Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PHYTOPLANKTON COMPOSITION AND ITS RELATION TO PEARL OYSTER AQUACULTURE (Pinctada maxima) IN SEKOTONG, WEST NUSA TENGGARA . Fathurrahman; . Aunurohim; Varian Fahmi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 7 No. 1 (2015): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.81 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v7i1.9768

Abstract

Pearl oyster aquaculture is one of the marine industries that is currently growing in West Nusa Tenggara. Pearl oyster (Pinctada maxima) is a common species of oyster that cultivated in West Nusa Tenggara waters. A suitable location is an important factor for the success of pearl aquaculture industry. It needs a good water quality and supported by appropriate physical parameters for other marine biotas. The aim of this research was to analize phytoplankton composition (biological parameter) and it correlation to the Sekotong water condition for pearl farming production. The result showed that the pearl farming location has good water condition according to physio-chemical parameter and water nutrients. All parameters were in suitable range for the growth and development of pearl oysters. Keywords: pearl farming, phytoplankton, Pinctada maxima, West Nusta Tenggara
PENGEMBANGAN JAMUR TIRAM DENGAN TEKNOLOGI TEMPERATURE AND HUMIDITY CONTROL DAN OPTIMASI PADA PRODUKSI JAMUR TIRAM Alvida Mustika Rukmi; M. Isa Irawan; Aunurohim .
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 01 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v2i01.780

Abstract

Oyster mushroom cultivation in Kampung Tinja Keputih, can be analternative to empower local communities to be more productive society. Theeconomic value of the oyster mushroom in the area around the target society,with ease and cheapness of oyster mushroom seeds, allowing it to be used asagricultural products in the target area. While the lack of knowledge formushroom cultivation in the lowlands become the forerunner of mushroomcultivation program with tools "Temperature and Humidity Control (THC)” sothat the humidity wil meet the plants need extra humidity. This tool will work tooptimize the growth of oyster mushrooms. Field observations of thecharacteristics of the society, climate, fresh water supply and land used as aplace of cultivation. Dissemination was executed to introduce thecharacteristics of oyster mushrooms for the society. Basic training wasorganized to foster interest and motivation of the target communities followedby technical training oyster mushroom cultivation with THC tool support.Optimization of production control aims for a balance of mushroom seed stockand the products that can be marketed. The role of technology is expected tohave an impact to build a society that is constantly innovating character.Results of oyster mushroom cultivation in the target areas will be hope for thetargeted communities and surrounding region in increasing the economic valueand productivity levels of inmates.
KONSENTRASI LOGAM BERAT PADA MAKROFAUNA BENTIK DI KEPULAUAN KANGEAN, MADURA Aunurohim Aunurohim; Gilles Radenac; Denis Fichet
JURNAL PENELITIAN BIOLOGI BERKALA PENELITIAN HAYATI Vol 12 No 1 (2006): December 2006
Publisher : The East Java Biological Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23869/403

Abstract

Study of bioaccumulation of heavy metal at species of macrofauna benthic in Kangean’s archipelago, Madura have been done at February 2004. This study was conducted in the effort data base compiling bioaccumulation of heavy metal, especially in Indonesia. As one of part of “Mussel Watch” program what have been executed by cleft of world angle. Kangean’s archipelago has been selected because its situation was very cloistered and far from modern industrial activity, and also inexistence of data about heavy metal’s accumulation at macrofauna benthic. Sampling has been done in 2 station around island Arjasa (subdivision Arjasa), precisely in Erreng at 6°53’00” S and 115°14’26’’ E and Bilis-Bilis at 6°50’45’’ S and 115°14’54’’ E. Sampling has been conducted by using method of direct collection, and then treated in laboratory to analysis by AAS Spectra AA 250 plus of method flame. Species of Nassarius globosus, Anadara Scapha (big) and Saccostrea cucullata accumulate highest metal of Cu, Cd and Zn (in successively) 192,53 ± 154.65 μg/g dry weight, 13.30 ± 1.55 μg/g dry weight, and 1816.02 ± 367.28 μg/g dry weight.
Workshop Bio-Ekologi Guna Peningkatan Kapabilitas Pemandu Wisata Lokal Taman Kehati Jawa Timur Farid Kamal Muzaki; Dian Saptarini; Aunurohim Aunurohim; Indah Trisnawati Dwi Tjahjaningrum; Mukhammad Muryono; Iska Desmawati; Mukhlas Basah; Muhammad Amin Kurniawan
Sewagati Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1282.653 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i2.216

Abstract

Taman Kehati Wonosalam yang terletak di Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang memiliki fungsi sebagai kawasan pencadangan sumber daya alam hayati lokal di luar kawasan hutan yang mempunyai fungsi konservasi in-situ dan/atau ex-situ; juga sebagai lokasi taman wisata edukasi khususnya bagi siswa-siswa sekolah dasar dan menengah. Masyarakat lokal yang tergabung dalam PokMas Kehati Jombang telah berperan sebagai pemandu wisata namun masih memiliki pengetahuan minimal terkait keanekaragaman koleksi tumbuhan serta potensi Taman Kehati sebagai kantong biodiversitas bagi fauna yang berhabitat di Taman Kehati tersebut. Oleh karena itu, dilaksanakan suatu pelatihan bagi anggota PokMas Kehati Jombang yang berfokus pada nilai penting, peran dan manfaat koleksi tumbuhan di Taman Kehati serta status keanekaragaman fauna di dalamnya. Tujuan akhir dari pelatihan adalah peningkatan kapabilitas pemandu wisata lokal. Pelatihan berlangsung selama 2 hari dan dapat berlangsung dengan lancar. Materi yang disampaikan kepada peserta adalah: 1), landasan hukum, tujuan dan sejarah pembentukan Taman Kehati Wonosalam; 2), status dan kondisi keanekaragaman flora koleksi dan fauna yang berhabitat di Taman Kehati Wonosalam; 3), latihan teknis pengamatan flora dan fauna; serta 4), game sederhana untuk membantu pengenalan spesies dan manfaat flora dan fauna. Hasil analisis kuesioner pasca pelatihan menunjukkan bahwa kegiatan tersebut dapat memberikan wawasan dan pengetahuan lebih mengenai kondisi umum serta status kondisi keanekaragaman flora dan fauna di Taman Kehati Wonosalam; yang mana akan sangat bermanfaat untuk menunjang peran sebagai pemandu wisata lokal, khusunya bagi siswa sekolah dasar dan menengah.
Penggunaan Alat Peraga Kawat Luncur Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Pokok Bahasan Gaya Lorentz Abdul Wahab; Aunurohim; Dian Saptarini; Indah Trisnawati D.T; Nurul Jadid; Edwin Setiawan; Farid Kamal Muzaki; Triono Bagus Saputro; Iska Desmawati
Sewagati Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.839 KB)

Abstract

Penelitian ini disusun sebagai tindak lanjut dari sebuah penelitian untuk mengatasi permasalahan dalam pembelajaran tentang gaya Lorentz yang sering dialami oleh peserta didik yaitu kesulitan menvisualisasikan gaya Lorentz sehingga hasil belajar peserta didik kurang baik. Penelitian yang dilakukan menggunakan rancangan uji coba one-group pretest – posttest sedangkan pengembangan alat peraga kawat luncur menggunakan model 4D yang terdiri atas 4 tahap yaitu define, design, develop dan disseminate. Penelitian ini diujicobakan kepada peserta didik kelas 9D yang terdiri atas 32 peserta didik. Penggunaan alat peraga kawat luncur dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik dapat memvisualisasikan keberadaan dan arah gaya Lorentz secara jelas pada peserta didik sehingga mereka lebih mudah memahami konsep dan arah gaya Lorentz. Hasil belajar perserta didik pada materi gaya Lorentz setelah menggunakan alat peraga kawat luncur dalam pembelajaran mengalami kenaikan dengan rata – rata n-gain sebesar 0,8 dan berkategori tinggi sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat peraga kawat luncur dalam pembelajaran materi gaya Lorentz mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Kolaborasi Institusi Pemerintah – Perguruan Tinggi – LSM dalam Pengelolaan Sampah Plastik Melalui Forum Group Discussion Aunurohim; Anies Wijayanti; Hermawan; Enny Zulaika; Dian Saptarini; Dewi Hidayati; Maya Shovitri; Edwin Setiawan; Farid Kamal Muzaki; Iska Desmawati; Nova Maulidina Ashuri
Sewagati Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1276.813 KB)

Abstract

Pengelolaan sampah, utamanya plastik, menjadi sorotan Indonesia bahkan dunia terkait dengan pencemaran yang disebabkannya. Pengelolaan sampah plastik menjadi penting untuk dilakukan manakala sudah mencapai taraf yang membahayakan makhluk hidup di perairan ataupun di daratan. Departemen Biologi bersama Dinas Lingkungan Hidup kota Surabaya dan Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas ‘Nol’ Sampah Surabaya mengadakan forum group discussion guna membahas hal tersebut agar diperoleh suatu upaya konkret dalam pengelolaan sampah plastik di Surabaya secara khusus, dan Indonesia secara umum. Hasil forum group discussion kegiatan ini merekomendasikan langkah-langkah konkret berdasarkan prioritas dalam pengelolaan sampah plastik dimulai dari (1) tidak menggunakan sama sekali tas atau kantong plastik, sedotan plastik, dan botol minuman plastik sekali pakai, (2) jika tidak memungkinkan, maka dilakukan pengurangan penggunaan material berbahan dasar plastik sekali pakai, (3) skala prioritas selanjutnya adalah melakukan re-cycle ataupun re-use untuk plastik yang tidak bernilai komersil seperti plastik sachet ataupun bungkus mie agar dapat bernilai fungsional bahkan komersial, (4) dan prioritas terakhir adalah membiasakan membuang sampah terutama plastik pada tempatnya agar mekanisme sortikasi yang dilakukan pemerintah untuk melaksanakan program bebas sampah plastik pada tahun 2025 mendatang dapat terwujud.
Membangun Industri Halal dalam Mendukung Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia melalui Program Gerakan Menuju Sertifikasi Halal (GEMESH) Herdayanto Sulistyo Putro; Yatim Lailun Ni'mah; Susi Agustina Wilujeng; Susy Budi Astuti; Aunurohim; Taslim Ersam; Mardi Santoso; Lukman Atmaja; Adityo Pratomo Putro; Anisa Rahma Maharani; Ananda Krisna Aldianita; Cicilia Puspa Rini; Dheva Noveilya; Imelda Priskila Simanjuntak; M Daffa Aditya; Nabilah Dita Anaqah; Ni Kadek Githa Kartika Gunadyani; Nor Farida; Ruzain Rafie Sukma Putra; Vanuella Tresnaning Budi; Yaqdhan Nufal Rafi; Ardi Lukman Hakim; Fiqey Indriati Eka Sari
Sewagati Vol 7 No 4 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i4.544

Abstract

Berkembangnya era globalisasi serta perdagangan masyarakat ekonomi ASEAN, kebutuhan akan produk halal semakin besar dan diminati. Upaya Pemerintah dalam mendorong Indonesia menjadi produsen produk halal yakni membuat UU Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal. Sifat sertifikasi halal yang semula sukarela menjadi wajib bagi pelaku usaha. Sehingga, UMKM juga diwajibkan untuk menerapkan Sistem Jaminan Halal agar mutu dan kualitas produk menjadi lebih baik di mata konsumen. Kondisi ini dimanfaatkan oleh Tim Pengabdi melalui GEMESH (Gerakan Menuju Sertifikasi Halal) yang telah membentuk suatu Kawasan Halal di Taman Indah, Sidoarjo. Tim Pengabdi memfasilitasi UMKM pangan dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kaidah halal serta membantu proses sertifikasi halal produknya melalui kampanye GEMESH yang diintegrasikan dengan kegiatan KKN mahasiswa meliputi sosialisasi, diklat penyelia halal, seminar dan pelatihan proses produksi halal, hingga pendampingan proses sertifikasi halal serta dengan website gemeshalal.in untuk mendukung keberlanjutan kampanye GEMESH. Terdapat 1 UMKM yang telah verval berkas sertifikasi halal dan 3 UMKM lainnya belum tersertifikasi karena harus melakukan perbaikan data dalam pengajuan pendaftaran sertifikasi halal.
Abundance and Characteristics of Microplastics Found in The Gastrointestinal Tract of Commercial Marine Fish from Bitung, North Sulawesi, Indonesia Aunurohim Aunurohim; Eka Krisna Risawati; Eka Nur Rahmawati; Nova Maulidina Ashuri; Fione Yukita Yalindua; Putri Saphira Ibrahim; Nita Citrasari; Miftakhul Sefti Raufanda; Romanus Edy Prabowo
Squalen, Buletin Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 18, No 1 (2023): May 2023
Publisher : Research and Development Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnol

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/squalen.719

Abstract

Microplastic (MP) pollution is an emerging environmental problem that threatens food security, food safety, and human health since it has been reported to be found in commercial fish consumed by humans. Bitung, North Sulawesi, is one of the biggest contributors to capture fishery production in Indonesia. However, there is no data on microplastic pollution in commercial marine fish from Bitung. Therefore, this research aimed to investigate the presence and identify the visual characteristics (color, shape, size) and the polymer type of microplastics found in the gastrointestinal tract of commercial marine fish from Bitung, North Sulawesi. The gastrointestinal tract was extracted using KOH 10%, and the microplastic was observed under a stereo microscope. A total of 753 microplastic particles were found in the gastrointestinal tract of 74 individuals (prevalence 99%), and there was a statistically significant difference in the abundance of microplastics found in the gastrointestinal tract of pelagic and demersal fish. The average number of microplastic particles found in the gastrointestinal tract of pelagic fish (12,24 ± 2,43) is higher than in demersal fish (7,38 ± 3,48). The dominant color and shape of microplastic found in the gastrointestinal tract of the fish were black and fiber, respectively. At the same time, the dominant microplastic size found in the gastrointestinal tract of demersal fish was bigger (1,001-5,000 µm, 39,4%) compared to pelagic fish (150-500 µm, 47%). The Fourier Transform Spectroscopy (FTIR) analysis result shows that microplastics of the same polymer type can be found in the gastrointestinal tract of both pelagic and demersal fish.
Faunal Drink Dispenser (FDD): Pemanfaatan Semen Reject untuk Pembuatan Kolam Minum Fauna di Karst Rembang Farid Kamal Muzaki; Kuswandi; Ajiditya Putro Fadhlillah; Endar Drianto; Prasetyo; Yeni Indah Lestari; Refer Iqbal Tawakkal; Iswatul Diah Lutvianti; Dwi Novitasari; Indah Trisnawati; Dian Saptarini; Aunurohim; Iska Desmawati; Mukhammad Muryono
Sewagati Vol 7 No 6 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i6.652

Abstract

Meskipun berada pada kawasan dengan curah hujan tinggi dan memiliki banyak sungai bawah tanah, namun porositas lahan yang tinggi menyebabkan air sangat mudah masuk kedalam tanah melalui rekahan, retakan atau celah di permukaan tanah; sehingga pada kawasan karst umumnya sangat sulit dijumpai adanya aliran air permukaan. Hal ini menyebabkan sedikitnya sumber air minum bagi fauna khususnya pada saat musim kering. Oleh karena itu, dengan tujuan untuk mempercepat penyediaan fungsi habitat bagi fauna, PT. Semen Gresik Pabrik Rembang berinisiatif membuat kolam-kolam kecil yang berfungsi sebagai sumber air minum bagi fauna khususnya mamalia, reptil dan fauna burung. Kolam dimaksud dibuat dengan memanfaatkan semen reject dari proses produksi dan distribusi semen. Desain kolam dibuat sedemikian rupa sehingga tampak alami dan dapat menjadi atraktan kehadiran fauna. Pembuatan kolam FDD telah menunjukkan hasilnya untuk fungsi habitat bagi fauna, ditunjukkan melalui kehadiran spesies fauna yang sebelumnya tidak ada saat sebelum adanya kolam FDD. Selain itu, terjadi peningkatan jumlah spesies, kelimpahan dan nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) komunitas fauna pasca pembuatan kolam FDD.
Karakteristik Mikroplastik pada Ikan Kakatua Anglu (Chlorurus sordidus) dan Ikan Kurisi Sirip Pucat (Nemipterus thosaporni) di Perairan Teluk Jakarta Shinta Cahyaning Dewi; Aunurohim Aunurohim; Dian Saptarini
Jurnal Kelautan Vol 16, No 3: Desember (2023)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v16i3.22811

Abstract

ABSTRAKPencemaran laut oleh plastik saat ini menjadi ancaman penting karena meningkat secara signifikan hingga mencapai 47-85% setiap tahunnya. Sampah plastik dapat terfragmentasi menjadi lebih kecil atau disebut mikroplastik yang mempunyai ukuran 5 mm. Permasalahan mikroplastik juga banyak ditemukan di Indonesia, salah satunya adalah perairan Teluk Jakarta sebagai sumber perikanan demersal. Jenis ikan demersal yang mempunyai nilai ekonomi tinggi antara lain ikan kakaktua anglu (Chlorurus sordidus) yang merupakan ikan herbivora dan ikan kurisi sirip pucat (Nemipterus thosaporni) yang merupakan ikan omnivora. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik mikroplastik pada insang, gastrointestinal, dan daging pada dua ikan tersebut. Karakteristik mikroplastik diamati menggunakan mikroskop stereo dengan bantuan OptiLab. Kelimpahan mikroplastik pada 10 ekor ikan kakatua anglu sebesar 132,75 partikel/gram pada insang, 146,4 partikel/gram pada gastrointestinal, dan 32,2 partikel/gram pada daging. Pada 10 ekor ikan kurisi sirip pucat terdapat 120,5 partikel mikroplastik/gram pada insang, 219,75 partikel/gram pada gastrointestinal, dan 27,7 partikel/gram pada daging. Bentuk yang dominan pada ketiga organ dari kedua jenis ikan adalah bentuk fragmen dan warna yang dominan adalah hitam.Kata Kunci: Daging, Insang, Gastrointestinal, Mikroplastik, Teluk JakartaABSTRACTPollution in the sea by plastic is currently an important threat because it has increased significantly to reach 47-85% each year. Plastic waste can be fragmented into smaller pieces or called microplastics which have a size of 5 mm. Microplastic problems are also found in Indonesia, one of which is the Jakarta Bay waters as a source of demersal fishery. Demersal fish species that have high economic value include the anglu parrotfish (Chlorurus sordidus) which is a herbivorous fish and the palefin bream fish (Nemipterus thosaporni) which is an omnivore fish. The purpose of this study was to identify the characteristics of microplastics in the gills, gastrointestinal, and flesh in different two species. The characteristics of microplastics were observed using a stereo microscope with the help of OptiLab. The abundance of microplastics in 10 anglu parrot fish was 132,75 particles/gram in the gills, 146,4 particles/gram in the gastrointestinal, and 32,2 particles/gram in the flesh. In 10 palefin bream fish, there were 120,5 microplastic particles/gram in the gills, 219,75 particles/gram in the gastrointestinal, and 27,7 particles/gram in the flesh. The dominant shape of the three organs of both species of fish is the fragment shape and the dominant color is black.Key words: Flesh, Gastrointestinal, Gill, Jakarta Bay, Microplastics
Co-Authors . Fathurrahman Abdul Wahab Abdul Wahab Adityo Pratomo Putro Ahmad Yanuar Ajiditya Putro Fadhlillah Alvida Mustika Rukmi Amelia Firdaus Ananda Krisna Aldianita Anies Wijayanti Anies Wijayanti Anis Suryani Anisa Rahma Maharani Ardi Lukman Hakim Ari Ganesa Boing Indraswari Cicilia Puspa Rini Citra Fitrie Riany Denis Fichet Dewi Hidayati Dheva Noveilya Dian Saptarini Dwi Novitasari Edwin Setiawan Edwin Setiawan Eka Krisna Risawati Eka Nur Rahmawati Endar Drianto Enny Zulaika Enny Zulaika Farid Kamal Muzaki Fathurrahman Fathurrahman Fione Yukita Yalindua Fiqey Indriati Eka Sari Gilles Radenac Herdayanto Sulistyo Putro Hermawan Hermawan Hermawan Imelda Priskila Simanjuntak Indah Trisnawati Dwi Tjahjaningrum Iska Desmawati Iswatul Diah Lutvianti Iwenda Bella Subagio Kuswandi Linda Novita Sari Lukman Atmaja M Daffa Aditya M. Isa Irawan Mardi Santoso Miftakhul Sefti Raufanda Muhammad Amin Kurniawan Muhammad Romadhoni Muhammad Tsabitul Fuad Mukhammad Muryono Mukhlas Basah Nabilah Dita Anaqah Nadila Wulan Cahyani Ni Kadek Githa Kartika Gunadyani Nita Citrasari Nor Farida Nova Maulidina Ashuri Nur Sita Hamzati Nurlita Abdulgani Nurul Jadid Prasetyo Putri Ayu Jannatul Firdaus Putri Liliandari Putri Saphira Ibrahim Refer Iqbal Tawakkal Rennika Rennika Romanus Edy Prabowo Rony Irawanto Ruzain Rafie Sukma Putra Saptarini, Dian Shinta Cahyaning Dewi Shovitri, Maya Sumah Yulaipi Susi Agustina Wilujeng Susy Budi Astuti Syaikhul Mahmud Taslim Ersam Triono Bagus Saputro, Triono Bagus Tutik Nurhidayati Tutik Nurhidayati Vanuella Tresnaning Budi Varian Fahmi Vina Sita Wenny Devinta Dwi Rahmadiani Yaqdhan Nufal Rafi Yatim Lailun Ni’mah Yeni Indah Lestari