Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN METODE IMAGE PROCESSING UNTUK GRADING BUAH SALAK PADANG SIDEMPUAN (Salacca sumatrana) Fachri Ibrahim Nasution; Andasuryani Andasuryani; Renny Eka Putri
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 25, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.25.2.249-257.2021

Abstract

Buah salak merupakan suatu hasil pertanian di Indonesia, daerah Kabupaten Tapanuli Selatan menjadi salah satu sentra produksi buah salak terbesar di Sumatera Utara. Penanganan pascapanen buah salak asal Tapanuli Selatan ini atau yang sering disebut buah salak Padang Sidempuan belum dilakukan secara maksimal, sehingga dibutuhkan suatu penanganan buah salak terutama dalam proses grading berdasarkan kualitas buah salak. Penelitian ini memiliki tujuan untuk pengembangan metode image processing buah salak Padang Sidempuan dalam pengelompokan ukuran buah salak menggunakan software Matlab R2015a, serta mengidentifikasi sifat fisik dan kadar air buah salak Padang Sidempuan dari Desa Parsalakan. Proses grading buah salak mengacu pada  (SNI 3167, 2009) mengenai bobot buah salak. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah program grading model major (Bwarea) dengan tingkat kecocokan 65,0% dengan rata-rata kesalahan pada uji validasi 16,37% dan nilai validasi model yang diperoleh antara bobot buah salak dan Bwarea buah salak Padang Sidempuan dengan nilai R2 0,833. Model intermediate (Bwarea) dengan tingkat kecocokan 78,33% dengan rata-rata kesalahan pada uji validasi 18,45% dan nilai R2 0,882. Model minor (Bwarea) dengan tingkat kecocokan 70,0% dengan rata-rata kesalahan pada uji validasi 12,66% dan nilai R2 0,8879. Model mean (Bwarea) dengan tingkat kecocokan 76,67% dengan rata-rata kesalahan pada uji validasi 8,99% dan nilai R2 0,9528.
ANALISIS PERBANDINGAN KONSUMSI ENERGI PENGGILINGGAN GABAH PADA RICE MILLING UNIT (RMU) STATIS DAN DINAMIS Renny Eka Putri; Andasuryani Andasuryani; Liza Mardalena
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v8i1.762

Abstract

Konsumsi energi pada penggilingan gabah dinamis dan statis dianalisis berdasarkan beberapa sumber energi yang digunakan. Sumber energi penggilingan dinamis meliputi energi manusia, energi bahan bakar, energi mesin, dan energi bahan bakar transportasi RMU menuju tempat penggilingan. Selanjutnya sumber energi penggilingan statis meliputi energi manusia, energi bahan bakar, energi mesin, dan energi listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membandingkan konsumsi energi antara penggilingan dinamis dan statis. Tahap awal pada penelitian ini dimulai dari studi data literatur, studi data sekunder, dan pengamatan langsung. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan total konsumsi energi penggilingan statis lebih besar dibandingkan dengan penggilingan dinamis. Total energi penggilingan gabah statis dan dinamis per berat bahan yang digiling berturut-turut yaitu sebesar 922,419 MJ/ton dan 472,946 MJ/ton. Penggunaan sumber energi terbesar pada penggilingan dinamis dan statis adalah pada konsumsi energi bahan bakar penggilingan. Sementara itu penggunaan sumber energi terkecil pada penggilingan dinamis dan statis yaitu konsumsi energi mesin.
EVALUASI MUTU FISIK DAN NILAI GIZI PARBOILING RICE VARIETAS CISOKAN SUMATERA BARAT Renny Eka Putri; Ifmalinda; Nindi Elisa
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v10i1.1501

Abstract

Parboiled rice atau yang dikenal dengan beras pratanak adalah pengolahan gabah yang bertujuan untuk menaikkan persentase rendemen giling dan menurunkan persentase kadar glukosa sehingga dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus dan obesitas. Parboiled rice ini untuk mendapatkannya harus melakukan proses perendaman dan pengukusan dari gabah kemudian dikeringkan dan digiling. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa mutu fisik dan mutu gizi gabah varietas cisokan secara pratanak. Mutu fisik yang dievaluasi meliputi ukuran, bentuk, bulk density, kadar air, dan rendemen, sedangkan nilai gizi meliputu kadar gulosa dan kandungan pati. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rendemen giling pada perlakuan setelah dikukus 30 menit yaitu 79,965% dibandingkan beras tanpa proses pratanak. Proses pratanak juga dapat menurunkan kadar glukosa pada beras 0,529% dan menaikkan kadar pati menjadi 78,614%.
UJI TEKNO-EKONOMI ALAT PEMOTONG TAHU YANG ERGONOMIS Renny Eka Putri; Fadhli Anas; Ashadi Hasan
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v10i2.1661

Abstract

Industri rumah tangga masih melakukan pemotongan tahu secara manual dengan menggunakan penggaris dan pisau. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan alat pemotong tahu semi mekanis untuk meningkatkan efektivitas waktu potong tahu, analisis teknis alat pemotong tahu. Penelitian ini meliputi pengembagan alat pemotong tahu semi mekanis yang menggunakan 2 perlakuan dengan 5 kali ulangan setiap perlakuan dan melakukan uji terhadap alat pemotong tahu dengan kadar air P1 (ukuran 10 cm x 5 cm) dan P2 (5 cm x 5 cm) berturut-turut 82,19% dan 80,35%. Hasil penelitian dari pengujian alat dengan 2 perlakuan menghasilkan kapasitas kerja efektif alat 126,2 kg/jam dan 119,64 kg/jam, kapasitas teoritis 145,73 kg/jam, efesiensi alat 86,578% dan 82,08%, persentase terpotong sempurna 88,54% dan 89,30%, persentase kerusakan hasil 5,16% dan 3,96%, kehilangan hasil 6,29% dan 6,72%, daya operator 24,61 watt dan 24,27 watt.
PENGEMBANGAN SISTEM INSTRUMENTASI UNTUK MENGUKUR LEBAR KERJA (CUTTING WIDTH) PADA MINI COMBINE HARVESTER Renny Eka Putri; Ade Sandri; Irriwad Putri
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 23 No. 3 (2022)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.051 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2022.023.03.7

Abstract

          Pengukuran lebar kerja menggunakan sensor tentunya lebih efisien dan lebih akurat dibandingkan dengan pengukuran secara manual. Pengukuran lebar kerja ini dibutuhkan dalam penentuan hasil panen atau yang lebih dikenal dengan yield monitoring. Yield monitoring adalah salah satu teknologi pertanian presisi yang berfungsi untuk memonitoring hasil penentuan hasil panen secara langsung (real time). Teknologi ini mengumpulkan data berupa grain flow (ton/jam), lebar kerja (cutting width), kecepatan combine harvester (km/jam) dan grain moisture content (%). Pengukuran lebar kerja dilakukan dengan cara mengukur jarak antara pembacaan sensor pada header kiri dan kanan, kemudian dikurangi dengan lebar header. Pengukuran lebar kerja secara real time dibutuhkan pada pemantauan hasil panen yang dilakukan oleh mini combine harvester. Dalam proses pemanenan, mini combine harvester akan bekerja memotong padi. Lebar kerja biasanya dihitung dengan mengukur jarak dari header mini combine harvester. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan sistem pengukuran untuk  lebar kerja (cutting width) pada mini combine harvester dan melakukan uji kinerja untuk sistem tersebut. Sistem instrumentasi yang dikembangkan dalam mengukur lebar kerja adalah dengan menggunakan Sensor ultrasonik US-100 sebagai sensor jarak kemudian ESP 32 sebagai mikrokontroler sekaligus modul WiFi yang akan dikoneksikan dengan database dan diinterpretasikan kedalam bentuk digital menggunakan LCD I2C. Dengan sistem ini dapat digunakan oleh petani untuk memantau hasil panennya secara langsung. Alat ini juga memudahkan petani untuk memasang atau melepaskan alat sesuai dengan kebutuhan karena bersifat “plug and play”           Cutting width measurements using sensors are certainly more efficient and more accurate than manual measurements. Measurement of this cutting width is needed in determining crop yields or better known as yield monitoring. Yield monitoring is a precision agricultural technology that functions to monitor the results of determining crop yields in real time. This technology collects data in the form of grain flow (tons/hour), cutting width (cutting width), combine harvester speed (km/hour) and grain moisture content (%). Measurement of the cutting width is done by measuring the distance between the sensor readings on the left and right headers, then subtracting the width of the header. Measurement of cutting width in real time is needed in monitoring harvests carried out by mini combine harvesters. In the harvesting process, the mini combine harvester will work to cut the rice. The cutting width is usually calculated by measuring the distance from the mini combine harvester header. The purpose of this research is to develop an instrumentation system to measure the cutting width of a mini combine harvester. The instrumentation system developed to measure the cutting width is to use the ultrasonic sensor US-100 as a distance sensor then ESP 32 as a microcontroller as well as a WiFi module which will be connected to the database and interpreted into digital form using an I2C LCD. This system can be used by farmers to monitor their harvest directly. This tool also makes it easier for farmers to install or remove the tool according to their needs because it is "plug and play"
STRATEGI PENINGKATAN MUTU GREEN BEAN ARABIKA MENGGUNAKAN METODE FUZZY ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (FAHP) (STUDI KASUS KECAMATAN SANGIR KABUPATEN SOLOK SELATAN) Genni Deea Solehia; Azrifirwan Azrifirwan; Renny Eka Putri
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 26, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.26.2.163-174.2022

Abstract

Kabupaten Solok Selatan sangat berpotensi dalam pengembangan kopi Arabika. Hasil identifikasi permasalahan menunjukan belum maksimal nya proses produksi pengolahan buah kopi menjadi green bean, sehingga berakibat kepada mutu dan rendahnya nilai jual green bean. Oleh karena itu perlunya strategi dalam pengambilan keputusan multicriteria yang akurat, menggunakan metode Fuzzy Analytic Hierarchy Process (FAHP). FAHP merupakan kombinasi antara AHP dan fuzzy. Kombinasi tersebut akan meningkatkan akurasi pengambilan keputusan, dengan penggunaan konsep Triangular Fuzzy Number (TFN) pada skala AHP. Strategi tersebut diuraikan menjadi unsur-unsurnya, yaitu kriteria dan alternatif, kemudian disusun menjadi struktur hierarki. Struktur hierarki dalam FAHP dilakukan dengan cara mengidentifikasi pengetahuan dan pengamatan dilokasi penelitian. Adapun kriteria dalam strategi tersebut adalah bahan baku, jenis pengeringan, keinginan konsumen, dukungan pemerintah, penguasaan/pengetahuan prosesor dan alternatif nya adalah teknologi/alat, sortiran, proses pengolahan, dan penyimpanan. Hasil penelitian strategi berdasarkan multicriteria untuk peningkatan mutu green bean, berdasarkan perhitungan nilai bobot berturut turut adalah sortiran 0.293, penyimpanan 0.266, proses pengolahan 0.248, dan terakhir adalah teknologi/alat 0.193. Sortiran merupakan strategi utama dalam peningkatan mutu green bean dengan metode FAHP karena memiliki bobot tertinggi,  dikarenakan sortiran memiliki banyak manfaat yang akan mempengaruhi mutu yaitu terhindar dari adanya kotoran-kotoran, ukuran yang sama, dan bentuk fisik yang bagus yaitu tanpa adanya kecacatan (defect) seperti green bean menghitam, patah, berlubang, biji tunggal dan kopong sehingga dapat meningkatkan grade kopi yaitu dari kopi asalan menjadi specialty. 
SIMULASI DAN DISAIN ALAT PELUBANG TANAH SEMI MEKANIS UNTUK MENANAM KENTANG (Solanum tuberosum L.) Renny Eka Putri; Muhammad Mizwardi; Irriwad Putri
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 27, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.27.1.54-64.2023

Abstract

Dalam budidaya tanaman kentang, petani masih banyak menggunakan lubang tanam untuk penanaman kentang, dimana alat untuk pelubang tanam tersebut masih didominasi oleh alat-alat sederhana yang kurang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah alat pelubang media tanam yang memiliki kedalaman dan diameter lubang tanam yang tepat pada tanaman kentang. Tahapan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu, perencanaan, pengembangan konsep, pembuatan alat, uji kinerja alat, dan analisis terhadap alat yang dirancang. Pengujian dilakukan pada lahan 50 m², dimana dibagi menjadi 6 demplot, dimana 3 demplot untuk pengujian alat pelubang tanah untuk media tanam kentang dan 3 demplotnya lagi menggunakan cangkul. Kapasitas kerja efektif dan kapasitas kerja teoritis yang didapatkan dengan menggunakan alat masing-masing bernilai, yaitu 0,0125 ha/jam dan 0,0150 ha/jam. Kapasitas kerja efektif dan kapasitas kerja teoritis yang didapatkan menggunakan cangkul masing-masing bernilai, yaitu 0,0124 ha/jam dan 0,0149 ha/jam. Effisiensi yang didapatkan dengan menggunakan alat, yaitu 83,30 %. Alat pelubang 2 kali lipat lebih tepat guna digunakan untuk pelubangan tanah menanam kentang dibandingkan cangkul. Biaya pokok yang didapatkan, untuk perancangan alat pelubang tanah untuk media tanam kentang, didapatkan sebesar Rp. 24,02/lubang.
ANALISIS PEMILIHAN ALTERNATIF PENGENDALIAN GULMA PADA TANAMAN JAGUNG DI NAGARI AIA GADANG KABUPATEN PASAMAN BARAT Satria Adi Surya; Santosa Santosa; Renny Eka Putri
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 27, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.27.1.126-135.2023

Abstract

Penyemprotan adalah salah satu teknik pengendalian gulma dengan cara mengaplikasikan herbisida dengan disemprotkan pada gulma yang terdapat di lahan. Penggunaan alat semprot sistem manual dan semi mekanis banyak digunakan di beberapa wilayah hanya saja masih memiliki banyak kekurangan.  Pemilihan alat yang sesuai untuk diaplikasikan diharapkan akan mampu meningkatkan produktivitas jagung. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai beban kerja, efektifitas (kapasitas kerja efektif) penyemprotan yang digunakan serta menganalisis tipe penyemprotan yang terbaik ditinjau dari beberapa aspek yaitu: aspek teknis, ergonomika, aspek finansial, dan aspek lingkungan. Parameter yang diukur meliputi debit, kapasitas keluaran cairan, distribusi sebaran, kecepatan maju operator, kapasitas lapang teoritis, kapasitas lapang efektif, efisiensi penyemprotan, kecepatan angin, dan biaya operasaional alat serta daya operator. Pelaksanaan penelitian dilakukan terhadap 3 metode penyemprotan yaitu knapsack sprayer, electric Sprayer, dan boom Sprayer. Pengujian dan pengamatan dilakukan dalam 3 kali ulangan dengan luasan masing-masing plot adalah 20 m x 10 m. Dengan demikian total luas plot pengamatan yang dibutuhkan 9 x 20 m x 10 m. Berdasarkan penelitian diperoleh rata-rata.hasil pengukuran debit untuk boom sprayer sebesar 0,02486 liter/detik, rata-rata kecepatan maju operator  0,265 m/detik, dan Efisiensi rata-rata dari boom sprayer adalah 76,31 %. Beban Kerja berdasarkan kebutuhan daya dari operator pada boom sprayer adalah 0,041 kW dengan biaya pokok Rp 207,76/liter. Berdasarkan hasil rekapitulasi hasil yang mencakup berbagai aspek maka alat semprot yang terbaik yaitu boom sprayer dikarenakan lebih unggul untuk kerja lapang teoritis, efektif, efisiensi lapang  dan biaya pokok paling rendah bila dibandingkan dengan knapsack sprayern dan electrick sprayer
Application of Capacitive Sensor for Measuring Grain Moisture Content Based on Internet of Things Renny Eka Putri; Wiranda Erza Pratama; Ifmalinda Ifmalinda
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.011.1.29-40

Abstract

Kadar air merupakan salah satu faktor yang menentukan nilai jual gabah. Kadar air yang baik menurut standar adalah sekitar 14%. Penentuan kadar air umumnya dilakukan dengan menggunakan oven, bagi petani cara ini cukup rumit karena petani harus membawa sampel ke laboratorium, selain itu juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pengukuran kadar air gabah secara real-time menggunakan sensor kapasitif berbasis IoT, yang mampu mengukur kadar air hasil panen berupa gabah dan dipantau langsung menggunakan Android secara realtime. Penelitian ini dimulai dengan merancang skema rangkaian sistem, merancang struktur alat, membuat alat, melakukan proses kalibrasi alat, menguji alat untuk mengukur kadar air pada sampel biji-bijian yang berbeda termasuk biji-bijian, jagung, kacang hijau, dan kacang-kacangan. kedelai dengan lima variasi kadar air pada selang waktu 9%-27%, melakukan validasi uji kadar air alat ukur dengan beberapa pengamatan meliputi kadar air gabah, waktu respon alat, dan kesalahan alat serta membandingkan hasil pengukuran kadar air gabah menggunakan alat ini. instrumen. ukuran standar dengan alat ukur yang dirancang. Berdasarkan hasil penelitian maka alat penelitian yang dirancang dapat mengukur kadar air keempat sampel uji dengan baik, dari hasil kalibrasi alat ukur kadar air penelitian didapatkan nilai R2 keseluruhan sebesar 0,9902; yang artinya hasil pengukuran instrumen penelitian mendekati nilai sebenarnya. Hasil analisis pengamatan kadar air diperoleh rata-rata selisih nilai pembacaan berkisar antara 0,19%-0,41% dengan rata-rata persentase kesalahan yang diperoleh berkisar antara 1,18%-2,12% dan rata-rata waktu respon. pembacaan 26,33 detik.
RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL pH LARUTAN NUTRISI DAN PENCAHAYAAN BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) PADA HIDROPONIK VERTIKULTUR Renny Eka Putri; Abdullah Habib; Ashadi Hasan
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v12i1.2551

Abstract

Budidaya tanaman hidroponik vertikultur ini mempunyai keunggulan yaitu dengan lahan 1 m2 dengan tinggi tower 1,5 m memiliki lubang tanam dua kali lipat dengan cara konvensional. Tujuan penelitian ini adalah merancang sistem kontrol pH larutan dan pencahayaan pada hidroponik vertikultur terhadap tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) yang dapat terhubung pada smartphone. Sistem kontrol yang digunakan yaitu mikrokontroler ESP32, Sensor pH Probe 4502C, dan Sensor Cahaya BH1750. Pompa peristaltik sebagai aktuator untuk larutan Buffer sebagai pengontrol pH larutan. Lampu LED growing ligth pengganti sinar matahari untuk tanaman. Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai R2 dari pH Probe 4502C dan Sensor BH1750 berturut-turut sebesar 0,9913 dan 0,9947 dengan persetanse rata-rata nilai error sebesar 0,3144% dan 0,4086%. LED growing light hidup selama 13 jam setiap hari. Pengamatan pertumbuhan tanaman pakcoy didapatkan rata-rata tinggi tanaman sebesar 19,6 cm, jumlah daun sebanyak 12,7 helai, lebar daun sebesar 8,1 cm, dan berat sebesar 29,5 g. Sistem kontrol yang telah dibuat dapat bekerja dengan baik dan dapat digunakan untuk budidaya tanaman hidroponik vertikultur.
Co-Authors - Andasuryani Abdi Lubis, Muhammad Iqbal Abdullah Habib Ade Sandri Afifah Khainur Agus Hermansyah Alhapen Ruslin Chandra Ali Anwar Delimunthe Alifa Azanisya Azzahra Andri Syaputra Angela Fortuna Sekarini Aninda T. Puari Annisa Lestari Simanjuntak Ashadi Hasan Azkiya Wahyu Novianda Azrifirwan, Azrifirwan Azzahra, Alifa Azanisya Baehaqi Butar Butar, Angelia Celsy Lovena Cherie Dinah, Cherie Dellia Asdinisa A.S Dhiya Ulwafi Elfy Adelliana Elroza Wulandari Fachri Ibrahim Nasution Fadhli Anas Fadli Hafizulhaq Fadli Irsyad Feri Arlius Fitri Hidayah Nasution Genni Deea Solehia Gizhella Mulyani Putri Gurning, Melia Elius Putri Halimatus Syahdia Hasibuan Hammam Mananda Harahap Harahap, Hammam Mananda Harahap, Wenti Hiero, Kemal Muhammad Ifmalinda Ilga Putri Maharani Imanuela, Claresta Intan Pratiwi Irriwat Putri J P Geraldo Joko Prastio Kemal Muhammad Hiero Khandra Fahmy Lisa Silvia Ningsih Liza Mardalena Lubis, Mei Mardhiani Madani Putra Maharani, Ilga Putri Maulana, Dwipa Islam Melia Elius Putri Gurning Mislaini Mislaini Mislaini Rahman Mohammad Agita Tjandra Muahammad Zacky Muhammad Iqbal Abdi Lubis Muhammad Iqbal, Muhammad Iqbal Muhammad Makky Muhammad Mizwardi Nadian Nadian Najeli Rahmatika Naufal Ilhamdi Rozaaq Nindi Elisa Oktavionry, P.A Omil Charmyn Chatib P.A Oktavionry Putri, Annisa Octaviani Putri, Gizhella Mulyani Putri, Irriwad Putri, Rahmi Dwi Rahmi Dwi Putri Rapon Anam Rauzatul Mirizal Jannah Renny Renny Rise Prana Sari Rizka Fadhilah Rizka Fadhilah Roni Andika Putra Roy Saputa ROY SAPUTRA Rozaaq, Naufal Ilhamdi Ryan Anugerah Perdana Salwa, Mutiara Santosa - Santosa Santosa Santosa Santosa Santosa Santosa Santosa Santosa Santosa Santosa Saputa, Roy Satria Adi Surya Sekarini, Angela Fortuna Shakira Azzura Syaidev Sherly Rahmadenita Siona, Vasya Azzahra Syahrizal Lubis Turnando, Ardi Vasya Azzahra Siona Widi Darmadi Widya Annisa Winda Fauzia Wiranda Erza Pratama Wirna Nepis Yanti, Delvi Yuharfiandri Yuharfiandri