Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGENDALIAN BANJIR KOTA PADANG MENGGUNAKAN METODE ZERO RUN OFF SYSTEM (STUDI KASUS DAS KURANJI) Hendri Gustian; Feri Arlius; Rusnam Rusnam; Eri Gas Ekaputra
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 24, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.24.1.86-91.2020

Abstract

Banjir pada umumnya terjadi akibat faktor alam seperti intensitas hujan yang  tinggi dan kerusakan DAS akibat penggunaan lahan yang tidak menerapkan kaidah-kaidah konservasi. Kota Padang merupakan daerah rawan banjir di Provinsi Sumatera Barat, yang disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi dengan durasi waktu yang lama. Pengendalian banjir tidak bisa terlepas dari pentingya pengelolaan DAS. Melalui penerapan metode Zero Run Off System (ZROS) yang dapat meminimalkan aliran permukaan (run-off) dan meningkatkan penyerapan air. Sumur resapan salah satu yang direkomendasikan pada bagian hilir DAS Kuranji. Jumlah sumur resapan yang dibutuhkan adalah sebanyak 12.244 unit untuk periode ulang curah hujan 2 tahun dan 16.864 unit untuk periode ulang curah hujan 50 tahun.
KAJIAN SEBARAN PRODUKTIVITAS PADI SAWAH MENGGUNAKAN DATA CITRA LANDSAT 8 DI DAERAH IRIGASI BATANG ANAI KABUPATEN PADANG PARIAMAN Rijal Budiman; Eri Gas Ekaputra; Isril Berd
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 25, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.25.1.46-53.2021

Abstract

Irigasi skala besar pada umumnya memiliki ketersediaan air cenderung tidak merata dari hulu, tengah dan hilir, sehingga mempengaruhi akan produktivitas tanaman padi. Daerah Irigasi Batang Anai merupakan irigasi skala besar dengan luas daerah layanan 13.604 ha tentu membutuhkan waktu, tenaga dan biaya yang tinggi untuk melakukan perhitungan produktivitas secara manual. Salah satu teknologi yang dimanfaatkan untuk mendukung perhitungan produktivitas padi adalah dengan memanfaatkan algoritma nilai Normalized Difference Vegetation Indeks (NDVI) dari analisis citra Landsat 8 selama 6 tahunan. Melalui identifikasi umur tanaman padi dapat diketahui pola tanam dan waktu panen. Nilai NDVI pada saat akan panen atau padi berumur 14-16 MST dijadikan acuan untuk pendugaan produktivitas yang dikorelasikan dengan produktivitas data ubinan. Analisis pada umur 14-16 MST didapatkan hubungan negatif. Semakin tinggi nilai NDVI maka produktivitas semakin rendah dengan nilai koefisien determinasi (R2) adalah 0,8856. Dengan persamaan regresi yang didapatkan y = -9,4514x + 10,467. Terdapat nilai simpangan tertinggi 10,86 % atau 0,61 ton, sedangkan yang terkecil yaitu 1,45 % atau 0,07 ton. Sebaran produktivitas padi berdasarkan nilai NDVI di Daerah Irigasi Batang Anai dibagi menjadi tiga kawasan yaitu hulu sebesar 6,45 ton/ha GKP, tengah sebesar 6,46 ton/ha GKP, dan hilir sebesar 5,42 ton/ha GKP.
RASIONALITAS PARAKU DALAM MANAGEMEN SISTEM IRIGASI DI JORONG SITUGAR NAGARI TANJUNG BONAI KECAMATAN LINTAU BUO UTARA Rahmi Awalina; Eri Gas Ekaputra; Isril Berd
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 22, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.722 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.22.1.52-60.2018

Abstract

Penelitian bertujuan untuk melihat paraku sebagai alat bagi air tradisional yang mampu membagi air secara rasionalitas dalam memenuhi kebutuhan air irigasi. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengukur debit air dengan menggunakan persamaan ambang lebar yang dikorelasikan dengan kebutuhan air setiap sawah yang terairi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan antara debit pada alat bagi paraku dengan kebutuhan air sawah yang terairi. Paraku mempunyai pola pengaturan air yang sangat proporsional dengan nilai efisiensi 87,9% dan efektifitas 84 %.
ANALISIS WILAYAH KONSERVASI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KURANJI DENGAN APLIKASI SWAT Fadli Irsyad; Eri Gas Ekaputra
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.563 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.19.1.39-45.2015

Abstract

Degradasi lahan merupakan penyebab utama tingginya runoff dibandingkan dengan faktor lainnya. Perubahan tata guna lahan yang terjadi pada suatu kawasan menyebabkan terjadinya perubahan kondisi catchment area dan dapat menyebabkan perubahan aliran permukaan (runoff).  Jika limpasan yang terjadi saat hujan kecil dan infiltrasi air ke dalam tanah besar, maka air terlebih dahulu disimpan di dalam tanah sehingga akan meningkatkan ketersediaan air tanah. DAS Kuanji merupakan salah satu DAS di Kota Padang yang memiliki luas 202,7 km2 dan terdiri dari 5 sub-DAS. Penelitian ini dilakukan pada kawasan DAS Kuranji yang secara geografis terletak pada 100o20’31,20” – 100o33’50.40” BT dan 00o55’59.88” - 00o47’24” LS. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – Juni 2013. Penelitian ini menggunakan aplikasi open sources software MapWindows GIS 4.8 RC1 (4.8.1) dari www.mapwindow.org.  Tahapan awal dalam penelitian ini yakni pengumpuan data, analisis SWAT di DAS Kuranji, dan penentuan wilayah konservasi DAS Kuranji. Hasil peneltian yang menggunakan MWSWAT untuk DAS Kuranji didapatkan HRU DAS sebanyak 2.034 HRU. Limpasan terbesar yang terjadi yakni 84 mm dengan luasan 75,195 ha, dan tersebar di empat kecamatan (Pauh, Padang Utara, Nanggalo, dan Kototengah). Wilayah konservasi yang direkomendasikan yakni  Limau Manih (81,56 ha), Lambung Bukit (42,27 ha), Gunung Sarik (86,32 ha), Kuranji (60,20 ha), dan Lubuk Minturun (64,45 ha).Kata kunci: Alih Fungsi Lahan,  DAS Kuranji, Konservasi, Limpasan, MWSWAT. 
IDENTIFIKASI KAWASAN RAWAN KONVERSI PADA LAHAN SAWAH DI KECAMATAN 2 X 11 ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN BERBASIS GIS (GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM) Feri Arlius; Eri Gas Ekaputra; Ghani Tasrif
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.544 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.21.2.93-102.2017

Abstract

Lahan sawah Kecamatan 2x11 Enam Lingkung merupakan kawasan rawan konversi, hal ini dikarenakan wilayah Kecamatan 2x11 Enam Lingkung dilewati oleh jalan utama Padang– Bukittinggi dengan potensi terjadinya tingkat konversi lahan tinggi. Laju pertumbuhan penduduk setiap tahunnya meningkat dan letak daerah Kecamatan 2x11 Enam Lingkung berdekatan dengan pusat Kabupaten Padang Pariaman juga faktor yang mengakibatkan lahan sawah yang ada menjadi rawan konversi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kawasan rawan konversi pada lahan sawah di Kecamatan 2x11 Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman. Hasil pengolahan data spasial dan citra Kecamatan 2x11 Enam Lingkung diperoleh luas areal sawah untuk Kecamatan 2x1 Enam Lingkung tahun 2016 sebesar  886,66 Ha. Lahan sawah di Kecamatan 2x11 Enam Lingkung dibagi menjadi 4 kelas berdasarkan kriteria kualitas lahan sawah. Lahan sawah rawan konversi dibagi mejadi 4 tipe konversi lahan. Berdasarkan hasil pengolahan data didapatkan lahan rawan konversi pada lahan sawah di Kecamatan 2x11 Enam Lingkung seluas 185,83 Ha. Luas lahan sawah tipe konversi sistematik berpola enclave (K2) sebesar 55,81 Ha, tipe konversi lahan sebagai respon atas pertumbuhan penduduk (K3) sebesar 55,65 Ha, tipe konversi multi bentuk atau tanpa bentuk (K7) sebesar 2,22, dan tipe konversi kawasan jalan (K8) sebesar 72,15 Ha. Prediksi kehilangan produksi padi jika semua lahan sawah rawan konversi mengalami konversi lahan sebesar ± 1405,99 Ton/Tahun.
ANALISIS POLA TANAM DAN KALENDER TANAM PADI SAWAH MENGGUNAKAN DATA CITRA LANDSAT 8 OLI TIRS DI DAERAH IRIGASI BATANG ANAI KABUPATEN PADANG PARIAMAN Deni Saputra; Eri Gas Ekaputra; Santosa Santosa
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 25, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.25.1.33-45.2021

Abstract

Pertumbuhan tanaman padi dipengaruhi oleh faktor pendukung alami yaitu iklim dan tanah, kendala yang sering dihadapi terjadinya perubahan iklim global yang berdampak terhadap pola curah hujan di berbagai wilayah. Dalam menentukan pilihan pola tanam yang efisien pada areal pertanian padi sawah, maka diperlukan upaya monitoring yang mampu mengamati, menganalisis, menyajikan dan memunculkan model keputusan, sehingga aktifitas pertanian padi sawah dapat dilakukan pada waktu yang tepat secara berkelanjutan. Penginderaan jauh (remote sensing) telah berkembang pesat dan penerapannya semakin luas untuk berbagai bidang, salah satunya pada sektor pertanian. Algoritma indeks vegetasi Normalized Difference Vegetation Indeks (NDVI) dan Enhanched Vegetation Indeks (EVI) untuk melakukan identifikasi fenologi tanaman padi. Melalui identifikasi umur tanam padi dapat diketahui pola tanam dan kalender tanam di daerah irigasi Batang Anai. Pola tanam interpretasi citra Landsat 8 selama 6 tahunan dengan menggunakan algoritma NDVI dan EVI adalah 2 kali setahun, musim tanam I pada bulan Januari dan musim tanam II pada bulan Juli. Pola tanam berdasarkan kondisi klimatologi adalah 2,5 kali setahun, musim tanam I pada bulan Januari, musim tanam II pada bulan Juni dan musim tanam III pada bulan November. Musim tanam IV pada bulan Maret dan musim tanam V pada bulan Agustus tahun berikutnya. Sebaran pola tanam dan kalender tanam berdasarkan interpretasi citra Landsat 8 dapat menjadi acuan, karena merupakan kebiasaan masyarakat setempat dan didukung oleh ketersediaan air dari curah hujan dan air irigasi.
ANALISIS DEBIT PADA DAS AIR DINGIN MENGGUNAKAN MODEL SWAT Nika Rahma Yanti; Rusnam Rusnam; Eri Gas Ekaputra
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.793 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.21.2.127-137.2017

Abstract

Perubahan penggunaan lahan dari lahan bervegetasi ke non vegetasi mengakibatkan besarnya limpasan (run off) sehingga debit menjadi meningkat terutama pada musim hujan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis debit pada DAS Air Dingin menggunakan model SWAT dan apakah model SWAT dapat diterapkan dalam mempresentasikan debit pada DAS Air Dingin. Model SWAT memerlukan data iklim, peta dan data tanah, curah hujan, kelerengan dan peta penggunaan lahan. Adapun tahapan yang dilakukan yaitu penyiapan data dan peta, deliniasi DAS, pembentukan HRU, simulasi visualisasi, kalibrasi, dan simulasi dengan model SWAT terkalibrasi. Debit DAS Air Dingin berkisar antara 3 – 30 m3/s. Setelah dilakukan kalibrasi model SWAT dapat mempresentasikan keadaan hidrologi DAS Air Dingin dengan R2 0,76 dan NS 0,64 sehingga model SWAT yang dijalankan dapat dikategorikan memuaskan.
Rancang Bangun Sistem Irigasi Tetes untuk Budidaya Cabai (Capsicum Annum L.) dalam Greenhouse di Nagari Biaro, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat Eri Gas Ekaputra; Delvi Yanti; Deni Saputra; Fadli Irsyad
Jurnal Irigasi Vol 11, No 2 (2016): Jurnal Irigasi
Publisher : Balai Teknik Irigasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.458 KB) | DOI: 10.31028/ji.v11.i2.103-112

Abstract

Chili plants (Capsicum Annum L.) requires the availability of water in sufficient quantities and timely. The situation can be achieved by the application of drip irrigation system. This is due to the system can set the amount and timing in accordance with the water requirements of chili plants. This research was conducted in Nagari Biaro, District Ampek Angkek, Agam regency which aims to design a drip irrigation system that is suitable and appropriate for chili cultivation in the greenhouse. In this study, observations were conducted to the evapotranspiration of chili (ETC), technical testing, and feasibility analysis of drip irrigation systems. Based on the research results, highest ETc of 2.16 mm/day was occurred in the period from the beginning of the generative phase, with an average discharge droplets of 137.685 mm3/sec, the system operated for 0.84 hours/day to meet the water needs of chili plants. However, by considering the three parameters of technical feasibility, the system is still not feasible because there was only one that fits the required value, namely the distribution efficiency (91.49%). The uniformity (76.97%) and irrigation efficiency (74.37%) have not yet reached the minimum required value of 90%, this is caused by differences in head and the length of each channel, thus the pressure on the line was not uniform which causing varied discharge droplets.
Penetapan Batas Nagari Berdasarkan Aspek Teknis dan Non-Teknis (Studi Kasus: Nagari Pasir Binjai, Kecamatan Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat) Delvi Yanti; Eri Gas Ekaputra; Eri Stiyanto
Warta Pengabdian Andalas Vol 29 No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.29.2.130-141.2022

Abstract

The affirmation of village boundaries is the process of determining the coordinates of the boundaries, which can be carried out using cartometric methods and surveys in the field. It is outlined as a boundary map for village boundaries coordinate points as agreed. The determination of affirmation generally consists of three stages: collecting and researching boundary documents, determining a base map, and making a cartometric map of village boundaries. This activity aimed to determine boundary segments, objects, cartometric points, and artificial pillars for determining and confirming the boundaries of Pasir Binjai Village, Silaut District, and Pesisir Selatan Regency. The results of this activity were 1) Pasir Binjai Village has five boundary segments, all segments bordering the border villages within one administrative area of ​​the Silaut District government; 2) Natural boundaries, namely mark village boundary objects: river flow or middle of the river, middle of drainage or ditch, a centre of the road, and some are found on community plantation land; 3) the total number of cartometric points as a reference and the village boundary nodes are 15 points; 4) the number of pillars made for the artificial marking of the village boundaries are six pillars, there are four boundary pillars which are the primary boundary reference pillars which are not located right on the boundary line, and two boundary pillars are the main boundary pillars which are located right on the boundary line.
Aplikasi Geographic Information System (Gis) Nagari Koto Gadang : Tempat Kelahiran Tokoh Nasional Sebagai Pendukung Pariwisata Bukittinggi Surya Afnarius; Darwison Darwison; Masril Syukur; Eri Gas Ekaputra
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.422 KB)

Abstract

Nagari/Desa Koto Gadang merupakan salah satu nagari yang berada di Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam Sumatera Barat. Dulu Nagari ini begitu terkenal dan ramai dikunjungi wisatawan. Wisatawan-wisatawan yang berkunjung ke Kota Bukittinggi akan selalu mampir ke Nagari ini yang punya daya tarik wisata sejarah, yaitu tempat kelahiran beberapa tokoh nasional yang berpengaruh di Indonesia. Namun saat ini, Nagari ini sudah jarang dikunjungi wisatawan, sehingga Nagari ini menjadi sepi. Untuk itu, satu usaha untuk menarik wisatawan telah dilakukan, yaitu menyebarkan informasi potensi Nagari Koto Gadang ini sebagai tempat wisata sejarah melalui internet dalam bentuk pembangunan dan penerapan aplikasi Geographic Information System (GIS). Paper ini melaporkan pembangunan dan penerapan aplikasi GIS itu sebagai satu luaran penelitian dan pengabdian masyarakat di Nagari Koto Gadang. Tujuan penelitian dan pengabdian masyarakat ini adalah untuk membangun dan menerapkan Aplikasi GIS Nagari Koto Gadang : Tempat Kelahiran Tokoh Nasional. Aplikasi GIS ini dibangun dengan menggunakan metode waterfall yang terdiri dari tahapan analisis, perancangan, pengkodean dan pengujian. Bahasa pemrograman PHP dan Javascript digunakan untuk membangun aplikasi web GIS. PostgreSQL dengan ekstensi PostGIS digunakan sebagai basis data. Aplikasi GIS yang dihasilkan dalam penelitian dan pengabdian masyarakat ini diuji dengan menggunakan metode pengujian kotak hitam dan data pariwisata Nagari Koto Gadang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi GIS yang dibangun dan diterapkan itu telah sesuai dengan apa yang diharapkan.