Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak Pembangunan Industri Terhadap Perubahan Penggunaan Tanah dan Kesesuaiannya dengan Tata Ruang (Studi di Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah) Febsy Niandyti; Yendi Sufyandi; Westi Utami
Tunas Agraria Vol. 2 No. 2 (2019): Mei-Tunas Agraria
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2418.454 KB) | DOI: 10.31292/jta.v2i2.35

Abstract

Abstract: The industry has a great influence on the economy of Semarang Regency by becoming the largest contributor to Gross Regional Domestic Product (GRDP). The rapid industrial development from 2011-2017 has an impact on the decrease of agricultural land area, besides that industrial development has implication on land use mismatch of Spatial Plan. This study describes the results of descriptive qualitative analysis with spatial approach from the impact of industrial development on land use change and land use suitability for industry in 2017 against Spatial Plan. The analysis shows that, first, the impact of industrial development on land use change in Semarang regency in 2011-2017 resulted in the amount of agricultural land decreased by 253,32 Ha. The biggest land use change occurred on industrial land use that is 146,10 Ha (28,84%). Second, the use of land for industry in 2017 of 288,05 Ha has been in accordance with the spatial plan is in accordance with the industrial designation area, while the land with an area of 202,02 Ha is used for industries that are not in accordance with the industrial designation area. Keywords: Land Use Change, The Industry, The Suitability of The Spatial Plans Intisari: Industri telah memberikan pengaruh terhadap perekonomian Kabupaten Semarang dengan menjadi penyumbang terbesar pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Pesatnya perkembangan industri dari tahun 2011-2017 berdampak pada penurunan luas tanah pertanian, disamping itu perkembangan industri tersebut berimplikasi pada ketidaksesuaian penggunaan tanah tehadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Kajian ini menjelaskan mengenai hasil analisis secara deskriptif kualitatif dengan pendekatan keruangan dari dampak pembangunan industri terhadap perubahan penggunaan tanah serta kesesuaian penggunaan tanah untuk industri tahun 2017 terhadap RTRW. Hasil analisis menunjukkan bahwa pertama, dampak pembangunan industri terhadap perubahan penggunaan tanah di Kabupaten Semarang tahun 2011-2017 mengakibatkan jumlah luas tanah pertanian mengalami penurunan sebesar 253,32 Ha. Perubahan penggunaan tanah terbesar terjadi pada penggunaan tanah untuk industri yaitu seluas 146,10 Ha (28,84%). Kedua, penggunaan tanah untuk industri tahun 2017 seluas 288,05 Ha telah sesuai dengan RTRW yaitu sesuai dengan kawasan peruntukan industri, sedangkan tanah dengan luas 202,02 Ha digunakan untuk industri yang tidak sesuai dengan kawasan peruntukan industri. Kata Kunci: perubahan penggunaan tanah, industri, kesesuaian RTRW
Pemetaan Partisipatif Guna Pengusulan Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) dalam Kawasan Hutan di Kabupaten Ogan Komering Hulu Fitria Nur Faizah Ekawati; M Nazir Salim; Westi Utami
Tunas Agraria Vol. 2 No. 3 (2019): Sep-Tunas Agraria
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1367.547 KB) | DOI: 10.31292/jta.v2i3.37

Abstract

Abstract: The Agrarian Reform Program of Jokowi’s era allocated land from the release of forest area of 4,1 million ha trough the Settlement of Land Tenure in Forest Areas (PPTKH) spread over 159 regencies/cities. The PPTKH proposal can only be done once by the community in the district unit. Therefore, participatory mapping is necessary so that the community can prepare the Inver PTKH proposal material. This study aims to explain the implementation, benefits and constraints of participatory mapping for proposing TORA in forest areas. The research method used was descriptive qualitative with spatial pattern analysis. Data collection is done by observation, interviews and document studies. Conduct participatory mapping with using Scaled 2D Mapping and semi-observation participatory. The results show that the benefits of participatory mapping are: the transfer of knowledge of the community, the preparation of a PPTKH proposed database for the community, and a working map for the Inver PTKH Team. The study was conducted to be an effective method of PPTKH socialization because it was carried out to the public so that the purpose of PPTKH can be understood directly.Keywords: agrarian reform, PPTKH, participatory mappingIntisari: Program Reforma Agraria era Jokowi mengalokasikan tanah dari pelepasan kawasan hutan sekitar 4,1 juta ha melalui Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan (PPTKH) yang tersebar dalam 159 kabupaten/kota. Usulan PPTKH hanya dapat dilakukan satu kali oleh masyarakat dalam satuan wilayah kabupaten. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemetaan partisipatif untuk membantu masyarakat agar dapat menyiapkan bahan usulan Inver PTKH. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan, manfaat dan kendala pemetaan partisipatif guna pengusulan TORA dalam kawasan hutan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis pola keruangan. Untuk memperoleh data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Pelaksanaan pemetaan partisipatif dengan teknik Scaled 2D Mapping dan observasi semi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manfaat adanya pemetaan partisipatif adalah transfer of knowledge masyarakat, penyiapan data base usulan PPTKH bagi masyarakat, dan peta kerja bagi Tim Inver PTKH. Kajian yang dilakukan menjadi metode sosialisasi PPTKH yang efektif karena dilakukan kepada masyarakat sehingga maksud PPTKH dapat dipahami secara langsung.Kata Kunci: Reforma Agraria, PPTKH, Pemetaan Partisipatif
Membangun Sistem Informasi Penggunaan Tanah Berbasis Bidang Tanah di Desa Blimbing Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo Feris Adisca Nugraha; Slamet Muryono; Westi Utami
Tunas Agraria Vol. 4 No. 1 (2021): Jan-Tunas Agraria
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.531 KB) | DOI: 10.31292/jta.v4i1.140

Abstract

The government is currently trying to provide excellent service for the community, as part of sustainability and upholding of the government system. The Ministry of Agrarian Affairs and Spatial Planning / National Land Agency (ATR / BPN) established Land Information System (SIP) as the basis to manage land information at parcel based. Currently, Land Office of Sukoharjo Regency runs the Complete Systematic Land Registration (PTSL) program as well as to map all parcels in the district to organize existing maps into a single map, called as “Kabupaten Lengkap”. This study aims to build a parcel-based land database to support the acceleration of “Kabupaten Lengkap” program and strengthen of both spatial and juridical of land information. The research used Research and Development method, by created a field-based information system regarding land use. The research location is in Blimbing Village, Gatak District, Sukoharjo Regency, Central Java Province. The results showed that land use information system facilitates the identification of land use based on fields and other information related to the object and subject of land parcels. Pemerintah saat ini berupaya melaksanakan pelayanan prima untuk masyarakat, yang menjadi bagian dari keberlangsungan dan tegaknya sistem pemerintahan. Kementerian Agraria Dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengimplementasikannya dengan membangun Sistem Informasi Pertanahan (SIP) dalam rangka penyajian informasi pertanahan. Saat ini, Kantor Pertanahan (kantah) Kabupaten Sukoharjo menjalankan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sekaligus proyek Kabupaten Lengkap dan berusaha menata peta-peta yang telah ada untuk dijadikan peta tunggal. Penelitian ini bertujuan membangun basis data pertanahan berbasis bidang tanah yang dapat menunjang percepatan pelaksanaan menuju kabupaten lengkap serta mendukung penguatan informasi baik spasial maupun yuridis. Metode penelitian dengan Research and Development yaitu membuat Sistem Informasi mengenai penggunaan tanah berbasis bidang. Lokasi penelitian berada di Desa Blimbing, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan sistem informasi penggunaan tanah mempermudah proses identifikasi penggunaan tanah berbasis bidang serta informasi lain terkait obyek dan subyek bidang-bidang tanah.Kata kunci: Sistem Informasi, Penggunaan Tanah, Berbasis Bidang
ANALISIS SPASIAL PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN AKIBAT PEMBANGUNAN JALAN LINGKAR KUDUS DI DESA JATI WETAN Westi Utami; Ahmad Haris Hadi; Asih Retno Dewi
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 10, No 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v10i2.10547

Abstract

Abstrak: Pembangunan infrastuktur memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pengembangan wilayah dan pemerataan pembangunan bagi masyarakat. Salah satu upaya pembangunan infrastruktur yakni jalan lingkar di Kabupaten Kudus yang dilaksanakan melalui Konsolidasi Tanah. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan secara spasial perubahan penggunaan lahan akibat pembangunan Jalan Lingkar Kudus dan memetakan tingkat kesesuaian penggunaan lahan dengan RTRW Kabupaten Kudus. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan spasial. Data yang digunakan adalah Citra Satelit Sentinel tahun 2016 dan tahun 2022, Peta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta wawancara dengan pejabat terkait. Analisis citra dilakukan secara visual, untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan yang dilakukan dengan overlay peta penggunaan lahan tahun 2016 dan tahun 2022. Sementara untuk mengetahui tingkat kesesuaian dengan RTRW dilakukan melalui overlay peta penggunaan lahan eksisting dengan RTRW. Hasil analisis menunjukkan perubahan penggunaan lahan yang paling besar penurunannya terjadi pada vegetasi kerapatan tinggi sebesar 318.677 m2. Sementara analisis kesesuaian penggunaan lahan terhadap RTRW menunjukkan kesesuaian sebesar 66%, belum terlaksana 29% dan tidak sesuai 5%. Kajian ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur berpengaruh signifikan terhadap perubahan penggunaan lahan di Desa Jati Wetan Kabupaten Kudus. Abstract:  Infrastructure development has an important role in encouraging economic growth, regional development and equitable development for the community. One of the infrastructure development efforts, which is the ring road in Kudus Regency, was carried out through Land Consolidation. This study aims to spatially adjust the changes in land use due to the construction of the Kudus Ring Road and the suitability level of land use according to the RTRW of the Kudus Regency. The research method uses descriptive qualitative with a spatial approach. The data are Sentinel Satellite Imagery for 2016 and 2022, Regional Spatial Planning (RTRW) maps and interviews with related officials. Image analysis is carried out visually, to determine land use changes carried out by overlaying land use maps in 2016 and 2022. Meanwhile, to determine the level of adjustment to the RTRW, it is carried out by overlaying existing land use maps with the RTRW. The results of the analysis show that the change in land use has the greatest decrease in vegetation density, which are 318,677 m2. Meanwhile, land use analysis is 66% according to the RTRW, 29% have not been implemented and 5% are not appropriate with the RTRW. This study shows that infrastructure development has a significant effect on changes in land use in Jati Wetan Village, Kudus Regency.
ARRANGEMENT OF ACCESS THROUGH AGRARIAN REFORM FOR INCREASING COMMUNITY INCOME Westi Utami; M Nazir Salim; R Deden Dani Saleh
HERMENEUTIKA : Jurnal Ilmu Hukum Vol 6, No 2 (2022): HERMENEUTIKA : Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/hermeneutika.v6i2.7413

Abstract

Agrarian reform (RA) as a national strategic program aims to encourage the creation of sources of prosperity and community welfare. This study aims to describe agrarian reform through access arrangement schemes and map out the roles of stakeholders involved in the RA program in Purworejo. The research method was carried out qualitatively, data obtained through interviews with key respondents and through document studies. The results of the study show that in Purworejo Regency, the Agrarian Reform Task Force (GTRA) has prepared a form of RA through strengthening access including optimizing land certificates, especially for Etawa goat breeders and coffee farmers to access capital. In addition, efforts to strengthen community capacity through community empowerment include assistance for Etawa goat breeders and coffee farmers in order to increase their productivity. To support the success of the program, several strategies are needed, including optimizing the role of stakeholders, namely the Office of Cooperatives, Small and Medium Enterprises and Trade, the Office of Settlement and Spatial Planning, the Office of Community and Village Empowerment and related agencies to provide support for program activities and budgets. The role of community leaders as community movers also plays an important role in realizing the success of the Agararia Reform in Purworejo. 
Digital Earth Surface Model for The Estimation of Solar Panel Electric Power Towards Renewable Energy Baskara Suprojo; Westi Utami; Luthfi Adela Saraswati; Diffa Alifia Nabila; M Nazir Salim
Geoplanning: Journal of Geomatics and Planning Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/geoplanning.9.2.103-120

Abstract

The development of Geographic Information Systems (GIS) is able to create future value in various sectors and become a solution to the problem of limitations and disparity of electricity resources in Indonesia. This condition encourages GIS to be an analytical solution to the problem of electricity resources, which is by utilizing solar radiation as a source of renewable energy. This study aimed to optimize GIS in the use of solar radiation on the slope of building roofs which affects the estimated number and average electric power. This study used the mixed method. Research data includes aerial photos, which were analyzed digitally using the area of solar radiation and the slope angle of building roofs so as to produce a spatial analysis of the utilization of solar panels on Derawan Island. The data analysis showed that buildings in Derawan Island can produce 17,355.254 mWh per year with each building producing an average of 28,686 kWh annually. The result of the study is expected to encourage the realization of the use of renewable energy as part of the SDGs by utilizing solar panels as a source of electricity, replacing fossil-derived energy. This study is also expected to be applied in other small inhabited islands to support the sustainability of electricity use and increase the use of renewable energy. 
Analisis Rencana Tata Ruang Wilayah Pada Pesisir Rawan Tsunami (Studi Pesisir Aceh, Banten dan Palu) westi utami
TATALOKA Vol 23, No 4 (2021): Volume 23 No. 4, November 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.23.4.479-495

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan dengan pusat pengembangan perekonomian maupun permukiman berada pada wilayah pesisir memiliki ancaman cukup serius terhadap bencana banjir rob, abrasi, maupun tsunami. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kebijakan rencana tata ruang yang diterapkan pada daerah-daerah pesisir yakni sebagian Pesisir Aceh, Pesisir Palu dan Pesisir Banten yang memiliki kerawanan bencana tsunami. Metode penelitian dilakukan melalui analisis spasial terhadap kondisi eksisting penggunaan tanah dioverlaykan dengan pola ruang dan tingkat kerawanan bencana. Untuk mengetahui bagaimana kebijakan tata ruang dan manajemen pengelolaan pesisir dilakukan melalui studi literatur dan studi dokumen. Pemetaan penggunaan tanah eksisting di sebagian pesisir Aceh dan Kota Palu diperoleh melalui interpretasi citra Landsat 8, dan untuk pesisir Banten dari interpretasi Foto Udara.  Hasil kajian menunjukkan bahwa revisi RTRW di Kota Banda Aceh belum sepenuhnya mempertimbangkan mitigasi bencana dimana masih terdapat pola ruang permukiman berada pada zona merah rawan tsunami. Begitupun dengan RTRW di Banten dan Kota Palu pola ruang di sekitar pesisir digunakan sebagai permukiman dan pariwisata mengakibatkan tingginya korban jiwa, kerugian dan kerusakan pada tsunami 2018. Hasil kajian menunjukkan bahwa pada 3 wilayah rawan tsunami ini belum sepenuhnya zona merah dijadikan sebagai kawasan lindung/barrier alami perlindungan tsunami. Lemahnya regulasi yang disusun dalam mengendalikan dan memberikan arahan penggunaan tanah yang tepat pada daerah pesisir berdampak terhadap tingginya tingkat risiko yang diakibatkan apabila terjadi bencana. Dalam hal ini maka aspek ekonomi, ancaman bencana, kerentanan, kondisi lingkungan, sosial dan ekosistem serta kehidupan masyarakat hendaknya menjadi bahan pertimbangan dalam pengelolaan wilayah pesisir sehingga ruang yang tersedia mampu mewujudkan kehidupan yang berkelanjutan.
Optimalisasi Pemanfaatan Sempadan Selokan Mataram Sebagai Ruang Terbuka Hijau Utami, Westi; Lestari, Novita Dian; Junarto, Rohmat
Inovasi Vol 21 No 1 (2024): JURNAL INOVASI VOL. 21 NO. 1 MEI 2024
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33626/inovasi.v21i1.784

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan gagasan memaksimalkan penggunaan sempadan sungai dan selokan Mataram dalam rangka menyediakan lebih banyak ruang terbuka hijau. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara dan studi dokumen untuk mengkaji pengelolaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau pada sempadan sungai dan selokan Mataram. Berdasarkan hasil observasi, dan wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan, penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat yang tinggal di sepanjang selokan Mataram mampu memperbaiki ruang terbuka hijau untuk memenuhi kebutuhan ruang terbuka hijau yang sangat rendah di Kalurahan Caturtunggal. Berdasarkan tinjauan pustaka terhadap peraturan perundang-undangan, masyarakat sekitar diperbolehkan menggunakan sempadan selokan Mataran dan sempadan sungai, kecuali bangunan yang bersifat permanen. Namun demikian, karena kurangnya sosialisasi dari pemerintah daerah dan pengetahuan masyarakat secara keseluruhan, maka tidak semua sempadan sungai dan selokan Mataram dimanfaatkan secara maksimal.
Dampak Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta Terhadap Perubahan Penggunaan Lahan utami, westi; Aji, Kuna; Marini, Marini; Sugiyanto, Catur; Rahardjo, Noorhadi
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 19, No 1 (2023): JPWK Volume 19 No. 1 March 2023
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v19i1.37429

Abstract

Pengadaan tanah skala besar Yogyakarta International Airport (YIA) membawa pengaruh terhadap aspek fisik, lingkungan, sosial, ekonomi maupun budaya.  Kajian ini bertujuan melakukan pemetaan perubahan penggunaan lahan yang terjadi akibat pembangunan bandara YIA. Metode penelitian dilakukan secara spasial, penggunaan lahan diperoleh melalui interpretasi citra melalui pendekatan NDVI (Normalized Difference Vegetation Index). Data yang digunakan untuk monitoring pola perubahan penggunaan lahan ialah citra satelit Sentinel-2 Tahun 2015 dan 2019.   Hasil kajian menunjukkan perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Temon, Pengasih, dan Wates, perubahan tertinggi terjadi pada kebun campur hingga mencapai luasan 910 Ha, sementara perubahan lahan sawah mencapai 289,44 Ha.  Tingginya alih fungsi lahan pertanian ini dapat berimplikasi terhadap transformasi matapencaharian penduduk yang sebelumnya menggantungkan hidup pada sektor agraris.  Monitoring perubahan penggunaan lahan yang dilakukan berkala harapannya menjadi dasar dalam melakukan pengendalian pertanahan dan pemanfaatan ruang.
Artificial intelligence in land use prediction modeling: a review Utami, Westi; Sugiyanto, Catur; Rahardjo, Noorhadi
IAES International Journal of Artificial Intelligence (IJ-AI) Vol 13, No 3: September 2024
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijai.v13.i3.pp2514-2523

Abstract

This study aims to review methods of artificial intelligence (AI) in land use modelling. Data were extracted from journals in the Scopus and Google Scholar databases using the preferred reporting items for systematic reviews and meta-analyses (PRISMA) method. The review demonstrates that modelling land use predictions is a complex matter that involves land use maps and driving forces. AI technology can support land use forecasting by interpreting land use data, analyzing drivers, and modeling. However, AI has limitations in terms of broad contextual understanding and algorithmic errors. To anticipate this, it is necessary to select the appropriate image resolution and interpretation method in accordance with digital data segmentation. It is also recommended to use spatial regression methods to determine the driving forces that affect land use. Hybrid models such as multilayer perceptron neural network Markov chain (MLPNN-MC), random forest algorithm (RFA), and cellular automata (CA)-Markov chain (MC) are recommended for modelling. The selection of a model should be based on the data's characteristics and tested for accuracy. The use of AI for land use prediction modelling is expected to provide accurate predictions that can be used as a basis for land use policy.