Indyah Martiningrum
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Published : 47 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pusat Kebudayaan Jawa Timur dengan Pendekatan Arsitektur Ikonik di Surabaya Damayanti, Olivia; Martiningrum, Indyah
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya merupakan hasil karya manusia dari olah pikir dalam menjalani kehidupan dalam masyarakat. Jawa Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki beragam kebudayaan. Namun seiring dengan perkembangan zaman serta globalisasi yang terjadi, membuat masyarakat Jawa Timur kurang tertarik untuk melestarikan kebudayaan yang telah dimiliki sehingga banyak kebudayaan yang semakin lama semakin hilang keberadaannya dan kemudian punah. Selain itu, Jawa Timur belum memiliki wadah yang dapat mewadahi kegiatan kebudayaan, maka dari itu dirancanglah sebuah Pusat Kebudayaan Jawa Timur dengan Pendekatan Arsitektur Ikonik untuk membuat sebuah bangunan yang dapat menarik perhatian penggunanya dengan bentuk bangunan yang mudah dikenali. Pusat kebudayaan ini dirancang dengan menggunakan Metode Desain Pragmatisme yang dilakukan dengan eksplorasi model menggunakan model analog yang dilakukan secara berkesinambungan untuk menyelesaikan permasalahan desain. Sehingga, tercipta pusat kebudayaan yang mampu memfasilitasi kegiatan pengenalan dan pelestarian budaya di perkembangan era global saat ini yang berorientasi pada masa lalu, masa sekarang, dan masa depan serta dengan bentuk bangunan yang menarik dan tidak membosankan dapat menarik minat masyarakat untuk datang dan turut serta dalam kegiatan pelestarian budaya
Perancangan Health-Wellbeing Center di Kota Jakarta dengan Pendekatan Healing Environment Afief, Shafa Syahada; Martiningrum, Indyah
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan yang tinggi akibat pengaruh media sosial, gangguan kesehatan mental pasca pandemi, stereotype negatif terhadap Generasi Z, serta tingginya persentase remaja dengan masalah kesehatan mental namun rendahnya akses terhadap layanan kesehatan mental adalah permasalahan utama yang dihadapi. Perancangan Health-Wellbeing Center bertujuan untuk menciptakan fasilitas yang mendukung pemulihan holistik melalui pendekatan Healing Environment. Konsep ini mencakup elemen alam, indra, dan psikologis. Perancangan ini menggunakan pendekatan desain rasionalisme. Langkah-langkah desain melibatkan analisis objek preseden, pengembangan aturan perakitan, dan penerapan konsep Healing Environment dalam proses desainnya. Pusat ini dirancang untuk menawarkan program kesejahteraan serta edukasi kesehatan mental, dengan tujuan menciptakan lingkungan yang mendukung pemulihan dan kesejahteraan bagi semua kalangan. Dengan fokus pada aspek alam, psikologis, dan indra, Health-Wellbeing Center diharapkan dapat mengatasi masalah kesehatan mental remaja di Jakarta. Kata kunci: Kesehatan Mental, Generasi Z, Healing Environment, Health-Wellbeing Center
PERANCANGAN PUSAT KONSERVASI DAN EDUKASI TERUMBU KARANG DENGAN PENDEKATAN SUSTAINABLE ARCHITECTURE DI KOTA DENPASAR Putra, Gede Yudisswara; Martiningrum, Indyah
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perluasan kawasan konservasi perairan yang dilakukan oleh Bappenas hingga tahun 2030, menjadi inisiasi yang baik bagi ekosistem terumbu karang di Indonesia karena tidak seluruh luas ekosistem terumbu karang termasuk ke dalam kawasan konservasi perairan. Provinsi Bali menjadi salah satu kawasan dengan potensi konservasi terumbu karang yang baik dengan berada pada zona Coral Triangle dan memiliki 11 kawasan konservasi perairan. Namun, terdapat ancaman bagi terumbu karang, karena telah terjadi Global Coral Bleaching Event (GCBE) keempat serta adanya potensi pencemaran air laut akibat masyarakat Bali yang masih sering membuang sampah ke sungai. Pusat konservasi dan edukasi terumbu karang dipilih sebagai objek perancangan untuk menjadi wadah upaya konservasi sekaligus penyuluhan lebih lanjut kepada masyarakat terkait terumbu karang dan pencemaran air di Bali. Perancangan ini menggunakan metode desain pragmatisme dengan eksplorasi model untuk menyelesaikan permasalahan desain yang berkaitan dengan fungsi bangunan, calon pengguna, dan tapak yang menerapkan prinsip arsitektur berkelanjutan oleh Royal Institute of British Architects (RIBA). Hasil perancangan desain menunjukkan bahwa bangunan ini mampu untuk menjawab keseluruhan permasalahan desain dengan penerapan prinsip arsitektur berkelanjutan serta dilengkapi dengan fasilitas yang menunjang fungsi konservasi dan edukasi terumbu karang, baik pada ruang dalam maupun ruang luar.   Kata kunci: Pusat konservasi dan edukasi terumbu karang, arsitektur berkelanjutan, pragmatisme, Kota Denpasar
Fasilitas Rehabilitasi Sosial Anak Jalanan dengan Pendekatan Arsitektur Biofilik di Kota Malang Hanifah, Iffa Ainul; Martiningrum, Indyah
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak jalanan merupakan bagian dari Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang rentan mengalami disfungsi sosial akibat minimnya akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan perlindungan. Di Kota Malang, persoalan ini belum tertangani secara optimal karena keterbatasan fasilitas rehabilitasi sosial yang responsif terhadap kebutuhan mereka. Penelitian ini bertujuan merancang fasilitas rehabilitasi sosial anak jalanan dengan pendekatan arsitektur biofilik guna menciptakan lingkungan yang mendukung pemulihan psikologis, emosional, dan fisik secara holistik melalui integrasi elemen alam ke dalam bangunan. Metode perancangan menggunakan pendekatan pragmatis berbasis predictive modelling, dengan fokus pada eksplorasi model sebagai solusi terhadap kebutuhan pengguna, kondisi tapak, dan fungsi ruang, yang kemudian dirumuskan menjadi kriteria desain. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan tiga kategori utama pola biofilik, yaitu Nature in the Space, Natural Analogues, dan Nature of the Space, dapat menciptakan suasana menenangkan dan mempercepat proses pemulihan. Kesimpulan dari perancangan ini menegaskan bahwa kategori Nature in the Space merupakan pola paling dominan diterapkan pada hampir seluruh zona, karena memberikan efek langsung terhadap kenyamanan dan keterhubungan dengan alam. Perancangan ini diharapkan menjadi alternatif fasilitas rehabilitasi sosial yang tidak hanya fungsional, tetapi juga mendukung pemulihan menyeluruh bagi anak jalanan. Kata kunci: anak jalanan, fasilitas rehabilitasi sosial, arsitektur biofilik, Kota Malang.
Pragmatik Bentang Alam Pedesaan (Studi Kasus Dusun Bendosari, Kec. Pujon, Kab. Malang) Amiuza, Chairil Budiarto; Yusran, Yusfan A.; W., Lisa Dwi; Martiningrum, Indyah
RUAS Vol. 10 No. 2 (2012)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2012.010.02.4

Abstract

Conditions and the potential for rural environments Bendosari, Pujon district, Malang, there seems to be a tendency lack balance Landscape Aesthetics and harmony of its. One effort to maintain balance and harmony preservation of the landscape, through the study of the rural landscape in the area. The method that used was a qualitative research method, through surveys and interviews to obtain visual and physical configurations and interrelationships landscape with functions in order for the village community. The interrelation of visual and physical organization of the natural environment and the rural built environments, arranged closely related to the physical, visual and physical follow natural visual dominated except in the village center. Functions for the visual and physical configurations that exist are the majority of the rural population, it is still natural and traditional, but most of the villagers are artificially centered and modern.Keywords: Pragmatics, Syntax, Landscapes aesthetic, Bendosari village
Studi Golden Section Pada Fasade Bangunan Di Kawasan Kayutangan, Malang Astrini, Wulan; Martiningrum, Indyah; Adhitama, Muhammad Satya
RUAS Vol. 13 No. 1 (2015)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2015.013.01.7

Abstract

The study of the golden section in the building facade in Kayutangan, Malang has a specific purpose, namely (1). Evaluate the proportion of building facade in Kayutangan, Malang based on the theory of the golden section and (2). Produce design recommendations of building facade at Kayutangan, Malang which proportionate and in accordance with the golden section. Data collection method using observations of the building facade on both sides of the corridor with a distance meter instrument, then the composition is described as a two-dimensional digitally. Furthermore, the data were analyzed using the golden section proportion, followed by making a digital simulation, especially for building facade that is not in accordance with the proportion of the golden section. The results of this study indicate that the building facade in Kayutangan, Malang has a proportion of 10% of the width and height of the building according to the golden section and 90% are not in accordance with the golden section. The results of this study are expected to be recommendations for structuring the design and aesthetic improvement of the city, particularly in Kayutangan, Malang and can be a reference for those who want to do similar studies in other regions.Keywords: golden section, building facade
Perancangan Intergrated Transport Hub di Kawasan Jl. Ahmad Yani Kota Surabaya Prasetya, Stefanus Dharma Wiba; Martiningrum, Indyah
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 3 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Surabaya merupakan salah satu kota dengan angka kendaraan bermotor tertinggi di Indonesia. Grafik menunjukkan bahwa angka ini akan terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk di kota Surabaya. Peningkatan ini akan berdampak pada kemacetan lalu lintas, peningkatan angka kecelakaan lalu lintas, penurunan produktivitas akibat waktu tempuh kendaraan, hingga permasalahan lingkungan akibat penggunaan bahan bakar kendaraan. Untuk merespons permasalahan-permasalahan tersebut diperlukan fasilitas yang mampu menampung moda transportasi publik yang tersedia di kota Surabaya agar masyarakat beralih menggunakan moda transportasi publik dibandingkan moda transportasi pribadi. Dalam perancangan fasilitas tersebut perlu mempertimbangkan sisi integrasi, kepraktisan, efisiensi, dan ketersediaan moda transportasi publik di tapak yang dipilih. Transport hub sebagai fasilitas penunjang moda transportasi publik yang didalamnya dapat mewadahi tiga moda transportasi yang ada di kota Surabaya yaitu Suroboyo Bus, Wira-Wiri Suroboyo, dan commuter line. Keberadaan transport hub diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat menuju moda transportasi publik karena praktis, efisien, dan terjangkau sehingga laju grafik peningkatan kendaraaan bermotor dapat berkurang dan dampaknya dapat diminimalkan. Perancangan transport hub menggunakan paradigma empirisisme melalui tahap studi literatur dan observasi objek penyusun transport hub. Tahapan tersebut menghasilkan desain transport hub yang memiliki sirkulasi penumpang dan sirkulasi kendaraan yang terintegrasi, efektif, mudah dijangkau, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna dari berbagai kalangan masyarakat. Fasilitas ini menjadi fasilitas penunjang tiga moda transportasi publik yang mendukung mobilisasi penumpang dari satu tempat ke tempat lainnya di kota Surabaya.