Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

STRATEGI MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA DI ERA PANDEMI COVID 19 Herawati Herawati; Armia Armia; Rizka Albar
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPandemi covid 19 menyebabkan 1,4 milyar siswa terdampak. Pendidikan berubah drastis ditandai dengan pembelajaran daring (dalam jaringan). Dengan kata lain krisis pendidikan ini berdampak pada ditutupnya seluruh sekolah dan diberlakukannya pembelajaran jarak jauh (PJJ) menggunakan sejumlah teknologi semisal zoom, googlemeet, google classroom, dan sebagainya sebagai teknologi penunjang tatap muka pembelajaran atau kelas tempat pertemuan guru dan siswa. Namun penggunaan media daring ini menghadapi tantangan tersendiri dalam proses pembelajaran, di antaranya: pembelajaran daring selama pandemi Covid-19 dihadapkan oleh berbagai persoalan jaringan di masyarakat. Sebab, tidak semua guru, siswa serta orang tua siap dalam pembelajaran daring ini. Persoalan disparitas teknologi antar rumah tangga, disparitas jaringan internet antar daerah, serta literasi teknologi guru dan orang tua yang bervariasi masih banyak ditemukan, tidak terkecuali masalah kurangnya kreativitas pembelajaran di era pembelajaran daring pandemi covid 19. Kurangnya kreativitas siswa menjadi salah satu masalah utama yang perlu segera diatasi oleh seluruh pihak terkait, sebagai bentuk upaya mewujudkan cita-cita/tujuan pendidikan nasional tersebut membutuhkan berbagai strategi; salah satunya adalah dengan melakukan seminar pengbadian masyarakat “Strategi Meningkatkan Kreativitas Siswa di Era Pandemi Covid 19” yang sekiranya dapat membuka cakrawala dan wawasan berpikir guru dan praktisi terkait agar senantiasa inovatif dan inisiatif dalam proses pembelajaran agar kreatifitas siswa senantiasa terjaga dan semakin meningkat secara signifikan kendati di era pandemi. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pada guru, terutama guru SMK/SMA yang mengajar desain arsitektur yang menuntut daya kreativitas yang mumpuni guna melahirkan para calon arsitek yang handal dan kreatif. Setelah pelaksanaan webinar pengabdian dapat disimpulkan bahwa: (1) seluruh peserta menunjukkan respon positif terhadap berbagai kegiatan terkait upaya-upaya memfasilitasi berbagai kemudahan dalam menjaga kualitas pendidikan di era pandemi, (2) adanya peningkatan kreatifitas peserta dalam proses pembelajaran dengan adanya komunikasi intens peserta setelah pelaksanaan webinar pengabdian masyarakat, dan (3) para peserta webinar antusias untuk mengikuti webinar lanjutan dalam waktu dekat. Kata Kunci: Strategi, Peningkatan, Kreativitas, Pandemi Covid 19.
PERANCANGAN GEDUNG PAMERAN INDUSTRI KREATIF ACEH DENGAN PENDEKATAN TEMA ARSITEKTUR PERILAKU DI MASA PANDEMI COVID 19 Dimas Pranoto; Armia Armia
JOURNAL OF INFORMATICS AND COMPUTER SCIENCE Vol. 8 No. 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Ubudiyah Indonesia University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jics.Vol8.Iss1.2168

Abstract

Abstrak - Indonesia merupakan Negara yang luas dengan beraneka ragam kekayaan hasil alam maupun potensi masyarakat yang memiliki jiwa Kreatifitas tinggi  yang melahirkan hasil karya Industri Kreatif dari tangan-tangan setiap individu maupun sekelompok Masyarakat yang tersebar di seluruh penjuru nusantara, tak terkecuali di Aceh. Aceh sebagai Provinsi yang melimpah akan Kreatifitas, Seni maupun Budaya selain itu Aceh merupakan Provinsi yang terletak di bagian paling Barat Indonesia yang mempunyai ketersediaan sarana dan prasarana infrastruktur yang sudah memadai. Namun sayangnya masih kurang mendapatkan perhatian, ataupun kurangnya bangunan Pameran Industri Kreatif sebagai wadah untuk memamerkan hasil karya seni Kreatif.Masyrakat-masyarakat Kreatif di Aceh sangat membutuhkan wadah atau tempat untuk menyalurkan ide-ide kreatifitas mereka, kemudian memamerkannya kepada Masyrakat Luas. Pandemi Covid 19 yang juga masih melanda di seluruh belahan dunia tidak terkecuali di Provinsi Aceh yang membuat runag gerak terbatas dan membuat pendapatan ekonomi dari para pelaku bisinis kecil hampir tidak ada. Berdasarkan hal ini maka dibutuhkan pusat Pameran kreatifitas  di  Aceh  yang  mampu  memfasilitasi  para  Masyarakat  Kreatif dan sekaligus pusat workshop (pelatihan),  yaitu Gedung   Pameran   Industri   Kreatif   Aceh.   Pameran   Industri   Kreatif   di   Aceh merupakan upaya yang diharapkan akan memfaslitasi proses perkembangan Industri Kreatif yang tidak hanya kegiatan pameran tetapi juga mencangkup di sektor pelestarian,  pengembangan,  periklanan,  serta  apresiasi  terhadap  pelaku  usaha Industri Kreatif. Pendekatan tema perancangan Gedung Pameran Industri Kreatif adalah Arsitektur Perilaku. Pada pendekatan ini diharapkan mampu mewadahi seluruh kegiatan para Masyarakat Kreatif dengan menciptakan ruang-ruang sosial sebagai sarana penghubung ke Masyarakat luas mengikuti standar kesehatan dan prosedur kesehatan dari WHO dan Pemerintah Indonesia yang bisa memfasilirtasi kegiatan para pelaku industri kreatif dan sebagai sarana pendukung untuk memajukan perekonomian di Provinsi Aceh.Kata kunci : Gedung Pameran, Industri Kreatif, Aceh, Arsitektur Perilaku. Abstract - Indonesia is a vast country with a wide variety of natural resources and the potential of people who have a high creativity spirit  in creates the work in the scope of the Creative Industry from the hands of each individual or group of people scattered throughout the archipelago, including Aceh. Aceh as a province that is abundant in creativity, arts and culture, besides that Aceh is a province located in the westernmost part of Indonesia, which has the availability of adequate infrastructure facilities and infrastructure. Unfortunately, however, there is still a lack of attention, or the lack of a Creative Industry Exhibition building as a forum for exhibiting the works of Creative art. Creative communities in Aceh really need a place or place to channel their creative ideas, then exhibit them to the wider community. The Covid 19 pandemic, which is also still engulfing all parts of the world, is no exception in Aceh Province, which makes space for movement limited and makes economic income from small business actors almost non-existent. Based on this, a creative exhibition center is needed in Aceh that is able to facilitate the Creative Society and at the same time a workshop (training) center, namely the Aceh Creative Industry Exhibition Building. The Creative Industry Exhibition in Aceh is an effort that is expected to facilitate the development process of the Creative Industry, which is not only an exhibition activity but also covers the preservation, development, advertising, and appreciation sectors of Creative Industry business actors. The approach to the design theme of the Creative Industry Exhibition Building is Behavioral Architecture. This approach is expected to be able to accommodate all activities of Creative Communities by creating social spaces as a means of connecting to the wider community following health standards and health procedures from WHO and the Government of Indonesia which can facilitate the activities of creative industry players and as a means of support for advancing the economy in Indonesia. Aceh Province.Keywords: Exhibition Building, Creative Industry, Aceh, Behavioural Architecture.
REDESAIN TERMINAL BUS TIPE A BATOH KOTA BANDA ACEH M Imam Khalid Azra; Armia Armia
JOURNAL OF INFORMATICS AND COMPUTER SCIENCE Vol. 9 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Ubudiyah Indonesia University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jics.v9i2.3623

Abstract

Abstrak- Terminal bus merupakan sebuah infrastruktur yang memiliki fungsi sebagai transportasi barang dan juga penumpang.  Infrastruktur terminal ini juga sangat  di diperlukan untuk mengatur seluruh kendaraan umum yang mengangkut penumpang meliputi bus, mini bus, dan transportasi umum lainnya. Dalam hal ini terminal memiliki peran yang cukup penting sehingga sarana dan prasarana yang sangat dibutuhkan oleh pengguna pun harus di optimalkan guna menunjang seluruh aktifitas pengguna didalam, namun hal tersebut tidak sesuai untuk kondisi terminal pada saat ini yang berada di Batoh.  Terminal  tipe  A yang  berada  di Batoh  Banda  Aceh  belum  sesuai  dengan standarisasi terminal tipe A pada umumnya faktor tersebut yang dapat mempengaruhi minat dari pengguna. Untuk saat ini. Redesain atau perancangan kembali terminal bus tipe A Batoh ini akan mengacu pada pedoman standarisasi terminal tipe A dengan penerapan konsep Simbolis Architecture di harapkan dapat menghidupkan kembali citra dari sebuah terminal dengan fungsinya secara maksimal dan pelayanan yang memadai serta dapat menarik masyarakat untuk menggunakan kembali.Kata Kunci : Redesain, Terminal Bus Tipe A, Arsitektur Simbolis.Abstract- The bus terminal is an infrastructure that has a function as the transportation of goods and passengers. This terminal infrastructure is also very much needed to regulate all public transportation that transports passengers including buses, mini buses, and other public transportation. In this case the terminal has an important role so that the facilities and infrastructure that are needed by the user must be optimized to support all user activities inside, but this is not suitable for the current condition of the terminal in Batoh.  The type A  terminal  in Batoh Banda  Aceh is not in  accordance  with the standardization of the type A terminal in general, these factors can affect the interest of users. For now. The redesign or redesign of the Batoh type A bus terminal will refer to the standardization guidelines for the type A terminal with the application of the Symbolic Architecture concept.Keywords: Redesign, Bus Terminal, Type A, Symbolic ArchitectureTraditional Market, Modern Architecture, Aceh.
PERENCANAAN PERANCANGAN RESORT PANTAI PASIR PUTIH LHOK ME ACEH BESAR (PENDEKATAN ARSITEKTUR TROPIS) Taufiqumullah Taufiqumullah; Armia Armia
JOURNAL OF INFORMATICS AND COMPUTER SCIENCE Vol. 10 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Ubudiyah Indonesia University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jics.v10i2.4338

Abstract

Abstrak- Kabupaten Aceh Besar merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Aceh yang memiliki  berbagai macam tempat untuk berlibur seperti pantai, gunung, persawahan  dan lainnya. Salah  satu  destinasi  yang  digemari  pelancong  untuk berlibur yaitu Pantai Pasir Putih Lhok Me. Pantai ini memiliki pesona alam yang sangat indah seperti laut berwarna biru dan jernih serta hamparan pasir putih disepanjang tepi pantai. Namun keindahan laut dan pantainya tidak diimbangi dengan kualitas sarana dan prasarana yang memamdai serta kurang nya akomodasi bagi para pelancong . oleh karena itu dengan adanya perancangan resort pasar putih Lhok Me yang memiliki kriteria hotel berbintang tiga menjadi solusi sebagai akomodasi untuk pengunjung pantai dan untuk menambah sarana dan prasarana sebagai penunjang untuk meningkatkan pariwisata di Aceh. Perancangan resot Pasir Putih Lhok me ini kabupaten Aceh Besar ini menggunakan pendekatan arsitektur tropis dengan tujuan supaya bangunan bisa beradaptasi dengan iklim dan kondisi tapak, sehingga bangunan mampu menciptakan  kenyamanan terhadap pengguna dan ramah dengan lingkungan melalui prinsip-prinsip arsitektur tropis yang menselaraskan bangunan dengan lingkungan sekitar nya. Perancangan proyek ini menerapkan konsep Tropical Meet Luxury, dimana konsep ini memberikan tampilan rancangan dengan ciri khas bangunan tropis namun tetap mempertahankan kesanmewah dan elegan pada rancangan dengan tujuan untuk menarik wisatawan. Lokasi perancangan beach resort ini berada di desa Lamreh  Lhok Me Lamreh kecamatan Mesjid Rraya, kabupaten Aceh Besar dengan luas lahan l ± 4 Hektar.Kata Kunci : Pantai Pasir Putih Lhok Me, Arsitektur Tropis, Tropical Meet Luxury,Pereancangan Resort, Beach ResortAbstract- Aceh Besar Regency is one of the districts in Aceh Province which has various places for holidays such as beaches, mountains, rice fields and others. One of the destinations that travelers like to go on holiday is Lhok Me White Sand Beach. This beach has very beautiful natural charm, such as the blue and clear sea and the stretch of white sand along the beach. However, the beauty of the sea and beaches is not matched by the adequate quality of facilities and infrastructure and the lack of accommodation for travelers. Therefore, the design of the Lhok Me White Market Resort which has the criteria of a three-star hotel is a solution as accommodation for beach visitors and to add facilities and infrastructure to support increasing tourism in Aceh. The design of the Pasir Putih Lhok Me resort in Aceh Besar district uses a tropical architectural approach with the aim that the building can adapt to the climate and site conditions, so that the building is able to create comfort for users and be friendly to the environment through tropical architectural principles that harmonize the building with the surrounding environment. his. The design of this project applies the Tropical Meet Luxury concept, where this concept provides a design appearance with the characteristics of a tropical building but still maintains a luxurious and elegant impression in the design with the aim of attracting tourists. The design location for this beach resort is in Lamreh Lhok Me Lamreh village, Mesjid Rraya sub-district, Aceh Besar district with a land area of l ± 4 hectares.Keywords: Lhok Me Pasir Putih Beach, Tropical Architecture, Tropical Meet Luxury, Resort Design, Beach Resort
PERANCANGAN APLIKASI MANAJEMEN KOPERASI SYARIAH BERBASIS WEB DI KPRI KOPKES MANDIRI SYARIAH ACEH BARAT DAYA Muhammad Ilham; M. Bayu Wibawa; Armia Armia
JOURNAL OF INFORMATICS AND COMPUTER SCIENCE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Ubudiyah Indonesia University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jics.v11i2.4694

Abstract

Koperasi Konsumen Pegawai Negeri (KPRI) Koperasi Kesehatan (KOPKES) Mandiri Syariah Aceh Barat Daya (ABDYA) adalah koperasi yang bergerak dibidang simpan pinjam bagi tenaga kesehatan yang bekerja di Kabupaten Aceh Barat Daya. Selama ini, beberapa koperasi di daerah masih menerapkan sistem manual. Proses pengolahan data manual akan mengakibatkan keterlambatan pengurus dalam mengambil keputusan. Tentu saja metode tersebut menjadi sangat tidak efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu rancangan aplikasi simpan pinjam di Kabupaten Aceh Barat Daya. Perancangan aplikasi dibangun dengan struktur yang sistematis, menggunakan bahasa pemrograman PHP dan manajemen basis data MySQL. Sistem ini dirancang khusus sesuai dengan kebutuhan KPRI KOPKES Mandiri Syariah Aceh Barat Daya tujuannya tentu saja untuk manajemen pengolahan data yang lebih mudah, cepat dan akurat.
INTEGRATION OF BICYCLE INFRASTRUCTURE IN ENVIRONMENTALLY FRIENDLY TRANSPORTATION-ORIENTED URBAN DESIGN IN THE ULEE LHEUE AREA (STRATEGIC ACCESS TO COASTAL TOURISM AND PORT FACILITIES) Annisa Qadrunnada; Armia Armia; Dodi Venalosa Kombih
JOURNAL OF INFORMATICS AND COMPUTER SCIENCE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Ubudiyah Indonesia University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jics.v11i1.4905

Abstract

Environmentally friendly transportation is an urgent need for cities in Indonesia to address issues of climate change, air pollution, and traffic congestion. This study focuses on the integration of bicycle infrastructure within environmentally friendly transportation-based urban planning in the Ulee Lheue Area, Banda Aceh. The area holds strategic potential as a coastal tourism and port destination, yet still relies heavily on motorized vehicle transportation. The objective of this research is to analyze the existing transportation infrastructure conditions, identify bicycle infrastructure needs, and formulate design strategies for bicycle infrastructure integration in the area. The research employs a descriptive-qualitative approach through literature review, field surveys, interviews, and data analysis using spatial and SWOT techniques. The expected outcomes of this study include design recommendations for bicycle infrastructure that is integrated with public and tourism facilities, as well as implementation strategies to support environmentally friendly transportation. This study offers theoretical contributions to the development of sustainable city concepts, practical contributions through policy recommendations, and environmental benefits by reducing carbon emissions in urban areas.Keywords: Flexible design, subsidized housing, space optimization, small dwellings, type 36, Sanggamara Housing Complex.
REVITALISASI PASAR TRADISIONAL SEULIMEUM DENGAN KONSEP ARSITEKTUR KONTEMPORER Alditya Alditya; Armia Armia
JOURNAL OF INFORMATICS AND COMPUTER SCIENCE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Ubudiyah Indonesia University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jics.v11i1.4960

Abstract

Pasar tradisional di Indonesia bukan hanya tempat belanja, tapi juga menjadi bagian penting untuk ekonomi masyarakat dan tempat yang mencerminkan keunikan kota. Pasar ini bukan cuma tentang jual-beli, tapi juga tentang budaya dan identitas lokal yang kaya. Pasar tradisional Seulimeum berlokasi di Kecamatan Seulimeum Kabupaten Aceh Besar, tepatnya di samping jalan nasional dan di area pemukiman warga. Letak pasar yang strategis dan kemudahan akses yang mudah dijangkau, menjadikan pasar ini banyak di datangi pengunjung. Pasar Tradisional Seulimeum juga dikenal dengan pasar senin jumat karena pada hari tersebut banyak pedagang berdatangan dari berbagai kabupaten ke pasar tersebut untuk menjual berbagai macam dagangan mereka dan hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung pasar. Berdasarkan informasi dan data observasi yang penulis dapatkan setelah mengganalisa eksisting pasar, maka dapat dikehaui bahwa pasar tersebut belum dikelola secara tepat ditandai dengan maraknya pedagang yang menggunakan bahu jalan sebagai area dagang, tidak adanya zonasi yang jelas, los dan kios yang tidak tertata, bangunan lama yang tidak terawat, serta minim fasilitas penunjang lainnya seperti area parkir, toilet, pos kesehatan, dll. Maka redesain Pasar Tradisional Seulimeum sangat dibutuhkan sebagai alternatif solusi terhadap berbagai permasalahan yang terjadi di pasar, yaitu dengan meningkatkan kualitas pasar tradisional yang bertujuan agar pengunjung lebih merasa nyaman dan aman saat berada didalam lingkungan Pasar Tradisional Seulimuem dengan pendekatan tema arsitektur kontemporer yang difokuskan pada perancangan.  
ANALISIS DAN VISUALISASI DATA MONITORING DAFTAR TUNGGU PELANGGAN PT PLN (PERSERO) UP3 LHOKSEUMAWE MENGGUNAKAN GOOGLE LOOKER STUDIO Zalfie Ardian; Wan Nurul Ainy; Armia Armia
JOURNAL OF INFORMATICS AND COMPUTER SCIENCE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Ubudiyah Indonesia University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jics.v11i1.5191

Abstract

Abstrak— Pelayanan pelanggan yang efisien dan berbasis data merupakan kebutuhan krusial bagi operasional perusahaan penyedia jasa publik seperti PT PLN (Persero). Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah belum optimalnya pemanfaatan data monitoring daftar tunggu pelanggan, yang saat ini hanya tersedia dalam format spreadsheet dan menyulitkan analisis real-time. Menyadari urgensi ini, penelitian ini bertujuan untuk mengolah dan memvisualisasikan data daftar tunggu pelanggan sebagai implementasi sistem informasi menggunakan Google Looker Studio. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah deskriptif kuantitatif, didukung oleh teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi terhadap data internal PLN. Data awal diperoleh dari Bagian Niaga dan Pemasaran PT PLN (Persero) UP3 Lhokseumawe, kemudian diproses lebih lanjut menggunakan Google Sheets sebelum divisualisasikan secara komprehensif melalui dashboard interaktif di Google Looker Studio. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah dashboard visual yang menyajikan informasi penting terkait jumlah permintaan layanan, status penyelesaian, jenis layanan, durasi pelayanan, dan sebaran permohonan antar Unit Layanan Pelanggan (ULP). Visualisasi ini dilengkapi dengan fitur interaktif seperti filter berdasarkan waktu, jenis transaksi, dan ULP, serta penerapan formula logika (IF, CASE WHEN, dan SUM) untuk mendukung analisis mendalam. Keberadaan dashboard ini berhasil meningkatkan efisiensi monitoring, transparansi informasi, dan mendukung proses evaluasi kinerja yang lebih data-driven. Dengan sistem visualisasi data ini, Bagian Niaga dan Pemasaran dapat mengambil keputusan secara lebih cepat dan tepat, sekaligus menjadikan informasi backlog pelanggan lebih mudah dipahami oleh seluruh tim internal. Proyek ini membuktikan bahwa implementasi sistem informasi melalui business intelligence tools dapat memberikan dampak signifikan terhadap pengelolaan layanan pelanggan dan peningkatan performa Perusahaan. 
IMPLEMENTASI SISTEM PAKAR DIAGNOSIS HIV BERBASIS WEB DENGAN METODE FORWARD CHAINING Rizka Albar; Murtadha Murtadha; Desita Ria Yusian TB; Armia Armia; M. Bayu Wibawa
JOURNAL OF INFORMATICS AND COMPUTER SCIENCE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Ubudiyah Indonesia University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jics.v11i1.5192

Abstract

Abstrak - Penyakit HIV/AIDS tetap menjadi isu kesehatan yang signifikan, terutama di daerah dengan tingkat kasus yang tinggi seperti Aceh. Dalam era digital saat ini, sistem pakar berbasis web menawarkan solusi yang menjanjikan untuk memberikan informasi dan layanan diagnosa secara efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pakar diagnosa penyakit HIV berbasis web menggunakan metode forward chaining. Pendekatan ini memungkinkan pengumpulan gejala yang dilaporkan oleh pengguna dan penerapan aturan logika untuk mencapai diagnosis akhir. Diharapkan sistem ini dapat secara efektif meningkatkan kesadaran, pencegahan, dan penanganan HIV, serta mengurangi dampak negatifnya. Kolaborasi dengan institusi kesehatan setempat dan evaluasi serta validasi sistem yang dikembangkan menjadi kunci keberhasilan implementasi. Dengan aksesibilitas melalui platform web, sistem ini bertujuan untuk memberikan masyarakat kemudahan dalam mengakses informasi dan layanan diagnosa penyakit HIV, sehingga berdampak positif dalam upaya penanggulangan penyakit ini.  
EVALUASI KEPUASAN PENGUNJUNG TERHADAP ELEMEN FISIK DAN PENATAAN KAWASAN MASJID OMAN AL-MAKMUR KOTA BANDA ACEH Farah Jubhilla; Annisa Qadrunnada; Armia Armia; Ella Andini Lidia
JOURNAL OF INFORMATICS AND COMPUTER SCIENCE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Ubudiyah Indonesia University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jics.v11i1.5193

Abstract

Abstrak— Masjid Oman Al-Makmur di Kota Banda Aceh merupakan salah satu masjid dengan tingkat kunjungan tinggi yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat aktivitas sosial, pendidikan, dan wisata religi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pengunjung terhadap elemen fisik dan penataan kawasan masjid, mencakup aspek pelayanan, fasilitas, vegetasi, dan aksesibilitas. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Sampel penelitian berjumlah 140 responden yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pengunjung berada pada kategori sangat puas untuk aspek kondisi pelayanan (4,33), ketersediaan fasilitas (4,45), kondisi fasilitas (4,42), kondisi vegetasi (4,21), ketersediaan aksesibilitas (4,22), dan kondisi aksesibilitas (4,36). Sedangkan kategori puas terdapat pada aspek ketersediaan pelayanan (4,03) dan ketersediaan vegetasi (4,13). Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan kawasan Masjid Oman Al-Makmur telah memenuhi ekspektasi pengunjung. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar pengelola masjid melakukan perbaikan dan penambahan fasilitas penunjang seperti area parkir, toilet, serta fasilitas ramah difabel, serta meningkatkan pemeliharaan vegetasi dan penataan kawasan untuk memperkuat kenyamanan dan daya tarik masjid secara berkelanjutan.