Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENETASAN TELUR IKAN GABUS (Channa striata) DALAM MEDIA INKUBASI DENGAN LAMA PEMBERIAN OKSIGEN (AERASI) BERBEDA Muslim Muslim; Danang Yonarta
JURNAL PERIKANAN TROPIS Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.991 KB) | DOI: 10.35308/jpt.v4i2.797

Abstract

The aims of this research were to determine the hatching percentage of snakehead fish egg which incubated on different duration of aeration (oxygen supply). This research had been conducted in the Fish Breeding Unit “Batanghari Sembilan”, Indralaya since October until November 2017. This research used Completely Randomized Design method (CRD) with 5 treatments and 3 replications consist of; P1 (24 hours, aerated), P2 (24 hours non aerated), P3 (12 hours aerated, 12 hours non aerated), P4 (10 hours aerated, 14 hours non aerated) and P5 (8 hours aerated, 16 hours non aerated). The result of this research showed that the best hatching percentage, were P4 81.64%. Survival rate of pro larva (3 day old / D3), the best result were treatment 4 (P4), 86,54%. Baside on, hatching percentage and survival rate of prolarva parameter, P4 is the best treatment. Furthemore, time efficiency and cost of operation fish breeding program, treatment P4 suggested.
ANALISA ASPEK REPRODUKSI IKAN TOMAN (Channa micropeltes) DI SUNGAI BELIDA KABUPATEN MUARA ENIM Danang Yonarta; Yulisman Yulisman; Riswandi Riswandi
Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia Vol 8, No 1 (2020): JURNAL AKUAKULTUR RAWA INDONESIA
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2068.842 KB) | DOI: 10.36706/jari.v8i1.11555

Abstract

Management of snakehead fish resources in swamp waters need to be done to anticipate a decline in stock in the waters. At this time the area where snakehead fish still have an abundant population is in southern sumatera, precisely in the Belida River, Muara Enim Regency. Until now there has been no information regarding the reproductive aspects of snakehead fish, their location and spawning season. The purpose of this study was to obtain information about the reproductive aspect of snakehead fish which includes sex ratio, gonad maturity level. Gonad maturity index and egg fecundity. The research was conducted in September-December 2019. The location was determined based on the natural conditions of the Belida River and human activities. Fish sampels were caught using experimental gill nets with ½ mash net size. Sampling of fish is done every 4 months with a time interval of once a month. The resuls of study in the male and female fish ratio 1,6:1. This ratio consisted of 109 fish (62,3%) and 66 female fish (37,7%). Gonadal maturity indeks  for male snakehead fish ranged from 0,21 to 0,86, while female snakehead fish ranged from 1,18 to 2,30. snakehead fish egg fecundity were 24.786 eggs with a diameter of 2,20 – 2,51
PENDAMPINGAN PRODUKSI IKAN LELE MUTIARA MELALUI TEKNOLOGI PEMIJAHAN SEMI ALAMI DI DESA PANDAN ARANG, KABUPATEN OGAN ILIR Danang Yonarta; Mochamad Syaifudin; Tanbiyaskur Tanbiyaskur
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 27, No 2 (2021): APRIL-JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v27i2.26102

Abstract

Permasalahan yang sering dialami oleh pembudidaya ikan termasuk yang dihadapi oleh kelompok pembudidaya ikan di Desa Pandan Arang saat ini belum mampu memproduksi benih ikan lele secara mandiri sehingga ketersediaan benih untuk usaha pembesaran budidaya ikan lele masih mengandalkan dari daerah lain. Tujuan pengabdian ini dilakukan untuk memberikan edukasi pada masyarakat, sehingga bisa diterapkan untuk membantu meningkatkan produksi benih ikan lele secara mandiri dan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Pandan Arang, Kecamatan Kandis Kabupaeten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Waktu pelaksanaan sosialisasi hingga pendampingan produksi pada bulan Oktober-Desember tahun 2020 dan dilanjutkan monitoring evaluasi pasca kegiatan pada tahun 2021. Demplot dilakukan pada satu indukan ikan lele yang menjadi percontohan sekaligus Praktik Lapangan mahasiswa program studi budidaya perairan. Hasil kegiatan menunjukan bahwa, tingkat serapan pengetahuan peserta berdasarkan indikator yaitu 60-80%, dari tidak tahu menjadi tahu tentang pemijahan semi alami ikan lele. Tingkat keterampilan peserta berdasarkan indikator 75-100 %, dari tidak bisa menjadi bisa membenihkan ikan lele
PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN LELE BIOFLOK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA PANDAN ARANG, KABUPATEN OGAN ILIR Madyasta Anggana Rarassari; Marini Wijayanti; Sefti Heza Dwinanti; Retno Cahya Mukti; Danang Yonarta
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.5.1.75-80.2021

Abstract

Biofloc Technology (BFT) menjadi salah satu teknologi alternatif dalam akuakultur yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas air dan meningkatkan efesiensi pemanfaatan nutrisi. Tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk memperkenalkan dan memberikan informasi kepada masyarakat dan petani tentang budidaya ikan Lele dengan sistem bioflok. Kegiatan ini dilakukan di Desa Pandan Arang, Kabupaten Ogan Ilir dengan menggunakan metode pemberdayaan partisipati aktif kelompok pembudidaya ikan pada mitra yang diajak kerjasama dengan transfer ilmu dan teknologi, meliput beberapa tahapan yaitu: 1) Persiapan; 2) Penyuluhan pembuatan pakan dan budidaya ikan; 3) Pembuatan demplot dan pendampingan; 4) Evaluasi dan pembuatan laporan hasil kegiatan. Hasil yang didapat bahwa kegiatan budidaya ikan lele dengan menerapkan sistem bioflok memberikan hasil dapat memperbaiki kualitas air pada budidaya ikan lele, terutama dalam menurunkan nilai ammonia dalam media budidaya. Serta memberikan pertumbuhan optimal pada ikan lele dengan bobot mutlak 8,4 gram/ekor dan pertumbuhan panjang mutlak 8,6 cm/ekor. Kata kunci: Biofloc Technology, Ikan Lele, Desa Pandan Arang, Budidaya Ikan ABSTRACT Biofloc Technology (BFT) is an alternative technology in aquaculture that aims to improve water quality and increase the efficiency of nutrient utilization. The purpose of this social dedication are to introduce and provide information to the public and farmers with biofloc system. This activity is carried out in Pandan Arang Village, Ogan Ilir District with an active participatory empowerment method for farmers fish in partners who are invited to collaborate with the transfer of knowledge and technology, covering several stages, 1) preparation; 2) counseling for feed and fish cultivation; creating demonstration plots and assistance; 4) evaluation and making reports on the results of activities. The results showed that catfish culture using the biofloc technology could improve water quality in catfish aquaculture, particularly in reducing the value of ammonia in the culture medium. As well as providing optimal growth in catfish witn an absolute weight of 8,4 gr and absolute length growth of 8,6 cm. Keywords: Biofloc Technology, Catfish, Pandan Arang Village, Aquaculture
PEMANFAATAN SAPROLEGNIA ZERO SYSTEM PADA PEMBENIHAN IKAN PATIN (Pangasius sp.) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT Danang Yonarta; Madyasta Anggana Rarassari; Irmawati Irmawati
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 3, No 2 (2020): JULI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.822 KB) | DOI: 10.31764/jces.v3i2.2305

Abstract

Abstrak: Lokasi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini terletak di Desa Sakatiga, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir. PkM ini mengatasi dua permasalahan yang terdapat di kelompok tani desa sakatiga yaitu produksi benih yang menurun dan serangan jamur. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam peningkatan budidaya intensif adalah dengan menambahkan hormon ovaprim ke dalam tubuh ikan yang sudah matang gonad untuk mempercepat proses pemijahan sehingga dapat dihasilkan benih ikan patin yang baik dimana jumlah, mutu dan waktu penyediaannya dapat diatur sesuai dengan yang diinginkan. Setelah pembuahan dan sebelum dimasukkan ke dalam corong inkubasi, telur terlebih dahulu dilakukan pencucian dengan larutan ekstrak daun sirih (bagian dari saprolegnia zero system) yang bertujuan untuk menghilangkan daya rekatnya. Upaya menghilangkan daya rekat telur bertujuan agar telur dapat bergerak dengan adanya dorongan air selama periode inkubasi. Metode PkM yang dilakukan melalui penyuluhan serta dilakukan pendampingan. Indikator capaian hasil kegiatan terlihat meningkat, baik dari segi pendapatan maupun produksi. Hasil produksi mitra sebelum adanya kegiatan PKM ini hanya mampu memproduksi benih ikan patin, dan belum mampunya memproduksi benih ikan patin secara mandiri. PkM ini memiliki luaran yaitu; 1) Artikel pada media massa cetak/ elektronik, 2) artikel ilmiah,  3) video kegiatan.Abstract: The location of this Community Service activity is located in Sakatiga Village, Indralaya District, Ogan Ilir Regency. This PkM overcome two problems found in the Sakatiga village farmer groups, namely decreased seed production and fungal attack. One effort that can be done in increasing intensive cultivation is by adding hormone ovaprim to the body of a mature gonad fish to accelerate the spawning process so that good catfish seedlings can be produced where the quantity, quality and time of supply can be adjusted as desired. After fertilization and before inclusion in the incubation funnel, the eggs are first washed with a betel leaf extract solution (part of the zero saprolegnia system) which aims to eliminate its adhesion. Efforts to eliminate the adhesion of the eggs aim to make the eggs move with the urge of water during the incubation period. The PkM method counseling is also accompanied by assistance Indicators of the achievement of appear to be increasing, both in terms of income and production. The results of the production of partners before the PkM activity was only able to produce catfish seeds, and have not been able to produce catfish seeds independently. This PkM has outcomes, namely; 1) Articles on print / electronic mass media, 2) scientific articles, 3) activity video.
Uji LC50 Ekstrak Akar Tuba dan Pengaruhnya Terhadap Status Kesehatan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Tanbiyaskur Tanbiyaskur; Yulisman Yulisman; Danang Yonarta
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 8 No. 3 (2019): JAFH vol. 8 no. 3 September 2019
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.681 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v8i3.11985

Abstract

Bahan kimia yang digunakan sebagai bahan anastesi ikan dan senyawa antimikroba sudah harus diminimalisir untuk keamanan pangan. Bahan kimia dapat membawa dampak negatif karena dapat terakumulasi dalam tubuh ikan dan membawa pengaruh buruk terhadap kesehatan manusia yang mengkonsumsinya. Pendekatan yang dapat dilakukan  untuk mengatasi hal tersebut dengan penggunaan bahan alami yaitu ekstrak akar tuba. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi ekstrak akar tuba terhadap status kesehatan ikan nila. Penelitian  ini digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dimana digunakan 5 perlakuan pada uji toksisitas letal dan 6 perlakuan pada uji toksisitas subletal dengan masing-masing perlakuan dilakukan  3 kali ulangan. Konsentrasi perlakuan ekstrak akar tuba yang digunakan pada pengujian toksisitas letal adalah 0 ml/l, 0,001 ml/l, 0,002 ml/l, 0,003 ml/l, 0,004 ml/l. Hasil pengujian toksisitas letal digunakan pada pengujian toksisitas subletal untuk mendapatkan nilai LC50 96 Jam. Hasil pengujian darah ikan nila pada uji toksisitas letal berturut-turut yaitu  jumlah total eritrosit PO : 11,3 x 105 sel/mm3, P1 : 2,6 x 105 sel/mm3, P3 : 2,2 x 105 sel/mm3, P4 : 1,7 x 105 sel/mm3, P5 :1,9 x 105 sel/mm3. Kadar Hematokrit PO : 25%,  P1 : 23%, P2 : 19 %, P3 : 15%, P4 :17%. Kadar Hemoglobin PO : 10,13 g/dl,  P1 : 7,7 g/dl,  P2 : 6,4 g/dl,  P3 : 5,0 g/dl, P4 : 5,7 g/dl . Hasil pengujian pada uji toksisitas subletal menunjukkan angka mortalitas ikan nila yaitu PO : 0%,  P1 : 6,27%,  P2 : 13,77%,  P3 : 14,17%, P4 : 37,10%, P5 : 77,10%. Hasil Pengujian toksisitas subletal menunjukkan  bahwa  LC50-96 jam ekstrak akar tuba  diperoleh nilai sebesar 0,003 ml/ L.
APLIKASI SISTEM RESIRKULASI MENGGUNAKAN FILTER DALAM PENGELOLAAN KUALITAS AIR BUDIDAYA IKAN LELE Dade Jubaedah; Marsi Marsi; Marini Wijayanti; Yulisman Yulisman; Retno Cahya Mukti; Danang Yonarta; Eka Febri Fitriana
JURNAL AKUAKULTURA Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Akuakultura Universitas Teuku Umar
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/ja.v4i1.2436

Abstract

Pemeliharaan ikan lele yang dilakukan pembudidaya ikan sebagian besar tidak melakukan upaya pengelolaan kualitas air seperti sirkulasi maupun penggantian air (water exchange). Salah satu teknologi untuk menjaga kualitas air media budidaya adalah menggunakan sistem resirkulasi. Tujuan dari kegiatan ini untuk mengaplikasikan sistem resirkulasi dengan mengunakan filter dalam pengelolaan kualitas air sehingga diperoleh kualitas air yang mendukung bagi budidaya ikan lele. Metode penelitian terdiri dari dua perlakuan yaitu P0: perlakuan non filter dan P1: perlakuan sistem resirkulasi dengan filter. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pengunaan sistem resirkulasi menggunakan filter dapat memperbaiki kualitas air yaitu penurunan kandungan amonia  yaitu dari 2,6 menjadi 0,1 mg/l, pertumbuhan panjang ikan lele sebesar 9,48 cm, pertumbuhan bobot ikan lele sebesar 37,15 g dan kelangsungan hidup sebesar 94%.
PENGARUH PENAMBAHAN BAWANG PUTIH DAN BAWANG HITAM PADA PAKAN TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP IKAN LELE Juliana Pangaribuan; Danang Yonarta; Madyasta Anggana Rarassari
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Vol 5, No 1 (2022): JKPT Juni 2022
Publisher : Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkpt.v5i1.10983

Abstract

Bawang putih dan bawang hitam salah satu jenis tanaman herbal yang dapat menurunkan kadar kolestrol, penawar racun, anti bakteri, anti jamur, anti parasit, dan pengikat radikal bebas. bawang putih dan bawang hitam mengandung zat alisin yang memiliki fungsi sebagai antibakterial, penghilang rasa nyeri, serta memaju pergerakan alat pencernaan serta memperlancar pengeluaran enzim yang bermanfaat untuk mencernakan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aplikasi penambahan ekstrak bawang putih dan bawang hitam dapat meningkatkan produksi budidaya ikan lele. perlakuan yang digunakan pada penelitian ini yaitu P1 (tanpa penambahan ekstrak bawang putih dan bawang hitam), P2 (penambahan ekstrak bawang putih 10 ml/kg) dan P3 (penambahan ekstrak bawang hitam 10 ml/kg). ikan yang digunakan pada penelitian ini benih lele ukuran 6-8 cm dengan padat tebar 100 ekor/m2. selama pemeliharaan 30 hari, benih ikan lele diberikan pakan dengan frekuensi pemberian pakan sebanyak 2 kali sehari pagi dan sore hari. Hasil penelitian menunjukan pertumbuhan harian ikan didapati P1 3,2 %, P2 3,5% dan P3 3,3%. Penambahan ekstrak bawang putih pada pakan memberikan hasil terbaik dengan pertumbuhan panjang 5,08 cm dan berat 7,22 g, FCR 1,07 serta nilai sintasan100%. Kualitas air pada ketiga perlakuan selama pemeliharaan adalah suhu 26,4 – 29 OC dan pH sebesar 7 – 7,5.
PENDAMPINGAN PRODUKSI IKAN PATIN MELALUI PEMANFAATAN SAPROLEGNIA ZERO SYSTEM DI DESA TANJUNG PERING Danang Yonarta; Mochamad Syaifudin; Retno Cahya Mukti; Tanbiyaskur Tanbiyaskur; Madyasta Anggana Rarassari; Dwi Wulan Sari; Muhammad Ihsan Jambak
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v5i2.37190

Abstract

Permasalahan yang sering dialami oleh pembudidaya ikan termasuk yang dihadapi oleh kelompok pembudidaya ikan di Desa Tanjung Pering, Kecamatan Indralaya Utara saat ini yaitu ketersediaan benih yang kurang mencukupi kebutuhan pembudidaya serta serangan jamur saprolegnia pada telur ikan patin. Untuk mengatasi masalah yang timbul dan untuk meningkatkan produksi khususnya pembudidaya ikan patin maka perlu ditingkatkan usaha budidaya yang lebih intensif dan dibarengi dengan pemanfaatan teknologi saprolegnia zero system melalui kegiatan pendampingan. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan produksi benih ikan patin melalui pemanfaatan saprolegnia zero system di Desa Tanjung Pering, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir. Kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan ini meliput beberapa tahapan antara lain persiapan, penyuluhan dan pelatihan, pendampingan serta monitoring dan evaluasi. Hasil yang diperoleh bahwa dalam kegiatan pengabdian diikuti oleh masyarakat pembudidaya ikan yang antusias ingin mengetahui terkait materi dan pelatihan yang disampaikan. Kesimpulan yang diperoleh bahwa kegiatan pengabdian masyarakat berjalan sangat baik. Khalayak sasaran dapat menerima transfer teknologi mengenai pemanfaatan saprolegnia zero system dalam upaya peningkatan produksi ikan patin. Partisipasi dan dukungan dari masyarakat cukup baik, dimana masyarakat ikut turut aktif dalam pelaksanaan hingga pendampingan produksi. Diakhir program pengabdian masyarakat ini, banyaknya masyarakat menerapkan zero system sehingga terjadi peningkatan produksi ikan patin.
PENGARUH KRIOPROTEKTAN DIMETIL SULFOKSIDA DOSIS BERBEDA DALAM EKSTENDER MADU TERHADAP KUALITAS SPERMA IKAN BELIDA SELAMA MASA PENYIMPANAN Danang Yonarta; Mochamad Syaifudin; Ferdinand Hukama Taqwa; Tanbiyaskur Tanbiyaskur; muhammad Fery Artha
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 18, No 2 (2022): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.18.2.113-118

Abstract

Krioprotektan merupakan salah satu bahan yang berperan dalam penyelamatan bahan biologis pada kriopreservasi. Dimetil sulfoksida (DMSO) sebagai krioprotektan memiliki kemampuan cepat untuk penetrasi ke dalam sel pada saat equilibrasi (penurunan suhu) dan meninggalkan sel pada saat thawing (pencairan kembali). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan dosis terbaik dari larutan krioprotektan yang menggunakan DSMO dalam ekstender madu terhadap karakteristik dari sel spermatozoa ikan belida pada proses kriopreservasi.  Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Balai Pembibitan dan Hijauan Pakan Ternak (BPHPT) Sembawa pada bulan Maret sampai dengan November 2020. Ikan uji didapat dari hasil tangkapan dari alam, selanjutnya dilakukan pemeliharan selama 4 bulan untuk mendapatkan tingkat kematangan gonad yang maksimal. Pengambilan sel sperma dilakukan secara stripping, proses stripping dilakukan dengan mengurut bagian perut ikan secara memutar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu penyimpanan selama 28 hari pada P3 memberikan hasil terbaik terhadap motilitas (skor 3), nilai viabilitas sebesar 48,93%, lebih tingi dari Kontrol, P1 dan P2. Selain itu, pada perlakuan tersebut tidak ditemukan adanya abnormalitas yang terjadi pada sperma ikan belida. Cryoprotectant plays a role in saving biological material during cryopreservation. Dimethyl sulfoxide (DMSO) as a cryoprotectant has the ability to quickly penetrate into the cell at equilibration and leave the cell at thawing procedure. This study aims to determine the best dose of DSMO in honey extender to the characteristics of the featherback Fish spermatozoa cells in the cryopreservation process. This research was conducted at the Laboratory of Balai Pembibitan dan Hijauan Pakan Ternak (BPHPT) Sembawa from March to November 2020. The test fish were obtained from catches from nature, then reared for 4 months to get the maximum level of gonad maturity. Sperm cell retrieval is carried out by stripping, the stripping process is carried out by massaging the belly of the fish in a circular manner. The results showed that at storage time of 28 days, P3 gave the best results on motility (score 3), and the viability value was 48,93%, higher than Control, P1 and P2. In addition, the treatment did not show any abnormalities that occurred in the featherback fish sperm.