Claim Missing Document
Check
Articles

Model Pemberdayaan Masyarakat berbasis Edukasi Hipertensi dan Penanaman TOGA di RW 6 Kelurahan Bencah Lesung, Pekanbaru Hasneli, Yesi; Mahiroh, Salma; Ramadhani, Afni; Putri, Dona Armelia; Nur, Puja Permata; Gulo, Dedi Kristian; Devania, Camilla; Putri, Tiara Asyifa; Ningtias, Dwi; Wulandari, Gustika; Destiana, T Nisa; Hidayah, Rafiq; Dismawati, Dismawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.818

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami oleh masyarakat usia dewasa hingga lansia di RW 6 Kelurahan Bencah Lesung, Kota Pekanbaru. Berdasarkan hasil pengkajian, melalui wawancara dengan penderita hipertensi, diketahui bahwa pengetahuan masyarakat masih rendah terkait penyebab, dampak, serta cara pengendalian hipertensi. Kondisi ini menunjukkan perlunya penanganan dan edukasi kesehatan melalui penyuluhan mengenai penyakit hipertensi serta pemanfaatan terapi farmakologi dan nonfarmakologi untuk mencegah komplikasi. Masyarakat di RW 6 Kelurahan Bencah Lesung, Kota Pekanbaru mengalami hipertensi karena dipengaruhi oleh faktor keturunan, pola makan tidak sehat, dan tidak berolahraga secara rutin. Metode: pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan menggunakan media powerpoint dan leaflet, disertai sesi diskusi interaktif serta evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan di Masjid Al-Mursalin pada tanggal 16 Oktober 2025 dan diikuti oleh 14 ibu-ibu usia dewasa hingga lansia. Selain itu, dilakukan pengenalan serta penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) pada 17 Oktober 2025 di halaman masjid. Tanaman yang dikenalkan merupakan tanaman yang tersedia dan mudah dimanfaatkan masyarakat, yaitu seledri, serai kunyit, dan lengkuas. Seledri memiliki senyawa yang membantu merelaksasi pembuluh darah, serai memiliki efek diuretic, kunyit bersifat antiinflamasi dan lengkuas mendukung kelancaran sirkulasi darah, sehingga semuanya berpotensi membantu menurunkan tekanan darah. Abstrak ini juga menambajkan contoh tanaman lain yang mudah ditemukan di masyarakat, seperti bayam yang kaya serat dan kalium untuk menstabilkan tekanan darah, bawang putih dapat melancarkan sirkulasi darah, tomat mengandung likopen yang menjaga elastisitas pembuluh darah, jahe melancarkan peredaran darah, pisang kaya akan kalium, dan mentimun yang dapat membantu menghidrasi dan menurunkan tekanan darah. Analisis: perbandingan nilai rata-rata pre-test dan post-test digunakan untuk melihat peningkatan pengetahuan masyarakat. Hasil: pengetahuan masyarakat meningkat dari 21.5% kategori kurang menjadi 100% kategori baik, dengan peningkatan nilai mean sebesar 2.43. masyarakat juga menunjukkan antusiasme dalam penanaman TOGA sebagai salah satu upaya alami pengendalian hipertensi. Kesimpulan: Penyuluhan hipertensi serta pemanfaatan TOGA memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam pengendalian hipertensi secara mandiri dan berkelanjutan.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap tentang Pola Makan dengan Tekanan Darah Penderita Diabetes Melitus Bahira, Hafiza; Hasneli, Yesi; Karim, Darwin
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 5 No 1 (2026): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol5.Iss1.2416

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan komplikasi seperti hipertensi. Pengendalian tekanan darah pada penderita DM dipengaruhi oleh faktor perilaku, termasuk pengetahuan dan sikap terhadap pola makan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap tentang pola makan dengan tekanan darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Airtiris Kabupaten Kampar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 133 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya serta pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter digital. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan tekanan darah (p=0,007) dan antara sikap dengan tekanan darah (p=0,009). Kesimpulan pada penelitian yaitu bahwa pengetahuan dan sikap tentang pola makan berhubungan dengan tekanan darah pada penderita DM tipe 2. Edukasi kesehatan diperlukan untuk meningkatkan pengendalian tekanan darah dan mencegah komplikasi.
Survei Kejadian Growth Faltering Pada Anak Usia 6–12 Bulan di Kota Pekanbaru Syeptri Agiani Putri; Riri Novayelinda; Ririn Muthia Zukhra; Yesi Hasneli
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.20500

Abstract

ABSTRACT Growth faltering is a condition of growth failure characterized by a slowing growth rate. The main cause is malnutrition. Continuous growth faltering conditions can cause disturbances in growth, cognitive and psychomotor development, physical activity, behavior and learning abilities. The Purpose of this study is to see the incidence of growth faltering in children aged 6 – 12 month in Pekanbaru City. This study uses a quantitative descriptive method with cross sectional approach. The research sample was 386 children aged 6 - 12 months using the Lemeshow formula. The sampling technique used purposive sampling. The instruments used were demographic data questionnaires and anthropometric measuring instruments. The data analysis used was univariate analysis. The research results show that the incidence of growth faltering in children aged 6 - 12 months in Pekanbaru City is 42.7%. Characteristics of children with growth faltering occur in children aged 9 - 11 months (40.3%) and male (51.5%). The majority of respondents were born at full term (39.9%), not LBW (43%), had a history of receiving exclusive breastfeeding (44.7%) and had family income above the minimum wage (44.9%). Based on the research results, it is recommended that the Community Health Center add education regarding providing appropriate and healthy MPASI before giving MPASI to children. Suggestions for future researchers to be able to identify factors related to the incidence of growth faltering in children. Keywords: Growth Faltering, Malnutrition, Stunted  ABSTRAK Growth faltering merupakan suatu kondisi gagal tumbuh yang ditandai dengan melambatnya laju pertumbuhan. Penyebab utamanya adalah kekurangan gizi. Kondisi growth faltering yang terus menerus dapat menyebabkan gangguan pada pertumbuhan, perkembangan kognitif dan psikomotorik, aktivitas fisik, perilaku dan kemampuan belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat kejadian growth faltering pada anak usia 6 – 12 bulan di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 386 anak usia 6 – 12 bulan dengan menggunakan rumus Lemeshow. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner data demografi dan alat ukur antropometri. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian growth faltering pada anak usia 6 – 12 bulan di Kota Pekanbaru sebesar 42,7%. Karakteristik anak dengan growth faltering terjadi pada anak usia 9 – 11 bulan (40,3%) dan berjenis kelamin laki-laki (51,5%). Mayoritas responden lahir cukup bulan (39,9%), tidak BBLR (43%), memiliki riwayat mendapat ASI eksklusif (44,7%) dan memiliki pendapatan keluarga di atas UMR (44,9%). Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada Puskesmas untuk menambah edukasi mengenai pemberian MPASI yang tepat dan sehat sebelum memberikan MPASI pada anak. Saran bagi peneliti selanjutnya agar dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian growth faltering pada anak. Kata Kunci: Gizi Buruk, Growth Faltering, Stunting.
Co-Authors ", Bayhakki " AFNI RAMADHANI, AFNI Afriani, Kartika Agrina Amir, Yufitriana Andi - Nurchairiah Ari Pristiana Dewi Aristiyani, Desty Arneliwati Bahira, Hafiza Bayhakki Bayhakki Bayhakki Candra Ahmadi, Candra Dachi, Ester Priska Damanik, Siti Rahmalia Darmilis - - Darwin - Karim Destiana, T Nisa Devania, Camilla Dewi - Oktaviah DISMAWATI, DISMAWATI Erika Erika Erika Erwin Erwin Fathra Anis Nauli Fathra Annis Nauli Febriana - Sabrian Febriana - Yosefa Fismaleni, Menik Fitri Handayani Fitri i Handayan Fitriani, Dora Gamya Tri Utami Gulo, Dedi Kristian Hartati, Salinabela Hellena Deli Hidayah, Rafiq Hudrizal Mubaroq Riauwi Iis Dian Saviqoh Indriati, Ganis Isfahani Safril Jumaini, Jumaini ' Juniar Ernawaty Karmila, Fitri KHOIRUN NISA Kurnia Sandi Mahiroh, Salma Maulani, Rahayu Maulani Mira Anggraini Mira Khairunnisa Misrawati Muhammad Fikri Indra, Muhammad Fikri Nelva - Rina Ningtias, Dwi Nopriadi Nur, Puja Permata Nurul Aina Ibni Kalzan Nurul Huda Oswati - Hasanah Paramita, Winda Wiranti Putri Ladekha, Tiara Chennie Putri Ladekha, Tiara Chennie Putri, Dona Armelia Putri, Tiara Asyifa R. Meida Wanti Refianti - Marsinta Rindang Azhari Rezky, Rindang Azhari Riri Novayelinda Rismadefi - Woferst Rizky Ika Winda Rosiana, Rosiana Safril, Isfahani Sartika - Mayasari Siti Aisyah Siti Munira Siti Rahmalia Hairani Damanik Sri - Utami Sri Utami Sri Wahyu Gusti Fajri Sri Wahyuni Sriwahyu - Aprida Syafna, Habibah Syeptri Agiani Putri Tiara Putri Wiraini Utami Maulina Hutabarat Utami, Sri ' Wan Khairul Nizam Wan Nishfa Dewi Widia - Lestari Widia Lestari Wisda Elviani Wulandari, Gustika YUHELMA, YUHELMA ' Yulia Irvani Dewi Yulia Rizka Zahtamal Zahtamal Zukhra, Ririn Muthia