Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Progressivity of Variable Deceleration to Late Deceleration – A Case Report and It’s Implication Suryawan, Alfonsus Zeus; Zaenudin, Aditya Rifandi; Erfiandi, Febia; Handono, Budi
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 7 Nomor 1 Maret 2024
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v7i1.640

Abstract

Introduction: Cardiotocography (CTG) records changes in fetal heart rate and their temporal relationship with uterine contractions. This case report specifically highlights the progression of variable deceleration to late deceleration, its implication, and importance of variable deceleration.Case Report: A 42-year-old G4P2A1 patient at 37–38 weeks of gestation presented to our emergency unit with severe preeclampsia (170/110 mmHg) and irregular heart rate (120 – 70 – 110 bpm). We performed CTG and showed baseline 120–130, with no variability and accompanied by deceleration. The first 2 deceleration occur without the same timing as contraction, and the two later occur after contraction. We performed C-section on the patient and healthy female baby.Discussion: This case provides us with a rather unique pattern of CTG where we could see a slight progression from variable deceleration to late deceleration. Deceleration itself represents a reflex response of the fetus to reduce myocardial workload in response to stress; therefore, it can be secondary to cord compression or other causes. As this condition continues, the fetus deceleration progresses to late deceleration, presenting with a more dire condition and severe acidemic condition. Conclusion: Most of the time variable deceleration are classified as “cord compression” decelerations, while most cases of fetal acidemia in labor are due to reduction in uteroplacental perfusion not the compression of cord. Therefore, variable deceleration is an important sign of fetal acidemia, and when such if itis present, we should take the initiative for termination of pregnancy to prevent bad outcomes of the fetus.Progresivitas Deselerasi Variabel ke Deselerasi Lambat–Laporan Kasus dan ImplikasinyaAbstrakPendahuluan:Kardiotokografi merekam perubahan detak jantung janin dan hubungannya dengan kontraksi uterus. Laporan kasus ini hendak menunjukkan perubahan dari deselerasi variabel ke deselerasi lambat serta implikasi dan pentingnya deselerasi variabel.Laporan Kasus: Seorang wanita 42 tahun G4P2A1 gravida 37-38 minggu datang ke IGD dengan preeklamsia berat (170/110 mmHg) dan denyut jantung janin yang irreguler (120 – 70 – 110 x/menit). Setelah dilakukan kardiotokografi didapatkan baseline 120-130, tanpa ada akselerasi dan diikuti deselerasi. Dua deselerasi yang muncul pertama timbul tanpa ada hubungan dengan kontraksi uterus dan dua kontraksi berikut nya terjadi setelah kontraksi. Pasien kemudian dilakukan seksio sesarea dan lahir bayi perempuan sehat.Diskusi: Kasus ini memberikan gambaran kardiotokografi unik dengan adanya progresivitas dari deselerasi variabel ke deselerasi lambat. Deselerasi sendiri merupakan respon fetus terhadap stress dengan menurunkan beban kerja myocardium janin. Hal ini terjadi akibat hipoksia pada janin yang terjadi akibat kompresi tali pusat dan atau penyebab lain. Bila kondisi ini berlanjut menjadi deselerasi lambat maka kondisi fetus akan semakin memburuk dan masuk kedalam asidemia berat. Kesimpulan: Sering kali dalam melihat deselerasi variabel, kita menklasifikasikannya sebagai deselerasi yang disebabkan penekanan tali pusat/cord-compression yang bila dilakukan resusitasi dapat membaik. Akan tetapi mayoritas kasus dari asidemia fetus pada persalinan terjadi akibat penurunan aliran uteroplasental bukan dari kompresi tali pusat. Oleh karena itu deselerasi variabel justru merupakan tanda penting dalam menilai asidemia fetus dan bila ada dalam pemeriksaan karditokografi harus diambil langkah cepat untuk terminasi kehamilan guna mencegah luaran janin yang buruk.Kata kunci : kardiotokografi; deselerasi variabel; asidemia fetus
Hubungan Antara Kadar Protein BCL-2 Dan Caspase 3 Sebagai Faktor Risiko Pada Kejadian Abortus Herlambang, Herlambang; Handono, Budi; Faried, Leri S; Farried, Ahmad; Kuwanto, Hiroyuki; Wirakusumah, Firman F
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 3 No. 1 (2019): Volume 3, Nomor 1 Juni 2019
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.002 KB) | DOI: 10.22437/jiituj.v3i1.7338

Abstract

Untuk mengetahui korelasi antara kadar protein Bcl-2 dan caspase-3 pada kehamilan normal dan abortus, serta kekuatan kadar protein Bcl-2 dengan caspase-3 sebagai alat ukur untuk uji diagnostik. Penelitian analitik dengan menggunakan rancangan case control terhadap 38 subjek dengan abortus dan 38 subjek dengan kehamilan normal sebagai kontrol yang memenuhi kriteria inklusi. Untuk melihat keeratan hubungan antara kadar protein Bcl-2 dan caspase-3 dilakukan analisis dengan uji korelasi Pearson, sedangkan untuk uji diagnostik digunakan kurva ROC (Receiver Operating Characteristics). Rerata kadar Bcl-2 pada subjek dengan abortus lebih rendah yaitu 7,263 (SB 1,71) ng/mL, sedangkan kehamilan normal 7,490 (SB 3,938) ng/mL (p=0,050). Rerata kadar caspase-3 pada subjek abortus lebih tinggi yaitu 112,74 (SB 152,73) mg/mL, sedangkan kehamilan normal 14,94 (SB 23,18) mg/mL (p<0,001). Tidak terdapat korelasi bermakna antara kadar protein Bcl-2 dan caspase-3 pada kehamilan normal dan abortus walaupun terlihat kecenderungan semakin meningkat kadar protein Bcl-2 semakin tinggi kadar caspase-3 (r=0,093). Bcl-2 mempunyai cut-off point >6,49 mg/mL (OR=3,58) dan caspase-3 mempunyai cut-off point >11,25 ng/mL (OR=28,63). Tidak terdapat korelasi bermakna antara kadar protein Bcl-2 dan caspase-3 pada kasus abortus (r=0,093). Bcl-2 (cut-off point >6,49 ng/mL) mempunyai kecenderungan abortus 3,58 kali dan caspase-3 (cut-off point >11,25mg/mL) mempunyai kecenderungan abortus 28,63 kali.
Innovation Learning on The Topic of Sound: Rasch Analysis on Team Game Tournament with Uno Card Media Hanindya, Yovita; Supahar, Supahar; Lestari, Indiyah; Handono, Budi; Dyaz, Iqbal; Zukhruf, Naura
Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 2 (2024): JPPPF (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Fisika), Volume 10 Issue
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/1.10208

Abstract

This study aims to analyze the characteristics of the Teams Game Tournament (TGT) learning model instrument using the Rasch model on the topic of sound, incorporating Bloom's cognitive features. The analysis focuses on validity, reliability, discrimination capacity, and difficulty level to determine the instrument's feasibility. The study adopts the classroom action research paradigm. The instrument comprises ten multiple-choice questions. The findings indicate that the instrument demonstrates adequate validity within an acceptable range. The reliability analysis yields a Cronbach's alpha score of 0.82, indicating high reliability, with item reliability at 0.36 and person reliability at 0.32. Additionally, the discriminating power meets the criteria, as shown by Infit Mean Square (MNSQ), Outfit Z-Standard (ZSTD), and Point Measure Correlation (PT Measure Corr). Regarding difficulty level, the instrument includes five questions categorized as difficult, three as moderate, and two as easy.
Overview of The Risk Factors of Spontaneous Abortus Among Young Pregnancy Woman: A Systemic Review Tan, Zaki Miftah Nalalindra; Irianti, Setyorini; Rakhmilla, Lulu Eva; Ramdhan, Muhammad Raihan; Judistiani, Raden Tina Dewi; Handono, Budi
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 8 Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v8i1.741

Abstract

Objective: To identify the risk factors of spontaneous abortus among young pregnancy women.Methods: We used PubMed and ScienceDirect databases and electronic journals such as the American Journal of Obstetrics and Gynecology and the International Journal of Gynecology and Obstetrics. The articles were screened based on inclusion and exclusion criteria. The keywords used for inclusion were “Risk Factors,” “Abortus,” and “Young Maternal Age.” Next, articles were quality assessed using the JBI Critical Appraisal Checklist. The extracted data were presented in the table and narrative synthesis.Result: This review has six studies that has identified the risk factors of spontaneous abortus among young pregnancy woman. The risks were body mass index, maternal habits, infection, coital, and experience of IPV. However, some factors, such as iodine level, are insignificant to spontaneous abortuses. This review also found that infection also had a role in the complications of spontaneous abortus. The limitation of this study was each variable was different in each survey. So, we couldn’t compare each variable to avoid bias from each study.Conclusion: The most affected risk factors of spontaneous abortus among young pregnancy woman are an infection, followed by first coital age, IPV, partner controlling behaviour, BMI, and maternal smoking habit.Faktor Risiko Abortus Spontan pada Kehamilan Usia Muda: Systematic ReviewAbstrakTujuan: Mengidentifikasi faktor risiko abortus spontan pada kehamilan usia muda.Metode: Kami menggunakan database web-based berupa PubMed dan ScienceDirect dan jurnal elektrik berupa American Journal of Obstetrics and Gynecology dan International Journal of Gynecology. Artikel yang didapatkan akan dilakukan skrining berdasarkan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Kata kunci yang digunakan untuk melakukan inklusi berupa “Faktor Risiko”, “Abortus”, dan “Kehamilan Usia Muda”. Selanjutnya, artikel dilakukan penilaian kualitas menggunakan JBI Critical Appraisal Checklist. Data yang diekstrak disajikan dalam bentuk dabel dan narasi.Hasil: Sebanyak 6 penelitian yang ditelaah mengidentifikasi faktor risiko abortus spontan pada kehamilan usia muda berupa indeks massa tubuh, kebiasaan ibu hamil, infeksi, koitus, dan pengalaman kekerasan oleh pasangan. Namun, kadar iodine dalam tubuh tidak memengaruhi secara signifikan kejadian abortus spontan. Penelitian ini juga menemukan bahwa infeksi juga memiliki peran dalam terjadinya komplikasi pada abortus spontan. Keterbatasan pada penelitian ini adalah tidak ada variable yang sama dari artikel ditelaah. Oleh karena itu perbandingan tidak dapat dilakukan untuk mencegah kemungkinan kecenderungan pada penelitian yang ditelaah.Kesimpulan: Faktor risiko yang paling mempengaruhi abortus spontan pada ibu hamil Ketika usia muda adalah infeksi, diikuti dengan usia pada saat koital pertama, kekerasan dari pasangan, kebiasaan mengontrol pasangan, indeks massa tubuh, dan kebiasaan merokok.Kata Kunci: Abortus Spontan, Faktor Risiko, Kehamilan Usia Muda 
Peningkatan Pengetahuan Tuberkulosis Kehamilan dan Perinatal di Kalangan Tenaga Kesehatan Judistiani, Tina Dewi; Handono, Budi; Sunjaya, Deni i Kurniad; Diah, Dewi Marhaeni; Linasari, Desy; Gumilang, Lani
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v4i1.301

Abstract

Indonesia merupakan negara terbanyak ketiga dengan kasus Tuberkulosis (TB) terbanyak di dunia setelah India dan Cina. Penyakit TB masih menjadi masalah kesehatan yang memerlukan pencegahan dan pengendalian untuk menurunkan jumlah kasus TB. Peningkatan kasus TB pada wanita usia reproduktif mengakibatkan naiknya angka TB pada ibu hamil. Ibu hamil dengan infeksi TB dapat meningkatkan risiko kematian dan berat badan lahir rendah. Tenaga kesehatan di rumah sakit memerlukan pengetahuan yang cukup untuk upaya pencegahan penularan dan upaya untuk mendukung Indonesia bebas TB tahun 2050. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan untuk tenaga kesehatan tentang TB pada kehamilan dan penatalaksanaanya. Metode pelaksanaan kegiatan ini dengan melakukan kegiatan webinar lewat aplikasi zoom meeting. Kegiatan webinar dihadiri oleh 562 peserta. Hasil kegiatan dievaluasi menggunakan kuesioner yang dibagikan sebelum dan sesudah pemaparan materi webinar. Rata-rata pengetahuan sebelum webinar sebesar 36,23 dan setelah pemaparan materi webinar oleh para narasumber pengetahuan peserta naik menjadi 80,60. Berdasarkan hasil kuesioner terdapat peningkatan pengetahuan peserta webinar antara sebelum dan sesudah pemaparan materi.
Association between Maternal Hemoglobin Level and Incomplete Abortion in A West Java Tertiary Hospital, Indonesia Anabela, Lisa Milena; Handono, Budi; Prihatni, Delita; Aziz, Muhammad Alamsyah; Ritonga, Mulyanusa Amrullah
International Journal of Integrated Health Sciences Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15850/ijihs.v11n1.3284

Abstract

Objective: To evaluate the association between maternal hemoglobin concentrations and incomplete abortion.Methods: An analytic, cross-sectional study with consecutive sampling method was conducted using medical records of 45 pregnant women aged 18 – 35 years old visiting the Obstetrics and Gynecology Department of Dr. Hasan Sadikin General Hospital, Bandung, Indonesia from January 1, 2017 to December 31, 2019. Participants were grouped into incomplete abortion and non-abortion groups.Results: Maternal characteristics in the incomplete abortion group showed that the majority of pregnant women in this group were 25.58 years of age, non-anemic (n=37, 82.22%), had no previous spontaneous abortion (n=40, 88.89%), and were nulliparous (n=25, 55.55%) with a mean interpregnancy interval of 4.03 years. The characteristics in both incomplete abortion group and non-abortion group were homogenous in the level of anemia (p-value=0.380), previous spontaneous abortion (p-value=1.00), and interpregnancy intervals (p-value=0.667). The mean hemoglobin concentration for the incomplete abortion group was 11.81 gr/dL (95% CI, 11.30 to 12.26). Heterogenous data was found in age (p-value=<0.001) and parity (p-value=0.002). Parity was a strong confounder, causing the hemoglobin concentration insignificantly associated to incomplete abortion (p-value=0.884).Conclusion: No statistically significant association is found between hemoglobin concentration and incomplete abortion. Most women with incomplete abortion are around 25 years old, nulliparous, non-anemic with a mean hemoglobin concentration of 11.81 gr/dL with no history of previous abortion, and a rather secure interpregnancy intervals.
Co-Authors Adhi Pribadi Adhi Pribadi Ahmad Farried Akhmad Yogi Pramatirta, Akhmad Yogi Aloysius Suryawan Amran Amrullah Anabela, Lisa Milena Andi Kurniadi, Andi Anita Deborah Anwar Anita Rachmawati Anita Rachmawati Aziz, Muhammad Alamsyah Benny Hasan Purwara Budi Setiabudiawan Dany Hilmanto Dewi Maharsita Sri Prajanta Putri Dewi Marhaeni Diah Herawati Dewi Retno Wulandari Dini Hidayat Dodi Suardi Dyaz, Iqbal Edwin Armawan Erfiandi, Febia Faried, Leri S Farried, Ahmad Firman Fuad Wirakusumah Galih Apriadi Gita Indah Triyanti Gita Indah Triyanti, Gita Indah Hadi Susiarno Hanindya, Yovita Hanom Husni Syam Herlambang Herlambang Herlambang Herman Susanto Herry Aktyar Matondang Hiroyuki Kuwanto Idham Rizali Saleh Indra Gazali Indria Astuti Intan Renata Silitonga, Intan Renata Irene Leha Johanes C. Mose Johanes Cornelius Mose Johannes Cornelius Mose Jusuf S. Effendi Jusuf Sulaeman Effendi Jusuf Sulaeman Effendi Jusuf Sulaeman Effendi Kuwanto, Hiroyuki Lani Gumilang Lasma R. Pohan, Lasma R. Leri S Faried Lestari, Indiyah Linasari, Desy Lulu Eva Rakhmilla, Lulu Eva M. Rizkar Arev Sukarsa Magnadi Yogi Rahma Nazila Maghfiratul Abrar Nazila Maghfiratul Abrar, Nazila Maghfiratul Nugrahani, Annisa Dewi Pajajaran, Badar Muhammad Prihatni, Delita Raden Tina Dewi Judistiani Ramdhan, Muhammad Raihan Ritonga, Mulyanusa Amrullah Sefty Mariany Samosir Setyorini Irianti Sofie R. Krisnadi Sumawan, Herman Sunjaya, Deni i Kurniad Supahar, Supahar Suryawan, Alfonsus Zeus Susiarno, Hadi Tan, Zaki Miftah Nalalindra Teuku Kyan Nuryasin Tita Husnitawati Madjid Tono Djuwantono Wiryawan Permadi Yordian, Kendry Savira Zaenudin, Aditya Rifandi Zukhruf, Naura Zulvayanti Zulvayanti