Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Hubungan Antara Kestabilan Emosi dengan Problem Solving pada Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Sebelas Maret Surakarta Maharani CW; Tuti Hardjajani; Nugraha Arif Karyanta
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 4, No 2 Sep (2015): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan antara Komunikasi yang Efektif dan Harga Diri dengan Kohesivitas Kelompok pada Pasukan Suporter Solo Sejati (Pasoepati) Hertina Wulansari; Tuti Hardjajani; Arista Adi Nugroho
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 1, No 4 (2013): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenakalan Remaja ditinjau dari Kecerdasan Emosi dan Penyesuaian Diri pada Siswa SMAN Se-Surakarta Ihdiati Kuswidyas Rini; Tuti Hardjajani; Arista Adi Nugroho
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 1, No 3 (2012): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan antara Kematangan Emosi dan Penyesuaian Sosial dengan Alienasi pada Siswi SMP Islam Terpadu Ihsanul Fikri Boarding School Magelang Winda Kartika Ningrum; Tuti Hardjajani; Nugraha Arif Karyanta
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 3, No 3 Des (2014): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan Antara Dukungan Sosial dan Efikasi Diri dengan Kecemasan Menghadapi Dunia Kerja pada Penyandang Tuna Daksa Hasna Amania W; Tuti Hardjajani; Arista Adi Nugroho
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DAN KECERDASAN EMOSI DENGAN AGRESIVITAS PADA SISWA KELAS XI MAN KLATEN Rifa Kurnia; Tuti Hardjajani; Arista Adi Nugroho
Wacana Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.293 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v4i2.20

Abstract

Remaja merupakan individu yang rentan dengan masalah dan konflik karena karakteristik remaja yang labil, penuh gejolak emosi dan tekanan jiwa sehingga mendorong munculnya agresivitas. Agresivitas adalah kecenderungan untuk melakukan tindakan yang dimaksudkan untuk melukai orang lain baik secara fisik maupun non fisik atau verbal yang dapat menimbulkan kerugian pada orang lain secara fisik dan mental. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui: 1. Hubungan antara konsep diri dan kecerdasan emosi dengan agresivitas pada siswa kelas XI MAN Klaten; 2. Hubungan antara konsep diri dengan agresivitas pada siswa kelas XI MAN Klaten; 3. Hubungan antara kecerdasan emosi dengan agresivitas pada siswa kelas XI MAN Klaten. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MAN Klaten yang berjumlah 199 siswa yang terdiri dari sembilan kelas. Samping menggunakan cluster random sampling, sehingga dari sembilan kelas didapatkan tiga kelas untuk responden penelitian. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Agresivitas dengan koefisien validitas sebesar 0,304-0,693 dan Reliabilitas Alpha 0,878; Skala Konsep Diri dengan koefisien validitas sebesar 0,302-0,668 dan Reliabilitas Alpha 0,897; serta Skala Kecerdasan Emosi dengan koefisien validitas 0,320-0,726 dan Reliabilitas Alpha 0,918. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis pertama adalah analisis regresi dua prediktor, dan selanjutnya untuk menguji hipotesis kedua dan ketiga menggunakan analisis korelasi parsial. Berdasarkan hasil analisis regresi dua prediktor diperoleh nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,586; p = 0,000 (p<0,05) dan F hitung 16,223 > F tabel 3,145. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri dan kecerdasan emosi dengan agresivitas pada siswa kelas XI MAN Klaten. Secara parsial menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara konsep diri dengan agresivitas pada siswa kelas XI MAN Klaten dengan koefisien korelasi (r) sebesar -0,277; serta terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan agresivitas pada siswa kelas XI MAN Klaten yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi (r) sebesar -0,212.   Kata Kunci: konsep diri, kecerdasan emosi, agresivitas
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI ACADEMIC DISHONESTY DAN SELF EFFICACY DENGAN PERILAKU ACADEMIC DISHONESTY PADA MAHASISWA (Studi pada Mahasiswa Psikologi di Kotamadya Surakarta) Adnan Ashari; Tuti Hardjajani; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.582 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v2i1.57

Abstract

Using  self-administrated  survey  method  among  undergraduate  student  majoring Psychology in City of  Surakarta,  we  measure empirically the  relationship between perceived  academic  dishonesty,  self-efficacy,  and  academic  dishonesty  behavior. Peceived  academic  dishonesty  scale,  general  self-efficacy  (GSE)  scale,  and  self- reported academic dishonesty behavior questionare were used in this research. Rusult  of  Pearson-correlation  test  found  that  there  is  negative  correlation  between perceived  academic  dishonesty  and  academic  dishonesty  behavior  with  strong relationship  was  indicated  by  correlation  coefficient  at  -0,553.  There  is  negative correlation  between  self-efficacy  and  academic  dishonesty  behavior  with  weak relationship was indicated by correlation coefficient only at -0,060. Exciting  other  findings  is  that  all  participant  (100%)  report  that  they  were  do  the academic dishonesty in  varied  model and frequencies.  This  research also find  that there  is  significant  difference  academic  dishonesty  behavior  between  male  and female  student,  where  academic  dishonesty  more  frequently  do  by  male  student. Then, there is no significant difference academic dishonesty behavior between early level  student  and  end  level  student.  Last  but  not  least,  there  is  no  relationship between Grade Passing Academic (GPA) and academic dishonesty behavior, keywords: academic dishonesty perceipt, self-efficacy, and academic dishonesty behavior.
PERBEDAAN PENYESUAIAN SOSIAL SISWA AKSELERASI DITINJAU DARI INTENSITAS KOMUNIKASI KELUARGA (STUDI PADA KELAS X PROGRAM AKSELERASI SMA NEGERI 3 SURAKARTA) . Prehaten; Tuti Hardjajani; Rin Widya Agustin
Wacana Vol 3, No 2 (2011)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.828 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v3i2.39

Abstract

Program akselerasi yang menyajikan kurikulum padat, menekan dan penuh tuntutan dapat menjadikan siswa kehilangan waktu untuk berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Hal ini dapat menyebabkan pengalaman-pengalaman sosial yang dialami siswa menjadi berkurang sehingga anak menjadi kurang terampil dalam melakukan penyesuaian sosial. Penyesuaian sosial seorang anak dipengaruhi oleh lingkungan keluarga. Dalam hal ini komunikasi memainkan peranan penting sebagai media yang digunakan saat melakukan interaksi dengan anggota keluarga.  Semakin tinggi intensitas Komunikasi keluarga yang terjadi akan akan memberikan pengalaman sosial yang cukup bagi anak dalam proses belajar sosial sehingga dapat membantu dalam mempelajari keterampilan-keterampilan sosial yang dibutuhkan dalam melakukan penyesuaian sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan penyesuaian sosial siswa akselerasi ditinjau dari intensitas komunikasi keluarga. Subyek dalam penelitian ini adalah kelas X siswa SMA N 3 Surakarta tahun 2010. Penelitian ini menggunakan studi populasi mengingat jumlah siswa akselerasi yang sedikit yakni 59 siswa. Alat pengumpul data menggunakan skala penyesuaian sosial dan skala intensitas komunikasi keluarga. Metode analisis data menggunakan One Way anava dengan bantuan Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 16. Berdasarkan hasil uji one way anava diperoleh F hitung 34,402 dan F tabel 4,010, (p = 0,05), karena F hitung > F Tabel maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan penyesuaian sosial siswa akselerasi ditinjau dari inntensitas komunikasi keluarga artinya rata-rata penyesuaian sosial berbeda berdasarkan intensitas komunikasi keluarga. Berdasarkan analisis stastistik deskriptif diperoleh bahwa penyesuaian sosial siswa akselerasi berada pada tingkat tinggi (52,54%) dan tingkat sedang (47, 46 %). Selain itu juga diperoleh bahwa intensitas komunikasi keluarga berada pada tingkat tinggi (74,58%) dan tingkat sedang (25,42%). Rata-rata penyesuaian sosial dengan intensitas komunikasi tinggi sebesar 113,11 dengan skor penyesuaian sosial terendah 99 dan skor tertinggi yaitu 137. Rata-rata penyesuaian sosial dengan intensitas komunikasi sedang sebesar 97,00 dengan skor penyesuaian sosial terendah 76 dan skor tertinggi yaitu 110. Semakin tinggi intensitas komunikasi keluarga maka semakin tinggi penyesuaian sosialnya. Kata kunci: Program Akselerasi, Penyesuaian Sosial, Intensitas Komunikasi keluarga.
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA REMAJA DI SMP NEGERI 1 SUKOHARJO Mauliatun Ni’mah; Tuti Hardjajani; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.747 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v2i2.53

Abstract

Tugas perkembangan remaja yang tersulit yaitu berhubungan dengan penyesuaian sosial, untuk mencapai tujuan pola sosialisasi orang dewasa, remaja harus melakukan penyesuaian baru. Proses komunikasi merupakan syarat utama dalam setiap interaksi. Interaksi dalam komunikasi akan lebih efektif apabila setiap orang yang terlibat dapat berperan aktif, dapat mengutarakan pikirannya, dan menanggapi pendapat orang lain secara spontan. Dalam proses penyesuaian sosial, remaja banyak mendapat tekanan dari teman sebaya (peer pressure). Tanpa sadar mereka akan berpenampilan dan berperilaku seperti remaja lain, hal ini terjadi karena mereka takut tidak diterima dan disisihkan dari pergaulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara komunikasi interpersonal dan interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial pada remaja. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX-E SMP Negeri 1 Sukoharjo yang berjumlah 40 siswa. Teknik pengambilan sampel dengan cluster random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala komunikasi interpersonal, skala interaksi teman sebaya, dan skala penyesuaian sosial. Pernyataan yang ada dalam skala harus diisi oleh subjek sesuai dengan keadaan masing-masing subjek. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil perhitungan dengan menggunakan teknik analisis regresi linear berganda untuk mengetahui hubungan antara  komunikasi interpersonal dan interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial pada remaja, didapatkan angka R Square sebesar 0,715 dengan nilai p = 0,000 (p<0,05), serta Fhitung = 46,497 > dari Ftabel = 3,252. Hal ini berarti komunikasi interpersonal dan interaksi teman sebaya dapat digunakan sebagai prediktor untuk memprediksi penyesuaian sosial pada remaja. Hasil perhitungan menggunakan teknik analisis korelasi sederhana antara komunikasi interpersonal dan penyesuaian sosial pada remaja, didapatkan nilai p= 0,000 (p<0,05) dan koefisien korelasi (rx1y) = 0,702, yang berarti mempunyai hubungan kuat dan berarah positif. Hasil analisis korelasi sederhana antara interaksi teman sebaya dan penyesuaian sosial pada remaja, didapatkan  nilai p=0,000 (p<0,05) dan nilai korelasi (rx2y) = 0,828, yang berarti mempunyai hubungan sangat kuat dan berarah positif.   Kata kunci: komunikasi interpersonal, interaksi teman sebaya, penyesuaian sosial pada remaja.
HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DAN KONSEP DIRI DENGAN KECENDERUNGAN KENAKALAN REMAJA (STUDI KORELASI PADA SISWA KELAS XI SMA BATIK 2 SURAKARTA) Mufna Rahmaini Millatina; Tuti Hardjajani; Aditya Nanda Priyatama
Wacana Vol 4, No 1 (2012)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.994 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v4i1.31

Abstract

Kenakalan remaja dewasa ini semakin mengkhawatirkan bagi orang tua, pendidik, juga masyarakat mengingat kenakalan remaja semakin merebak di berbagai lingkungan. Lebih mengkhawatirkan lagi, kenakalan remaja telah masuk lingkup sekolah dengan angka tertinggi tindak kenakalan ada pada usia 15-19 tahun, dimana usia tersebut adalah saat-saat remaja menduduki bangku SMA. Hal ini menjadikan kecenderungan kenakalan remaja sebagai predisposisi munculnya kenakalan pada siswa SMA perlu diwaspadai. Pada usia remaja, terjadi berbagai perubahan baik dari dalam diri maupun tuntutan dari lingkungan yang pesat dan berbeda dari masa sebelumnya. Berbagai perubahan yang terjadi menantang remaja dan untuk alasan itulah remaja cenderung berperilaku melebihi batas yang diterima secara sosial. Untuk itulah, remaja memerlukan religiusitas sebagai kontrol untuk mengarahkan tingkah lakunya serta konsep diri yang tinggi agar mampu berperilaku adaptif dan normatif sehingga kecenderungan untuk berperilaku nakal dapat dicegah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dan konsep diri dengan kecenderungan kenakalan remaja. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Batik 2 Surakarta, diambil dengan teknik cluster random sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan tiga skala, yaitu skala kecenderungan kenakalan remaja, skala religiusitas, dan skala konsep diri. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi ganda. Hasil perhitungan menggunakan analisis regresi ganda menunjukkan korelasi rx1y sebesar - 0,470, p < 0,05. Artinya terdapat korelasi negatif yang signifikan antara religiusitas dengan kecenderungan kenakalan remaja, dan korelasi rx2y sebesar -0,346, p < 0,05 memiliki arti terdapat korelasi negatif yang signifikan antara konsep diri dengan kecenderungan kenakalan remaja. Selain itu berdasarkan hasil analisis data diketahui terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara religiusitas dan konsep diri dengan kecenderungan kenakalan remaja ditunjukkan dengan nilai F-test = 49,283, p < 0,05 dan nilai R = 0,719. Nilai R2 dalam penelitian ini sebesar 0,517 atau 51,7%, sumbangan efektif religiusitas terhadap kecenderungan kenakalan remaja sebesar 31,6% dan sumbangan efektif konsep diri terhadap kecenderungan kenakalan remaja sebesar 20,1%. Sumbangan relatif religiusitas terhadap kecenderungan kenakalan remaja sebesar 61,2% dan sumbangan relatif konsep diri terhadap kecenderungan kenakalan remaja sebesar 38,8%. Kata kunci: kecenderungan kenakalan remaja, religiusitas, dan konsep diri.