Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGARUH VITAMIN B6 TERHADAP NILAI UJIAN BLOK MAHASISWA Christin Rony Nayoan; Amany, Anisha Inas; Towidjojo, Vera Diana; Andi Alfia Muthmainnah Tanra; Rahma; IPFI White; Haerani Harun
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 03 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i03.350

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Vitamin B6 berfungsi sebagai kofaktor dalam lebih dari 100 reaksi enzimatik, dan berperan pada sintesis neurotransmitter seperti gamma-aminobutyric acid (GABA), serotonin, dan dopamine sehingga berpotensi mempengaruhi fungsi otak yang berkaitan dengan konsentrasi, daya ingat, dan performa akademik pada mahasiswa terutama dalam ujian blok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh vitamin B6 terhadap nilai ujian blok mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Angkatan 2023. Metode : Penelitian kuasi-eksperimental dengan Posttest-Only Control Group Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling, kemudian dibagi menjadi dua kelompok dengan perlakuan berbeda. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan Uji T Sampel Independen. Hasil : Total sampel adalah 36 mahasiswa yang dibagi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen-diberikan vitamin B6 100 mg per hari selama 3 minggu 5 hari dan kelompok kontrol-tidak diberikan vitamin B6. Didapatkan nilai rata-rata ujian blok pada kelompok eksperimen adalah 50,19; kelompok kontrol adalah 42,63; dan nilai signifikansi 0,006 antar kelompok. Kesimpulan: Suplementasi vitamin B6 dapat meningkatkan performa akademik mahasiswa kedokteran. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan, yaitu tidak adanya penilaian awal (pre-test) sehingga kondisi awal sampel tidak diketahui, serta terdapat banyak faktor yang tidak dapat dikendalikan yang mungkin memengaruhi performa akademik sampel penelitian. ABSTRACT Background: Vitamin B6 functions as a cofactor in over 100 enzymatic reactions and plays a role in the synthesis of neurotransmitters such as gamma-aminobutyric acid (GABA), serotonin, and dopamine. These neurotransmitters have the potential to influence brain functions related to concentration, memory, and academic performance, particularly in medical students during block examinations. This study aimed to examine the effect of vitamin B6 supplementation on the block exam scores of medical students at the Faculty of Medicine, Tadulako University, Class of 2023.Methods: This was a quasi-experimental study using a posttest-only control group design. Samples were selected using random sampling and divided into two groups receiving different treatments. Data analysis included normality testing, homogeneity testing, and independent sample t-tests.Results: A total of 36 students participated in the study, divided into two groups: the experimental group received 100 mg of vitamin B6 daily for 3 weeks and 5 days, while the control group received no supplementation. The average block exam score in the experimental group was 50.19, compared to 42.63 in the control group, with a statistically significant difference between groups (p = 0.006).Conclusion: Vitamin B6 supplementation may enhance the academic performance of medical students. However, this study has limitations, including the absence of a baseline (pre-test) assessment, which prevents evaluation of initial conditions, and the presence of various uncontrolled factors that may have influenced the academic performance of the participants.
PERBANDINGAN KADAR GLUKOSA DARAH DUA JAM POSTPRANDIAL SETELAH KONSUMSI KURMA AJWA DAN PISANG AMBON PADA INDIVIDU SEHAT Faaz, Muh Azzam; Harun, Haerani; Rachmat, Nihayatul Khoiriyah; Yanti, Riska; Hermanto, Darent Aditya Nasario; Towidjojo, Vera Diana; Sofyan, Asrawati
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 10, No 2 (2026): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUN
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v10i2.37827

Abstract

Pemilihan jenis buah memengaruhi respons glikemik postprandial yang esensial dalam pencegahan gangguan metabolisme glukosa. Kebaruan penelitian ini terletak pada perbandingan langsung respons glikemik dua jam postprandial antara konsumsi porsi lazim kurma Ajwa dan pisang Ambon pada individu sehat menggunakan desain quasi-eksperimental. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh konsumsi porsi lazim kurma Ajwa (tiga butir) dan pisang Ambon (satu buah) terhadap kadar glukosa darah dua jam postprandial (GD2PP) pada individu sehat. Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparatif berdesain quasi-eksperimental (two-group pretest-posttest) ini melibatkan 92 responden sehat (52 kelompok kurma; 40 kelompok pisang) melalui consecutive sampling. Setelah berpuasa 8–10 jam, glukosa darah puasa (GDP) diukur menggunakan glucometer POCT. Subjek kemudian diberikan intervensi buah dan diukur kembali GD2PP-nya tepat dua jam pascakonsumsi. Data dianalisis menggunakan uji Paired t-test dan Independent t-test. Kelompok pisang menunjukkan rerata GDP 89,03±6,98 mg/dL dan GD2PP 88,68±8,06 mg/dL tanpa perbedaan bermakna (P-value=0,673). Kelompok kurma menunjukkan penurunan signifikan dari GDP 92,67±8,67 mg/dL menjadi GD2PP 89,25±9,60 mg/dL (p=0,010). Terdapat perbedaan perubahan kadar glukosa (ΔGD2PP) yang signifikan secara statistik antara kelompok pisang (-0,35±5,20 mg/dL) dan kurma (-3,42±9,28 mg/dL) dengan nilai p=0,048. Konsumsi kurma Ajwa memberikan respons glikemik yang secara statistik lebih rendah dibandingkan pisang Ambon. Kedua jenis buah ini terbukti aman dan tidak memicu hiperglikemia postprandial, sehingga dapat direkomendasikan untuk menjaga stabilitas glukosa darah pada individu sehat.
PERBEDAAN MCV (MEAN CORPUSCULAR VOLUME) DAN MCH (MEAN CORPUSCULAR HEMOGLOBIN) SEBELUM DAN SESUDAH HEMODIALISA PADA PASIEN CKD (CHRONIC KIDNEY DISEASE) Tanan, Jeremy; Harun, Haerani; Amus, Dzaki Ahmad Fahrezi; Sulistiana, Ria; Anggara, Ary; Hasannudin, Hasannudin; Hermanto, Darent Aditya Nasario
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 10, No 2 (2026): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUN
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v10i2.38257

Abstract

Penyakit ginjal merupakan masalah kesehatan global dengan jumlah penderita yang terus meningkat setiap tahun. Gagal ginjal kronik (GGK) pada akhirnya memerlukan terapi hemodialisa (HD) sebagai penanganan utama yang dapat memengaruhi berbagai parameter darah. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus analisis dampak akut satu sesi HD terhadap stabilitas indeks eritrosit, khususnya MCV dan MCH, yang masih menunjukkan hasil inkonsisten pada penelitian sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah terdapat perubahan signifikan pada parameter MCV dan MCH setelah satu sesi HD. Metode yang digunakan adalah desain observasional analitik komparatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 30 sampel yang diperiksa sebelum dan satu jam setelah prosedur HD melalui pemeriksaan laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P-value untuk MCV sebesar 0,642 dan MCH sebesar 0,155 (p 0,05), yang mengindikasikan tidak terdapat perbedaan signifikan pada kedua parameter tersebut setelah satu sesi HD. Kesimpulannya, prosedur hemodialisa tidak memberikan perubahan yang signifikan terhadap parameter MCV dan MCH secara akut dalam satu sesi tunggal, sehingga indeks eritrosit relatif stabil selama prosedur berlangsung.
KORELASI INDEKS TRIGLISERIDA–GLUKOSA DAN NEUTROPHIL–LYMPHOCYTE RATIO PADA PASIEN DM TIPE 2 Undayanti, Meri Gita; Harun, Haerani; Amri, Imtihanah; Tanra, Andi Alfia Muthmainah; Liwang, Muhammad Nur Ikhsan; Faaz, Muhammad Azzam
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 10, No 2 (2026): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUN
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v10i2.38059

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh resistensi insulin dan inflamasi sistemik derajat rendah, di mana indeks Triglyceride-Glucose (TyG) digunakan sebagai indikator resistensi insulin dan Neutrophil-Lymphocyte Ratio (NLR) sebagai penanda inflamasi sistemik sederhana. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan menyajikan data empiris mengenai hubungan antara indeks TyG dan NLR pada pasien DMT2 di tingkat rumah sakit daerah yang masih terbatas pelaporannya dalam literatur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara indeks TyG dan NLR pada pasien DMT2. Metode yang digunakan adalah penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional terhadap 108 pasien DMT2 yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling dari rekam medis di Rumah Sakit Anutapura Kota Palu. Hasil penelitian menunjukkan median indeks TyG sebesar 9,66 (8,21–10,91) dan median NLR sebesar 1,81 (0,81–9,47), dengan uji korelasi Spearman yang menunjukkan tidak adanya hubungan bermakna antara keduanya (P-value = 0,615; r = 0,049). Kesimpulannya, indeks TyG dan NLR tidak memiliki hubungan yang signifikan pada pasien DMT2, sehingga keduanya tidak dapat digunakan sebagai indikator tunggal dalam menilai inflamasi, karena hubungan tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor lain.
Two-Hour Postprandial Blood Glucose Levels after Dates Consumption Nihayatul Khoiriyah Rachmat; Haerani Harun; Imtihanah Amri; Ayu Sekarani Damana Putri; M. Sabir; Muh Azzam Faaz; Riska Yanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57057

Abstract

Kurma merupakan buah yang sering dikonsumsi di berbagai negara, terutama di kawasan Timur Tengah, dan dikenal memiliki kandungan gula alami yang tinggi. Namun, kurma juga mengandung serat dan senyawa bioaktif yang berpotensi memengaruhi respons glikemik tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kadar glukosa darah dua jam postprandial setelah konsumsi kurma Ajwa pada individu sehat. Penelitian ini adalah peneltian observasional analitik dengan metode sampling two-group pre–post test. Sebanyak 52 subjek dewasa sehat yang memenuhi kriteria inklusi dilibatkan dalam penelitian ini. Subjek diminta berpuasa selama 8–10 jam sebelum dilakukan pemeriksaan kadar glukosa darah puasa (GDP). Selanjutnya, subjek mengonsumsi tiga buah kurma Ajwa dan kadar glukosa darah dua jam postprandial (GD2PP) diukur dua jam setelah konsumsi menggunakan metode point of care testing (POCT). Data GDP dan GD2PPP dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar GDP adalah 92,67 ± 8,67 mg/dL dan GD2PP 89,25 ± 9,61 mg/dL dengan perubahan −3,42 ± 9,29 mg/dL yang menunjukkan penurunan bermakna (p=0,010). Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsumsi tiga buah kurma Ajwa tidak meningkatkan kadar glukosa darah dan cenderung menurun pada kelompok dewasa muda sehat
Kadar Glukosa Darah Setelah Konsumsi Madu Pada Kelompok Dewasa Muda Riska Yanti; Haerani Harun; Ressy Dwiyanti; Junjun Fitriani; Christin Rony Nayoan; Muh Azzam Faaz; Nihayatul Khoiriyah Rachmat; Darent Aditya Nasario Hermanto
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57832

Abstract

Konsumsi berlebihan karbohidrat terutama gula sederhana dapat menyebabkan fluktuasi glukosa darah hingga peningkatan tinggi glukosa yang dalam jangka panjang dapat meningkatkan Risiko resistensi insulin. Mengonsumsi pemanis alami seperti madu semakin meningkat, namun data mengenai respons glikemik akut pada individu sehat masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah asupan madu memberikan perubahan yang signifikan terhadap respons glikemik. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pengambilan sampel pretest-posttest pada 41 subjek dewasa muda sehat. Subjek penelitian menjalani puasa selama 8-10 jam, kemudian dilakukan pengukuran glukosa darah puasa (GDP), dilanjutkan dengan konsumsi satu sendok makan madu. Pengukuran kadar glukosa darah dua jam postprandial (GD2PP) dilakukan setelah intervensi. Perbedaan GDP dan GD2PP dianalisis menggunakan uji T berpasangan dan dianggap bermakna bila nilai p<0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar GDP adalah 92.24 9.62 mg/dL sedangkan kadar GD2PP adalah 88.76 8.33 mg/dL. Terdapat penurunan kadar glukosa darah yang bermakna secara statistik (p = 0,010) setelah satu sendok konsumsi madu. Temuan ini menunjukkan bahwa konsumsi satu sendok makan madu tidak meningkatkan kadar glukosa pada dewasa muda yang sehat, bahkan cenderung menurun.