Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Health Care Functions of Elderly Families with Hypertension Who Live Alone Life in Bandung District (Phenomenological Study) Budiman, Budiman; Dedi, Blacius; Mendrofa, Fery Agusman Motuho; Hastuti, Witri; Hani, Umi
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v10i2.687

Abstract

Aims: The aim of this research is to explore the health care function of families of elderly people with hypertension who live their lives alone in Bandung Regency. Methods : This research design uses a qualitative method with an exploratory phenomenological approach. The number of participants was 7 people who conducted a focus group discussion (FGD). Results : The results of this research obtained 5 themes, namely recognizing internal and external health problems based on reflex response, making decisions based on personal needs and complaints of the elderly, caring for oneself by preventing and strengthening positive energy, maintaining environmental health through dividing tasks and joint financial responsibility, and increasing optimization utilization of health services. Conclusions : Research on elderly hypertension families reveals five main themes: understanding hypertension through psychological and physical responses, making decisions based on personal needs, self-prevention and positive energy, dividing environmental health and joint financial responsibility, and optimizing health facility use through PKM and Health Services.
PENERAPAN WATER TEPID SPONGE UNTUK MENGATASI MASALAH HIPERTERMIA PADA ANAK DHF DI RUANG ANGGREK RST BHAKTI WIRA TAMTAMA SEMARANG Chintami Wiji Risdiantari; Witri Hastuti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1572

Abstract

Menurut World Health Organization, (2018) memperkirakan bahwa 2,5 milyar atau 40% populasi didunia berisiko terhadap penyakit Dengue Hemorragic Fever terutama yang tinggal di daerah perkotaan di negara tropis dan subtropis. Saat ini juga diperkirakan ada 390 juta infeksi dengue yang terjadi diseluruh dunia setiap tahun. Dengue Hemorragic Fever adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypty yang ditandai berupa demam tinggi yang tiba-tiba kurang lebih dua sampai tujuh hari. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan dalam menurunkan demam dan mengurangi peningkatan suhu tubuh secara mendadak adalah mealakukan kompres hangat dengan metode tepid water sponge Tujuan : Penulisan adalah melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami dengue hemorrhagic fever dengan masalah hipertermi di ruang Anggrek RST Bhakti Wira Tamtama dengan menggunakan terapi tepid water sponge Metode Peneletian :Jenis penelitian ini adalah study kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan pendokumentasian. Pelaksanaan tepid water sponge dilakukan selama pasien mengalami hipertermi dan dihentikan ketika suhu tubuh menurun. Hasil penelitian : Analisis data menunjukkan beberapa diagnosis yaitu hipertermi, Resiko deficit nutrisi dan Resiko perdarahan. Pemberian terapi tepid water sponge adalah salah satu intervensi yang bisa digunakan dalam menurunkan suhu tubuh pada masalahb hipertermi Kesimpulan: Berdasarkan hasil evaluasi kasus yang dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa penerapan terapi tepid water sponge yang dilakukan selama klien mengalami hipertermi efektif dilakukan dalam menurunkan suhu tubuh pasien
Pengembangan Sistem Penilaian Kinerja Perawat Pelaksana Berbasis Caring Theory Patricia Benner di Rumah Sakit Umum Islam Banyubening Boyolali (Action Research) Jaelani, Ahmad; Dedi, Blacius; Hastuti, Witri
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i7.15753

Abstract

Abstrak Protokol penilaian kinerja perawat berbasis caring merupakan sebuah panduan penilaian kinerja perawat pelaksana yang dikembangkan untuk mengukur kinerja perawat sehari-hari berdasarkan perilaku caring perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan protokol penilaian kinerja perawat berbasis caring di Rumah Sakit Umum Islam Banyubening Boyolali. Jenis penelitian yang digunakan adalah Action Research, penelitian dilakukan dalam 1 (satu) siklus dari bulan Juli 2023 sampai oktober 2023. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Jumlah partisipan dalam penelitian ini sebanyak enam orang, yang terdiri dari satu kepala bidang keperawatan dan lima kepala ruangan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara mendalam dan panduan focus group discussion. Data dianalisis secara kualitatif menggunakan content analys. Hasil penelitian menunjukkan ada 5 tema yang muncul, yaitu: i) Indikator kinerja perawat yang harus dinilai, ii) Manfaat penilaian kinerja untuk evaluasi dan penghargaan , iii) Faktor pendukung dalam pelaksanaan penilaian kinerja, iv) Hambatan dalam pelaksanaan penilaian kinerja, v) Harapan terkait pelaksanaan penilaian kinerja. Penelitian ini menghasilkan suatu protokol penilaian kinerja perawat berbasis caring, yang perlu diterapkan oleh manajerial rumah sakit. Protokol ini direkomendasikan kepada pihak manajerial keperawatan dalam mengukur kinerja perawat secara spesifik, sehingga dapat mengurangi komplain dari pasien terhadap pelayanan rumah sakit dan diharapkan meningkatkan mutu asuhan keperawatan.
Penerapan Mobilisasi Dini Untuk Mengatasi Masalah Mobilitas Fisik Pada Pasien Post Sectio Caesarea Dengan Metode Eracs Di Ruang Brotojoyo 3 RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang Muntafiah; Witri Hastuti
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 1 (2025): JKRI - Desember 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mobilisasi dini merupakan suatu elemen yang sangat krusial dalam proses rehabilitasi pasca operasi caesar untuk mengatasi gangguan mobilitas fisik, sehingga mendukung pemeliharaan kemandirian ibu pasca operasi. Metode Enhanced Recovery After Caesarean Section ( ERACS) telah menarik perhatian masyarakat karena kemampuannya dalam mengurangi intensitas nyeri serta mempercepat tahap pemulihan. Pasien pasca-sectio caesarea yang menerapkan ERACS dapat melakukan mobilisasi kurang dari dua jam setelah operasi, bahkan mencapai kemandirian dalam aktivitas harian tanpa disertai rasa sakit dalam waktu kurang dari 24 jam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan melalui implementasi mobilisasi dini guna menangani masalah mobilitas fisik pada pasien pasca operasi caesar dengan metode ERACS di Rumah Sakit Daerah KRMT Wongsonegoro Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan studi analisis kasus melalui proses keperawatan, meliputi pengkajian, penegakan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Intervensi yang diterapkan meliputi pemberian mobilisasi dini kepada pasien pasca operasi caesar. Hasil asuhan keperawatan selama dua hari menunjukkan bahwa kedua pasien mampu melakukan mobilisasi secara mandiri serta merawat bayi mereka sendiri. Dengan demikian, mobilisasi dini efektif dalam mengatasi gangguan mobilitas fisik pada pasien pasca operasi caesar melalui metode ERACS di Rumah Sakit Daerah KRMT Wongsonegoro Semarang.
Inhalasi Sederhana Meningkatkan Bersihan Jalan Napas pada Anak dengan ISPA Royyan, Arba'i Musthofa; Hastuti, Witri
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.244

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Infeksi saluran pernapasan akut menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Penyakit ini dapat menyerang semua kelompok usia, terutama pada bayi dan anak yang disertai dengan masalah bersihan jalan napas, dimana jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan masalah kesehatan lebih berat. Tujuan: untuk mengetahui penerapan inhalasi sederhana dalam upaya penatalaksanaan masalah bersihan jalan napas tidak efektif pada anak dengan ISPA. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini yaitu studi kasus pada pasien anak dengan ISPA yang mengalami masalah bersihan jalan napas tidak efektif.  Pengambilan data penelitian didasarkan pada data asuhan keperawatan yang dilakukan selama 3 hari. Pemberian inhalasi dilakukan 3 kali dalam 3 hari berturut-turut, dimana setiap kali pemberian intervensi selama 15 menit. Hasil: Sebelum terapi inhalasi sederhana diketahui An. A menunjukkan tanda-tanda bersihan jalan napas tidak efektif, dengan sputum cukup banyak, kesulitan mengeluarkan sputum, frekuensi napas meningkat, dan terdengar bunyi napas tambahan. Setelah intervensi diberikan terjadi perbaikan signifikan ditandai dengan tidak adanya sputum, frekuensi napas normal, dan hilangnya bunyi napas tambahan. Simpulan: Terapi inhalasi sederhana efektif dalam memperbaiki bersihan jalan napas. Terapi ini dapat dijadikan intervensi pendukung dalam manajemen kasus gangguan jalan napas di fasilitas pelayanan kesehatan. Kata Kunci:   Anak; inhalasi; jalan napas   Abstract Background: Acute respiratory tract infection (ARI) is a major health problem in Indonesia. This disease can attack all age groups, especially infants and children who are accompanied by airway clearance problems, which if not treated immediately can cause more serious health problems. Objective: to determine the application of simple inhalation in the management of ineffective airway clearance in children with ARI. Research method: This type of research is a case study on pediatric patients with ARI who experience ineffective airway clearance problems. Data collection for the study was based on nursing care data carried out for 3 days. Inhalation was given 3 times in 3 consecutive days, where each intervention was given for 15 minutes. Results: Before simple inhalation therapy was known, An. A showed signs of ineffective airway clearance, with quite a lot of sputum, difficulty expelling sputum, increased respiratory rate, and additional breath sounds. After the intervention was given, there was significant improvement marked by the absence of sputum, normal respiratory rate, and the disappearance of additional breath sounds. Conclusion: Simple inhalation therapy is effective in improving airway clearance. This therapy can be used as a supporting intervention in the management of airway disorders in health care facilities. Keywords: Airway; children; inhalation
Implementation of Early Mobilization to Overcome the Problem of Physical Mobility Disorders in Mothers After Caesarean Section at K.R.M.T Wongsonegoro Hospital, Semarang Rizqi Surya Pratama, Aditya; Hastuti, Witri
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 04 (2025): Jurnal EduHealt, Edition October-December , 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Early mobilization is a critical postoperative intervention to accelerate recovery and prevent complications in mothers who undergo cesarean section. This study aims to describe the implementation of early mobilization and its effects on improving physical mobility among post– cesarean section patients at RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Using a descriptive case study design, two patients who met the inclusion criteria were observed during the early postoperative phase. Data were obtained through direct observation and nursing documentation, focusing on mobility performance before and after the intervention. Early mobilization consisted of Range of Motion (ROM) exercises performed for 10–15 minutes over two consecutive days. The results showed that both patients experienced improvements in ease of movement and walking ability. The first patient, initially requiring total assistance, progressed to moving and ambulating with minimal assistance using supportive devices. The second patient, who initially demonstrated minimal mobility with dependency, improved to performing movements and walking with reduced assistance and without devices. These findings indicate that early mobilization effectively enhances muscle strength, blood circulation, and functional independence while reducing postoperative discomfort and fear of movement. Factors such as motivation, pain tolerance, and family support also influenced the level of progress achieved by each patient. Overall, early mobilization contributed positively to postoperative rehabilitation and supported a faster return to functional mobility. The study highlights the importance of integrating structured early mobilization into nursing care to optimize physical recovery and improve the overall quality of life for post–cesarean section mothers.
Application of Oketani Massage to Increase Breast Milk Production in Postpartum Mothers After Caesarean Section at dr. Adhyatma, MPH Regional General Hospital, Central Java Province Novi Fitriyani, Ida; Hastuti, Witri
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 04 (2025): Jurnal EduHealt, Edition October-December , 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Postpartum mothers who undergo Caesarean section often experience delayed lactation, leading to insufficient breast milk production. This case study aims to describe the application of Oketani massage as a complementary therapy to enhance breast milk production in postpartum Caesarean section mothers at RSUD Dr. Adhyatma, MPH, Central Java Province. A descriptive case study design was employed involving three clients who met the inclusion criteria. Oketani massage was provided twice daily for 15 minutes over three consecutive days. Data were collected through assessment, interviews, observation, and documentation, and were analyzed based on changes in breastfeeding frequency, expressed breast milk volume, infant urination and defecation frequency, and LATCH scores before and after the intervention. The results showed improvements in breast milk production, breastfeeding frequency, infant elimination patterns, and LATCH scores in all clients. Outcome variations were influenced by maternal age, nutritional intake, and education level. These findings indicate that Oketani massage is a beneficial non-pharmacological intervention to support lactation among postpartum Caesarean section mothers and may be integrated into maternal nursing care to promote breastfeeding success.
Pengaruh Penerapan Supervisi Klinik Model Akademik terhadap Motivasi Kerja dan Kinerja Perawat Pelaksana di RSUD Mitra Sehat Kolinug, Villy Betsi; Pujiyanto, Tri Ismu; Hastuti, Witri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i2.20921

Abstract

ABSTRAK Supervisi merupakan suatu proses mengawasi, memberikan arahan, memperbaki, membimbing mengevaluasi yang dilakukan supervisor keperawatan guna meningkatkan kemampuan staf perawat sehingga dapat memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas kepada pasien. Supervisi dari pimpinan atau kepala ruangan yang dijalankan dengan terstruktur dan berkelanjutan dapat meningkatkan motivasi kerja dan kinerja perawat.Salah satu bentuk supervisi klinik adalah supervisi model akademik yang terdiri dari tiga komponen yaitu: educative, supportive, dan managerial. Mengidentifikasi dan menganalisis Pengaruh Penerapan Supervisi Klinik model akademik terhadap motivasi kerja dan kinerja perawat pelaksana di RSUD Mitra Sehat. Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian Kuantitatif desain Quasy experiment dengan pendekatan pre post test with control group. Sampel penelitian ini terdiri dari 62 responden yaitu 26 responden kelompok intervensi dan 36 responden kelompok kontrol.Teknik pengambilan sampel adalah teknik purposive sampling uji analisis data menggunakan Uji Beda Wilcoxon test, Uji Mann-Whitney U serta uji Anova. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan yang signifikan dimana  nilai p-value 0,001 untuk kedua kelompok dalam supervisi klinik sebelum dan sesudah pelatihan. Pelatihan supervisi klinik memberikan dampak bagi motivasi kerja dan kinerja perawat pelaksana dengan hasil uji menunjukkan bahwa p-value 0,001 pada dua kelompok. Penerapan supervisi klinik model akademik terhadap motivasi kerja dan kinerja perawat pelaksana di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mitra Sehat. Rekomendasi, untuk meningkatkan penerapan supervisi klinik model akademik dilakukan secara konsisten, berkala dan berjenjang di ruang perawatan rawat inap. Kata Kunci: Supervisi Klinik, Model Akademik, Motivasi, Kinerja.  ABSTRACT Supervision is a process of supervising, providing direction, improving, guiding, evaluating carried out by nursing supervisors in order to improve the ability of nursing staff so that they can provide quality nursing care to patients. Supervision from the leader or head of the room that is carried out in a structured and sustainable manner can improve work motivation and nurse performance. One form of clinical supervision is academic model supervision which consists of three components, namely: educative, supportive, and managerial. was To determine the effect of the implementation of Academic Model Clinical Supervision on work motivation and performance of implementing nurses at Mitra Sehat Hospital. a quantitative research type with a quasi-experimental design with a pre-post test with control group approach. The sample of this study consisted of 62 respondents, namely 26 respondents in the intervention group and 36 respondents in the control group. The sampling technique was a purposive sampling technique, data analysis using the Wilcoxon Difference Test, Mann-Whitney U Test and Anova test. The results showed a significant increase where the p-value 0.001 for both groups in clinical supervision before and after training. Clinical supervision training has an impact on the work motivation and performance of implementing nurses with the test results showing that the p-value 0.001 in the two groups. This study concludes that there is an effect of the application of academic model clinical supervision on the work motivation and performance of implementing nurses at the Mitra Sehat Regional General Hospital (RSUD). Recommendations, to improve the application of academic model clinical supervision are carried out consistently, periodically and in stages in the inpatient care room. Keywords: Clinical Supervision, Academic Model, Motivation, Performance.
Pengaruh Supervisi dan Gaya Kepemimpinan Kepala Ruangan Terhadap Kualitas Layanan Keperawatan di Instalasi Rawat Inap Wahyuni, Marisca Astri; Gero, Sabina; Hastuti, Witri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55085

Abstract

Penelitian ini diakui karena capaian kepuasan pasien yang belum mencapai 100% dari kisaran 2024, dan diprediksi hal ini disebabkan oleh beberapa insiden keselamatan pasien yang merupakan bentuk pelayanan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap secara empiris pengaruh gaya pengawasan dan kepemimpinan terhadap kualitas pelayanan keperawatan. Desain penelitian menggunakan studi cross sectional, dengan teknik sampel menggunakan purposive sampling yang melibatkan 48 perawat di unit rawat inap sebagai sampel. Hasil analisis menyimpulkan bahwa gaya pengawasan dan kepemimpinan secara serentak dan sebagian berpengaruh terhadap kualitas pelayanan keperawatan. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pendidikan dan pelatihan bagi kepala ruangan terkait teknik pengawasan dan juga manajemen kepemimpinan, sesuai dengan implikasi dari Sistem Neuman yang menekankan pentingnya mempertimbangkan semua dimensi kehidupan manusia secara holistik untuk memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan bermakna