Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Agroteksos

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PRODUK OLAHAN PUDING JAGUNG DESA KUTA BLANG KECAMATAN SAMA DUA KABUPATEN ACEH SELATAN M. Dhuhiral Mulki; Sri Handayani
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 2 (2023): Jurnal Agroteksos Agustus 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i1.813

Abstract

Kabupaten Aceh Selatan merupakan salah satu Kabupaten dari Provinsi Aceh yang memiliki lahan pertanian yang cukup luas. Mayoritas masyarakat daerah tersebut, memanfaatkan lahannya untuk menanami tanaman pangan guna memenuhi kebutuhan pangan. Jagung merupakan salah satu tanaman yang ditanam oleh sebahagian besar masyarakat di Kab. Aceh Selatan khususnya di Kecamatan Sama Dua Desa Kuta Blang. Biasanya jagung yang diproduksi oleh petani dijual kepada produsen yang menampung untuk dikirim kedaerah lain. Ketersedian jumlah jagung di Desa Kuta Blang saat ini akan lebih baik jika dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk diolah menjadi produk bernilai jual. Namun, biasanya petani mengkonsumsi jagung sendiri dengan direbus atau dijadikan sayuran dan sebahagian lainnya menjadikan jagung sebagai pakan ternak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi petani Desa Kuta Blang Kabupaten Aceh Selatan terhadap olahan puding jagung melalui 8 aspek kategori persepsi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis kuantitatif deskriptif melalui penyebaran kuesioner lalu kemudian dihitung dan dianalisis. Analisa data penelitian mencakup hasil kuesioner yang disebarkan kepada responden mengenai persepsi petani tentang olahan puding jagung yang dinilai berdasarkan 8 aspek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 aspek berkategori “baik” dan terdapat pulal 4 aspek berkategori “cukup baik”.
DAMPAK PERUBAHAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) TERHADAP NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI ACEH Safrida, Safrida; Zakiah, Zakiah; Azmi, Rian Roza; Handayani, Sri
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i1.1059

Abstract

Sejak tahun 2016 hingga 2022, Nilai Tukar Petani padi di Provinsi Aceh terus berfluktuasi yang cenderung meningkat dan sebagian besar berada di bawah angka 100. Hal ini menunjukkan bahwa petani mengalami kerugian dikarenakan indeks yang harus dibayarkan lebih besar dari indeks yang diterima. Rendahnya tingkat kesejahteraan petani tidak sebanding dengan besarnya kontribusi PDRB sektor pertanian dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai Dampak Perubahan Harga Bahan Bakar Minyak terhadap Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Aceh. Dalam penelitian ini menggunakan variabel harga solar, harga pertalite dan harga pupuk urea bersubsidi. Data yang digunakan dalam penelitian ini data sekunder time series selama kurun waktu 7 tahun yaitu dari tahun 2016 sampai dengan 2022. Hasil penelitian menunjukkan Perkembangan NTP, mengalami peningkatan dengan indeks NTP dibawah angka 100% sehingga dinyatakan bahwa petani padi di Provinsi Aceh dalam periode tersebut belum sejahtera. Sedangkan hasil forecasting analisis trend pada tahun 2023-2030 mengalami peningkatan dengan indeks NTP diatas angka 100%, artinya petani padi di Provinsi Aceh dalam periode tersebut diharapkan akan sejahtera. Berdasarkan hasil analisis regresi linier, secara statistic diperoleh bahwa lag harga solar (X1t-1),variabel harga pertalite (X2t) dan variabel harga pupuk urea bersubsidi (X3t-1) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap NTP di Provinsi Aceh. Namun secara ekonomi yang dilihat dari sisi sign (tanda) dan besaran (size) koefisien variabelnya menunjukkan bahwa variable harga solar dan pertalite berpengaruh negative terhadap nilai NTP, sementara harga pupuk urea berpengaruh positif terhadap NTP di Provinsi Aceh.
IDENTIFIKASI PENYEBAB KONVERSI LAHAN UNTUK REVITALISASI PERKEBUNAN KAKAO DI KABUPATEN ACEH SELATAN Yasar, Muhammad; Mustaqimah, Mustaqimah; Agustina, Raida; Nufus, Hayatun; Handayani, Sri
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i3.1290

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) adalah salah satu komoditas unggulan di Indonesia yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian melalui ekspor dan industri pengolahan. Namun, produksi kakao mengalami penurunan akibat konversi lahan. Aceh Selatan, sebagai salah satu daerah penghasil kakao di Aceh, juga terdampak oleh konversi lahan serta masalah dalam pengelolaan tanaman kakao. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konversi lahan kakao di Kabupaten Aceh Selatan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif, yang memungkinkan penelitian untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang fenomena konversi lahan dari segi sosial, ekonomi, dan lingkungan. Metode kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dengan petani kakao, pengusaha perkebunan kelapa sawit, dan pihak pemerintah setempat untuk menyusun gambaran tentang faktor-faktor konversi lahan yang bersifat lokal dan subjektif. Sementara itu, metode kuantitatif dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada petani kakao di Aceh Selatan untuk mengukur pengaruh berbagai faktor dalam keputusan konversi lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan produksi kakao disebabkan oleh konversi lahan untuk sektor pertanian lain sebesar 83,5 % dan sisanya 16,5 % penggunaan lahan untuk keperluan non-pertanian. Penyebab utama konversi lahan dari sektor pertanian adalah ekspansi perkebunan kelapa sawit yang mencapai 73,3 %, sementara konversi non-pertanian lebih disebabkan oleh kebutuhan untuk pengembangan perumahan sebesar 55,7 %. Tingginya serangan hama dan penyakit menjadi faktor utama yang mendorong petani untuk mengkonversi lahan kakao mereka yaitu 44,3 %. Faktor yang dibutuhkan untuk pengembangan kakao adalah adanya jaminan harga/pasar yang menguntungkan (54,0 %) dan akses permodalan (24,4 %) untuk mendukung pembiayaan usaha petani. Kendala utama yang harus diatasi adalah penyediaan bibit unggul yang tahan terhadap perubahan iklim, hama, penyakit, serta memiliki produktivitas yang tinggi. Penelitian ini diharapkan memberikan pandangan yang berguna bagi pemerintah daerah dan petani dalam merumuskan kebijakan yang dapat mendukung revitalisasi dan pengelolaan kakao yang berkelanjutan.