Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

IDENTIFIKASI EKTOPARASIT PADA UDANG PISANG (Penaeus sp.) YANG BERASAL DARI TAMBAK DI KABUPATEN ACEH JAYA Fitria Rahmayanti; Neneng Marlian
JURNAL AKUAKULTURA Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Akuakultura Universitas Teuku Umar
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.398 KB) | DOI: 10.35308/ja.v3i1.1611

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Juli 2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis, intensitas dan prevalensi ektoparasit yang menyerang Udang Pisang (Penaeus sp.) yang dibudidayakan pada tambak di Kabupaten Aceh Jaya. Sebanyak 20 sampel dikumpulkan dari tambak yang berada di Kabupaten Aceh Jaya, selanjutnya dilakukan pengamatan ektoparasit pada organ luar udang dengan menggunakan mikroskop pada Laboratorium MIPA Terpadu Universitas Teuku Umar. Hasil pegamatan menunjukkan bahwa ditemukan tiga jenis ektoparasit yang menyerang udang pisang yang berasal dari tambak di kabupaten tersebut dengan tingkat prevalensi tertinggi secara berurutan adalah Vorticella sp. sebesar 80%, Zoothamnium sp. sebesar 65%, dan Epistylis sebesar 40%. Sedangkan intensitas ektoparasit udang pisang adalah Vorticella sp. sebanyak 7,31 ind/ekor, Zoothamnium sp. sebanyak 6.69 ind/ekor dan Epistylis sebanyak 5,38 ind/ekor. Parameter kualitas air yang diukur pada saat pengumpulan sampel adalah suhu 34,2oC, DO 4,.27 mg/L, salinitas 26 ppt dan pH 7,3.
Struktur Komunitas Mangrove di Pesisir Lhok Bubon Aceh Barat T Oka Jufia; Mohamad Gazali; Neneng Marlian
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v3i2.4263

Abstract

Mangrove merupakan ekosistem dengan fungsi yang unik dalam lingkungan hidup. Oleh karena adanya pengaruh laut dan daratan , dikawasan mangrove terjadi interaksi kompleks antara sifat fisika dan diafat biologi karenan sifat fisiknya mangrove mampu berperan sebagai penanah serta penahan intrusi dan abrasi laut proses dekomposisi bakau atau mangrove yang terjadi mampu menunjang kehidupan makhluk hidup di dalamnya.Tujuaan penelitian untuk mengetahui Indeks Nilai Penting (INP) pada area mangrove dipesisir Lhok Bubon, Aceh Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah penentuan titik sampling diambil dengan menggunakan metode purposive sampling dan sampel yang diambil dengan menggunakan Sample plot. Ada 4 jenis mangrove yang ditemukan pada lokasi penelitian, yaitu: R. apiculata, R. mucronata, R. Stylosa dan Sonneratia alba,. Hasil penelitian menunjukan Indeks Nilai Penting tertinggi pada tingkat anakan mangrove yang paling tinggi adalah R. apiculata pada stasiun 1 yaitu 1% , hanya terdapat jenis mangrove R. Apiculata pada stasiun pengamatan 1. banyaknya jenis R. apiculata dikarenakan kondisi bersubtrat pada lokasi penelitian berupa pasir berlumpur, sedangkan  tingkat semai Kerapatan relatif yang paling tinggi adalah R. stylosa yang terdapat pada stasiun 3, sementara Kerapatan relatif yang paling rendah adalah R. mucronata  yang terdapat pada stasiun 3, yaitu 0,34%. tingginya Kerapatan relatif R. stylosa dikerenakan pada stasiun 3 memiliki substrat dengan jenis pasir berlumpur yang masih memungkinkan untuk mangrove jenis R. stylosa untuk Hidup.
GERAKAN MENANAM BIBIT MANGROVE (Rhizophora sp) SEBAGAI UPAYA REHABILITASI EKOSISTEM MANGROVE DI DESA KUALA BUBON ACEH BARAT Neneng Marlian; Nabil Zurba; Mira Mauliza Rahmi; Fryuanita Lubis; Fitria Rahmayanti; Dewi Fithria
Marine Kreatif Vol 6, No 2 (2022): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmk.v6i2.6550

Abstract

Mangrove rehabilitation is an activity to restore damaged mangrove ecosystems into an ecosystem that functions as it should. The mangrove rehabilitation program is an ongoing program consisting of site surveys, outreach to the community, planting of mangrove seedlings, and post-planting maintenance of mangrove seedlings. This community service was carried out on February 20, 2022 in Kuala Bubon Village, West Aceh Regency. This activity was attended by the academic community of the Aquatic Resources Study Program and the local community who live in Kuala Bubon Village. The implementation of community service aimed  to increase public and student awareness to preserve the mangrove ecosystem and restore degraded mangrove ecosystems through rehabilitation. The method used  is the counseling methode and live demonstration in the field. The mangrove rehabilitation program carried out by the academic community of the Aquatic Resources Study Program through the mangrove rehabilitation program has had an effect on increasing public and student awareness in an effort to preserve the mangrove ecosystem and restore the function of the damaged mangrove ecosystem through replanting mangrove seedlings and maintaining post-planting mangrove seedlings.
STRATEGI PENANGKARAN PENYU DI UPTD (KPSDKP) KONSERVASI PENGAWASAN SUMBERDAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SUMATERA BARAT Neneng Marlian; Hayatun Nufus; Nabil Zurba; Yuni Sarah
JURNAL PERIKANAN TROPIS Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpt.v9i2.3951

Abstract

The study was carried out at the Regional Technical Implementation Unit (RTIU) Conservation Monitoring of Marine and Fishery Resources  (CMOMFS) of West Sumatera Province. The observation was conducted from January 1st to January 30th 2020. Measurements of sand samples in semi-natural nets and water samples in rearing ponds were conducted ex-situ. The research consisted of several parameters such as humidiy, temperature, depth and diameters of semi-natural nets as well as salinity, pH and water temperature of the rearing pond. Based on the observations, it was found that turtle breeding technique consisted of several stages including, monitoring of the coast, ensuring the depth and diameters of nets, incubation of eggs, hatching eggs, taking the hatchlings from semi-natural nets, nursery hatchlings, feeding hatchlings, rearing hatchlings and turtles and realesing hatchlings. The results showed that the value of humadity, temperature, dept and diameter of semi-natural nets respectively ranged between 4% - 6%, 28 - 35 0C, 40-60 cm and 20 cm. Meanwhile, the value of salinity, temperature and pH of rearing pond water ranged between 13 - 14 ppm, 27 - 28 0C and 7-8. The turtle breeding tecniques were in accordance with the guidelines for turtle conservation and had been generally established. The result of turtle rearing pond water quality measurements were in accordance with the water quality standards according to KepMenLH No. 51 in 2004 concerning Seawater Quality Standards, especially for the categoy of Marine Biota.Keywords: Strategy, Conservation, Turtle, CMOMFS
Monitoring Hatchlings in Aroen Meubanja, Aceh Jaya in Establishing Coastal Area Management Heriansyah Heriansyah; Neneng Marlian; Friyuanita Lubis
JURNAL PERIKANAN TROPIS Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpt.v9i2.7545

Abstract

Sea turtles be found around Aroen Meubanja, Aceh Jaya at certain times of the year in raising their eggs in the coastal area. The aim of the research was to detect a collection of turtle eggs and be able to maintain their development until they hatch into hatchlings. This research was conducted in August – September 2019. The results of this study indicate that turtle conservation management in Aceh Jaya includes protecting turtles from their eggs until they are released to the beach in the afternoon. Turtle eggs are maintained by making nests with a width of 25 cm and a depth of 80 cm from the surface of the sand until they hatch into hatchlings. The community will release hatchlings into marine habitats and provide education through monitoring of coastal areas
Edukasi Pengetahuan Ekologi Dan Pengembangan Infrastruktur Kepada Wisatawan Di Pantai Lhok Bubon, Aceh Barat Nabil Zurba; Edwarsyah Edwarsyah; Neneng Marlian; Mira Mauliza Rahmi; Friyuanita Lubis; Rinawati Rinawati; Rina Syafitri
Marine Kreatif Vol 7, No 1 (2023): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/mk.v7i1.7956

Abstract

Wisata telah menunjukkan perannya dalam mendukung perkembangan ekonomi di suatu kawasan di hampir setiap negara berkembang. Meskipun kegiatan wisata memberikan manfaat terhadap bidang pembangunan ekonomi, namun wisata juga berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap kondisi ekologi. Hal ini didasarkan pada kegiatan wisata yang umumnya dikelola secara masif tanpa memperhitungkan secara detail keberlanjutan ekologi. Keberadaan hutan manggrove dikawasan Lhok Bubon yang semakin hari jumlahnya terus berkurang akibat pemanfaatan oleh masyarakat, selain akan mengurangi fungsi mangrove secara interaksi ekologis serta proses rantai makanan diperairan tentunya akan mempengaruhi kemampuan lingkungan dalam mendukung standar daya dukung terhadap wisata pesisir. Sehingga dikhawatirkan menurunkan minat wisatawan dalam berkunjung. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat sebagai pengelola dan wisatawan tentang pentingnya kelestarian hutan mangrove dan infrastruktur pendukung bagi kelestarian konektifitas interaksi kawasan Pantai Lhok Bubon. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di pantai Lhok Bubon, Kecamatan Samatiga, Kecamatan Aceh Barat. Pada tanggal 26 Februari 2022, Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Teuku Umar dengan jumlah peserta adalah 40 orang. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang digunakan adalah metode penyuluhan. Materi yang diberikan berupa Teknik dalam merehabilitasi sumberdaya pesisir dan pengembangan infrastruktur yang baik dan benar serta efisien. Adapun strategi yang efektif yang dapat dilakukan untuk menjembatani kepentingan para pihak dalam pengembangan infrastruktur pada ekowisata yaitu dalam bentuk kolaborasi. Kolaborasi yang dibangun perlu memuat pandangan bersama dengan memperhatikan prinsip-prinsip keberlanjutan. Pemerintah perlu lebih proaktif untuk memfasilitasi kolaborasi pembangunan infrastruktur para pihak dengan mengutamakan keberpihakan terhadap pengetahuan ekologi.
Edukasi Metode Pembesaran Tukik Melalui Konservasi Habitat Penyu Di Desa Aroen Meubanja Kecamatan Panga Kabupaten Aceh Jaya Mira Mauliza Rahmi; Friyuanita Lubis; Nabil Zurba; Dini Islama; Neneng Marlian; Muhammad Arif Nasution
Marine Kreatif Vol 7, No 2 (2023): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/mk.v7i2.8596

Abstract

Konservasi Aroen Meubanja telah melakukan perlindungan terhadap habitat penyu dengan cara menyelamatkan telur penyu dari berbagai ancaman predator dengan memindahkan ke zona konservasi yang dapat dipantau dan diawasi secara langsung. Setelah telur-telur penyu tersebut berhasil diselamatkan, kemudian telur dipindahkan untuk ditetaskan, setelah menetas tukik penyu dipelihara di bak penampungan sementara selanjutnya tukik dilepas kehabitat aslinya. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan kepada mahasiswa untuk mengenal kehidupan, tingkah laku, kebiasaan dan karakteristik habitat penyu. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan kesadaran mahasiswa dalam upaya melestarikan penyu. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di Desa Aroen Meubanja, Kecamatan Panga, Kecamatan Aceh Jaya. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Teuku Umar. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang digunakan adalah metode sosialisasi edukasi pembesaran tukik melalui penyampaian materi dan diskusi dalam upaya pelestarian penyu yang baik dan benar. Materi yang diberikan berupa teknik pembesaran tukik mulai dari penetasan telur dan pemeliharaan tukik hingga pelepasan tukik ke laut. Edukasi metode pembesaran tukik melalui konservasi habitat penyu, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa, mendapatkan informasi dan pemahaman mengenai aspek pola hidup, tingkah laku, karakteristik habitat dan kebiasaan makan penyu, agar dapat berjalan optimal sehingga meminimalkan kematian penyu serta mengetahui upaya konservasi penyu yang baik dan benar.
KAJIAN KONSERVASI MANGROVE DI PESISIR PANTAI SUMATERA BARAT Anita Anita; Neneng Marlian; Nabil Zurba
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 6, No 1 (2022): Journal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Journal of Aceh Aquatic Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jaas.v6i1.5473

Abstract

The mangrove forest of West Sumatra, was damaged about one kilometer of mangrove forest in a protected area in Apar Village, Pariaman City, West Sumatra, was damaged. This destruction was the result of the project to open a road connecting Ampalu Village to Padang Birikbirik, North Pariaman District. Data collection was carried out at the Technical Implementation Unit of the Marine and Fisheries Resources Conservation Service (KPSDKP) of North Sumatra Province, on January 10 to February 10, 2020, field data collection was carried out for 1 month. The method used in data collection is using the Observation method, which is systematic observation and recording of the symptoms studied. Mangroves that are conserved by UPTD KPSDKP Pariaman are Rhizopora sp, Nipah, Avecenia, and more dominated by Rhizopora sp. The community continued to cut down the mangroves and eventually the mangroves in Apar Village became extinct, so ideas emerged from the Apar Village community to restore the preservation of the mangrove forest by means of conservation or rehabilitation. Mangrove conservation techniques at UPTD KPSDKP include: Preparation of planting sites, preparation of tools, taking seeds, mangrove nurseries, planting mangrove seedlings, measuring mangrove growth, monitoring and measuring mangrove water quality once a week.
IDENTIFIKASI JENIS MANGROVE PADA KAWASAN RESTORASI EKOSISTEM MANGROVE DI DESA KEUDE PANGA KECAMATAN PANGA KABUPATEN ACEH JAYA Hilham Mulia Riski; Neneng Marlian; Nabil Zurba
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 5, No 2 (2021): Journal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Journal of Aceh Aquatic Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jaas.v5i2.4411

Abstract

This study aimed to identified mangrove species, calculated the total number and composition of mangroves, and the structure of zonation mangroves at the mangrove relocation area in Keude Panga Village, Panga District, Aceh Jaya Regency. The study was carried out on April  2021, for one month with two replications. The research method was the survey method, namely directed observation to research location. A sampling of mangroves used the quadratic transect method, which was divided into 3 transect points with the categories of tree plots measuring 10 m x 10 m, sapling plots with 5 m x 5 m, and the seedling plots measuring 1 m x 1 m. Data analyzed of the total number and composition of mangroves used Microsoft Excel 2010 and zonation of mangrove analysis was carried out descriptively. The results showed on the research at both stations founded 3 species of true mangrove and 1 species of scrub respectively, namely Rhizhopora mucronata (19% sapling level), Rhizhopora apiculata (34% sapling level), Nypa fruticans (47% tree level), Acrostichum aureum (or 100% shrub category) and Rhizhopora mucronata (23 individuals or 37% sampling level), Rhizhopora apiculata (15 individuals 20% sapling level), Nypa fruticans (36 individuals or 49% tree level), Acrostichum aureum (100% shrub category). Structure zonation of mangrove vegetation is composed of 3 species of mangroves, namely Rhizhopora mucronata which was located closest to the sea, Rhizhopora apiculata was in the middle of the mangrove ecosystem, and Nypa fruticans was a pioneer mangrove located close to the mainland.
VARIASI JENIS IKAN YANG TERDAPAT DI EKOSISTEM PERAIRAN MANGROVE DESA KUALA BUBON, ACEH BARAT Neneng Marlian; Yulie Rahayu Fitrianingsih; Very Roby
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 2, No 1 (2018): Journal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Journal of Aceh Aquatic Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/.v2i1.1690

Abstract