Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Paparan Sub Lethal Insektisida Diazinon 600 EC terhadap Pertumbuhan Ikan Mujair (Oreocrhomis mossambicus) Anis Suryani; Aunurohim Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.066 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan sub lethal dari insektisida diazinon 600 EC terhadap pertumbuhan ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) yang meliputi pertumbuhan berat, panjang dan konsumsi pakan harian. Ikan mujair yang digunakan adalah fase juvenil. Penelitian ini diawali dengan uji hayati untuk menentukan nilai LC50-96 jam diazinon terhadap ikan mujair, selanjutnya dilakukan pemaparan ikan mujair selama 28 hari dalam air dengan konsentrasi diazinon yang berbeda, yaitu 0; 2,5; 5 dan 10 % dari nilai LC50- 96 jam sehingga variasi konsentrasi untuk uji sub lethal adalah 0 mg/L; 0,0625 mg/L; 0,125 mg/L; dan 0,25 mg/L. Pengukuran pertumbuhan berat, panjang dan konsumsi pakan harian dilakukan setiap 7 hari sekali. Data yang didapatkan dianalisa menggunakan ANOVA two-way yang dilanjutkan dengan uji tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi dan lamanya pemaparan berpengaruh nyata terhadap terhambatnya laju pertumbuhan harian (SGR), laju pertumbuhan panjang harian (dL) dan laju konsumsi pakan harian (KPH) sedangkan interaksi antara konsentrasi dan lama pemaparan mempengaruhi laju pertumbuhan panjang harian (dL), yaitu pada konsentrasi 0,25 mg/L dengan nilai 0,4 mm/d dan laju konsumsi pakan harian (KPH), yaitu pada konsentrasi 0,25 mg/L dengan nilai 2,9 %berat tubuh ikan
Struktur Komunitas Polychaeta Kawasan Mangrove Muara Sungai Kali Lamong-Pulau Galang, Gresik Muhammad Romadhoni; Aunurohim Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.521 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4073

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas Polychaeta pada kedalaman 0-5 cm, 5-10 cm, dan 10-15 cm pada 4 stasiun dengan dominasi mangrove Avicennia alba (M1), Bruguiera gymnorrhiza (M2), Rhizophora mucronata (M3), dan Sonneratia alba (M4) di kawasan mangrove muara sungai kali Lamong-pulau Galang. Parameter fisika kimia yang diukur meliputi suhu, pH, DO, salinitas, analisa granulometri (tipe sedimen) dan TOM (Total Organic Matter). Analisa data menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan metode ordinasi dengan menggunakan program Canoco for Windows 4.5. Hasil penelitian menunjukkan di kawasan mangrove muara sungai kali Lamong-pulau Galang ditemukan 7 jenis dari 7 famili Polychaeta. Jenis Polychaeta terbanyak adalah spesies Capitella sp. yang ditemukan di stasiun M1 pada kedalaman 5-10 cm, yaitu sebanyak 11 individu (47.5 %) dari total individu yang ditemukan. Polychaeta pada kawasan mangrove muara sungai kali Lamong-pulau Galang memiliki komposisi spesies yang berbeda di setiap stasiun dan kedalaman substrat
Bioakumulasi Logam Berat Kadmium (Cd) oleh Chaetoceros calcitrans pada Konsentrasi Sublethal Wenny Devinta Dwi Rahmadiani; Aunurohim Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.477 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Chaetoceros calcitrans dalam menyerap kadmium (Cd) pada konsentrasi sublethal. Penelitian ini menggunakan logam berat kadmium (Cd) yang dipaparkan pada fitoplankton uji selama 96 jam. Konsentrasi yang digunakan adalah konsentrasi sublethal (10% dari LC50), Analisa kandungan kadmium dilakukan pada seluruh tubuh Chaetoceros calcitrans dan air media pemaparan dengan menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Chaetoceros calcitrans dapat menyerap logam berat kadmium (Cd) dari air media pemaparan setelah 96 jam yaitu sebesar 7,036; 7,385; dan 5,071 mg/g dw pada masing-masing konsentrasi 0,1; 0,2; dan 0,4 ppm. Sedangkan untuk kemampuan Chaetoceros calcitrans dalam mengakumulasi logam berat kadmium (Cd) ditunjukkan oleh nilai faktor biokonsentrasi (BCFs) pada masing-masing konsentrasi tersebut berturut-turut adalah 1000,515; 679,936; dan 120,106. Berdasarkan nilai BCFs tersebut Chaetoceros calcitrans termasuk dalam kategori sifat akumulatif sedang hingga tinggi. Hasil analisa one way ANOVA yang telah dilakukan, menunjukkan tidak adanya pengaruh antara konsentrasi kadmium dan nilai BCFs yaitu dengan P-value sebesar 0,617 pada Chaetoceros calcitrans
Korelasi Komunitas Nudibranchia dengan Komunitas Porifera di perairan Pasir Putih, Situbondo Linda Novita Sari; Aunurohim Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.275 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4168

Abstract

Studi ini dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai korelasi komunitas Nudibranchia dengan komunitas Porifera di perairan Pasir Putih, Situbondo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode belt transect (transek sabuk), dengan panjang 100 meter dan lebar 2 meter (1 meter ke sisi kanan dan 1 meter ke sisi kiri). Jumlah spesies Nudibranchia teramati pada studi ini 14 spesies Nudibranchia yang merupakan representasi dari tiga famili yaitu Phyllidiidae (10 spesies, 71.43%), Chromodoridae (3 spesies, 21.43%) dan Kentrodoridae (1 spesies, 7.14%). Kelimpahan total spesies Nudibranchia pada lokasi Batu Lawang, Teluk pelita dan Karang Mayit berturut-turut adalah 9 individu, 15 individu dan 14 individu. Nilai indeks H´ Nudibranchia sendiri di lokasi studi berkisar antara 1.195 hingga 1.748. Tingkat keanekaragaman Nudibranchia di lokasi penelitian termasuk dalam kategori sedang (moderate; 1 < H < 3).. Nilai korelasi Pearson untuk variabel kelimpahan Nudibranchia dengan kelimpahan Porifera adalah 0.344 sedangkan untuk variabel nilai H´ Nudibranchia dengan H´ Porifera adalah sebesar 0.348
Efektivitas Kombinasi Salvinia molesta dengan Hydrilla verticillata dalam Remediasi Logam Cu pada Limbah Elektroplating Muhammad Tsabitul Fuad; Aunurohim Aunurohim; Tutik Nurhidayati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.434 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4303

Abstract

Studi tentang efektivitas kombinasi Salvinia molesta dan Hydrilla verticillata dalam meremediasi logam Cu pada limbah elektroplating telah dilakukan untuk mengetahui besarnya total konsentrasi Cu yang tertinggal pada limbah setelah perlakuan fitoremediasi oleh kombinasi kedua tumbuhan tersebut dan untuk mengetahui nilai faktor transfer Cu oleh kombinasi keduanya. Penelitian menggunakan metode Rancang Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu: variasi kombinasi S. molesta dan H. verticillata serta waktu pemaparan dengan tiga kali pengulangan. Penelitian dilakukan dengan tiga variasi kombinasi pada media berupa 5L limbah elektroplating selama 14 hari setelah dilakukan aklimasi selama 5 hari. Tiga variasi kombinasi yang digunakan disebutkan sebagai kombinasi A (perbandingan berat S. molesta sebanyak 25 gram dengan H. verticillata sebanyak 10 gram), kombinasi B (perbandingan berat S. molesta sebanyak 10 gram dengan H. verticillata sebanyak 25 gram), dan kombinasi C (perbandingan berat S. molesta sebanyak 10 gram dengan H. verticillata sebanyak 10 gram). Total konsentrasi logam Cu yang tertinggal setelah perlakuan fitoremediasi oleh kombinasi kedua tumbuhan itu tidak berkurang secara signifikan. Namun, faktor transfer yang terbesar didapat dari kombinasi B, yaitu sebesar 10,2 L/kg
Kajian Komposisi Fitoplankton Dan Hubungannya Dengan Lokasi Budidaya Kerang Mutiara (Pinctada Maxima) Di Perairan Sekotong, Nusa Tenggara Barat Fathurrahman Fathurrahman; Aunurohim Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.84 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.7022

Abstract

Salah satu potensi perairan Indonesia adalah usaha budidaya tiram mutiara khususnya di wilayah perairan NTB. Jenis tiram mutiara yang umum dibudidayakan dari spesies Pinctada maxima. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan usaha budidaya tiram mutiara salah satunya adalah pemilihan lokasi yang tepat. Lokasi yang baik harus memiliki kesuburan perairan yang baik dan didukung parameter fisik yang sesuai baku mutu untuk biota laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis komposisi fitoplankton (parameter biologi) dan melihat hubungannya dengan kualitas perairan di Sekotong, NTB serta mengkaitkannya dengan kondisi perairan Sekotong, NTB apakah baik dijadikan sebagai lokasi budidaya tiram mutiara dengan melihat tingkat produktifitas hasil panen kerang mutiara dari budidaya yang dilakukan di perairan Sekotong. Hasil penelitian menunjukkan perairan Sekotong, NTB memenuhi syarat sebagai lokasi yang baik untuk budidaya tiram mutiara dilihat dari parameter fisik-kimia perairan dan kesuburan perairan. Semua faktor acuan yang digunakan berada pada kisaran baik untuk pertumbuhan dan perkembangan tiram mutiara.
Pola Persebaran Burung Pantai di Wonorejo, Surabaya sebagai Kawasan Important Bird Area (IBA) Putri Ayu Jannatul Firdaus; Aunurohim Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2386.084 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i1.8726

Abstract

Setiap tahunnya, lebih dari satu juta burung pantai bermigrasi ke dan dari Australia. Sementara Indonesia dengan lebih dari 17.000 ribu pulaunya, terletak diantara daratan Australia dan Asia. Kondisi tersebut membuat Indonesia menjadi salah satu kawasan transit bagi burung-burung pantai tersebut saat melakukan perjalanan panjang mereka; karena Indonesia diketahui mendukung tersedianya habitat yang mendukung kehidupan burung pantai tersebut; salah satunya kawasan ekowisata mangrove, Wonorejo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran burung pantai di Wonorejo, Surabaya. Penelitian ini dilakukan pada musim migran burung pantai antara bulan April – Juni 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah belt transect dengan area pengamatan adalah pertambakan Wonorejo Surabaya hingga ke arah Pantai. Data dianalisis menggunakan metode Persebaran Poisson. Dari penelitian selama di lapangan, ditemukan 7 spesies burung pantai dari 3 famili. Hasil analisa menggunakan indeks Poisson pola persebaran burung pantai di Wonorejo memiliki pola sebaran mengelompok
Komunitas Ikan Karang pada Tiga Model Terumbu Buatan (Artificial Reef) di Perairan Pasir Putih Situbondo, Jawa Timur Ahmad Yanuar; Aunurohim Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3247.391 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i1.8947

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kondisi komunitas ikan karang pada berbagai model terumbu buatan (Artificial Reef) di perairan Pantai Pasir Putih, Situbondo. Pengambilan data dilakukan pada 3 tipe terumbu buatan dengan bentuk kubus piramida (KP), kubus tersebar (KT) dan Reefball (RB), waktu pengamatan dilakukan sebanyak 3 kali selama 3 bulan. Hasil dari pengambilan data ikan karang pada ketiga terumbu buatan tersebut didapatkan sebanyak 72 spesies dengan komposisi terbanyak terdapat pada terumbu buatan RB sebanyak 44 spesies, sedangkan untuk kelimpahan tertinggi terdapat pada terumbu buatan KP dengan ditemukan 1243 individu. Seluruh spesies yang ditemukan termasuk kelompok yang memiliki sifat berasosiasi dengan ekosistem terumbu karang. Nilai keanekaragaman di ketiga lokasi tersebut termasuk sedang, berkisar antara 2,643-2,904. Didukung dengan nilai dominansi yang sangat kecil 0,077-0,108. Ketertarikan ikan pada terumbu buatan tersebut terlihat berkorelasi positif dengan jumlah lubang, panjang, tinggi dan volume dari terumbu buatan
Struktur Komunitas Fitoplankton di Perairan yang Terdampak Air Bahang PLTU Paiton Kabupaten Probolinggo Jawa Timur Boing Indraswari; Aunurohim Aunurohim; Farid Kamal Muzaki
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.996 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13424

Abstract

PLTU Paiton merupakan salah satu pembangkit listrik tenaga uap menggunakan air sebagai pendingin kondensor kemudian dikembalikan lagi ke perairan sekitar sebagai air bahang, sehingga akan memberikan input panas bagi perairan. Meningkatnya suhu perairan akibat air bahang ini, secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap komponen biotik dan abiotik penyusun ekosistem laut, salah satu yang akan terpengaruh adalah fitoplankton yakni berupa struktur komunitas yang meliputi keanekaragaman, kelimpahan jenis, maupun keseragaman jenis fitoplankton disuatu perairan. Dari deskripsi tersebut, maka dilakukan penelitian mengenai struktur komunitas fitoplankton di perairan yang terdampak air bahang PLTU Paiton yang dilakukan pada bulan Maret hingga Juni 2015 dengan 6 kali pengambilan sampel di lima titik sekitar PLTU Paiton (Mercusuar, Intake, Outlet, Banyuglugur, dan Tengah). Data struktur komunitas yang diambil berupa kelimpahan, keanekaragaman, dan keseragaman fitoplankton yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan diuji menggunakan analisis regresi linier serta analisis ordinasi. Hasil dari penelitian ini adalah menunjukkan bahwa berdasarkan uji regresi linier dan ordinasi RDA, struktur komunitas fitoplankton di perairan sekitar PLTU Paiton tidak dipengaruhi air bahang secara signifikan. Secara deskriptif kuantitatif struktur komunitas fitoplankton ini digambarkan dengan hasil keanekaragaman yang tergolong sedang (2.3026<H’<6.9078) dengan nilai kelimpahan berkisar antara 7819 ind/m3 hingga 16255 ind/m3. Serta nilai keseragaman jenis labil (0.5< E ≤0.75) ditandai dengan adanya dominansi genus Oscillatoria sp. di setiap titik.
Pengaruh Pemberian Karboksimetil Kitosan (KMK) dalam Upaya Penurunan Kadar Logam Berat Kadmium (Cd) pada Kerang Hijau (Perna viridis Linn.) dari Perairan Teluk Lamong Surabaya Amelia Firdaus; Aunurohim Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.226 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.48606

Abstract

Perna viridis adalah salah satu komoditas perikanan non-ikan yang sudah lama dikenal dan banyak ditemukan di perairan Teluk Lamong Surabaya yang memiliki kemampuan dalam mengakumulasi logam berat kadmium sehingga beresiko sangat dikonsumsi oleh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi logam kadmium P. viridis dari perairan Teluk Lamong Surabaya sebelum dan setelah paparan KMK pada konsentrasi KMK dan waktu perendaman yang memberikan pengaruh tertinggi terhadap penurunan konsentrasi logam kadmium sehingga dapat memperoleh nilai Acceptable Daily Intake (ADI) yang lebih baik. Metode diawali dengan sampling P. viridis di perairan Teluk Lamong Surabaya, kemudian dilakukan perendaman P. viridis menggunakan KMK yang telah disintesis dengan konsentrasi KMK dan waktu perendaman yang bervariasi lalu diukur konsentrasi awal logam berat kadmium dan konsentrasi akhir logam berat kadmium setelah paparan dengan KMK. Parameter pengamatan pada penelitian ini meliputi analisis konsentrasi logam berat kadmium menggunakan ICP-OES serta perhitungan kapasitas adsorpsi KMK dan nilai Acceptable Daily Intake. Rancangan yang digunakan adalah RAL kemudian dianalisis menggunakan uji Friedman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi logam berat kadmium awal P. viridis dari perairan Teluk Lamong Surabaya adalah sebesar 14, 4180 ppm. Konsentrasi KMK dan waktu perendaman yang memberikan pengaruh penurunan paling tinggi terhadap konsentrasi kadmium pada Perna viridis dari perairan Teluk Lamong Surabaya adalah konsentrasi KMK 20 ppm dengan waktu perendaman 120 menit. Perlakuan ini memiliki kapasitas adsorpsi sebesar 0,10 mg/L dan menurunkan konsentrasi kadmium hingga 1,4860 ppm atau mengalami penurunan konsentrasi kadmium sebesar 89,6%. Batas konsumsi harian maksimum Perna viridis dari perairan Teluk Lamong Surabaya yang dapat dikonsumsi per harinya (dalam berat basah) adalah 408,9 gr/kg berat badan/hari untuk manusia dengan berat badan 60 kg. Batas ini setara dengan konsumsi 74 ekor kerang hijau per hari dengan penambahan KMK sebanyak 20 mg yang dilarutkan dalam 1 liter air (20 ppm) dan direndam selama 120 menit.
Co-Authors . Fathurrahman Abdul Wahab Abdul Wahab Adityo Pratomo Putro Ahmad Yanuar Ajiditya Putro Fadhlillah Alvida Mustika Rukmi Amelia Firdaus Ananda Krisna Aldianita Anies Wijayanti Anies Wijayanti Anis Suryani Anisa Rahma Maharani Ardi Lukman Hakim Ari Ganesa Boing Indraswari Cicilia Puspa Rini Citra Fitrie Riany Denis Fichet Dewi Hidayati Dheva Noveilya Dian Saptarini Dwi Novitasari Edwin Setiawan Edwin Setiawan Eka Krisna Risawati Eka Nur Rahmawati Endar Drianto Enny Zulaika Enny Zulaika Farid Kamal Muzaki Fathurrahman Fathurrahman Fione Yukita Yalindua Fiqey Indriati Eka Sari Gilles Radenac Herdayanto Sulistyo Putro Hermawan Hermawan Hermawan Imelda Priskila Simanjuntak Indah Trisnawati Dwi Tjahjaningrum Iska Desmawati Iswatul Diah Lutvianti Iwenda Bella Subagio Kuswandi Linda Novita Sari Lukman Atmaja M Daffa Aditya M. Isa Irawan Mardi Santoso Miftakhul Sefti Raufanda Muhammad Amin Kurniawan Muhammad Romadhoni Muhammad Tsabitul Fuad Mukhammad Muryono Mukhlas Basah Nabilah Dita Anaqah Nadila Wulan Cahyani Ni Kadek Githa Kartika Gunadyani Nita Citrasari Nor Farida Nova Maulidina Ashuri Nur Sita Hamzati Nurlita Abdulgani Nurul Jadid Prasetyo Putri Ayu Jannatul Firdaus Putri Liliandari Putri Saphira Ibrahim Refer Iqbal Tawakkal Rennika Rennika Romanus Edy Prabowo Rony Irawanto Ruzain Rafie Sukma Putra Saptarini, Dian Shinta Cahyaning Dewi Shovitri, Maya Sumah Yulaipi Susi Agustina Wilujeng Susy Budi Astuti Syaikhul Mahmud Taslim Ersam Triono Bagus Saputro, Triono Bagus Tutik Nurhidayati Tutik Nurhidayati Vanuella Tresnaning Budi Varian Fahmi Vina Sita Wenny Devinta Dwi Rahmadiani Yaqdhan Nufal Rafi Yatim Lailun Ni’mah Yeni Indah Lestari