Indyah Martiningrum
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Published : 44 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Double Skin Façade pada Apartemen di Surabaya Rifky Kurniansyah; Agung Murti Nugroho; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.574 KB)

Abstract

Keterbatasan lahan dan pertambahan jumlah penduduk yang tidak terkendali merupakan permasalahan urban yang banyak dijumpai di kota besar seperti Surabaya. Untuk mengatasi hal tersebut Pemerintah Kota Surabaya merencanakan pembangunan untuk bangunan hunian berkonsep vertikal, seperti apartemen yang terintegarasi dalam satu kawasan Central Bussiness District (CBD). Apartemen sudah menjadi kebutuhan masyarakat perkotaan dan terus diburu, dengan alasan keterbatasan lahan dan budaya masyarakat kota yang mulai berubah menuju modernisasi. Kawasan Kaki Jembatan Suramadu di pesisir Surabaya direncanakan sebagai sebuah area mandiri yang mengintegrasikan kebutuhan bisnis, hunian dan berbagai fungsi penunjang lainnya. Letak kawasan yang berada di wilayah pesisir membutuhkan perhatian khusus dalam desain pengendalian bangunan terhadap panas. Radiasi matahari akan membuat fasade bangunan panas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan sebuah strategi desain khusus, salah satunya dengan menggunakan double skin façade (DSF) pada fasade bangunan apartemen untuk mereduksi panas matahari. Metode perancangan yang digunakan adalah pragmatik dan simulasi. Variabel rancangan DSF yang digunakan adalah tipe “koridor”, rongga 120 cm, dan material kaca. Hasil yang didapat menunjukkan kombinasi variabel rancangan DSF tersebut mampu menurunkan penggunaan konsumsi energi untuk keseluruhan sebesar 68,64%. Adanya penurunan beban energi yang cukup besar tersebut menunjukkan bahwa penerapan DSF ini sesuai untuk digunakan pada bangunan di daerah beriklim tropis seperti di Indonesia.Kata kunci: perancangan apartemen, radiasi matahari, double skin façade
Integrasi Ruang Terbuka Publik Terhadap Pusat Perbelanjaan Adzikrikal Dwi Putra; Wulan Astrini; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (956.902 KB)

Abstract

Kurangnya ruang terbuka publik akibat persaingan lahan di perkotaan mengakibatkan berkurangnya aktivitas berkumpul bagi masyarakat, sehingga adanya pergeseran gaya hidup masyarakat yang awalnya mereka berkumpul di ruang terbuka publik, sekarang berpindah menuju pusat perbelanjaan modern. Hal ini memunculkan perkembangan desain pusat perbelanjaan yang diintegrasikan dengan ruang terbuka publik sebagai wadah berkumpul bagi masyarakat. Penelitian ini mengambil studi kasus Cihampelas Walk Bandung (Jawa Barat), Surabaya Town Square (Jawa Timur), dan The Park Solo (Jawa Tengah). Dimana ketiga pusat perbelanjaan tersebut mengintegrasikan ruang terbuka publik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk integrasi ruang terbuka publik terhadap pusat perbelanjaan, khususnya pada aspek sirkulasi, zoning aktivitas, dan visual ruang. Metode yang digunakan, yaitu metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data menggunakan place-centered mapping dan person-centered mapping. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada aspek sirkulasi menggunakan pencapaian tersamar oleh retail yang disusun secara linier, sehingga pengunjung dapat melewati ruang-ruang retail yang memiliki bentuk sirkulasi dengan semi terbuka. Aspek zoning aktivitas akan membentuk zoning penerima, zoning koneksi, zoning penunjang (retail, area tempat duduk, taman), dan zoning multiuse. Aspek visual ruang akan didominasi oleh unsur ruang dan prinsip irama, sehingga visual ruang dapat memberikan kesatuan antara ruang terbuka publik dan pusat perbelanjaan.Kata Kunci: Integrasi, ruang terbuka publik, pusat perbelanjaan
Kebun Binatang Surabaya (Perancangan Ulang dengan Pengoptimalan Ruang Terbuka Hijau) Devi Ariani Putri; Subhan Ramdlani; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.71 KB)

Abstract

Kebun Binatang Surabaya merupakan salah satu tempat wisata favorit yang juga berfungsi sebagai ruang terbuka hijau terbesar di kota Surabaya. Kota Surabaya sebagai kota metropolis mengalami penyusutan Ruang Terbuka Hijau yang banyak memiliki manfaat bagi makhluk hidup, namun saat ini Kebun Binatang Surabaya memiliki problema diantaranya banyak satwa yang mati, kondisi fisik yang menurun dan jumlah pengunjung yang tidak stabil. Selain itu, keberadaan Kebun Binatang Surabaya di tengah permukiman padat penduduk memerlukan adanya ruang transisi agar tidak berhubungan langsung dengan rumah penduduk sekitar. Kebun Binatang Surabaya memiliki fungsi konservasi, edukasi, wisata dan juga Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang perlu dipertahankan. Maka pengembangan Kebun Binatang Surabaya ke depannya harus dapat mengoptimalkan RTH agar fungsi dan kebutuhannya dapat seimbang. Proses analisis menggunakan metode programatik dengan objek komparasi Singapore Zoo dan Batu Secret Zoo dan untuk proses perancangan menggunakan metode pragmatik yakni penyesuaian fungsi dengan atribut kota hijau yang telah ditetapkan. Analisis dilakukan dengan membandingkan antara objek komparasi dan mengacu pada atribut kota hijau maka dihasilkan konsep kebun binatang yang tetap memperhatikan lingkungan, kebutuhan satwa dan juga wisata dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas ruang terbuka hijau.Kata kunci: kebun binatang Surabaya, pengoptimalan Ruang Terbuka Hijau
Perancangan Kembali Museum Airlangga Kota Kediri Ayu Mustikaning Pramesti; Rinawati P Handajani; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1160.606 KB)

Abstract

Museum adalah tempat untuk menyimpan dan memelihara benda peninggalan sejarah. Lambat laun terjadi fenomena menurunnya jumlah pengunjung di mana salah satunya disebabkan kurangnya daya tarik museum. Daya tarik museum yang dibahas dibatasi pada daya tarik bangunan museum. Selain kebutuhan untuk menambah daya tarik bangunan, pesatnya kemajuan teknologi juga merupakan isu yang mendasari studi penggunaan teknologi sebagai media penyajian benda koleksi museum sejarah. Tahapan pertama analisis adalah evaluasi bangunan dan ruang pamer sesuai persyaratan teknis dan dikombinasikan dengan penjabaran tapak untuk mendapatkan program tapak dan ruang. Tahap selanjutnya adalah analisis objek komparasi beberapa museum yang dianggap berhasil menarik pengunjung dan memiliki bentuk yang atraktif. Objek komparasi tersebut disandingkan untuk menemukan persamaan konsep bangunan dan penggunaan teknologinya untuk digunakan sebagai variabel desain. Tahap selanjutnya adalah analisis perancangan bentuk bangunan menggunakan variabel yang telah ditemukan, kemudian menggunakan contoh-contoh penerapan teknologi untuk penyajian benda koleksinya. Setelah itu, dilakukan analisis kesejarahan Kediri sebagai konteks Museum Airlangga yang merupakan museum sejarah. Hasil pengolahan bentuk didapat dari simbolik candi. Teknologi yang digunakan pada museum adalah teknologi LCD proyektor, touchscreen, komputer, pedestal kinetik, dan teknologi lighting.Kata kunci: perancangan kembali, museum, bentuk bangunan, teknologi penyajian koleksi
Karakteristik Spasial Area Masuk Utama pada Bangunan Stasiun (Studi Kasus: Stasiun-Stasiun di Wilayah Malang) Martha Angelia; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.072 KB)

Abstract

Adanya 3 kelas pada stasiun di wilayah Malang, yaitu stasiun kelas besar, kelas sedang dan kelas kecil. Stasiun ini pasti memiliki area masuk utama yang merupakan ruang sentral kegiatan di stasiun. Dan adanya perbedaan kelas stasiun ini membuat karakteristik spasialnya harus mampu memenuhi pada kasus bangunan stasiun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik spasial area masuk utama dan sebagai kajian teoritik untuk melihat bagaimana area masuk utama sebagai area sentral yang memenuhi pada kasus bangunan stasiun. Metode yang digunakan merupakan metode analisis deskriptif kualitatif. Setelah variabel penelitian ditentukan dari rumusan masalah, analisis dilakukan dengan membandingkan data hasil observasi dengan teori yang ada. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat karakteristik spasial area masuk utama pada semua kelas stasiun di wilayah Malang. Dari analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat karakteristik organisasi ruang yang dominan pada area masuk utama bangunan stasiun. Karakteristik ini mewakili dari keseluruhan jenis kelas pada stasiun.Kata kunci: bangunan stasiun, area masuk utama stasiun, karakteristik spasial
Persepsi Pengunjung terhadap Tingkat Kenyamanan Bnagunan Pelayanan Kesehatan (Studi Kasus : RSIA Melati Husada Kota Malang) Astried Kusumaningrum; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.362 KB)

Abstract

Sebuah bangunan dirancang untuk dapat mengakomodasi aktivitas danmemberikan lingkungan yang nyaman dan sehat bagi penggunanya. Penelitian inimembahas tentang aspek-aspek kenyamanan bangunan dalam sebuah desainarsitektur dan pengaruhnya terhadap kenyamanan penggunanya. Penelitian inidilakukan pada RSIA Melati Husada Kota Malang, Jawa Timur. Kenyamananbangunan diukur berdasarkan 4 aspek utama yaitu kenymanan ruang, kenyamananvisual, kenyamanan termal dan kenyamanan audio. Pengumpulan data dilakukandengan observasi langsung dan kuesioner yang disebarkan pada 2 area amatan(fasilitas rawat jalan dan rawat inap). Data dianalisis dengan menggunakan metodecampuran kuantitatif-kualitatif untuk menghasilkan tingkat kenyamanan aspekaspekkenyamanan bangunan. Berdasarkan hasil kuesioner didapatkan bahwavariabel-variabel amatan berada dalam kondisi baik atau mendapatkan nilai baikoleh penggunanya. Hasil lainnya menunjukkan bahwa pada 2 area amatan terdapatperbedaan variabel yang mempengaruhi kenyamanan pengguna secara signifikan.Tujuan dari studi ini adalah untuk melihat tingkat kenyamanan bangunanberdasarkan persepsi pengunjung dan faktor kenyamanan bangunan yangmempengaruhi kenyamanan pengunjung pada RSIA Melati Husada Kota Malang.Kata kunci: kenyamanan bangunan, kenyamanan ruang, kenyamanan visual,kenyamanan termal, kenyamanan audio
Perpustakaan Umum Malang Dengan Kombinasi Taman Vertikal dan Ventilasi Untuk Perancangan Ruang Baca Marisa Sugangga; Beta Suryokusumo; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.307 KB)

Abstract

Kualitas udara dalam ruang merupakan sebuah interaksi yang dapat berubah baiksecara konstan mau pun tidak yang diakibatkan oleh beberapa faktor yangmempengaruhi baik dari lingkungan luar mau pun lingkungan dalam. Salah saturuangan yang berpotensi tinggi untuk mengalami masalah polusi udara dalam ruangadalah ruang perpustakaan. Hal ini disebabkan oleh kondisi lingkungan eksternalseperti debu yang terbawa angin dan kondisi internal yaitu bakteri yang terbawa padabuku-buku lama yang dihirup oleh pelaku aktifitas perpustakaan. Dari faktor eksternal,salah satu penyebabnya ialah debu, tanah, dan polutan yang terbawa di udara masuk kedalam ruang perpustakaan. Pengoperasian sistem ventilasi bangunan berperan pentingdalam membawa udara masuk ke dalam ruangan. Salah satu strategi yang telahdisebutkan ialah penggunaan filter. Filter pada ventilasi berfungsi sebagai penyerappolusi yang terbawa angin luar masuk ke ruang dalam. Terdapat beberapa cara untukfiltrasi pada bangunan salah satunya adalah taman vertikal. Diharapkan penggunaankombinasi taman vertikal dan ventilasi dapat menjadi sumber penghawaan alami yangtetap memperhatikan kualitas udara dalam pada perpustakaan agar masalah buruknyakualitas udara ruang dalam pada perpustakaan dapat direduksi.Kata kunci: ventilasi, taman vertikal, penghawaan alami
Tanda Visual pada Woning Voor Agent Van Javasche Bank Rizaldy Hari Kurniawan; Chairil Budiarto Amiuza; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.017 KB)

Abstract

Woning voor Agent van Javasche Bank merupakan salah satu bangunan peninggalan kolonial Belanda di Surabaya yang sekarang dikenal sebagai perpustakaan Bank Indonesia. Bangunan ini berdiri pada tahun 1921 dan dirancang oleh biro arsitek Belanda Job en Sprij yang pada awalnya digunakan sebagai rumah tinggal bagi Direktur Javasche Bank atau yang sekarang dikenal sebagai Bank Indonesia. Pada perkembangannya bangunan ini memiliki tanda visual yang berbeda dari bangunan kolonial pada umumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tanda visual yang terdapat pada bangunan dan hubungannya dengan periodisasi bangunan kolonial yang ada di Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan pendekatan semiotika melalui tiga aspek yaitu sintaksis, pragmatik dan semantik. Hasil studi menunjukkan bahwa pada bangunan ini terdapat tanda visual dari tiga periodisasi bangunan kolonial yang ada di Indonesia. Tanda visual tersebut disampaikan melalui hubungan aspek sintaksis, pragmatik, dan semantik pada bangunan. Tanda visual yang terdapat pada bangunan menunjukkan ciri dari tiap periodesasi dan juga makna yang terkandung dari setiap periodisasi bangunan kolonial.Kata kunci: Bangunan kolonial, tanda visual, semiotika.
Sistem Penghawaan Alami Ruang Produksi Batik Barong Gung di Tulungagung Femina Andradewi; Jusuf Thojib; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Tulungagung merupakan salah satu daerah penghasil batik yang memiliki potensi kecepatan angin cukup tinggi yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kenyamanan ventilasi pekerja melalui penurunan suhu ruang akibat suhu pemanasan yang mencapai 800C dari aktivitas nglorod dan mengeringkan pola batik printing. Pada penelitian ini akan dilakukan pengukuran pada kondisi eksisting ruang produksi yang meliputi kecepatan angin, suhu dan prosentase luas bukaan terhadap luas lantai. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui sistem penghawaan alami pada eksisting telah memenuhi Standart Nasional Indonesia (SNI) 03-6572-2001 atau belum. Dari kajian ini diketahui penghawaan alami pada ruang produksi batik dapat diwujudkan melalui pengaturan layout area aktivitas dan bukaan. Faktor tersebut akan saling mempengaruhi untuk memenuhi kenyamanan ventilasi di dalam ruang yaitu suhu 28 0C dan kecepatan angin 0,6 m/s yang masih berada pada rentang suhu dan kecepatan angin yang disyaratkan oleh SNI 03-6572-2001 dan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/MENKES/SK/XI/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri. Program ANSYS digunakan untuk mengetahui kontur suhu dan kecepatan angin di dalam ruang.Kata kunci: kenyamanan ventilasi, layout area produksi batik, bukaan, program ANSYS
Aksesibilitas pada Fasilitas Pendidikan Sekolah Luar Biasa untuk Tunanetra di Banyuwangi Innani Choirun Nisa; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.25 KB)

Abstract

Kondisi fasilitas pendidikan yang merupakan tempat proses belajar bagi tunanetra mempunyai peran penting untuk menunjang aksesibilitas tunanetra di sekolah. Pada penelitian ini mendeskripsikan dan mengkaji aksesibilitas pada fasilitas SDLB A Negeri Banyuwangi dengan asas aksesibilitas dan standar yang berlaku. Standar yang digunakan adalah Peraturan Menteri No. 30 Tahun 2006 tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan dan Peraturan Meneteri Pendidikan Nasional No.33 Tahun 2008 tentang Standar Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB). Hasil penelitian ini berupa prosentase terkait fasilitas pendidikan SDLB A Negeri Banyuwangi yang memenuhi asas aksesibilitas dan standar yang berlaku. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoritis bagi peneliti sebagai saran belajar dan sumber pengetahuan. Dapat memberikan informasi dan wawasan tambahan mengenai keadaan SDLB A Negeri Banyuwangi terkait aksesibilitas pada sekolah tersebut. Dan dapat membantu atau memberikan kesempatan bagi tunanetra agar mendapatkan aksesibilitas yang sesuai kebutuhan terutama dalam fasilitas pendidikan.Kata Kunci: aksesibilitas, fasilitas pendidikan, sekolah luar biasa, tunanetra