Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengembangan Situ Cipanten Berbasis Ekowisata dan Dampaknya terhadap Perekonomian Masyarakat di Desa Gunung Kuning Kecamatan Sindang Kabupaten Majalengka Fajriyah, Ade Irma Laelatu; Haryati, Yati; Ubaidillah, Ubaidillah
Journal of Sharia Tourism and Hospitality Vol. 1 No. 2 (2023): Journal of Sharia Tourism and Hospitality
Publisher : Department of Sharia Tourism, Faculty of Islamic Economics and Business UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70095/jetour.v1i2.30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan, strategi, dan dampak pengembangan wisata Situ Cipanten berbasis ekowisata serta dampaknya terhadap perekonomian masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian mengenai pengembangan Situ Cipanten berbasis ekowisata yaitu pada tahun 2022 mengalami pengembangan. Pengembangan obyek wisata dapat berhasil apabila adanya kerjasama antara pengelola, pemerintah dan masyarakat terhadap tempat wisata yang dimilikinya sehingga dapat menarik wisatawan yang berkunjung. Strategi yang dilakukan adalah: mengembangkan seluruh potensi yang ada sebagai alternatif wisata berbasis lingkungan, melakukan promosi intensif kepada masyarakat nasional dan internasional, membuat kebijakan khusus dalam pengembangan ekowisata, membuat cinderamata yang menjadi ciri khas tempat wisata Situ Cipanten dan Gunung Kuning, memberdayakan Komunitas. lokal dalam kegiatan ekowisata. Dampak pengembangan pariwisata dapat bersifat positif dan negatif. Dampak positif dari berkembangnya Situ Cipanten adalah adanya peluang usaha, lapangan kerja, dan adanya pendapatan baik bagi masyarakat itu sendiri maupun Pendapatan Asli Desa (PADes) Desa Gunung Kuning. Dampak negatif dari objek wisata Situ Cipanten adalah adanya kebocoran pariwisata atau kebocoran ekonomi akibat pariwisata
Strategi Pemasaran Digital Untuk Pengembangan UMKM Kerupuk Melarat Dan Perangkai Bunga Melati Di Desa Gesik Kabupaten Cirebon Khoerunisa, Nabilah; Mulyana, Rijal Assidiq; Haryati, Yati
Journal of Sharia Tourism and Hospitality Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Sharia Tourism and Hospitality
Publisher : Department of Sharia Tourism, Faculty of Islamic Economics and Business UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70095/jetour.v3i1.87

Abstract

UMKM kerupuk melarat dan perangkai bunga melati di Desa Gesik, Kabupaten Cirebon, merupakan bagian penting dari perekonomian lokal namun masih menghadapi berbagai kendala dalam aspek pemasaran, terutama terkait pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat pemahaman dan penerapan teknologi digital oleh pelaku UMKM, (2) menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi penjualan, (3) mengevaluasi peran pemerintah daerah dan stakeholder dalam pengembangan pemasaran digital, dan (4) merumuskan strategi pemasaran digital yang efektif bagi UMKM di Desa Gesik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemahaman pelaku UMKM terhadap pemasaran digital masih rendah, meskipun terdapat kesadaran awal akan pentingnya media sosial dan marketplace, (2) faktor internal seperti keterbatasan modal dan kapasitas SDM serta faktor eksternal seperti persaingan digital sangat memengaruhi penjualan produk (3) dukungan pemerintah dan stakeholder sudah ada, namun, masih belum optimal meskipun sangat dibutuhkan untuk membangun infrastruktur dan pelatihan, dan (4) strategi pemasaran digital yang efektif dapat diterapkan melalui pemanfaatan media sosial, marketplace, branding, serta kolaborasi dengan sektor pariwisata lokal.
PENAMPILAN GALUR HARAPAN KEDELAI TOLERAN KEKERINGAN DI KABUPATEN GARUT JAWA BARAT Haryati, Yati; Rahadian, Didit
Agrin Vol 16, No 1 (2012): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2012.16.1.130

Abstract

Potensi lahan untuk pengembangan kedelai cukup luas namun menghadapi kendala terutama pada musimkemarau dalam penyediaan kebutuhan air untuk pertumbuhan tanaman, sehingga menyebabkan kekeringan yangberakibat pada rendahnya produksi kedelai. Untuk menanggulangi hal tersebut perlu dikembangkan varietaskedelai yang tahan terhadap cekaman kekeringan (toleran kekeringan). Oleh karena itu kombinasi perakitanvarietas unggul baru yang toleran kekeringan dan efisiensi pengelolaan air merupakan upaya/pendekatan yangpotensial untuk menekan penurunan hasil biji kedelai. Pengkajian dilakukan di Desa Cinunuk Tengah,Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut dengan menanam galur-galur harapan kedelai hasil rakitan Balitkabidengan menanam 10 galur harapan kedelai termasuk 2 varietas pembanding (GHK 1, GHK 2, GHK 3, GHK 4,GHK 5, GHK 6, GHK 7, GHK 8, GHK 9, GHK 10, Varietas Wilis dan Tidar). Pengkajian dirancangmenggunakan rancangan acak kelompok, galur harapan yang akan diuji sebanyak 10 galur harapan sebagaiperlakuan (galur hasil rakitan Balitkabi) dan 2 varietas sebagai pembanding dan diulang tiga kali dengan ukuranpetak 4 x 5 m. Pemberian pupuk organik (dosis 2 t/ha) dan pupuk an organik (Urea 50 kg/ha, SP-36 100 kg/hadan KCl 75 kg/ha) diberikan pada saat tanam. Pupuk organik diberikan satu genggam per lubang untuk menutuplubang tanam. Parameter yang diamati meliputi keragaan tanaman kedelai, hasil dan komponen hasil. Datadianalisis dengan menggunakan Uji Duncan pada taraf 0.05. Hasil pengkajian menunjukan bahwa galur harapanGHK-4, 9 dan 10 mempunyai potensi hasil tinggi (2,5 t/ha) biji kering.Kata Kunci : Galur, kedelai, toleran kekeringanABSTRACTPotential land for soybean development is quite extensive but face obstacles especially in the dry seasonin the provision of water requirements for plant growth, thus causing drought which resulted in lower soybeanproduction. To overcome this needs to be developed soybean varieties that are resistant to drought stress(drought tolerant). Therefore, the combination assembly new varieties that are tolerant of drought and watermanagement efficiency is the effort / potential approach to suppress the reduction in seed yield of soybean.Assessments conducted in the Middle Cinunuk Village, District Wanaradja, Garut by planting soybean strainsexpectations Balitkabi assembly results with 10 strains of hope planted soybean varieties including twocomparators (GHK 1, GHK 2, GHK 3, GHK 4, GHK 5, GHK 6 , GHK 7, GHK 8, GHK 9, GHK 10, Variety Wilisand Tidar). The assessment was designed using a randomized block design, and threads of hope that will betested as many as 10 strains of hope as a treatment (strain results Balitkabi assemblies) and 2 varieties forcomparison and repeated three times with a plot size of 4 x 5 m. Organic fertilizers (dose of 2 t / ha) and anorganic fertilizer (Urea 50 kg / ha, SP-36 100 kg / ha and KCl 75 kg / ha) was given at the time of planting.Organic fertilizers are given a handful per planting hole to seal the hole. The parameters observed includekeragaan soybean crop, yield and yield components. Data were analyzed using Duncan's test at level 0.05. Theresults of the assessment showed that the strain of hope GHK-4, 9 and 10 have the potential for high yield (2.5 t /ha) of dry beans.Keywords: Strain, soybean, drought tolerant
KAJIAN TEKNOLOGI JAJAR LEGOWO SUPER DALAM MENDUKUNG PENINGKATAN PRODUKSI PADI Haryati, Yati; Liferdi, Liferdi
Agrin Vol 21, No 2 (2017): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2017.21.2.375

Abstract

Penggunaan varietas unggul merupakan salah satu metode perbaikan teknis budidaya yang sangat eratkaitannya dengan peningkatan produktivitas padi sawah. Kegiatan Kajian Varietas Unggul Baru Inpari 30dilaksanakan di Kelompok Tani Dalima, Kelurahan Situgede, Kec. Bogor Barat, Kota Bogor. Kegiatandilaksanakan dengan menerapkan rekomendasi teknologi dan cara petani pada lahan sawah milik petani denganpetakan alami. Tujuan penelitian untuk mengetahui adaptasi VUB Inpari 30 dan rekomendasi teknologi di wilyahKota Bogor. Peubah yang diamati yaitu: Tinggi tanaman (30, 60 dan 90 HST), komponen hasil (jumlah gabah isiper malai dan jumlah gabah hampa per malai dan produktivitas). Data dianalisis dengan Uji t test. Analisismenggunakan SPSS versi 20 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teknologi Jajar Legowo Superdengan menggunakan Varietas Unggul Baru (VUB) Inpari 30 mencapai produktiviats sebesar 7,60 t ha-1.Kata kunci : Varietas Unggul Baru, Jajar legowo superABSTRACTThe use of improved varieties of the methods of cultivation technical improvement that is closely related tothe increase of rice field productivity. Assessment of new superior varieties Inpari 30 was conducted at DalimaFarmer Group, Situgede Village, Sub District Bogor Barat, Bogor City. Activities are implemented by applyingtechnology recommendations and farmers fields. This research is to adaptation of New Superior Varieties Inpari30 and the recommendation of technology in Bogor City. The observed variables were: Plant Height (30, 60 and90 Day After Planting), yield component (number of grain fill per panicle and number of empty grain per panicleand productivity). The data were analyzed by t test. Analysis using SPSS version 20 for windows. The resultsshowed that Jajar Legowo Super Technology using New Superior Varieties Inpari 30 achieved productivity of7,60 t ha-1.Key words: New Superior Variety, Jajar legowo super
PENERAPAN PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU JAGUNG PADA BEBERAPA VARIETAS UNGGUL JAGUNG KOMPOSIT DI KABUPATEN MAJALENGKA Haryati, Yati; Nurbaeti, Bebet; Karsidi, Karsidi
Agrin Vol 19, No 2 (2015): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2015.19.2.247

Abstract

Balai Penelitian Tanaman Serealia telah melepas beberapa varietas unggul baru (VUB) jagung komposit.Penggunaan varietas unggul baru merupakan salah satu komponen teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT)jagung. Pengkajian dilaksanakan pada bulan Juni-September 2014 di kelompok tani Sawah Datar, Desa TalagaKulon, Kecamatan Talaga dan kelompok tani Mitra Sejahtera, Desa Wanahayu, Kecamatan Maja, serta lahan milikBP3K Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka. Pelaksanaan kegiatan melibatkan petani sebagai pelaksanakegiatan. Perlakuan yang digunakan pada masing-masing lokasi yaitu penerapan komponen teknologi PTT dannon PTT. Tujuan pengkajian untuk mengetahui adaptasi varietas jagung komposit di wilayah KabupatenMajalengka. Data yang diamati yaitu data agronomis (tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang pada umur30, 60 dan 90 hari setelah tanam (hst), waktu berbunga 50%, jumlah tongkol per pohon, panjang tongkol (cm),diameter tongkol, bobot biji per tongkol (g), bobot 100 butir (g), bobot tongkol (g), bobot pipilan kering (t ha-1),berat brangkasan (t ha-1), berat tongkol jagung (t ha-1)), dan data penunjang (karakteristik wilayah dan curah hujanselama pengkajian). Data keragaan agronomi dianalisis menggunakan uji t dengan menggunakan SPSS forWindows 20.0 dan data penunjang dianalisis secara deskriptif. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa produktivitasjagung komposit dengan menerapkan komponen teknologi Pengelelolaan Tanaman Terpadu (PTT) jagung lebihtinggi dibandingkan non PTT. Varietas Lamuru dan Sukmaraga cocok untuk ditanam di wilayah KabupatenMajalengka.Kata kunci : Varietas jagung komposit, PTT jagungABSTRACTCereal Crops Research Institute has released several new varieties composite maize. The use of newvarieties is one of the technology components of Integrated Crop Management (ICM) maize. Assessment conductedin June-September 2014, in kelompok tani Rice Flat, Kulon Talaga village, District Talaga, and kelompok taniMitra Sejahtera, Wanahayu Village, and District-owned lands BP3K Maja, District of Majalengka, Majalengka.Implementation of activities involving farmers as implementing activities. The treatments used in each locationthat adoption of the technology components Integrated Crop Management (ICM) maize and Non ICM. Objectiveassessment to determine adaptation composite maize varieties in the region Majalengka. Observed data areagronomic data (plant height, number of leaves, stem diameter at the age of 30, 60 and 90 days after planting,flowering time of 50%, the number of cobs per plant, ear length (cm), diameter of cob, grain weight per ear (g) ,100 grain weight (g), cob weight (g), dry seed weight (t ha-1), weight stover (t ha-1), corn cob weight (t ha-1), andsupporting data (characteristics of the region and rainfall during the assessment). The performance of agronomicdata were analyzed using t-test using SPSS for Windows 20.0 and supporting data were analyzed descriptively.The study showed that the composite maize productivity by implementing components of Integrated CropManagement (ICM) maize is higher than the non-ICM, Lamuru and Sukmaraga varieties suitable for planting inthe area Majalengka.Key words: composit maize varieties, maize integrated crop management
PENGARUH PEMBERIAN MIKROBA PROBIOTIK LOKAL TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI JAGUNG HIBRIDA Haryati, Yati; Permadi, Karsidi
Agrin Vol 20, No 1 (2016): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2016.20.1.315

Abstract

National corn demand continues to increase every year, either for food, feed and industrial raw materials.To meet this requirement forced to do import corn because the results at the farm level is still low. One is notapplying technological innovation and resource integrated crop management (ICM). Then in an effort to increasecorn production as well need to use the local probiotic microbes allow. This study aims to determine the extent towhich the results of applying maize crop management and integrated resource ( ICM - maize) equipped with LocalProbiotic Microbial fertilizer. The assessment was conducted in the village Cicurug, Majalengka Subdistricts,District Majalengka. The study used a Randomized Block Design Complete (RCBD), four treatments with sixreplications. For the treatment of local administration of probiotic microbes, the dose of 3 l ha-1 Agri Simba, thedose of 3 l ha-1 Agri Simba + 1.500 g of urea, the dose of 6 l ha-1 Agri Simba, and a dose of 6 l ha-1 Agri Simba +3.000 g of urea. The results of the study showed that administration of probiotic microbes local (Agri Simba) hassignificant effect on growth, yield components and yield of hybrid maize varieties P-21. Yield dried shelled beanshighest achieved by the provision of local probiotic microba in the dose 6 l ha-1 + 3.000 g Agri Simba urea was12.20 t ha-1. The results obtained at the lowest dose of 3 l ha-1 Agri Simba around 8.73 t ha-1. Component resultssupport the results of the P-21 hybrid maize is a heavy cob, number of rows per ear and weight of 100 grains .Key words: Maize, Local Probiotic Microba ABSTRAKKebutuhan jagung nasional terus meningkat setiap tahun, baik untuk pangan, pakan maupun bahan bakuindustri. Untuk memenuhi kebutuhan ini terpaksa melakukan impor jagung karena hasil di tingkat petani masihrendah. Salah satu penyebanya adalah belum optimal penerapan inovasi teknologi pengelolaan tanaman dansumberdaya terpadu (PTT). Dalam upaya peningkatan produksi jagung diperlukan juga penggunaan mikrobaprobiotik lokal. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hasil jagung yang menerapkanpengelolaan tanaman dan sumberdaya terpadu (PTT-jagung) yang dilengkapi dengan pemberian pupuk MikrobaProbiaik Lokal. Pengkajian iji dilaksanakan di desa Cicurug, kecamatan Majalengka, kabupaten Majalengka padaMK II. Kajian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), empat perlakuan dengan enam ulangan.Sebagai perlakuan pemberian mikroba probiotik lokal yaitu, takaran 3 l/ha Agri Simba, takaran 3 l/ha Agri Simba+ 1.500 g Urea, takaran 6 l/ha Agri Simba, dan takaran 6 l/ha Agri Simba + 3.000 g Urea. Hasil kajian menunjukkanbahwa pemberian mikroba probiotik lokal (Agri Simba) berpengaruh nyata pada pertumbuhan, komponen hasildan hasil jagung varietas hibrida P-21.Hasil pipilan biji kering tertinggi dicapai oleh pemberian mikroba probiotiklokal pada takaran 6 l/ha Agri Simba + 3.000 g Urea sebesar 12,20 t/ha. Hasil terendah diperoleh pada takaran 3l/ha Agri Simba sekitar 8,73 t/ha.Kata kunci : Jagung, Mikroba Probiotik Lokal
Analisis Pengembangan Objek Wisata Dan Ekonomi Kreatif Di Pantai Karangsong Indramayu Haryati, Yati; Khairunnisa , Hafni; Soliha, Wiwi
Journal of Comprehensive Science Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.251 KB) | DOI: 10.59188/jcs.v1i1.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan objek wisata di Pantai Karangsong yang dapat menjadikan objek wisata lebih kreatif dan meningkatkan minat wisatawan serta mengetahui pengembangan ekonomi kreatif di Pantai Karangsong Indramayu yang dapat dijadikan ciri khas dan menjadi lebih menarik dan dapat dinikmati oleh wisatawan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, data yang di kumpulkan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi yang kemudian dianalisis dengan metode diskriptif analisis. Selain itu juga menggunakan analisis SWOT untuk menganalisis data terkait dengan strategi pengembangan objek wisata Pantai Karangsong dan pengenbangan ekonomi kreatif. Hasil penelitian pengembangan objek wisata di Pantai Karangsong Indramayu berdasarkan hasil analisis SWOT dihasilkan beberapa strategi pengembangan untuk objek wisata Pantai Karangsong diantaranya yaitu Menjaga kealamiahan objek wisata Pantai Karangsong Indramayu, menambahkan tempat sampah di spot-spot yang mudah di jangkau wisatawan dan memperbaiki akses jalan, menambahkan jenis atraksi. Analisis pengembangan objek wisata dan ekonomi kreatif berpengaruh pada pantai karangsong indramayu.
Keragaan dan hasil varietas unggul kedelai di lahan sawah tadah hujan setelah padi di Kabupaten Majalengka: Performance and yield of superior soybean varieties in rainfed rice fields after rice in Majalengka Regency Hamdani, Kiki Kusyaeri; Haryati, Yati
AGROMIX Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/agx.v14i1.3098

Abstract

𝘐𝘯𝘵𝘳𝘰𝘥𝘶𝘤𝘵𝘪𝘰𝘯: 𝘚𝘶𝘱𝘦𝘳𝘪𝘰𝘳 𝘷𝘢𝘳𝘪𝘦𝘵𝘪𝘦𝘴 𝘢𝘳𝘦 𝘰𝘯𝘦 𝘰𝘧 𝘵𝘩𝘦 𝘱𝘳𝘰𝘥𝘶𝘤𝘵𝘪𝘷𝘪𝘵𝘺-𝘣𝘰𝘰𝘴𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘤𝘩𝘯𝘰𝘭𝘰𝘨𝘪𝘦𝘴 𝘪𝘯 𝘢𝘥𝘥𝘪𝘵𝘪𝘰𝘯 𝘵𝘰 𝘰𝘵𝘩𝘦𝘳 𝘵𝘦𝘤𝘩𝘯𝘰𝘭𝘰𝘨𝘪𝘦𝘴. 𝘚𝘦𝘭𝘦𝘤𝘵𝘪𝘰𝘯 𝘰𝘧 𝘵𝘩𝘦 𝘳𝘪𝘨𝘩𝘵 𝘷𝘢𝘳𝘪𝘦𝘵𝘺 𝘸𝘪𝘭𝘭 𝘩𝘢𝘷𝘦 𝘢𝘯 𝘪𝘮𝘱𝘢𝘤𝘵 𝘰𝘯 𝘨𝘳𝘰𝘸𝘵𝘩 𝘢𝘯𝘥 𝘺𝘪𝘦𝘭𝘥𝘴 𝘰𝘣𝘵𝘢𝘪𝘯𝘦𝘥. 𝘖𝘯𝘦 𝘰𝘧 𝘵𝘩𝘦 𝘤𝘢𝘶𝘴𝘦𝘴 𝘰𝘧 𝘭𝘰𝘸 𝘺𝘪𝘦𝘭𝘥𝘴 𝘢𝘵 𝘵𝘩𝘦 𝘧𝘢𝘳𝘮 𝘭𝘦𝘷𝘦𝘭 𝘪𝘴 𝘵𝘩𝘦 𝘶𝘴𝘦 𝘰𝘧 𝘷𝘢𝘳𝘪𝘦𝘵𝘪𝘦𝘴 𝘵𝘩𝘢𝘵 𝘢𝘳𝘦 𝘯𝘰𝘵 𝘪𝘯 𝘢𝘤𝘤𝘰𝘳𝘥𝘢𝘯𝘤𝘦 𝘸𝘪𝘵𝘩 𝘦𝘯𝘷𝘪𝘳𝘰𝘯𝘮𝘦𝘯𝘵𝘢𝘭 𝘤𝘰𝘯𝘥𝘪𝘵𝘪𝘰𝘯𝘴. 𝘙𝘢𝘪𝘯𝘧𝘦𝘥 𝘳𝘪𝘤𝘦 𝘧𝘪𝘦𝘭𝘥𝘴 𝘢𝘳𝘦 𝘰𝘯𝘦 𝘰𝘧 𝘵𝘩𝘦 𝘭𝘢𝘯𝘥𝘴 𝘵𝘩𝘢𝘵 𝘢𝘳𝘦 𝘰𝘧𝘵𝘦𝘯 𝘶𝘴𝘦𝘥 𝘧𝘰𝘳 𝘴𝘰𝘺𝘣𝘦𝘢𝘯 𝘱𝘭𝘢𝘯𝘵𝘴. 𝘛𝘩𝘪𝘴 𝘴𝘵𝘶𝘥𝘺 𝘢𝘪𝘮𝘴 𝘵𝘰 𝘥𝘦𝘵𝘦𝘳𝘮𝘪𝘯𝘦 𝘵𝘩𝘦 𝘨𝘳𝘰𝘸𝘵𝘩 𝘢𝘯𝘥 𝘺𝘪𝘦𝘭𝘥 𝘱𝘦𝘳𝘧𝘰𝘳𝘮𝘢𝘯𝘤𝘦 𝘰𝘧 𝘴𝘦𝘷𝘦𝘳𝘢𝘭 𝘴𝘰𝘺𝘣𝘦𝘢𝘯 𝘷𝘢𝘳𝘪𝘦𝘵𝘪𝘦𝘴 𝘪𝘯 𝘳𝘢𝘪𝘯𝘧𝘦𝘥 𝘳𝘪𝘤𝘦 𝘧𝘪𝘦𝘭𝘥𝘴 𝘢𝘧𝘵𝘦𝘳 𝘳𝘪𝘤𝘦 𝘪𝘯 𝘔𝘢𝘫𝘢𝘭𝘦𝘯𝘨𝘬𝘢 𝘙𝘦𝘨𝘦𝘯𝘤𝘺. 𝘔𝘦𝘵𝘩𝘰𝘥: 𝘛𝘩𝘦 𝘳𝘦𝘴𝘦𝘢𝘳𝘤𝘩 𝘸𝘢𝘴 𝘤𝘰𝘯𝘥𝘶𝘤𝘵𝘦𝘥 𝘢𝘵 𝘵𝘩𝘦 𝘑𝘢𝘵𝘪𝘬𝘦𝘳𝘴𝘢 𝘍𝘢𝘳𝘮𝘦𝘳𝘴 𝘎𝘳𝘰𝘶𝘱, 𝘊𝘪𝘤𝘶𝘳𝘶𝘨 𝘝𝘪𝘭𝘭𝘢𝘨𝘦, 𝘔𝘢𝘫𝘢𝘭𝘦𝘯𝘨𝘬𝘢 𝘋𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪𝘤𝘵, 𝘔𝘢𝘫𝘢𝘭𝘦𝘯𝘨𝘬𝘢 𝘙𝘦𝘨𝘦𝘯𝘤𝘺 𝘧𝘳𝘰𝘮 𝘈𝘱𝘳𝘪𝘭 𝘵𝘰 𝘑𝘶𝘭𝘺 2021. 𝘛𝘩𝘦 𝘳𝘦𝘴𝘦𝘢𝘳𝘤𝘩 𝘥𝘦𝘴𝘪𝘨𝘯 𝘶𝘴𝘦𝘥 𝘢 𝘙𝘢𝘯𝘥𝘰𝘮𝘪𝘻𝘦𝘥 𝘊𝘰𝘮𝘱𝘭𝘦𝘵𝘦 𝘉𝘭𝘰𝘤𝘬 𝘋𝘦𝘴𝘪𝘨𝘯 (𝘙𝘊𝘉𝘋) 𝘸𝘪𝘵𝘩 𝘴𝘦𝘷𝘦𝘯 𝘳𝘦𝘱𝘭𝘪𝘤𝘢𝘵𝘪𝘰𝘯𝘴. 𝘛𝘩𝘦 𝘷𝘢𝘳𝘪𝘦𝘵𝘪𝘦𝘴 𝘶𝘴𝘦𝘥 𝘸𝘦𝘳𝘦 𝘋𝘦𝘷𝘰𝘯 1, 𝘋𝘦𝘳𝘢𝘱 1, 𝘋𝘦𝘯𝘢 2, 𝘋𝘦𝘫𝘢 1, 𝘋𝘦𝘵𝘢𝘱 1, 𝘢𝘯𝘥 𝘈𝘯𝘫𝘢𝘴𝘮𝘰𝘳𝘰. 𝘙𝘦𝘴𝘶𝘭𝘵: 𝘛𝘩𝘦 𝘳𝘦𝘴𝘶𝘭𝘵𝘴 𝘴𝘩𝘰𝘸𝘦𝘥 𝘵𝘩𝘢𝘵 𝘵𝘩𝘦 𝘋𝘦𝘫𝘢 1 𝘷𝘢𝘳𝘪𝘦𝘵𝘺 𝘱𝘳𝘰𝘥𝘶𝘤𝘦𝘥 𝘵𝘩𝘦 𝘩𝘪𝘨𝘩𝘦𝘴𝘵 𝘱𝘭𝘢𝘯𝘵 𝘩𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵 𝘢𝘯𝘥 𝘥𝘳𝘺 𝘴𝘦𝘦𝘥 𝘸𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵 𝘱𝘦𝘳 𝘩𝘦𝘤𝘵𝘢𝘳𝘦, 𝘸𝘩𝘪𝘭𝘦 𝘵𝘩𝘦 𝘋𝘦𝘷𝘰𝘯 1 𝘷𝘢𝘳𝘪𝘦𝘵𝘺 𝘱𝘳𝘰𝘥𝘶𝘤𝘦𝘥 𝘵𝘩𝘦 𝘩𝘪𝘨𝘩𝘦𝘴𝘵 𝘯𝘶𝘮𝘣𝘦𝘳 𝘰𝘧 𝘣𝘳𝘢𝘯𝘤𝘩𝘦𝘴. 𝘛𝘩𝘦 𝘈𝘯𝘫𝘢𝘴𝘮𝘰𝘳𝘰 𝘷𝘢𝘳𝘪𝘦𝘵𝘺 𝘱𝘳𝘰𝘥𝘶𝘤𝘦𝘥 𝘵𝘩𝘦 𝘩𝘪𝘨𝘩𝘦𝘴𝘵 𝘸𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵 𝘰𝘧 𝘸𝘦𝘵 𝘴𝘵𝘰𝘷𝘦𝘳 𝘱𝘦𝘳 𝘩𝘦𝘤𝘵𝘢𝘳𝘦 𝘢𝘯𝘥 𝘵𝘩𝘦 𝘩𝘪𝘨𝘩𝘦𝘴𝘵 𝘯𝘶𝘮𝘣𝘦𝘳 𝘰𝘧 𝘱𝘰𝘥𝘴 𝘢𝘯𝘥 𝘱𝘰𝘥𝘴 𝘱𝘦𝘳 𝘱𝘭𝘢𝘯𝘵. 𝘊𝘰𝘳𝘳𝘦𝘭𝘢𝘵𝘪𝘰𝘯 𝘰𝘤𝘤𝘶𝘳𝘳𝘦𝘥 𝘣𝘦𝘵𝘸𝘦𝘦𝘯 𝘱𝘭𝘢𝘯𝘵 𝘩𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵 𝘢𝘯𝘥 𝘯𝘶𝘮𝘣𝘦𝘳 𝘰𝘧 𝘣𝘳𝘢𝘯𝘤𝘩𝘦𝘴 𝘢𝘴 𝘸𝘦𝘭𝘭 𝘢𝘴 𝘣𝘦𝘵𝘸𝘦𝘦𝘯 𝘯𝘶𝘮𝘣𝘦𝘳 𝘰𝘧 𝘧𝘪𝘭𝘭𝘦𝘥 𝘱𝘰𝘥𝘴 𝘸𝘪𝘵𝘩 𝘸𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵 𝘰𝘧 𝘸𝘦𝘵 𝘴𝘵𝘰𝘷𝘦𝘳 𝘢𝘯𝘥 𝘸𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵 𝘰𝘧 𝘥𝘳𝘺 𝘴𝘩𝘦𝘭𝘭𝘦𝘥 𝘴𝘦𝘦𝘥𝘴. 𝘊𝘰𝘯𝘤𝘭𝘶𝘴𝘪𝘰𝘯: 𝘌𝘢𝘤𝘩 𝘴𝘶𝘱𝘦𝘳𝘪𝘰𝘳 𝘴𝘰𝘺𝘣𝘦𝘢𝘯 𝘷𝘢𝘳𝘪𝘦𝘵𝘺 𝘱𝘭𝘢𝘯𝘵𝘦𝘥 𝘪𝘯 𝘳𝘢𝘪𝘯𝘧𝘦𝘥 𝘭𝘰𝘸𝘭𝘢𝘯𝘥 𝘢𝘧𝘵𝘦𝘳 𝘳𝘪𝘤𝘦 𝘴𝘩𝘰𝘸𝘦𝘥 𝘥𝘪𝘧𝘧𝘦𝘳𝘦𝘯𝘵 𝘱𝘦𝘳𝘧𝘰𝘳𝘮𝘢𝘯𝘤𝘦𝘴, 𝘺𝘪𝘦𝘭𝘥 𝘤𝘰𝘮𝘱𝘰𝘯𝘦𝘯𝘵𝘴, 𝘢𝘯𝘥 𝘺𝘪𝘦𝘭𝘥𝘴.
Effect of varieties and applications of clove oil on growth, productivity, and pest and disease resilience of soybean Haryati, Yati; Kusyaeri Hamdani, Kiki
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 3 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/jai.v51i3.47535

Abstract

Efforts to increase soybean productivity are carried out in various ways, including improving cultivation technology and applying pest and disease control technologies for soybeans. In addition to chemical pesticides, pest and disease control can use botanical pesticides or biopesticides, including those made from clove oil. This study aimed to determine the effect of varieties and clove oil on the growth, production, and pest-disease resilience of soybean. The study was conducted at Majalengka Regency, West Java, Indonesia from April to July 2021. The research used a factorial randomized complete block design with four replications. The first factor was soybean genotypes: Dena 1, Dega 1, and Anjasmoro. The second factor was the concentration and interval of application of clove oil: control, 3 mL L-1 with an interval of 10 days, 3 mL L-1 with an interval of 15 days, 5 mL L-1 with an interval of 10 days, and 5 mL L-1 with an interval of 15 days. The results showed that the Dena 1 variety had the highest plant height, number of branches, number of pods per plant, and dry weight per plant. The Dega 1 variety produced the highest weight of plant dry mass, dry pod shell weight, and 100-grain. Anjasmoro variety had the highest root length and number of nodules per plant. The Anjasmoro was more resistant to leaf caterpillar attacks, while the Dena 1 was more resistant to leaf rust disease. Botanical pesticides derived from clove oil affected various aspects of soybean growth including plant height at 60 days after planting, weight of dry biomass, root length and number of root nodules per plant, dry pod shell weight, dry seed weight, and 100-grains weight. Keywords: botanical pesticide; clove oil; Glycine max; root nodulation; variety
Penerapan Digitalisasi untuk Mendukung Pengembangan Desa Wisata Seni dan Budaya di Desa Slangit Kecamatan Klangenan Haryati, Yati; Hatami, Wisnu; Jayanti, Yunita Dwi; Wahyudi, Ayu Vinlandari; Fahdri, Ibnu Umar; Apriansyah, Robin
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.19386

Abstract

Background: Teknologi digital memiliki dampak positif terhadap perkembangan pariwisata di Indonesia. Pengembangan pariwisata melalui pengembangan desa wisata berbasis seni dan budaya merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan perekonomian dan pelestarian budaya lokal. Desa Slangit memiliki potensi seni dan budaya yang kaya, namun belum dikelola secara optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan digitalisasi dalam mendukung pengembangan desa wisata seni dan budaya di Desa Slangit Kecamatan Klangenan. Metode: Pengabdian ini menggunkan metode Asset Based Community Development (ABCD) yang terdiri dari beberapa langkah yaitu discovey, dream, define, design, dan destiny. Beberapa langkah yang dilakukan pada kegiatan pengabdian ini antara lain menggali informasi terkait dengan potensi seni dan budaya lokal di Desa Slangit, melaksanakan pendampingan digitalisasi bagi perangkat desa, karang taruna, serta masyarakat setempat melalui pemanfaatan platform digital atau media sosial yang digunakan sebagai promosi dan pengelolaan desa wisata. Hasil: Penerapan dan pemanfaatan teknologi digital dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi seni dan budaya lokal, memperluas jangkauan promosi wisata seni dan budaya, serta meningkatkan daya tarik Desa Slangit sebagai destinasi wisata seni dan budaya. Kesimpulan: Proses digitalisasi memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keberlanjutan pengembangan desa wisata seni dan budaya.