Naomi Haswanto
Program Studi Magister Desain - Fakultas Seni Rupa Dan Desain, Institut Teknologi Bandung

Published : 35 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Designing User Interface (UI) & User Experience (UX) Mobile Website Templates Digital Wedding Invitations Siregar, Parlindungan; Haswanto, Naomi
Indonesian Journal of Visual Culture, Design, and Cinema Vol. 2 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Visual Culture, Design, and Cinema
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/ijvcdc.v2i2.10756

Abstract

Wedding invitations have been using the conventional way, with paper. Costs are not cheap, invitation printing takes a long time, and environmental issues in the use of paper. Wedding invitations no longer use paper media. Wedding invitations with user interface (UI) and user experience (UX) designs provide a new experience. UI/UX design is an important stage because it gives an initial impression to potential users. The design of digital wedding invitations uses a design thinking method approach which is consists of several stages, namely empathize, define, ideate, prototype, and testing. Empathize process using questionnaires and interviews. Respondents to the questionnaire were 92 people with an age range of 25 to 35 years and had a middle to upper economic level.Apart from being well educated, the respondents are active internet users. The results showed that respondents preferred the simple modern invitation design style. In the define process, users need several digital wedding invitation templates with international and traditional nuances. It is designed to be interactive, user friendly, and has features that can be customized. Furthermore, the ideation process is carried out based on the analysis of the define process, namely the design of mobile website templates for digital wedding invitations. Bride and groom are made easy with several template choices. The prototype process is carried out by getting the initial design, then testing it and doing it iteratively to get feedback from the bride and groom in order to get the digital wedding invitations that the bride and groom need.
Pengembangan Desain Informasi dan Pembelajaran Aksara Jawa melalui Media Website Fakhruddin, Dimas; Sachari, Agus; Haswanto, Naomi
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 5 No. 01 (2019): February 2019
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v5i01.1990

Abstract

AbstrakAksara Jawa merupakan salah satu warisan budaya Indonesia, khususnya budaya masyarakat Jawa. Seiring dengan digunakannya huruf Latin sebagai sistem penulisan resmi, aksara Jawa perlahan mulai dilupakan oleh masyarakat, khususnya generasi muda. Upaya pelestarian dalam bidang pendidikan melalui mata pelajaran muatan lokal bahasa daerah pada jenjang sekolah, khususnya SMA dan sederajat, dirasa kurang dari segi alokasi waktu serta cara pembelajaran yang cenderung masih monoton. Untuk menanggulangi hal itu, dibutuhkan sebuah desain informasi yang bisa dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran aksara Jawa. Untuk mencapai hal tersebut, terlebih dahulu dilakukan proses penelitian dengan menggunakan pendekatan etnografi yang berangkat dari fenomena aksara Jawa yang ada di masyarakat. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, studi literatur, dan wawancara etnografi. Kemudian dilakukan analisa anatomi aksara Jawa untuk mendeskripsikan elemen-elemen aksara Jawa sesuai dengan terminologi yang relevan dengan konteks tipografi yang berlaku di Indonesia. Data tersebut menjadi dasar dalam perancangan desain informasi aksara Jawa yang berisi informasi tentang sejarah, ragam bentuk aksara, dan cara penulisannya yang ditampilkan melalui media website dengan nama “Hanacara”. Hasil uji coba yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dari aspek visual, komunikasi, pembelajaran, dan apresiasi, website “Hanacara” merupakan solusi yang efektif sebagai media alternatif untuk mengenal dan mempelajari aksara Jawa. Kata kunci: aksara Jawa, desain informasi, website AbstractJavanese script is considered as one of many of Indonesia’s cultural heritage, especially Javanese culture. Due to the application of Latin script as the official writing of the country, Javanese Script slowly began to be forgotten by people, especially the younger generations. The effort to preserve through educational system by establishing the lesson of Local Content includes the Local-Vernacular Language in school, especially High school and equivalent, is considered lack in terms of time-framing and the monotonous method of teaching. To aim the goal, the writer started with conducting research using ethnography approach taken from the phenomenon of Javanese Script in the community. Observation, literature studies and ethnographic interviews were carried out as the process of gathering the data. Furthermore, the anatomical analysis of the Javanese Script’s typography is applied to describe the element of Javanese Script based on the relevancy of its terminology and typography context that prevails in Indonesia. This data becomes the basis in creating the information design of Javanese Script that would be able to give information regarding history, the variety of script forms, and how to write the letters displayed through the website with the name “Hanacara”. The test process was once held, and the result shows that by the aspect of visual, communication, learning, and appreciation, the website “Hanacara” is considered as the effective solution so as the alternative media to know and to learn Javanese Script.Keywords: information design, Javanese script, website
Pemetaan Pendidikan Bidang Desain Komunikasi Visual Jenjang Pendidikan Menengah Kejuruan Zikrillah, Abdu; Irfansyah, Irfansyah; Haswanto, Naomi
IRAMA Vol 4, No 1 (2022): February
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/irama.v4i1.29135

Abstract

Bidang DKV saat ini mengalami perkembangan yang pesat, baik dalam bidang profesi maupun bidang pendidikan. Perkembangan profesi dan pendidikan DKV di Indonesia menunjukkan situasi yang cukup kompleks. Adanya permasalahan di dalam penyelenggaraan pendidikan DKV jenjang Pendidikan Menengah Kejuruan, adalah belum tercapainya link and match antara sekolah kejuruan dengan industrinya, dan belum terfokusnya luaran dari setiap kompetensi keahlian bidang DKV. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif yang menekankan kepada observasi lapangan dan wawancara, yang kemudian dilanjutkan dengan metode competency mapping dalam mempetakan kompetensi keahlian yang ada berdasarkan keilmuan Desain Komunikasi Visual. Pemetaan ini juga menghubungkan industri kreatif terkait bidang Desain Komunikasi Visual dengan kompetensi keahlian yang ada pada Pendidikan Menengah Kejuruan. Sehingga didapatkan suatu link and match antara Pendidikan Desain Komunikasi Visual jenjang Pendidikan Menengah Kejuruan dengan industri kreatif. Ditemukan tujuh kompetensi keahlian yang memiliki keilmuan terkait bidang Desain Komunikasi Visual, yaitu Desain Grafika, Produksi Grafika, Desain Komunikasi Visual, Animasi, Multimedia, Produksi dan Siaran Program Televisi, dan Produksi Film dan Program Televisi. Industri kreatif dari kompetensi keahlian tersebut adalah Periklanan, Desain, Film, Video, Fotografi, Permainan Interaktif, Penerbitan, Percetakan, dan Televisi.
Perancangan Website Kuliner Pecel Madiun Sebagai Media Pelestarian Warisan Budaya Tak Benda Indonesia: Design of The Culinary Pecel Madiun Website As A Media for Preserving Intangible Cultural Heritage Of Indonesia Rokhman, Bagus Insanu; Haswanto, Naomi
MALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science Vol. 4 No. 1 (2024): MALCOM January 2024
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/malcom.v4i1.1055

Abstract

Kuliner telah menjadi subjek studi yang digunakan dalam berbagai disiplin ilmu melalui beragam perspektif. Pecel Madiun merupakan salah satu warisan budaya tak benda Indonesia yang telah mendapat pengakuan dari Kemendikbudristek. Warisan budaya intangible memiliki risiko lebih besar dan dapat hilang untuk selamanya. Belum adanya media yang menampilkan informasi secara spesifik membahas lebih dalam warisan budaya tak benda kuliner pecel Madiun menjadi tantangan yang besar bagi kuliner ini di masa depan. Metode etnografi desain dalam proses perancangan berfungsi untuk mendapatkan jawaban atas permasalahan yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Melalui bentuk, gaya serta pola komunikasi visual yang ingin diwujudkan dalam website warisan budaya kuliner pecel Madiun.Tujuan utama perancangan ini adalah mengidentifikasi dan memetakan informasi tentang kuliner pecel Madiun berbasis temuan data yang memuat identitas pecel Madiun berbasis budaya tradisi lokal. Manfaat dari perancangan ini dapat menjadi acuan serta referensi dasar untuk merancang sebuah media informasi berupa website yang memiliki penekanan pada penemuan arti dari keterkaitan manusia dengan aktivitas yang dilakukannya. Perancangan ini menghasilkan sebuah website yang berisi informasi warisan budaya kuliner pecel Madiun berbasis budaya tradisi lokal dengan pendekatan visual, Identitas serta gaya desain yang relevan dengan keadaan budaya tradisi lokal wilayah Madiun.
ANALISIS IDENTITAS VISUAL “YK” SEBAGAI BAGIAN DARI CITY BRANDING KOTA YOGYAKARTA Suryantoro, Davina Naja; Haswanto, Naomi
Wimba : Jurnal Komunikasi Visual Vol. 16 No. 2 (2025): Wimba: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : KK Komunikasi Visual & Multimedia Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jkvw.2024.16.2.2

Abstract

City branding is an effort to form a brand of a city with the aim of introducing and marketing the city to the target. As a city that is famous for its natural and cultural tourism, city branding is very important for the City of Yogyakarta to develop its region. This study uses qualitative methods with descriptive data analysis. The theories used are the theory of visual identity and city branding hexagon, which are used to analyze YK's visual identity, then analyze it again in terms of the variables in city branding hexagon. The results of the analysis that has been carried out show that the YK logo conveys the City of Yogyakarta's efforts to compete in the globalization era by giving a modern impression through the selected composition and typography that is different from Jogja Istimewa, but this makes YK's position unclear as a part of Jogja Istimewa. Through the city branding hexagon, it can be seen that the use of YK’s branding by the public is still minimal and it does not look optimal in several aspects due to its still short lifespan. This research is expected to be a reference for further research in building the city branding of the city of Yogyakarta.