Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Sistem Kontrol Nutrisi Budidaya Hidroponik Berbasis IoT (Internet of Things) Sawi Samhong (Brassicasinesis L.) Renny Eka Putri; Hammam Mananda Harahap; Irriwad Putri
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2023.011.02.09

Abstract

Sistem hidroponik rakit apung merupakan salah satu sistem yang biasa digunakan dalam hidroponik. Sistem ini menggunakan bak penampung dan menggenangkan tanaman dengan campuran air dan nutrisi. Meskipun banyaknya sistem hidroponik menggunakan rakit apung, tetapi masih kurang dalam pengendalian dan pengontrolan, untuk mengembangkan sistem ini dibutuhkan sistem kontrol penambahan nutrisi AB mix otomatis berbasis Internet Of Things (IoT). Penggunaan sistem IoT dalam hidroponik adalah untuk memudahkan dan memanipulasi hasil panen yang memuaskan dan juga memberikan kemudahan dalam penggunaan hidroponik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memudahkan Penambahan sistem kontrol dan membuat petani hidroponik lebih mudah untuk mengontrol serta memonitoring nutrisi Ab mix. Sensor yang digunakan untuk mendeteksi nilai ppm dari campuran air dan nutrisi adalah sensor TDS. Sensor TDS membaca nilai ppm pada sistem hidroponik rakit apung. Pembacaan yang diberikan sensor TDS dikirim ke aplikasi blynk dengan bantuan NODEMCU. Sensor membaca data menggunakan rentang nilai ppm. Rentang nilai yang diberikan dari 600-800 ppm. Jika nilai ppm kurang dari 600 ppm maka nutrisi akan bertambah secara otomatis dengan bantuan pompa peristaltik. Nutrisi bertambah sampai dengan rentang nilai ppm yang telah diperintahkan. Data pengamatan dilakukan sekali tiga hari dari jam 08.00 WIB sampai dengan 18.00 WIB. Pada penelitian ini didapatkan perbandingan signifikan antara penggunaan IoT dalam hidroponik. Penggunaan IoT memberikan kemudahan pada hidroponik dalam memenuhi kebutuhan nutrisi apabila nutrisi yang dibutuhkan berkurang.
The Design of Automatic Soil pH Control System on Aloe vera Cultivation with an Integration of Internet of Things (IoT) Renny Eka Putri; Widi Darmadi; Dinah Cherie; Aninda Tifani Puari
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 12, No 3 (2023): September 2023
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v12i3.597-609

Abstract

Machine learning and internet of thing (IoT) would be the best option for monitoring the appropriate soil pH condition. This research aimed on the design an automatic soil pH control system based on IoT for monitoring the cultivation of Aloe vera plants. The Telegram application was occupied as an IoT platform and was connected to a free and easy access application, Node MCU 8266. Furthermore, relay, Arduino Uno and smartphone were occupied in the system. According to the system testing, soil pH sensor readings are close to the actual value as evidenced by the linear regression value or R2 on sensors 1 and 2 which are close to 1. Meanwhile, the total percentage of system performance testing was 93% while the error value for the pH sensors were 0.96 and 1.6% for sensor 1 and sensor 2, respectively. Furthermore, the plant observations showed that the average leaf length of plants with a control system was 24.78 cm while with the manual system was 23.11 cm. From the results of the T test obtained, it was found that the control system applied to Aloe vera cultivation had a significant effect on the growth and development of Aloe vera compared to Aloe vera plants with a manual system.  Keywords: Aloe vera, Control system, Internet of things (IoT), Soil pH sensor
Pengembangan Sistem Otomatisasi pH Larutan Nutrisi pada Hidroponik Sistem DFT (Deep Flow Technique) Berbasis IOT Renny Eka Putri; Afifah Khainur; Andasuryani Andasuryani
agriTECH Vol 43, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.71305

Abstract

 Hidroponik merupakan teknik budidaya di bidang pertanian yang sesuai dengan keadaan saat ini, terutama di Indonesia dimana lahan pertanian semakin menyusut akibat ekspansi industri. Teknik budidaya ini menggunakan air sebagai media tanam dan efektif pada lahan terbatas. Meskipun hidroponik meminimalkan perawatan yang dibutuhkan tanaman, pemantauan rutin terhadap larutan nutrisi tetap penting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan sistem pemantauan dan pengendalian larutan nutrisi hidroponik DFT berbasis Internet of Things (IoT) pada kangkung. Sistem kendali yang digunakan adalah sensor pH sebagai pendeteksi nilai pH larutan, Arduino Uno sebagai mikrokontroler, modul ESP 8266 sebagai modul wifi, dan aplikasi Blynk sebagai platform IoT dan kontrol PID. Hasil kalibrasi sensor pH dengan membandingkan nilai sensor pH dengan pH meter pada larutan buffer memberikan nilai R 2 sebesar 0,9997, sedangkan nilai sensor pH selama 18 hari memberikan nilai R 2 sebesar 0,9908 dengan hasil error sebesar 0,274%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensor pH bekerja dengan baik dan akurat. Pengontrol PID sistem ini adalah Kp=2. 1; Ki = 0,05; dan Kd = 0,03. Pemeriksaan kondisi pabrik di 60 tanaman (30 kangkung dengan sistem kendali dan 30 kangkung tanpa sistem kendali). Pengamatan pada 18 hari setelah tanam (HSS) menunjukkan bahwa kubis dengan sistem kontrol memiliki tinggi batang 40,50 cm dan 18 helai daun serta hasil 1,064 kg, sedangkan kangkung tanpa sistem kontrol memiliki tinggi batang 35,66 cm dan 16 helai daun. Berdasarkan hasil penelitian, sistem pengendalian yang diterapkan pada tanaman kangkung hidroponik memberikan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kangkung dibandingkan dengan tanaman kontrol.
Monitoring and Control System Development on IoT-Based Aeroponic Growth of Pakcoy (Brassica rapa L.) Renny Eka Putri; Winda Fauzia; Dinah Cherie
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.011.2.222-239

Abstract

One of the methods that can be used by Indonesian people in urban farming is the Aeroponic method of planting plants. The aeroponic method has a faster nutrient delivery speed than hydroponics and normal plant cultivation. The main objective of this study was to design an aeroponic monitoring and control system for Pakcoy (Brassica rapa. L) using the blynk application as an interface for remote control. The control system used is NodeMCU V3, DHT22 sensor, HC-SR04 ultrasonic sensor and TDS sensor. Plants in the system use a container box measuring 110 cm x 80 cm with 10 nozzles on the inside of the box attached to a ½ inch pipe, with 24 planting holes on the lid of the box with a spacing of 20 cm. The pump will automatically turn on when the temperature in the box is >25oC and will stop when the temperature is =24oC, or when the humidity is <80%. The results obtained during the 30 days of research showed that the average R2 value of the DHT22 sensor was 0.9864 and 0.9864, the HC-SR04 sensor was 0.996 and the TDS sensor was 0.9899. Observations on the growth of pakcoy plants obtained an average height of 13.3 cm for system plants and 13.4 cm for control plants. The average leaf width in system plants was 4.3 cm and 3.6 cm in control plants. the average number of leaves on system plants is 8 leaves and 9 leaves on control plants. The system plant weight was 5.493 gr and that of the control plant was 2.961 gr. The control system that has been made can work well and can be used in aeroponic cultivation of plants.
Evaluasi Kinerja dan Energi pada Aktivitas Penyemprotan Padi di Sumatera Barat Muhammad Iqbal Abdi Lubis; Renny Eka Putri; Ashadi Hasan; Feri Arlius; Santosa Santosa
Rona Teknik Pertanian Vol 12, No 2 (2019): Volume 12, No. 2, Oktober 2019
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v12i2.14721

Abstract

Abstrak. Teknik penyemprotan adalah salah satu aktivitas yang berperan dalam mengoptimalkan pertumbuhan padi. Penyemprotan dilaksanakan petani untuk melindungi padi dari hama, penyakit, dan juga untuk menstimulasi pertumbuhan padi dan biasanya dilakukan pada 15 HST. Selama kegiatan produksi pertanian, energi input selama kegiatan berlangsung dapat diketahui berdasarkan beberapa parameter energi. Beberapa input energi yang dievaluasi pada aktivitas penyemprotan adalah energi pestisida dan energi operator (manusia). Tujuan dari penelitian ini mengevaluasi energi dari aktivitas penyemprotan, analisis teknis kerja, dan membandingkan energi manusia yang dihitung dengan alat (Garmin forerunner 35) dan faktor konversi. Aktivitas penyemprotan pada penelitian ini dianalisis pada 5 petak sawah pada 15 HST. Total pestisida yang digunakan dan rata-rata energi pestisida adalah 0,3419 kg/ha dan 67,6612 MJ/ha. Pada saat penyemprotan operator menggunakan knapsack manual (kap. 16 liter). Kapasitas kerja efektif untuk penyemprotan adalah 51,9759 l/ha. Energi operator yang dihitung menggunakan alat dan faktor konversi adalah 5,2480 dan 2,4243 MJ/ha. Hal ini menunjukkan bahwa energi terbesar pada aktivitas penyemprotan terdapat pada energi pestisida dan yang paling kecil adalah energi manusia.Energy and Performance Evaluation on Spraying Activity Paddy in Sumatera BaratAbstract. Spraying technique is one of the activities in optimize the growth of rice plants. Spraying is doing by farmers to protecting paddy from pest, disease, and also to stimulate growth up of the paddy usually since paddy at 15 DAP. In the process of agricultural production, input production facilities can be assessed as an energy parameter. Some energy input which evaluating in spraying activities are pesticides and labor energy. The objectives of this study are evaluated energy of spraying activity, analyzed technical performance, and compared between labor energy analyzed by tools (Garmin forerunner 35) and conversion factor. The spraying activity in this study has analyzed on five plots of the paddy field at 15 DAP. The results showed 0.3419 kg/ha and 67.6612 MJ/ha for pesticides used and the average of pesticide energy. respectively. For spraying activity, the labor used manual knapsack (cap. 16 liters). The effective work capacity for spraying is 51.9759 l/h. The labor energy which calculated by tools and conversion factor are 5.2480 and 2.4243 MJ/ha. It means which on spraying activity the largest input energy came from pesticides and the lowest one is labor energy.
Modeling of Sapodilla Fruit (Manilkara zapota (L.) van Royen) Terminal Velocity in Water Andasuryani Andasuryani; Renny Eka Putri
Rona Teknik Pertanian Vol 11, No 2 (2018): Volume 11, No. 2, Oktober 2018
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v11i2.13588

Abstract

Abstract. Terminal velocity is one of the hydrodynamic fruits properties that significant in the development of sorting equipment. The study aimed to determine terminal velocity of sapodilla which could be used while develop a sorter. The terminal velocity of sapodilla fruit was determined experimentally and empirically by considering the theory of KHAT 2. Experimental measurements were made by dropping the fruit into the water column, while the calculations were empirically considering the parameters of physical properties such as differences in density between fruit and water, volume and shape factor. The results showed that the obtained model was vt = 165.370 (ρf -ρw) 0.026 V 0.813 Sh0+ 0.070. The model has maximized the value of R2, minimizing the RMSE value and reducing the chi-square value which were 0.9046, 0.008 and 7.300E-05, respectively. Volume was the most effective parameter while determining terminal velocity of sapodilla fruit. Pemodelan Kecepatan Terminal Buah Sapodilla (Manilkara zapota (L.) van Royen) Pada di Air Abstrak. Kecepatan terminal adalah salah satu sifat buah hidrodinamik yang signifikan dalam pengembangan peralatan penyortiran. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kecepatan terminal sapodilla yang dapat digunakan saat mengembangkan penyortir. Kecepatan terminal buah sawo ditentukan secara eksperimen dan empiris dengan mempertimbangkan teori KHAT 2. Pengukuran eksperimental dilakukan dengan menjatuhkan buah ke kolom air, sedangkan perhitungan secara empiris mempertimbangkan parameter sifat fisik seperti perbedaan kepadatan antara buah dan faktor air, volume dan bentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang diperoleh adalah vt = 165.370 (ρf -ρw) 0,026 V 0,813 Sh0 + 0,070. Model ini telah memaksimalkan nilai R2, meminimalkan nilai RMSE dan mengurangi nilai chi-square yang masing-masing adalah 0,9046, 0,008 dan 7,300E-05. Volume adalah parameter yang paling efektif saat menentukan kecepatan terminal buah sawo.
Kajian Volume Bahan dan Lama Penyangraian terhadap Karakteristik Kopi Mengkudu (Morinda citrifolia L.) Renny Eka Putri; Andasuryani Andasuryani; Genni Deea Solehia
Rona Teknik Pertanian Vol 11, No 1 (2018): Volume 11, No. 1, April 2018
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v11i1.8496

Abstract

Abstrak. Proses penyangraian pada mengkudu dapat meningkatkan aroma dan cita rasa kopi mengkudu yang dihasilkan. Asumsi masyarakat tentang aroma mengkudu yang tengik bisa hilang setelah dilakukan proses penyangraian. Pengujian dilakukan dengan pengamatan volume bahan (500 gram dan 250 gram) dengan lama waktu penyangraian (10 menit, 15 menit, dan 20 menit) sedangkan pengamatannya meliputi kadar air, perubahan suhu, rendemen penyangraian, drajat kehalusan, nilai (oHue), kandungan vitamin C dan uji organoleptik non konsumsi. Hasil dari penelitian didapatkan nilai kadar air mengkudu berpengaruh terhadap volume dan lama penyangraian yang dibuktikan dengan semakin menurunnya kadar air yang didapatkan. Kadar air mengkudu sangrai 9,791 % sampai 9,301% dan kadar air kopi mengkudu 9,677 % sampai 9,277 %. Berbeda dengan nilai rendemen, nilai oHue dan Vitamin C mengkudu yang tidak ada pengaruhnya terhadap volume bahan penyangraian. Study of Volume and Duration of Roasting Process affects the Characteristics of Noni Coffee (Morinda citrifolia L.) Abstract. Roasting is one of process that can improved the aroma and taste of noni coffee generated. Community assumptions about the smell of rancid noni can be lost after the roasting. The test was done by observing the volume (500 gram and 250 gram) with the duration roasting (10 minutes, 15 minutes, and 20 minutes) while the observations include moisture content, temperature changes, yield, value (oHue), vitamin and non-consumption sensory test. The result of this research showed that the moisture content of noni content influenced the volume and duration roasting as evidenced by the decreasing of moisture content obtained. Water content is from 9.791 % to 9.301 % and water content of noni coffee is from 9.677 % to 9.277 %. In contrast to the value of rendemen, the value of oHue and Vitamin C has no effect on the volume of the material.
Analisa Efektifitas Pemecah Kemiri Di Kabupaten Solok Sumatera Barat Renny Eka Putri; Rise Prana Sari; Ashadi Hasan
Rona Teknik Pertanian Vol 15, No 2 (2022): Volume No. 15, No. 2, Oktober 2022
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v15i2.26060

Abstract

Abstrak. Kemiri adalah tanaman perkebunan yang sangat banyak manfaatnya bagi masyarakat. Daging biji merupakan bagian yang paling banyak manfaatnya. Proses pemecahan kemiri dilakukan secara manual dan dengan menggunakan alat atau mesin. Adapun tujuan penelitian adalah untuk melakukan analisis efektifitas kemiri di kabupaten Solok di Sumatera Barat.  Penelitian dilakukan dengan dua perlakukan yaitu dengan melakukan pembekuan bahan dan menyiram setelah dijemur dan menggunakan metoda pada umumnya. Parameter yang dievaluasi pada penelitian adalah sifat fisik kemiri, kapasitas kerja efektif, rendemen pemecahan, pengukuran kadar air, persentase kerusakan hasil, kecepatan putar alat, tingkat kebisingan alat.  Kemampuan dari alat pemecah kemiri dengan bahan baku dibekukan sebesar 924,35 kg/jam, dengan rendemen sebesar didapat 35%. Persentase Hasil utuh yang paling baik yaitu pada kemiri dengan perlakuan pembekuan dalam freezer sebesar 83%. Hal ini dapat dijadikan acuan oleh petani kemiri dalam mengolah kemiri sebelum dipecah untuk mendapatkan hasil yang maksimal.Analysis of the Effectiveness of Candlenut Crackers in Solok Regency, West Sumatra Abstract. Candlenut is a plantation crop that has many benefits for the community. The flesh of the seed is the most beneficial part. The process of splitting hazelnut is done manually and by using a tool or machine. The research objective is to analyze the effectiveness of candlenut in Solok district, West Sumatra. The research was carried out with two treatments, namely by freezing the material and watering it after drying it and using the general method. Parameters observed in this study were the physical properties of candlenut, adequate working capacity, yield of solution, measurement of moisture content, percentage of yield damage, tool rotation speed, tool noise level. The work capacity obtained in hazelnut which was subjected to freezing treatment was 924.35 kg/hour. The highest yield was obtained from frozen hazelnut by 35%. The best percentage of intact yield was candlenut with freezing treatment in the freezer of 83%.
EFEK SIKLUS FOTOPERIODE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN BERAT BASAH SELADA ROMAINE (Lactuca Sativa Var. Longifolia) PADA SISTEM PFAL (PLANT FACTORY WITH ARTIFICIAL LIGHTS) Naufal Ilhamdi Rozaaq; Renny Eka Putri; Delvi Yanti
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 28, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.28.1.74-81.2024

Abstract

Plant factory with Artificial Lights (PFAL) merupakan tipe plant factory yang menggunakan LED (Light Emitting Diodes) sebagai sumber utama cahaya untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Beberapa penelitian terdahulu umumnya hanya terfokus pada analisis pengaruh perbedaan intensitas cahaya atau lama penyinaran LED terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman pada plant factory. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh siklus fotoperiode terhadap pertumbuhan selada romaine yang ditanam pada sistem PFAL. Siklus fotoperiode yang diberikan pada penelitian ini perlakuan 1 (1 siklus, 14 jam terang/10 jam gelap), perlakuan 2 (2 siklus, 7 jam terang/5 jam gelap x 2) dan perlakuan 3 (4 siklus, 3,5 jam terang/2,5 jam gelap x 4). Siklus fotoperiode mempengaruhi pertumbuhan dan berat basah selada romaine, dimana perlakuan 1 dengan siklus fotoperiode yang lebih panjang memberikan hasil terbaik dengan rata-rata tinggi, panjang daun, lebar daun, jumlah daun dan berat basah masing-masing yaitu 21,46 cm, 17,69 cm, 9,72 cm, 12,73 helai dan 52,49 gram. Perlakuan 1 juga memberikan hasil rasio berat basah terhadap konsumsi energi listrik yang paling tinggi yaitu sebesar 28,05 gr/kWh sehingga perlakuan 1 lebih efisien dalam menghasilkan berat basah selada romaine per jumlah energi listrik yang digunakan dibandingkan dengan perlakuan 2 dan 3
PELATIHAN PENGOLAHAN BUAH NAGA MENJADI PRODUK OLAHAN CEMILAN BAGI MASYARAKAT NAGARI SULIT AIR KABUPATEN SOLOK Renny Eka Putri; Muahammad Zacky; Muhammad Iqbal; Nadian Nadian; Vasya Azzahra Siona; Yuharfiandri Yuharfiandri; Ali Anwar Delimunthe; Dellia Asdinisa A.S; Gizhella Mulyani Putri; Kemal Muhammad Hiero
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 6 No 4 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v6i4.702

Abstract

Dragon fruit is one of the natural resources with significant economic potential when processed into various products. This activity aims to process and utilize dragon fruit as a primary ingredient in making snacks and pastries for the community, particularly for the PKK groups in Nagari Sulit Air. The event took place in Nagari Sulit Air, Solok Regency. The execution method of this activity consisted of two stages: lectures and discussions, followed by a demonstration phase. The results showed a high level of enthusiasm and interest among the community in understanding and participating in the process of making snacks from natural dragon fruit during this event. The community also successfully grasped the process of making processed products from dragon fruit, such as dragon fruit sticks and pastries made from dragon fruit peels. The conclusion drawn from this activity is that it has the potential to enhance community-based businesses focusing on dragon fruit. As a suggestion for future service, it's recommended to provide guidance and ongoing support to the community in developing their dragon fruit processed product businesses. Through this activity, the goal is to empower the local economy by increasing the production and utilization of dragon fruit, thereby boosting the local economy. New business opportunities might emerge, such as establishing micro or small enterprises centered on dragon fruit processed products. The expectation is to achieve greater economic benefits due to increased demand for dragon fruit. A stable market and rising demand can elevate farmers' income levels.
Co-Authors - Andasuryani Abdi Lubis, Muhammad Iqbal Abdullah Habib Ade Sandri Afifah Khainur Agus Hermansyah Alhapen Ruslin Chandra Ali Anwar Delimunthe Alifa Azanisya Azzahra Andri Syaputra Angela Fortuna Sekarini Aninda T. Puari Annisa Lestari Simanjuntak Ashadi Hasan Azkiya Wahyu Novianda Azrifirwan, Azrifirwan Azzahra, Alifa Azanisya Baehaqi Butar Butar, Angelia Celsy Lovena Cherie Dinah, Cherie Dellia Asdinisa A.S Dhiya Ulwafi Elfy Adelliana Elroza Wulandari Fachri Ibrahim Nasution Fadhli Anas Fadli Hafizulhaq Fadli Irsyad Feri Arlius Fitri Hidayah Nasution Genni Deea Solehia Gizhella Mulyani Putri Gurning, Melia Elius Putri Halimatus Syahdia Hasibuan Hammam Mananda Harahap Harahap, Hammam Mananda Harahap, Wenti Hiero, Kemal Muhammad Ifmalinda Ilga Putri Maharani Imanuela, Claresta Intan Pratiwi Irriwat Putri J P Geraldo Joko Prastio Kemal Muhammad Hiero Khandra Fahmy Lisa Silvia Ningsih Liza Mardalena Lubis, Mei Mardhiani Madani Putra Maharani, Ilga Putri Maulana, Dwipa Islam Melia Elius Putri Gurning Mislaini Mislaini Mislaini Rahman Mohammad Agita Tjandra Muahammad Zacky Muhammad Iqbal Abdi Lubis Muhammad Iqbal, Muhammad Iqbal Muhammad Makky Muhammad Mizwardi Nadian Nadian Najeli Rahmatika Naufal Ilhamdi Rozaaq Nindi Elisa Oktavionry, P.A Omil Charmyn Chatib P.A Oktavionry Putri, Annisa Octaviani Putri, Gizhella Mulyani Putri, Irriwad Putri, Rahmi Dwi Rahmi Dwi Putri Rapon Anam Rauzatul Mirizal Jannah Renny Renny Rise Prana Sari Rizka Fadhilah Rizka Fadhilah Roni Andika Putra Roy Saputa ROY SAPUTRA Rozaaq, Naufal Ilhamdi Ryan Anugerah Perdana Salwa, Mutiara Santosa - Santosa Santosa Santosa Santosa Santosa Santosa Santosa Santosa Santosa Santosa Saputa, Roy Satria Adi Surya Sekarini, Angela Fortuna Shakira Azzura Syaidev Sherly Rahmadenita Siona, Vasya Azzahra Syahrizal Lubis Turnando, Ardi Vasya Azzahra Siona Widi Darmadi Widya Annisa Winda Fauzia Wiranda Erza Pratama Wirna Nepis Yanti, Delvi Yuharfiandri Yuharfiandri