Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Potential for Aquaculture of Lais Fish (Kryptoterus palembangensis) in Swamplands Danang Yonarta; Ferdinand Hukama Taqwa; Marini Wijayanti; Dade Jubaedah; Muslim Muslim; Mochamad Syaifudin
Mangifera Edu Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Mangifera Edu
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mangiferaedu.v7i2.160

Abstract

Ikan lais (Kryptopterus palembangensis) merupakan salah satu ikan endemik yang ada di Sumatera Selatan. Ketersediaan ikan lais di alam mulai menurun karena penangkapan yang dilakukan oleh masyarakat secara terus menerus akan mengganggu kelestarian ikan lais. Diketahui nilai ekonomis yang tinggi menjadi penyebabnya. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk pengembangan budidaya ikan lais agar dapat diproduksi secara terkontrol. Metode penulisan yang digunakan yaitu studi pustaka. Adapun teknologi dan manajemen dari ikan lais diantaranya perbedaan padat tebar pada keramba jaring apung, pemberian jenis pakan berbeda, perendaman larva pada larutan probiotik, pengaruh perbedaan suhu dan pematangan gonad dengan mineral Fe. Kemudian untuk rata-rata kualitas air dalam pertumbuhan ikan lais adalah suhu 25,20-32,00 ºC, kisaran pH sebesar 4,70-7,90, DO 2,60-8,00 mg L-1 dan kandungan amonia berkisar 0,010-2,000 mg L-1. Ikan lais termasuk dalam kelompok ikan karnivora karena jenis makanan utamanya adalah ikan kecil, insekta dan udang. Pada ikan yang diteliti secara terkontrol, pakan menggunakan Tubifex sp. memberikan pertumbuhan dan kelangsungan hidup yang tertinggi. Pemijahan ikan lais baji satu kali dalam setahun dengan pola pemijahan total spawner di musim penghujan yang dimana pada saat permukan air mulai naik dan pemijahan dilakukan di dalam celah-celah bebatuan. Gambaran sel darah merupakan aspek pendukung dalam menentukan status kesehatan ikan. Kondisi fisiologis ikan yang sehat ditandai dengan adanya pertumbuhan yang meningkat. Fisiologis pertumbuhan ikan lais dalam keadaan sehat yaitu, total eritrosit 264,00 ± 3,00 x104 sel mm-3, hemoglobin 8,3±0,11 g/dL, hematokrit 26,66±0,57 %, total leukosit 2,53±0,01 x 104 sel mm-3 dan Glukosa darah 89,00 ± 1,00 mg/dL
Pemanfaatan daun Indigofera zollingeriana sebagai bahan pakan ikan patin (Pangasius sp.) Retno Cahya Mukti; Danang Yonarta; Aldila Din Pangawikan
Depik Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.542 KB) | DOI: 10.24815/jts.v%vi%i.13056

Abstract

Abstract. The feed is one of the components that support the growth and survival in fish culture. One of the alternative feed ingredients which could use as other feed ingredient was Indigofera zollingeriana leaves. The aims of this research was to determine the use of Indigofera zollingeriana leaves on the growth performance of Patin (Pangasius sp.). This research consisted of five treatments and three replications. Indigofera zollingeriana leaves were used in the diet amount of P0 (0%) (without Indigofera zollingeriana leaves addition ), P1 (10% Indigofera zollingeriana leaves addition), P2 (20% Indigofera zollingeriana leaves addition), P3 (30% Indigofera zollingeriana leaves addition), and P4 (40% Indigofera zollingeriana leaves addition). The result showed that the use of Indigofera zollingeriana leaves had a significant effect on the fish growth performance. The use of 20% zollingeriana Indigofera produced the best results of the absolute weight of 2.15 g, 1.00% daily growth rate and feed efficiency of 44.60%.Keywords: Patin, feed ingredient, Indigofera zollingeriana leaveAbstrak. Pakan merupakan komponen yang menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup dalam budidaya ikan. Salah satu bahan baku alternatif yang dapat digunakan sebagai bahan pakan ikan yaitu daun Indigofera zollingeriana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan daun Indigofera zollingeriana terhadap kinerja pertumbuhan pada ikan patin. Penelitian ini terdiri dari lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan penggunaan daun Indigofera zollingeriana terdiri dari P0(0%) (tanpa penambahan daun Indigofera zollingeriana), P1 (penambahan daun Indigofera zollingeriana 10%), P2 (penambahan daun Indigofera zollingeriana 20%), P3 (penambahan daun Indigofera zollingeriana 30%), dan P4 (penambahan daun Indigofera zollingeriana 40%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan daun Indigofera zollingeriana menunjukkan kinerja pertumbuhan pada ikan patin. Penambahan Indigofera zollingeriana sebanyak 20% menghasilkan hasil terbaik yaitu pertumbuhan bobot mutlak sebesar 2,15 g, laju pertumbuhan harian 1,00% serta efisiensi pakan sebesar 44,60%.Kata Kunci: Bahan pakan, daun Indigofera zollingeriana, ikan patin
Analisis In Vitro : Efektivitas Daun dan Kulit Durian (Durio zibethinus Murr) Terhadap Bakteri Edwardsiella tarda Madyasta Anggana Rarassari; Danang Yonarta; Sefti Heza Dwinanti
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v18i1.11453

Abstract

Serangan penyakit yang diakibatkan oleh bakteri merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi oleh para pembudidaya. Edwardsiella tarda merupakan salah satu bakteri penyebab penyakit pada ikan. Dampak terburuk dari adanya serangan penyakit adalah terjadinya kematian ikan secara masal sehingga membuat kegagalan produksi yang pastinya sangat merugikan. Pencegahan dan pengobatan merupakan cara ampuh dalam menanggulangi penyakit pada ikan. Penggunaan bahan alami yang lebih aman lebih disarankan karena tidak menimbulkan efek negatif terhadap lingkungan, ikan, ataupun manusia. Salah satu bahan alami yang dapat digunakan adalah bagian daun dan kulit durian.  Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Laboratorium Budidaya Perairan, Program Studi Budidaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya pada bulan April-Juni 2021. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium yang dirancang menggunakan post only control group design dengan membandingkan efek antibakterial esktrak daun dan kulit durian (Durio zibethinus Murr) dengan kontrol dan perlakuan dengan 3 kali pengulangan. Kontrol yang digunakan adalah antibiotik (chloramphenicol). Ekstrak etanol kulit durian (Durio zibethinus Murr) dapat digunakan sebagai kandidat obat penyakit yang disebabkan oleh bakteri Edwardsiella tarda. Namun, perlu dilakukan uji klinis (in vivo) untuk mengetahui pengaruhnya terhadap ikan. Disease attack caused by bacteria is one of the problems faced by cultivators. Edwardsiella tarda is one of the bacteria that causes disease in fish. The worst impact of disease attacks is the mass death of fish, causing production failure which is certainly very detrimental. Prevention and treatment is a powerful way of dealing with disease in fish. The use of safer natural ingredients is recommended because they do not cause negative effects on the environment, fish or humans. One of the natural ingredients that can be used is the leaves and skin of durian. The implementation of this research was carried out at the Aquaculture Laboratory, Aquaculture Study Program, Department of Fisheries, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University in April-June 2021. This research used a laboratory experimental method which was designed using a post only control group design by comparing the antibacterial effects of leaf extract and durian skin (Durio zibethinus Murr) with control and treatment with 3 repetitions. The control used was an antibiotic (chloramphenicol). The ethanol extract of durian peel (Durio zibethinus Murr) can be used as a drug candidate for diseases caused by the bacterium Edwardsiella tarda. However, it is necessary to carry out clinical trials (in vivo) to determine the effect on fish.  
PELATIHAN PEMBENIHAN IKAN SELINCAH DI DESA BURAI, KECAMATAN TANJUNG BATU, KABUPATEN OGAN ILIR Danang Yonarta; Mochamad Syaifudin; Mirna Fitrani; Retno Cahya Mukri; Marsi Marsi; Madyasta Anggana Rarassari; Ferdinand Hukama Taqwa; Tanbiyakur Tanbiyaskur
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i2.2751

Abstract

Desa Burai adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Desa Burai dikelilingi oleh sungai kelekar dan rawa yang kaya akan flora dan fauna. Desa Burai Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan merupakan salah satu dari 50 desa ekowisata terbaik di Indonesia. Permasalahan yang dialami oleh pembudidaya ikan termasuk yang dihadapi oleh kelompok pembudidaya ikan di Desa Burai saat ini belum mampu memproduksi benih ikan Selincah secara mandiri dan kontinue sehingga ketersediaan benih untuk usaha pembesaran budidaya ikan selincah masih mengandalkan dari hasil tangkapan alam. Untuk mengatasi masalah yang timbul dan untuk meningkatkan produksi khususnya pembudidaya ikan selincah maka perlu ditingkatkan usaha budidaya yang lebih intensif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menambahkan atau menyuntikkan hormon ovaprim ke dalam tubuh ikan yang sudah matang gonad untuk meempercepat proses pemijahan sehingga dapat dihasilkan benih ikan selincah yang baik dimana jumlah, mutu dan waktu penyediaannya dapat diatur sesuai dengan yang diinginkan. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kemampuan teknis pembudidaya ikan dengan transfer teknologi pembenihan ikan selincah secara terkontrol dan meningkatkan produksi benih ikan selincah secara berkelanjutan. Hasil produksi mitra sebelum adanya kegiatan PKM ini hanya mampu menangkap dari alam, sekarang sudah bisa melakukan pemijahan secara mandiri
The Production Evaluation of Lais Fish (Kryptopterus sp.) Culture in Wetlands Danang Yonarta; Ferdinand Hukama Taqwa; Mohamad Amin; Mirna Fitrani; Muslim; Mochamad Syaifudin
Quagga: Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 15 No 2 (2023): QUAGGA : Jurnal Pendidikan dan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v15i2.39

Abstract

This study aimed to examine the technical and economic feasibility of lais aquaculture production. A cultivation activity was done in order to increase profits. Primary data was collected by interviewing fish cultivators and secondary data was obtained from related references. The bioecological characteristics of lais fish made this fish a candidate for aquaculture commodities paying attention to the management and technology used. Various technical aspects of production need evaluated continuously, including site selection, seed stocking, feeding, water quality management, fish health, harvesting, and marketing. Referring to the components of the evaluation results which were very lacking. Farmers need partners as mentors and access to several facilities to support production components that have not been maximized, one of which is the provision of best practices of fish handling certified superior lais fish fry.
Pengaruh Pemberian Pakan Alami Berbeda Terhadap Pertumbuhan Larva Ikan Lele (Clarias sp.) Danang Yonarta; Toni Susanto; Madyasta Anggana Rarassari
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 22, No 2 (2023): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/penaakuatika.v22i2.3478

Abstract

Pakan alami merupakan faktor penting yang dibutuhkan dalam kegiatan budidaya ikan lele. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan pertumbuhan larva ikan lele terhadap pemberian pakan alami yang berbeda. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen malalui empat perlakuan P0 (kontrol), P1 (pakan komersil), P2 (kutu air), P3 (maggot). Data yang diambil meliputi pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, kelangsungan hidup dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kelangsungan hidup ikan lele yang paling tinggi ialah pada perlakuan P0 (90%) dan P3 (76%). Untuk bobot tertinggi adalah  perlakuan P2 (0,29 gr) dan P3 0,22 gr. Bobot rata-rata tertinggi pada perlakuan P0 dan P2 karena pakan yang diberikan pada ikan mengandung protein yang tinggi. Panjang rata-rata tertinggi terdapat pada P2 3.21 cm dan P3 2.79 cm. Parameter kualitas air selama penelitian diantaranya suhu 26,3-32,7oC, pH 7,36-7,51, oksigen terlarut 3,85-5,45 mg L-1. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil pemberian pakan alami yang berbeda pada setiap perlakuan berpengaruh terhadap pertumbuhan panjang dan bobot benih ikan lele memberikan hasil terbaik pada perlakuan menggunakan pakan alami Moina sp. pada perlakuan (P2) dengan nilai pertumbuhan bobot 0,29 gr, panjang rata-rata 3,21 cm, kelangsungan hidup 88%. Kualitas air selama pemeliharaan masih dalam kisaran optimum sehingga mendukung pertumbuhan benih lele yang diperlihara.
Pemanfaatan daun Indigofera zollingeriana sebagai bahan pakan ikan patin (Pangasius sp.) Retno Cahya Mukti; Danang Yonarta; Aldila Din Pangawikan
Depik Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.8.1.13056

Abstract

Abstract. The feed is one of the components that support the growth and survival in fish culture. One of the alternative feed ingredients which could use as other feed ingredient was Indigofera zollingeriana leaves. The aims of this research was to determine the use of Indigofera zollingeriana leaves on the growth performance of Patin (Pangasius sp.). This research consisted of five treatments and three replications. Indigofera zollingeriana leaves were used in the diet amount of P0 (0%) (without Indigofera zollingeriana leaves addition ), P1 (10% Indigofera zollingeriana leaves addition), P2 (20% Indigofera zollingeriana leaves addition), P3 (30% Indigofera zollingeriana leaves addition), and P4 (40% Indigofera zollingeriana leaves addition). The result showed that the use of Indigofera zollingeriana leaves had a significant effect on the fish growth performance. The use of 20% zollingeriana Indigofera produced the best results of the absolute weight of 2.15 g, 1.00% daily growth rate and feed efficiency of 44.60%.Keywords: Patin, feed ingredient, Indigofera zollingeriana leaveAbstrak. Pakan merupakan komponen yang menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup dalam budidaya ikan. Salah satu bahan baku alternatif yang dapat digunakan sebagai bahan pakan ikan yaitu daun Indigofera zollingeriana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan daun Indigofera zollingeriana terhadap kinerja pertumbuhan pada ikan patin. Penelitian ini terdiri dari lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan penggunaan daun Indigofera zollingeriana terdiri dari P0(0%) (tanpa penambahan daun Indigofera zollingeriana), P1 (penambahan daun Indigofera zollingeriana 10%), P2 (penambahan daun Indigofera zollingeriana 20%), P3 (penambahan daun Indigofera zollingeriana 30%), dan P4 (penambahan daun Indigofera zollingeriana 40%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan daun Indigofera zollingeriana menunjukkan kinerja pertumbuhan pada ikan patin. Penambahan Indigofera zollingeriana sebanyak 20% menghasilkan hasil terbaik yaitu pertumbuhan bobot mutlak sebesar 2,15 g, laju pertumbuhan harian 1,00% serta efisiensi pakan sebesar 44,60%.Kata Kunci: Bahan pakan, daun Indigofera zollingeriana, ikan patin
Endemic Fish Conservation: Utilization of Cryopreservation Technology with Fructose in Red Bader Fish (Puntius Bramoides) Sperm Danang Yonarta; Abd Rahem Faqih
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 12 No. 3 (2023): JAFH Vol. 12 No 3 September 2023
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v12i3.39212

Abstract

Cryopreservation in red bader fish is needed for conservation and development of gamete cell storage. It is a chemical compound that can prevent cell or tissue damage due to freezing. In addition, dimethyl sulfoxide can penetrate cells quickly during equilibration. This research aimed to study reproductive biology and analyze the fructose ability as a extender in the Red Bader fish sperm cryopreservation process. The cryopreservation process was conducted at the Artificial Insemination Center, Singosari. The test fish were obtained from the Freshwater Cultivation Development Center, Umbulan then they were reared for 2 months to get the level of gonad maturity. This study was designed using a completely randomized design (CRD) which consisted of three treatments and three replications. The treatment given was the use of fructose extenders with different percentages i.e., 0.2%, 0.4%, and 0.6%. The results showed that the sperm characteristics of the red bader fish (Puntius bramoides) had a volume of 3.18 mL, a pH value of 7.39, a milky white sperm color, a sperm concentration of 3.5x109 cells/mL, a motility value of 81.67%, and a viability of 85 %. The best type of fructose extender with 0,6% dimethylsulfoxide concentration has a motility value of 38,33% post-cryopservation and 36,67% post-cryopreservation viability. The type of extender affects the sperm quality of angry bader fish during the cryopreservation process, the type of extender obtained was fructose with the best concentration of 0,6% dimethylsulfoxide with the highest motility and viability values.
Use of Different Dosages of Gonadotrophine Hormones For Java Combtail (Belontia hasselti) Spawning Semi Naturally Danang Yonarta; Ingka Selviana; Tanbiyaskur Tanbiyaskur; Dwi Inda Sari
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 8, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/akuakultur.v8i2.179

Abstract

Java combtail (Belontia hasselti) is a fish originating from swamps that is widely used by the community and needs to be developed through hatchery cultivation. The Kelekar II Farmer Group in Burai Village, Tanjung Batu District, Ogan Ilir Regency is one of the farmer groups that still relies on seasonal harvests from nature. Excessive agility fishing activities can threaten the extinction of the java combtail population. Research purpose to determine the effect of giving different gonadotrophine hormone on the semi-natural spawning of java combtail (Belontia hasselti) in Burai village, Tanjung Batu District. This research was carried out in Burai Village, North Indralaya, Ogan Ilir Regency, South Sumatra, in September-November 2022. The spawning of the java combtail used a different dose in treatment 1 (P1) by injecting the gonadotropin hormone at a dose of 0.3 ml kg-1 fish weight and treatment 2 (P2) by injecting gonadotropin hormone dose of 0.5 ml kg-1 fish weight. The research results obtained the best dose of 0.5 ml kg-1 resulting produced a fecundity at 2.677 eggs, hatching time at 24 hours, fertilization rate at 75%, hatching rate at 93% and Survival Rate (SR) at 80.8%. Water quality obtained in this research activity is a temperature ranged from 25.9-32.0 oC, pH 5.1-6.65, DO 3.1-6.65 mg L-1 and ammonia 0.051-0.121 mg L-1.
Pemanfaatan daun Indigofera zollingeriana sebagai bahan pakan ikan patin (Pangasius sp.) Retno Cahya Mukti; Danang Yonarta; Aldila Din Pangawikan
Depik Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.8.1.13056

Abstract

Abstract. The feed is one of the components that support the growth and survival in fish culture. One of the alternative feed ingredients which could use as other feed ingredient was Indigofera zollingeriana leaves. The aims of this research was to determine the use of Indigofera zollingeriana leaves on the growth performance of Patin (Pangasius sp.). This research consisted of five treatments and three replications. Indigofera zollingeriana leaves were used in the diet amount of P0 (0%) (without Indigofera zollingeriana leaves addition ), P1 (10% Indigofera zollingeriana leaves addition), P2 (20% Indigofera zollingeriana leaves addition), P3 (30% Indigofera zollingeriana leaves addition), and P4 (40% Indigofera zollingeriana leaves addition). The result showed that the use of Indigofera zollingeriana leaves had a significant effect on the fish growth performance. The use of 20% zollingeriana Indigofera produced the best results of the absolute weight of 2.15 g, 1.00% daily growth rate and feed efficiency of 44.60%.Keywords: Patin, feed ingredient, Indigofera zollingeriana leaveAbstrak. Pakan merupakan komponen yang menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup dalam budidaya ikan. Salah satu bahan baku alternatif yang dapat digunakan sebagai bahan pakan ikan yaitu daun Indigofera zollingeriana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan daun Indigofera zollingeriana terhadap kinerja pertumbuhan pada ikan patin. Penelitian ini terdiri dari lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan penggunaan daun Indigofera zollingeriana terdiri dari P0(0%) (tanpa penambahan daun Indigofera zollingeriana), P1 (penambahan daun Indigofera zollingeriana 10%), P2 (penambahan daun Indigofera zollingeriana 20%), P3 (penambahan daun Indigofera zollingeriana 30%), dan P4 (penambahan daun Indigofera zollingeriana 40%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan daun Indigofera zollingeriana menunjukkan kinerja pertumbuhan pada ikan patin. Penambahan Indigofera zollingeriana sebanyak 20% menghasilkan hasil terbaik yaitu pertumbuhan bobot mutlak sebesar 2,15 g, laju pertumbuhan harian 1,00% serta efisiensi pakan sebesar 44,60%.Kata Kunci: Bahan pakan, daun Indigofera zollingeriana, ikan patin