disarankan untuk memperkuat regenerasi anggota dan mengoptimalkan pemanfaatan media sosial.
Analysis of The Factors Influencing Tourists’ Decisions To Stay In Homestays in The Tanah Datar Regency Area Salsabilla Wilda Alifia; Retnaningtyas Susanti
Siber Journal of Advanced Multidisciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): Siber Journal of Advanced Multidisciplinary (July - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/sjam.v4i2.1052

Abstract

This study aims to identify and analyze the factors influencing tourists’ decisions to stay in homestays in Tanah Datar Regency. The research employed a qualitative research design. The data sources consisted of primary data obtained directly from homestay owners or managers, tourists who had stayed in homestays, and the Department of Tourism, Youth, and Sports of Tanah Datar Regency. The results of the analysis indicate that tourists’ decisions to stay in Tanah Datar Regency are influenced by a combination of several factors, namely price, location, facilities, service quality, and the attractiveness of the tourist destination. The findings also show that tourists’ decisions to stay in Tanah Datar Regency are influenced by the integration of accommodation quality and destination quality. Competitive pricing, strategic locations, adequate facilities, and good service have been able to provide satisfaction to tourists. However, to increase the number of tourists staying overnight and to extend their length of stay, the local government, together with tourism business operators, needs to develop new tourist attractions, organize more cultural activities and events, improve digital promotion, enhance accessibility, and raise homestay management standards so that Tanah Datar Regency becomes a destination that is not only attractive to visit but also appealing as a place to stay for a longer period.
E-Commerce Evolution: Trust as a Catalyst for Consumer Choices: Evolusi Perdagangan Elektronik: Kepercayaan sebagai Katalisator Pilihan Konsumen Siti Halipah; Yuliana; Asmar Yulastri; Elida; Retnaningtyas Susanti
JBMP (Jurnal Bisnis, Manajemen dan Perbankan) Vol. 11 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/jbmp.v11i1.2028

Abstract

This study aims to analyze the relationship between consumptive behavior and consumer confidence in online shopping and its impact on entrepreneurship in the digital era. The research method employed is a quantitative survey, which involved distributing questionnaires to 300 respondents who actively engage in online shopping. The data obtained were analyzed using validity tests, reliability tests, and multiple regression analysis to identify the influence of all independent variables. The results showed that consumptive behavior significantly affects consumer confidence, which in turn influences entrepreneurial success in the digital marketplace. This highlights the importance of understanding consumer dynamics for businesses aiming to thrive in the evolving online shopping landscape.
SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT JAWA DI KECAMATAN TANJUNG EMAS, KABUPATEN TANAH DATAR, SUMATERA BARAT Salsabilla Wilda Alifia; Retnaningtyas Susanti; Agusti Efi; Elida Elida
IJTIMAIYAH Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial FITK UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ijtimaiyah.v9i2.27334

Abstract

This article discusses the socio-cultural dynamics of the Javanese community in Tanjung Emas District, Tanah Datar Regency, West Sumatra, in the context of adaptation and acculturation with the Minangkabau community. This study reveals how the Javanese community, as a transmigration population, has succeeded in maintaining ancestral traditions such as kenduri, slametan, and wedding customs, while adopting local cultural elements, such as the use of Minangkabau traditional clothing and the tradition of kenduri adat. This cultural harmony is seen in strong social relations through mutual cooperation, mixed marriages, and cross-cultural interactions. This article also shows the role of Javanese associations in strengthening relations between communities and the younger generation who are able to balance Javanese cultural identity with openness to Minangkabau culture. With an observational approach and in-depth interviews, this article emphasizes the importance of tolerance and openness in creating cultural synergy that enriches the diversity of traditions in Indonesia.