Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGELOLAAN PERIKANAN LOBSTER (Panulirus sp.) DENGAN METODE ECOSYSTEM APPROACH TO FISHERIES MANAGEMENT DI KABUPATEN SIMEULUE Roni Arif Munandar; M Ali Sarong; Edwarsyah Edwarsyah
JURNAL PERIKANAN TROPIS Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.428 KB) | DOI: 10.35308/jpt.v5i1.282

Abstract

Management of lobster fisheries aims to analyze lobster fisheries management system and lobster resource management pattern through Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) at the Simeulue Regency Aceh Province. The study was conducted in a lobster breeding area, at the sub-district of South Teupah and sub-district of Teluk Dalam Simeulue regency in June to July 2016, location determination using purposive sampling method. Data collection with questionnaires and direct field-taking. Analysis of data processing using analysis of fisheries management indicators through ecosystem approach (EAFM). The results showed that assessment indicator EAFM for fish resource domains in good condition (220), habitat and ecosystem domains in good condition (205), and institutional domains are also in good condition (227).Keywords: EAFM, Ecosystems, Lobsters, Simeulue
PELATIHAN BUDIDAYA IKAN TERINTEGRASI PADA KELOMPOK ISTRI NELAYAN GAMPONG RANTO PANYANG TIMUR Sufal Diansyah; Yusran Ibrahim; Dini Islama; Zulfadhli Zulfadhli; Roni Arif Munandar; Hafif Syahputra
Jurnal Marine Kreatif Vol 5, No 2 (2021): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmk.v5i2.4479

Abstract

Income of fishers in West Aceh District usually fluctuating, indicate by the small of number of catches of fisherman. Another thing that has a negative impact on the economy fishermens households is the Covid-19 pandemic. Limited land is a problem for fishermen’s families, previously fishermen’s wives drying salted fish to increase their income. One of the tips is to apply fish cultivation technology on limited land with the Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA) system. The purpose of this activity is to provide knowledge to a group of fishermen’s wives about fish farming based on the IMTA system. The method used is the socialization of IMTA system fish farming, IMTA system fish pond construction training, production management guidance, training on production performance analysis and marketing strategy, monitoring and evaluation. Integrated fish cultivation training activities for groups of fishermen’s wives received positive support and response from group partners. This activity is very beneficial for houswives because they get new skills to increase economic income. This program is a solution for fishermen’s families during uncertain economic conditions due to the Covid-19 pandemic. This group activity will be an inspiration and model for other fishermen’s wives to do fish farming in limited land and water sources.
Upaya Mitigasi Bencana Abrasi di Pantai Peunaga Melalui Penanaman Mangrove Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat Sri Wahyuni; Eka Lisdayanti; Dafit Gunawan; Asri Mursawal; Hayatun Nufus; Rahmawati Rahmawati; Rudi Hermi; Alaudin Alaudin; Roni Arif Munandar; Muhammad Rizal
Marine Kreatif Vol 7, No 1 (2023): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/mk.v7i1.7959

Abstract

Mangrove merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pencegah abrasi dan pemecah gelombang. Aksi penanaman mangrove dilakukan oleh mahasiswa dan dosen sebagai bentuk pengabdian terhadap masyarakat dengan tujuan sebagai bentuk upaya mitigasi abrasi. Pengabdian ini dilakukan pada Bulan November 2022 di Desa Peunaga, Aceh Barat. Penanaman mangrove ini menggunakan 100 bibit, dengan menggunakan jarak masing-masing bibit berjarak 4 x 2 m. Secara umum kegiatan ini dimulai dengan 1) pemaparan singkat mengenai kegiatan yang akan dilakukan, 2) memilih bibit yang layak untuk digunakan, 3) membentang jarak untuk bibit mangrove ditanam, 4) Pelepasan polybag bibit, 5) pembuatan lubang, 6) Penanaman bibit. Harapan kedepan, penanaman mangrove ini bisa menjadi cikal bakal mitigasi abrasi yang terjadi di Desa Peunaga.
Studi Kecepatan Arus Di Area Kolam Pelabuhan Kapal Ulee-Lheue, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh Faliqul Isbah; Roni Arif Munandar; Nabil Zurba; Ichsan Setiawan
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 6, No 2 (2022): Journal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Journal of Aceh Aquatic Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jaas.v6i2.7302

Abstract

Provinsi Aceh ini memiliki wilayah perairan yang sangat strategis dikarenakan wilayahnya berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Maka dari itu, diperlukan  sarana dan prasarana yang memadai berupa  transportasi laut yang dapat membantu aktivitas masyarakat umum. Penelitian ini dilakukan di Alur Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue Provinsi Aceh Kecamatan Meuraxa (55°33'06” LU dan 95°17'73” BT) yang dilakukan pada pukul 08:00-18:00 WIB. Kecepatan Arus ini diukur setiap 3 jam sekali mempunyai kecepatan arus rata-rata sebesar 14 cm/s dalam sebulan penuh
KAJIAN KONDISI LINGKUNGAN TEMPAT PENELURAN PENYU DI DESA PASIE LEMBANG, ACEH SELATAN Dewi Fitriani; Nabil Zurba; Edwarsyah Edwarsyah; Neneng Marlian; Roni Arif Munandar; Citra Dina Febrina
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 5, No 1 (2021): Journal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Journal of Aceh Aquatic Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jaas.v5i1.3929

Abstract

Indonesian marine waters have habitats for six species of sea turtles from seven species in the world, namely green turtles (green turtles, Chelonia mydas), olive ridley turtles (olive ridley, Lepidochelys olivacea), loggerhead turtles (loggerhead, Caretta caretta), hawksbill turtles (hawksbill, Eretmochelys imbricata), leatherback turtles (leatherback, Dermochely coriacea) and flatback turtles (flatback, Natator depressus). All types of turtles in Indonesia are protected under PP. 7 of 1999 concerning Preservation of Plant and Animal Species and PP No. 8 of 1999 concerning the Utilization of Wild Plant and Animal Species, which means that all trade in a state of life or death is prohibited. This is because almost all turtle species in Indonesia have experienced a decline in population so they are categorized as endangered
Pemanfaatan Pengindraan Jarak Jauh Terhadap Pemetaan Sebaran Klorofil Di Perairan Belawan Alaudin Alaudin; Iksan Zakiya; Burhanis Burhanis; Roni Arif Munandar; Muammar Kadhafi
Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan Volume 5, Number 1, March 2024 Edition
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/zl.v5i1.32156

Abstract

Chlorophyll-a is one of the important water quality parameters in the sea. This research was conducted in April 2022 in the Belawan Waters of North Sumatra Province with the aim of knowing the level of chlorophyll-a concentration in these waters. The method used is survey and extraction of Aqua MODIS satellite image data into ASCII data and image data using the seaDAS application. The value of chlorifyll-a concentration obtained in Belawan waters is 3.35-5.91 mg / m³ and has an average value of about 4.65 mg / m³. Belawan waters in April 2022 experienced high chlorophyll-a concentrations.
Potensi Agribisnis Perikanan Makroalga bagi masyarakat pesisir di Lhok Bubon, Aceh Barat zurba, nabil; Edwarsyah, Edwarsyah; Astuti, Rika; Munandar, Roni Arif; Gunandar, Jerry
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 8, No 2 (2024): Journal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jaas.v8i2.10933

Abstract

Makroalga merupakan salah satu sumber daya hayati yang sangat potensial untuk di kembangkan dan tersebar di wilayah perairan Indonesia terutama di daerah pesisir intertidal dan pulau-pulau karang. Makroalga atau “seaweed” mempunyai fungsi dan memiliki peranan penting baik dari segi biologis, ekologis maupun ekonomis. Dari segi ekonomi, makroalga sebagai produk alam merupakan komoditi yang sangat baik untuk di kembangkan mengingat kandungan kimia yang di milikinya. Makroalga di manfaatkan secara luas baik dalam bentuk raw material (material mentah) seluruh bagian tumbuhan maupun dalam bentuk olahan. Ada 11 spesies makroalga yang terdapat pada perairan Lhok Bubon, Aceh Barat yang dapat dimanfaatkan sebagai potensi perekonomian. Keanekaragaman termasuk dalam kategori sedang, sehingga harus ada keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian. Berbagai jenis upaya pengelolaan ekonomi biru bagi masyarakat diantaranya sebagai bahan baku makanan, senyawa alginat bagi industri, biodiesel, pupuk organik serta bahan pengganti plastik.
Parameter Pertumbuhan Ikan Kakatua Family Scaridae Yang diDaratkan di PT Perindo Kabupaten Simeulue Purnamasari, Nengsi; Nasution, Muhammad Arif; Munandar, Roni Arif
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 9, No 1 (2025): Jurnal of Aceh Aquatik Sciences
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jaas.v9i1.11361

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui parameter pertumbuhan dan mengetahui pola pertumbuhan Ikan kakatua family Scaridae di PT Perindo. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi merupakan suatu metode yang akurat dalam pengumpulan data. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai Juni 2024. Hasil analisis data ikan Scarus rivulatus valenciennes,  Scarus ghobban forsskal, Scarus dimidiatus yang didaratkan di PT Perindo memiliki nilai L∞ secara berurutan 35, 49,5, 47,72 dan nilai K secara berurutan 0.8, 0.5, 0.21. Ikan kakatua family Scaridae memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif dengan nilai b secara berurutan 2.8863, 2.9004, 2.9676 artinya pertumbuhan panjang lebih cepat dibandingkan pertambahan berat.Kata kunci : Allometrik, Panjang Berat, Parameter Pertumbuhan AbstractThis study aims to determine the growth parameters and determine the growth pattern of the Parrotfish family Scaridaeat PT Perindo. The data collection method used in this study is the observation method, which is an accurate method in collecting data. This study was conducted from February to June 2024. The results of the data analysis of Scarus rivulatus valenciennes, Scarus ghobban forsskal, Scarus dimidiatus fish landed at PT Perindo have Loo values of 35, 49.5, 47.72 in sequence and K values of 0.8, 0.5, 0.21 in sequence. The Parrotfish family Scaridaehas a negative allometric growth pattern with b values of 2.8863, 2.9004, 2.9676 in sequence, meaning that length growth is faster than weight gain.Keywords: Allometric, Growth Parameters, Length Weight 
Pola Pertumbuhan Dan Mortalitas Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) di PPI Ujong Baroh Burhanis, Burhanis; Alaudin, Alaudin; Fadhillah, Radhi; Zulfadhli, Zulfadhli; Edwarsyah, Edwarsyah; Munandar, Roni Arif
Buletin Oseanografi Marina Vol 13, No 2 (2024): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v13i2.58680

Abstract

Beberapa spesies ikan tuna mulai terancam ketersediaannya. Upaya untuk mewujudkan pemanfaatan yang optimal dan berkelanjutan sangat dibutuhkan, sehingga perlu dilakukan monitoring, evaluasi dan perbandingan terhadap pemanfaatan tuna sirip kuning. Tujuan penelitian untuk mengkaji dan meganalisis pola pertumbuhan dan mortalitas tuna sirip kuning di PPI Ujong Baroh. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengamatan dan pengukuran sampel tuna sirip kuning dilakukan secara langsung dari hasil tangkapan nelayan. Selanjutnya pengumpulan data tuna sirip kuning meliputi jumlah hasil tangkapan serta pengukuran karakter morfometrik yaitu panjang cagak (FL). Hasil penelitian menunjukkan koefision ukuran panjang maksimum (L∞) yaitu sebesar 97,65 cm, dengan pendugaan panjang tuna sirip kuning pertama kali tertangkap (LC) pada ukuran panjang cagak (FL) 56,43 cm.  Nilai laju pertumbuhan (K) sebesar 0,80 pertahun, laju mortalitas total (Z) sebesar 0,26 pertahun, mortalitas alami (M) sebesar 0,76 pertahun, mortalitas penangkapan (F) sebesar -0,50 pertahun. Rata-rata ikan tuna sirip kuning yang tertangkap berukuran kecil dan belum matang gonad (Lc<Lm) dengan tingkat pertumbuhan lebih cepat serta kematian alami lebih besar dari pada penangkapan. Kegiatan penangkapan tuna sirip kuning yang di daratkan di PPI Ujong Baroh merupakan perikanan skala kecil dengan nilai eksploitasi (E) sebesar -1,94 pertahun yang tegolong under fishing berdasarkan dari nilai M (F<M).  Several species of tuna fish are starting to face threats to their availability. Efforts to achieve optimal and sustainable utilization are crucial, requiring monitoring, evaluation, and comparison of the utilization of yellowfin tuna. The research aim is to examine and analyze the growth and mortality patterns of yellowfin tuna in Ujong Baroh Fish Landing Base (PPI). The method in this research uses a descriptive method with a quantitative approach. The observation and measurement of yellowfin tuna samples are directly conducted from the fishermen's catch. Data collection of yellowfin tuna includes the quantity of catches and measurements of morphometric characteristics, specifically fork length (FL). The research results show that the maximum length coefficient (L∞) is 97,65 cm, with an estimated length at first capture at a fork length (FL) of 56,43 cm. The value of growth rate (K) of 0,80 per year, total mortality rate (Z) of 0,26 per year, natural mortality (M) of 0,76 per year, fishing mortality (F) is -0,50 per year. On average, the yellowfin tuna caught are small and immature gonads (Lc<Lm) with a faster growth rate and greater natural mortality than those caught in the fishery. The fishing activity of yellowfin tuna landed at PPI Ujong Baroh are small-scale fishery with an exploitation value (E) of -1.94 per year which is classified as under fishing based on the M value (F<M).
Penguatan Layanan Masyarakat dan Pemberdayaan Berbasis Sumber Daya Lokal Pascabencana Banjir Kecamatan Sultan Daulat Munandar, Roni Arif; Darsan, Herri; Iswan, Rinaldi; Saputra, Akmal; Lisdayanti, Eka; Ali, Sulaiman; Rezky Zuliyus, Fathur
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.17344

Abstract

Kecamatan Sultan Daulat di Kota Subulussalam merupakan wilayah rawan banjir yang berdampak serius terhadap kehidupan sosial, ekonomi dan pendidikan masyarakat. Bencana banjir menyebabkan terganggunya pemenuhan kebutuhan dasar, rusaknya fasilitas umum, serta terhentinya aktivitas pembelajaran di sekolah dasar. Selain itu, kondisi pascabencana juga ditandai dengan keterbatasan akses air bersih, menurunnya kualitas kesehatan lingkungan, serta melemahnya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung pemulihan pascabencana melalui penyediaan bantuan kebutuhan dasar, pemulihan layanan pendidikan, serta penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana. Metode yang digunakan meliputi asesmen lapangan berbasis kebutuhan riil, pendampingan masyarakat, distribusi bantuan logistik, pemasangan instalasi air bersih pada titik-titik strategis, serta edukasi kebencanaan berbasis partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan mampu memperbaiki akses masyarakat terhadap pangan dan air bersih, mendukung keberlangsungan kegiatan belajar mengajar darurat, serta meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana. Program ini juga memperkuat koordinasi antara masyarakat dan pemangku kepentingan lokal. Simpulan kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan pengabdian yang terintegrasi, responsif, dan berbasis kebutuhan lapangan efektif dalam mempercepat pemulihan pascabencana serta meningkatkan ketangguhan masyarakat secara berkelanjutan.