Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

IMPLEMENTASI KONSEP MERDEKA BELAJAR KOLABORATIF MELALUI PENGOLAHAN TANAMAN BIOFARMAKA GALAKTAGOG DI KOTA MATARAM I Gusti Agung Ayu Hari Triandini; Anri Anri; Yani Mulyani; Rahma Ziska; Cep Ahmad Muhtar; I Gde Adi Suryawan Wangiyana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.12496

Abstract

ABSTRAKKebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka mendorong proses pembelajaran di perguruan tinggi yang semakin otonom dan fleksibel. Dalam mendukung konsep merdeka belajar diperlukan kerja sama antar prodi dan dunia industri serta mitra lainnya. Prodi mitra dan prodi pelaksana pengabdian memiliki visi misi yang sama yaitu menumbuhkan jiwa entrepreneur sebagai profil lulusannya. Mitra kegiatan pengabdian masyarakat yaitu dari kelompok studi HHBK (Hasil Hutan Bukan Kayu) UNDIKMA (Universitas Pendidikan Mandalika), Pengusaha Produk Herbal Sasak Aren dan Kader ASMAN TOGA (Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga)Bendega. Metode dan tahapan dalam penerapan iptek kepada masyarakat antara lain mulai dari identifikasi kebutuhan mitra, perancangan kegiatan, pelaksanaan kegiatan webinar, pendampingan operasional dan praktek serta evaluasi kegiatan. Edukasi dilakukan secara active and participatory learning yaitu edukasi mengenai tanaman biofarmaka berdasarkan evidence based practice dan pelatihan pembuatan makanan dan minuman herbal instan yang berkhasiat sebagai galaktagog yaitu berupa manisan jahe agar dan teh celup katuk dengan jumlah peserta 40 orang. Tahapan pengolahan produk yang dilakukan secara umum yaitu sortasi, pencucian, pengeringan dan pengolahan serta pengemasan produk. Terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra jika dibandingkan antara sebelum dan sesudah kegiatan. Secara umum, diketahui bahwa tingkat pengetahuan responden tentang tanaman biofarmaka sebelum kegiatan yaitu rata-rata 68,75% (cukup) dan mengalami peningkatan menjadi 100% (baik) setelah kegiatan sosialisasi dilakukan. Mitra telah mampu membuat produk galaktagog herbal jenis manisan jahe agar & teh celup katuk serta menguasai pengetahuan dasar tentang pengolahan tanaman biofarmaka. Kata kunci: belajar; biofarmaka; galaktagog; merdeka. ABSTRACTThe Independent Campus Learning Policy encourages the learning process in higher education to become more autonomous and flexible. In supporting the concept of independent learning,the collaboration between study programs and the industrial world, and other partners is needed. The partner study program and the service-implementing study program have the same vision and mission to create an entrepreneurial spirit in the alumni profile. The Partners for community service activities are the UNDIKMA NTFPs (Non-Timber Forest Products) study group, Sasak Aren Herbal Product Entrepreneurs, and ASMAN TOGA Bendega Cadre. Methods and stages in the application of science and technology to the community, starting from identifying partner needs, designing activities, implementing webinars, operational and practical assistance, and evaluating activities. Education is carried out in active and participatory learning, as the education regarding biopharmaceutical plants based on evidence-based practice and training on making instant herbal food and drinks which are efficacious as galactagogues in the form of ginger candy jelly and katuk tea with 40 participants. The stages of product processing are sorting, washing, drying, and processing, and packaging of products. There was an increase in partners' knowledge and skills when compared before and after the activity. In general, it is known that the level of knowledge of respondents about biopharmaceutical plants before the activity was an average of 68.75% (enough) and increased to 100% (good) after the socialization activity was carried out. Partners have been able to make herbal galactagogue products such as ginger candy jelly & katuk tea bags and have basic knowledge about processing biopharmaceutical plants. Keywords: study; biopharmaca; galactagogue; independence.
Combined Antidiabetic and Antidyslipidemic Activity of Ageratum conyzoides and Gynura procumbens in Alloxan-induced Diabetic Rats Yani Mulyani; Nazarul Mastura; Salsha Rosilopya; Aris Suhardiman; Kania Fajarwati; Entris Sutrisno
Majalah Obat Tradisional Vol 28, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mot.83785

Abstract

Unhealthy lifestyle habits greatly increase the risks of various degenerative illnesses, for example, diabetes mellitus as well as dyslipidemia. Recent studies have shown that the pharmaceutical drugs used for the treatment of these conditions have undesirable side effects. This indicates that it is necessary to find more effective and safe alternative treatment options, particularly in medicinal plants, such as Ageratum conyzoides and Gynura procumbens. Therefore, this research examined the combined antidiabetic and antidyslipidemic activity of Ageratum conyzoides and Gynura procumbens extracts in alloxan-induced diabetic rats. The insulin sensitivity of the test animals was assessed at the beginning of the experiment using the oral glucose tolerance test (OGTT) through the administration of 3 g/kgBW glucose. Pancreatic destruction was induced with the intraperitoneal injection of a single dose of 150 mg/kgBW alloxan, and the rats were treated with ethanol extract for 14 days. High-density lipoprotein cholesterol (HDL-C), Triglycerides (TG), total cholesterol (TC), and low-density lipoprotein cholesterol (LDL-C) were measured using the enzymatic method. The results showed that the single extracts and their combination exhibited high antidiabetic and antidyslipidemic activity. This was indicated by a substantial reduction in fasting blood sugar, TG, TC, and LDL-C (p<0.05), and an insignificant increase in HDL-C. The activity of the combined extract was similar to the single extracts, but it was not better in decreasing TG levels. Based on these findings, 95% ethanol extract of Ageratum conyzoides, Gynura procumbens, and their combination exhibited high antidiabetic and antidyslipidemic activity in alloxan-induced rats.
REVIEW : THE EFFECT OF MEDICATION REMINDER APPLICATIONS ON MEDICATION COMPLIANCE IN TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS Deni Hendra Alamsyah; Yani Mulyani; Marita Kaniawati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 4 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i4.926

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a medical disorder that is characterized by elevated blood glucose levels. Its prevalence is increasing globally, with Indonesia projected to have 21.3 million type 2 DM patients by 2030. Medication compliance is crucial in managing diabetes, and medication reminder applications can effectively enhance patient adherence. We conducted a systematic review of 10 national and international journals from to 2013-2023 using PubMed, Google Scholar, and Science Direct, focusing on the following keywords: Diabetes, Medication Compliance, Medication Reminder Application. Our findings suggest that patient knowledge and compliance play a pivotal role in the success of therapy management and that medication reminder applications have a positive impact on enhancing medication adherence. Ensuring that patients with diabetes have access to these tools may improve treatment outcomes. Keywords: Diabetes Mellitus Type 2; Medication Compliance; Medication Reminder Application, Medication Adherence; Medication Reminder App
PENDEKATAN SISTEM PENGHANTARAN NANOPARTIKEL BERBASIS LIPID SEBAGAI OBAT ANTIJERAWAT : REVIEW: Putriyanti Al-fira; Jafar Garnadi; Mulyani Yani
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1761

Abstract

Jerawat adalah gangguan kulit yang terjadi ketika folikel rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Bakteri gram positif propionibacterium acnes adalah akar dari jerawat. Propionibacterium acne tumbuh karena akumulasi sebum, yang menyebabkan jerawat. Untuk mengatasi jerawat, berbagai bahan aktif dan metode pengobatan telah dikembangkan. Penghantaran melalui nanoteknologi adalah metode terbaru yang digunakan. Ini dipilih karena kemampuan nanoteknologi untuk meningkatkan stabilitas bahan aktif, meningkatkan penetrasi bahan aktif ke dalam kulit, dan memungkinkan zat aktif dibawa ke area yang ditargetkan. Metode yang digunakan yaitu Artikel ilmiah dikumpulkan dari sumber nasional dan internasional 10 tahun terakhir (2014-2024). Hasil yang ditunjukkan bahwa metode nanopartikel menunjukkan potensi besar sebagai bahan aktif anti jerawat karena ukurannya yang kecil memungkinkan penetrasi kulit lebih baik, pelepasan bahan aktif secara terkendali, dan perlindungan dari degradasi lingkungan. Keberhasilannya terbukti dalam berbagai studi dan uji klinis, dengan penurunan signifikan jerawat dan peningkatan kondisi kulit. Pengembangan terbaru, seperti nanopartikel lipid, nanopartikel polimer, dan nanopartikel metal. Diskusi dalam review artikel ini melakukan pendalaman terhadap pengembangan obat dan sitem penghantaran obat baru, meliputi proses sintesis, karakterisasi, mekanisme kerja, dan hasil uji klinis yang relevan. Penggunaan nanopartikel lipid telah menunjukkan potensi besar sebagai penghantar obat yang efektif,  nanopartikel polimer menawarkan kontrol pelepasan obat yang lebih baik dan nanopartikel logam menawarkan sifat antimikroba intrinsik. dan Kesimpulannya review artikel ini akan mengulas secara menyeluruh berbagai penelitian mengenai penghantaran zat aktif terbarukan melalui nanoteknologi untuk terapi jerawat.
PENDEKATAN SISTEM PENGHANTARAN NANOPARTIKEL BERBASIS LIPID SEBAGAI OBAT ANTIJERAWAT : REVIEW: Putriyanti Al-fira; Jafar Garnadi; Mulyani Yani
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1761

Abstract

Jerawat adalah gangguan kulit yang terjadi ketika folikel rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Bakteri gram positif propionibacterium acnes adalah akar dari jerawat. Propionibacterium acne tumbuh karena akumulasi sebum, yang menyebabkan jerawat. Untuk mengatasi jerawat, berbagai bahan aktif dan metode pengobatan telah dikembangkan. Penghantaran melalui nanoteknologi adalah metode terbaru yang digunakan. Ini dipilih karena kemampuan nanoteknologi untuk meningkatkan stabilitas bahan aktif, meningkatkan penetrasi bahan aktif ke dalam kulit, dan memungkinkan zat aktif dibawa ke area yang ditargetkan. Metode yang digunakan yaitu Artikel ilmiah dikumpulkan dari sumber nasional dan internasional 10 tahun terakhir (2014-2024). Hasil yang ditunjukkan bahwa metode nanopartikel menunjukkan potensi besar sebagai bahan aktif anti jerawat karena ukurannya yang kecil memungkinkan penetrasi kulit lebih baik, pelepasan bahan aktif secara terkendali, dan perlindungan dari degradasi lingkungan. Keberhasilannya terbukti dalam berbagai studi dan uji klinis, dengan penurunan signifikan jerawat dan peningkatan kondisi kulit. Pengembangan terbaru, seperti nanopartikel lipid, nanopartikel polimer, dan nanopartikel metal. Diskusi dalam review artikel ini melakukan pendalaman terhadap pengembangan obat dan sitem penghantaran obat baru, meliputi proses sintesis, karakterisasi, mekanisme kerja, dan hasil uji klinis yang relevan. Penggunaan nanopartikel lipid telah menunjukkan potensi besar sebagai penghantar obat yang efektif,  nanopartikel polimer menawarkan kontrol pelepasan obat yang lebih baik dan nanopartikel logam menawarkan sifat antimikroba intrinsik. dan Kesimpulannya review artikel ini akan mengulas secara menyeluruh berbagai penelitian mengenai penghantaran zat aktif terbarukan melalui nanoteknologi untuk terapi jerawat.
REVIEW ARTIKEL TANAMAN BANDOTAN (Ageratum conyzoides Linn) SEBAGAI ANTIBAKTERI, ANTIOKSIDAN DAN ANTIINFLAMASI Yani Mulyani; Lingga Febiani; Ari Yuniarto
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 5 No 1 (2021): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/aj5qqa57

Abstract

Tanaman bandotan (Ageratum conyzoides Linn) merupakan tanaman yangtumbuh dilingkungan tropis maupun subtropis. Pemanfaatan tanaman bandotan secara empiris digunakan sebagai antibakteri, antioksidan dan antiinflamasi. Oleh sebab itu, review artikel ini dibuat untuk memberikan informasi berbagai hasil penelitian yang mendukung bukti kesesuaian dengan pemanfaatan secara empiris sebagai antibakteri, antioksidan dan antiinflamasi.  Aktivitas antibakteri dari tanaman bandotan diperoleh pada tanamanbandotan yang mampu menghambat bakteri gram positif maupun gram negatif. Aktivitas antioksidan diperoleh pada tanaman bandotan dengan metode DPPH, pemulungan H2O2, peroksida lipid, FRAP dan TEAC yang menunjukkan nilai IC50 yang tinggi dibandingkan dengan obat standar. Aktivitas antiinflamasi tanaman bandotan secara In Vivo dengan penetapan persentase inhibisi yang menunjukkan hasil efek antiinflamasi yang berbeda-beda, tergantung pada dosis yang diberikan.  Senyawa yang berperan dalam aktivitas antibakteri, antioksidan danantiinflamasi yaitu flavonoid, fenol, tanin, alkaloid dan saponin. Dari hasil review ditemukan bukti aktivitas farmakologi dari penggunaan tanaman bandotan secara empiris. 
PENGEMBANGAN GRANUL EFFERVESCENT KOMBINASI BINAHONG DAN SAMBUNG NYAWA: AKTIVITAS ANTIDIABETES IN VITRO DAN TOKSISITAS AKUT Mulyani Yani; Supriadi Dadih; Marliani Lia; Putra Widdy Aditya
Pharmacoscript Vol. 9 No. 1 (2026): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v9i1.2538

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat secara global. Pengembangan terapi berbasis bahan alam dengan profil keamanan yang baik menjadi salah satu pendekatan yang banyak dikaji. Binahong (Anredera cordifolia) dan sambung nyawa (Gynura procumbens ) merupakan tanaman obat yang dilaporkan memiliki aktivitas terkait pengelolaan diabetes. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi aktivitas antidiabetes melalui uji in vitro dari kombinasi ekstrak binahong dan sambung nyawa serta mengembangkan formulasi granul effervescent sebagai bentuk sediaan yang lebih praktis. Aktivitas in vitro dievaluasi melalui uji penghambatan enzim α-amilase dan α-glukosidase, dengan acarbose sebagai kontrol positif. Uji toksisitas akut oral dilakukan pada tikus betina galur Wistar mengikuti pedoman OECD. Kombinasi ekstrak selanjutnya diformulasikan ke dalam sediaan granul effervescent dan dievaluasi sifat fisiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak mampu menghambat aktivitas α-amilase (IC₅₀ 21,90 ± 2,93 µg/mL) dan α-glukosidase (IC₅₀ 26,15 µg/mL) secara in vitro. Pada uji toksisitas akut, kombinasi ekstrak tidak menunjukkan mortalitas hingga dosis 2000 mg/kgBB, sehingga dikategorikan termasuk kategori 5 memiliki toksisitas ringan. Granul effervescent yang dihasilkan (formula F2 dan F3) memenuhi parameter evaluasi fisik, termasuk sifat alir yang baik, waktu dispersi kurang dari 5 menit, dan pH larutan yang dapat diterima. Berdasarkan hasil tersebut, kombinasi ekstrak binahong dan sambung nyawa menunjukkan potensi aktivitas antidiabetes berbasis penghambatan enzim secara in vitro serta profil keamanan akut yang baik, dan berhasil diformulasikan dalam bentuk granul effervescent dengan karakteristik fisik yang memenuhi persyaratan. Penelitian ini berpotensi menjadi dasar pengembangan lebih lanjut sediaan fitoterapi sebagai terapi komplementer diabetes.
Review: Penghantaran Nanopartikel Berbasis Lipid Dalam Pemanfaatan Senyawa Bahan Alam Yang Mengandung Antioksidan Untuk Dermatologi Panji Bachrudin; Garnadi Jafar; Yani Mulyani
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i2.20868

Abstract

Stres oksidatif merupakan faktor penting dalam berbagai penyakit kulit seperti Alopecia areata, dermatitis atopik, dermatitis seboroik, dan jerawat. Penurunan kadar antioksidan enzimatik seperti GPX dan SOD serta antioksidan non-enzimatik seperti vitamin A, C, dan E sering terjadi pada kondisi-kondisi ini, sementara penanda stres oksidatif seperti TBARS dan MDA meningkat. Molekul aktif farmasi yang lipofilik sering menghadapi tantangan dalam pemberian dan penyerapan pada pasien dermatologi. Banyak senyawa aktif alami dari tanaman memiliki aktivitas antioksidan yang baik. Penelitian ini mengevaluasi peran stres oksidatif dalam penyakit kulit dan mengkaji efektivitas Solid Lipid Nanoparticle (SLN) dan Nanostructured Lipid Carrier (NLC) dalam meningkatkan pemberian dan penyerapan molekul aktif farmasi lipofilik dalam pengobatan dermatologi. Metode penelitian mencakup pencarian artikel ilmiah dari sumber nasional dan internasional seperti Pubmed, Google Scholar, dan Science Direct dalam kurun waktu 2004-2024 dengan kata kunci Antioksidan, NLC, Dermatologi, dan Senyawa Alami. Hasil menunjukkan bahwa stres oksidatif berperan signifikan dalam penyakit kulit, menekankan pentingnya strategi antioksidan yang efektif. SLN dan NLC terbukti sebagai solusi efektif untuk meningkatkan pemberian dan penyerapan molekul aktif farmasi lipofilik dalam dermatologi. Kata Kunci: Antioksidan, Nanostructured Lipid Carrier (NLC), Senyawa Alami, Nanoteknologi, Dermatologi Oxidative stressed was a key factor in skin diseases such as alopecia areata, atopic dermatitis, seborrheic dermatitis, and acne.  Patients with these conditions often showed decreased levels of enzymatic antioxidants liked GPX and SOD, and non-enzymatic antioxidants liked vitamins A, C, and E, while oxidative stressed markers such as TBARS and MDA increase.  In dermatology, the administration and absorption of highly lipophilic active pharmaceutical molecules were challenging.  Additionally, many natural plant compounds exhibit significant antioxidant activity.  This studied evaluates the role of oxidative stressed in skin diseases and examines the effectiveness of Solid Lipid Nanoparticles (SLN) and Nanostructured Lipid Carriers (NLC) in improving the delivery and absorption of lipophilic active pharmaceutical molecules for dermatological treatments.  The researched involved a literature review from sources liked PubMed, Google Scholar, and Science Direct over the last 20 years (2004-2024) used keywords such as antioxidants, NLC, dermatology, and natural compounds. Findings highlight the significant role of oxidative stressed in skin diseases, emphasizing the needed for effective antioxidant strategies. SLN and NLC are identified as promising solutions to enhance the delivery and absorption of lipophilic active pharmaceutical molecules in dermatology.