Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Optimalisasi Peran Orang Tua dalam Mendukung Gizi Seimbang dan Perilaku Hidup Bersih Sehat pada Remaja untuk Mencegah Stunting di Patuk, Gunungkidul Benny Karuniawati; Nur Cahya Rachmawati; Lulung Lanova Hersipa; Mizan Prihastuti; Lutfi Annarahayu
JOURNAL OF PHILANTHROPY: The Journal of Community Service Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Philanthropy, January 2026
Publisher : Samodra Ilmu: Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Jurnal Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58353/jop.v4i1.277

Abstract

Background: Stunting is a condition of stunted growth due to chronic malnutrition and repeated infections, impacting a child's physical and cognitive development. Prevention can begin in adolescence, particularly in young women who are prospective mothers. The role of parents in providing balanced nutrition and PHBS is crucial to reducing stunting rates. In Yogyakarta Special Region, the stunting prevalence is 18%, with Gunungkidul being the highest at 22.2%. Objective: To increase parental understanding and involvement in supporting healthy eating patterns and PHBS to prevent stunting in adolescents. Methods: This community service activity lasted four weeks with 35 parents of students from Patuk 1 Junior High School as participants. The program included socialization and education on balanced nutrition and PHBS, training in developing healthy menus, interactive discussions, and monitoring and evaluation of changes in family eating and hygiene patterns to prevent stunting. Results: This program increased parental understanding of balanced nutrition and PHBS, as evidenced by a 35% increase in understanding scores. Parents began adopting healthy eating patterns with more protein and vegetables. Adolescent awareness also increased, as evidenced by better personal hygiene practices and consumption of nutritious foods. Conclusion: Optimizing the role of parents in supporting balanced nutrition and PHBS has proven to be an effective step in preventing stunting in adolescents.
Kelas Ibu Hamil dalam upaya Peningkatan Pengetahuan Perawatan Kehamilan dan Perawatan Bayi Baru Lahir di Prambanan Sleman Benny Karuniawati; Erma Nur Fauziandari
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.239

Abstract

Peningkatan derajat kesehatan Ibu dan anak menjadi prioritas program pembangunan kesehatan di Indonesia. Terutama pada kelompok yang paling rentan kesehatan yaitu ibu hamil, bersalin dan bayi pada masa perinatal. Angka Kematian Ibu an Angka Kematian Bayi merupakan salah satu indicator derajat Kesehatan suatu negara. Berdasarkan hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2017, Angka Kematian Ibu di Indonesia adalah 305/100.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Neonatus sebesar 15/1.000 kelahiran hidup, angka tersebut smelebihi target dari Millenium Development Goals ke-4 tahun 2020 yaitu 24/1000 kelahiran hidup. Penyebab kematian ibu dan bayi adalah tiga terlambat. Tiga terlambat adalah terlabat mengambil keputusan, terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan dan terlambat dalam merujuk. Ketiga terlambat tersebut disebabkan oleh banyak factor. Salah satunya dalah kurangnya pengetahuan tentang bagaimana perawatan kehamilan maupun perawatan bayi baru lahir. Kelas Ibu Hamil adalah salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang perawatan kehamilan dan perawatan bayi baru lahir. Pengabdian masayarakat dilaksanakan di Prambanan, Sleman dengan jumlah peserta 15 orang ibu hamil. Pengetahuan ibu hamil tentang perawatan kehamilan dan perawatan bayi baru lahir mengalami peningkatan setelah dilakukan pertemuan dalam kelas ibu hamil. Melalui program kegiatan Kelas Ibu Hamil, bidan dapat memberikan banyak pembelajaran yang lebih terarah dan mendukung upaya kemandirian ibu dalam perawatan kehamilan, persalinan dan perawatan bayi sehingga ibu mampu menentukan sikap berkenaan dengan hak reproduksinya secara mandiri.