Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENERAPAN WATER TEPID SPONGE UNTUK MENGATASI MASALAH HIPERTERMIA PADA ANAK DHF DI RUANG ANGGREK RST BHAKTI WIRA TAMTAMA SEMARANG Chintami Wiji Risdiantari; Witri Hastuti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1572

Abstract

Menurut World Health Organization, (2018) memperkirakan bahwa 2,5 milyar atau 40% populasi didunia berisiko terhadap penyakit Dengue Hemorragic Fever terutama yang tinggal di daerah perkotaan di negara tropis dan subtropis. Saat ini juga diperkirakan ada 390 juta infeksi dengue yang terjadi diseluruh dunia setiap tahun. Dengue Hemorragic Fever adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypty yang ditandai berupa demam tinggi yang tiba-tiba kurang lebih dua sampai tujuh hari. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan dalam menurunkan demam dan mengurangi peningkatan suhu tubuh secara mendadak adalah mealakukan kompres hangat dengan metode tepid water sponge Tujuan : Penulisan adalah melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami dengue hemorrhagic fever dengan masalah hipertermi di ruang Anggrek RST Bhakti Wira Tamtama dengan menggunakan terapi tepid water sponge Metode Peneletian :Jenis penelitian ini adalah study kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan pendokumentasian. Pelaksanaan tepid water sponge dilakukan selama pasien mengalami hipertermi dan dihentikan ketika suhu tubuh menurun. Hasil penelitian : Analisis data menunjukkan beberapa diagnosis yaitu hipertermi, Resiko deficit nutrisi dan Resiko perdarahan. Pemberian terapi tepid water sponge adalah salah satu intervensi yang bisa digunakan dalam menurunkan suhu tubuh pada masalahb hipertermi Kesimpulan: Berdasarkan hasil evaluasi kasus yang dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa penerapan terapi tepid water sponge yang dilakukan selama klien mengalami hipertermi efektif dilakukan dalam menurunkan suhu tubuh pasien
Pengembangan Sistem Penilaian Kinerja Perawat Pelaksana Berbasis Caring Theory Patricia Benner di Rumah Sakit Umum Islam Banyubening Boyolali (Action Research) Jaelani, Ahmad; Dedi, Blacius; Hastuti, Witri
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i7.15753

Abstract

Abstrak Protokol penilaian kinerja perawat berbasis caring merupakan sebuah panduan penilaian kinerja perawat pelaksana yang dikembangkan untuk mengukur kinerja perawat sehari-hari berdasarkan perilaku caring perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan protokol penilaian kinerja perawat berbasis caring di Rumah Sakit Umum Islam Banyubening Boyolali. Jenis penelitian yang digunakan adalah Action Research, penelitian dilakukan dalam 1 (satu) siklus dari bulan Juli 2023 sampai oktober 2023. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Jumlah partisipan dalam penelitian ini sebanyak enam orang, yang terdiri dari satu kepala bidang keperawatan dan lima kepala ruangan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara mendalam dan panduan focus group discussion. Data dianalisis secara kualitatif menggunakan content analys. Hasil penelitian menunjukkan ada 5 tema yang muncul, yaitu: i) Indikator kinerja perawat yang harus dinilai, ii) Manfaat penilaian kinerja untuk evaluasi dan penghargaan , iii) Faktor pendukung dalam pelaksanaan penilaian kinerja, iv) Hambatan dalam pelaksanaan penilaian kinerja, v) Harapan terkait pelaksanaan penilaian kinerja. Penelitian ini menghasilkan suatu protokol penilaian kinerja perawat berbasis caring, yang perlu diterapkan oleh manajerial rumah sakit. Protokol ini direkomendasikan kepada pihak manajerial keperawatan dalam mengukur kinerja perawat secara spesifik, sehingga dapat mengurangi komplain dari pasien terhadap pelayanan rumah sakit dan diharapkan meningkatkan mutu asuhan keperawatan.
Penerapan Mobilisasi Dini Untuk Mengatasi Masalah Mobilitas Fisik Pada Pasien Post Sectio Caesarea Dengan Metode Eracs Di Ruang Brotojoyo 3 RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang Muntafiah; Witri Hastuti
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 1 (2025): JKRI - Desember 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mobilisasi dini merupakan suatu elemen yang sangat krusial dalam proses rehabilitasi pasca operasi caesar untuk mengatasi gangguan mobilitas fisik, sehingga mendukung pemeliharaan kemandirian ibu pasca operasi. Metode Enhanced Recovery After Caesarean Section ( ERACS) telah menarik perhatian masyarakat karena kemampuannya dalam mengurangi intensitas nyeri serta mempercepat tahap pemulihan. Pasien pasca-sectio caesarea yang menerapkan ERACS dapat melakukan mobilisasi kurang dari dua jam setelah operasi, bahkan mencapai kemandirian dalam aktivitas harian tanpa disertai rasa sakit dalam waktu kurang dari 24 jam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan melalui implementasi mobilisasi dini guna menangani masalah mobilitas fisik pada pasien pasca operasi caesar dengan metode ERACS di Rumah Sakit Daerah KRMT Wongsonegoro Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan studi analisis kasus melalui proses keperawatan, meliputi pengkajian, penegakan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Intervensi yang diterapkan meliputi pemberian mobilisasi dini kepada pasien pasca operasi caesar. Hasil asuhan keperawatan selama dua hari menunjukkan bahwa kedua pasien mampu melakukan mobilisasi secara mandiri serta merawat bayi mereka sendiri. Dengan demikian, mobilisasi dini efektif dalam mengatasi gangguan mobilitas fisik pada pasien pasca operasi caesar melalui metode ERACS di Rumah Sakit Daerah KRMT Wongsonegoro Semarang.
THE EFFECTIVENESS OF KANGAROO MOTHER CARE (KMC) USING METKA INFANT SLING ON INCREASED TEMPERATURE OF LOW-BIRTH WEIGHT BABIES (LBW) Munafiah, Durrotun; Hastuti, Witri; Nurbaiti, Nurbaiti; Novitasari, Novitasari
Placentum: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya Vol 11, No 2 (2023): August
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/placentum.v11i2.73214

Abstract

Introduction: Weight is one indicator of newborn health. Babies born with low weight need serious treatment because in this condition the baby is easily got hypothermic. As much as 40.5 percent of infant deaths in Central Java Province in 2019 were also caused by LBW. Efforts to maintain the baby's body temperature in LBW still need to develop low-cost technology so that hypothermia does not occur.Methods: This study aimed to determine the effectiveness of kangaroo mother care (KMC) using a metka infant sling on the increasing temperature babies. This type of quantitative research was a quasi-experimental method was used a two-group pretest-posttest design. The sampling technique uses purposive sampling. The number of samples in the study was 30 respondents according to the specified criteria. The instrument used was a digital thermometer where the thermometer was only placed in the baby's armpit.Results: The result of this research showed that there was significant effectiveness in kangaroo mother care (KMC) using metka infant sling on LBW body temperature p <0.05.Conclusion: The conclusion was there is the effectiveness of kangaroo mother care with a metka infant sling on the temperature in LBW. Giving the kangaroo method with the metka sling is considered very effective in meeting very basic baby needs such as warmth, breast milk, protection from infection, stimulation, safety, and affection.