Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kinerja Metode Power Control untuk Manajemen Interferensi Sistem Komunikasi Uplink LTE-Advanced dengan Femtocell Safirina Febryanti; Gamantyo Hendrantoro; Devy Kuswidiastuti
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.666 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3473

Abstract

Teknologi LTE-Advanced menghadirkan fitur baru bernama femtocell atau disebut juga Home Enhanced NodeB (HeNB) yang dapat meningkatkan area cakupan indoor. Di lain sisi HeNB menimbulkan interferensi baik uplink maupun downlink. Interferensi uplink terjadi antara user HeNB (HUE) dan user eNB (MUE) maupun sesama HUE. Interferensi ini mendegradasi kinerja sistem terutama dari sisi Signal to Interference plus Noise Ratio (SINR). Penelitian ini memberi penjelasan mengenai penerapan power control sebagai teknik manajemen interferensi uplink pada sistem LTE-Advanced dengan femtocell. Power control mengatur daya pancar user penginterferensi sehingga daya interferensi pada sisi HeNB dan eNB berkurang dan nilai SINR akan membaik. Dari hasil pengujian, didapatkan hasil bahwa power control efektif mengurangi interferensi dan memperbaiki kinerja sistem LTE-Advanced. Kinerja tersebut ditunjukkan dengan 50% SINR pada eNB bernilai di atas 30 dB setelah sebelumnya hanya 25 dB. 50% SINR HeNB bernilai di atas 60 dB setelah sebelumnya hanya 30 dB. Peningkatan SINR diiringi dengan peningkatan paramater performansi yang lain.
Sub-Sistem Pemancar Pada Sistem Pengukuran Kanal HF Pada Lintasan Merauke-Surabaya Nisa Rachmadina; Gamantyo Hendrantoro; Prasetiyono Hari Mukti
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.514 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5705

Abstract

Pada daerah ekuator, terdapat fenomena yang disebut Equatorial Spread F (ESF). Fenomena ini dapat menimbulkan efek delay spread dan time variation yang besar. Penelitian ini mengacu pada sistem pengukuran respon kanal HF pada lintasan Merauke dan Surabaya dengan jarak sekitar 3036 km. Subsistem pemancar diuji pada frekuensi 9, 11, dan 27 MHz dengan membangkitkan sinyal dalam bentuk pseudo-random binary sequence (PRBS). Kemudian sinyal tersebut dimodulasi menggunakan modulator BPSK. Sistem pemancar diintegrasikan dengan perangkat Universal Software Radio Peripherals (USRP) N210 dan LabVIEW sebagai perangkat lunaknya. Sinyal dikuatkan dengan amplifier lalu dikirimkan menggunakan antena HF dipole ½ λ. Dari hasil pengujian, diperoleh autokorelasi dari sinyal PRBS menghasilkan satu nilai puncak 1 dan lainnya bernilai minimum -1/31. Hal itu menunjukkan dalam satu periode, bit PRBS yang dikirimkan berjumlah 31 bit. Daya pancar maksimum yang terukur adalah 21 dBm. Nilai daya pancar tersebut berbeda dengan perhitungan link budget yang membutuhkan daya pancar sebesar 43.45 dBm. Hal itu dikarenakan dalam pengujian sistem hanya menggunakan amplifier dengan spesifikasi daya keluaran rata-rata 30 dBm atau 1 Watt. Oleh karena itu, dalam sistem pengukuran kanal HF dibutuhkan amplifier tambahan untuk meningkatkan sinyal yang dikirimkan di sistem pemancar.
Sub-Sistem Akusisi Data pada Sistem Pengukuran Kanal HF pada Lintasan Merauke-Surabaya Fredy Indra Oktaviansyah; Gamantyo Hendrantoro; Prasetiyono Hari Mukti
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.524 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5710

Abstract

Gelombang radio High Frequency (HF) mampu melakukan perjalanan jarak jauh hingga ribuan kilometer yang memanfaatkan pantulan pada lapisan ionosfer. Namun, pada lapisan ionosfer di daerah equatorial seperti di Indonesia terdapat fenomena yang disebut Equatorial Spread-F (ESF) yang berpotensi menyebabkan delay spread dan time variant yang besar dan berpengaruh terhadap kanal HF. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur dan mengkarakterisasi kanal HF pada lintasan Merauke-Surabaya dengan jarak 3036 km dan frekuesni yang digunakan adalah 9, 11, dan 27 MHz serta informasi yang dikirimkan dari transmitter berupa Pseudo-Random Binary Sequence (PRBS) atau PN sequence. Proses analisis dilakukan dengan melakukan sampling sinyal hasil propagasi, menggunakan perangkat Universal Software Radio Peripheral (USRP). Kemudian data disimpan dalam bentuk file Technical Data Management Streaming (TDMS) menggunakan software Laboratory Virtual Engineering Workbench (LabVIEW). Data sinyal yang telah disimpan kemudian dilakukan cross correlation dengan sinyal PN sequence yang dibangkitkan oleh transmitter. Berdasarkan hasil pengujian dengan jarak antara antena transmitter dengan antena receiver 25,2 meter dan 56 meter, didapat hasil korelasi yang bervariasi untuk frekuensi carrier 9, 11, dan 27 MHz.
Sub-Sistem Penerima Pada Sistem Pengukuran Kanal HF Pada Lintasan Merauke-Surabaya Aryo Darma Adhitya; Gamantyo Hendrantoro; Prasetiyono Hari Mukti
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.434 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5711

Abstract

Sistem High Frequency (HF) dapat digunakan untuk komunikasi ke/dari daerah-daerah terpencil yang menghalangi infrastruktur jaringan yang muncul di banyak tempat di pulau- pulau Indonesia. Pada ionosfer daerah equatorial terdapat fenomena yang disebut Equatorial Spread-F (ESF) yang berpotensi menyebabkan delay spread dan time varian yang besar untuk saluran HF. Pada penelitian ini, pengukuran akan dilakukan dengan menempatkan pemancar di Merauke dan penerima di Surabaya dengan jarak lintasan 3036 km. Subsistem penerima diuji pada frekuensi 9, 11, dan 27 MHz dengan pengiriman sinyal pseudo-random binary sequence (PRBS) yang akan diterima menggunakan antena HF dipole dan kemudian didemodulasi dengan IQ Demodulator menggunakan perangkat Universal Software Radio Peripherals (USRP) dan LabVIEW. Dari hasil pengujian, didapatkan bahwa sinyal yang didemodulasi QPSK memiliki perbedaan fasa antara sinyal I dan Q dengan jumlah 1 periode sequence adalah 62 bit. Daya pancar rata-rata yang diterima oleh receiver berdasarkan perhitungan adalah  -27,76 dBm sedangkan pada pengukuran adalah -33,83 dBm. Hal ini dapat dipengaruhi oleh redaman yang terjadi pada lapisan F, serta jarak pengukuran yang masih dalam jarak medan dekat reaktif dan radiatif
Rancang Bangun Alat Musik Berbasis Perubahan Arus Perpindahan Muhammad Dwi Rifqi; Gamantyo Hendrantoro; Wirawan Wirawan
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.495 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.23881

Abstract

Studi ini dilakukan untuk mengetahui perubahan frekuensi pada alat musik Theremin pada saat dimainkan dengan menyesuaikan jarak tangan pemain dengan antena. Konsep dari Theremin ini adalah sebuah alat musik, dimana cara memainkan alat musik tersebut tidak menggunakan kontak fisik langsung terhadap alat tersebut, dimana menggunakan teori arus perpindahan yaitu suatu medan listrik yang berubah terhadap waktu yang dimana arus perpindahan itu akan terjadi ketika terdapat dua lempeng penghantar atau kapasitor pada suatu dielektrik yang diberikan tegangan dan akan menghasilkan medan listrik. Pada alat ini juga terdapat prinsip heterodinamis dimana terdapat dua frekuensi antena yang bercampur yang saling mengurangi sehingga menghasilkan frekuensi yang dapat didengar oleh telinga manusia. Pada eksperimen dapat dilihat hasilnya bahwa pada saat tangan pemain mendekati antena, frekuensi yang akan dihasilkan akan semakin besar sehingga menghasilkan nada yang lebih tinggi, begitu juga sebaliknya.
Pengukuran dan Karakterisasi Kanal Propagasi Radio untuk Aplikasi Wireless Body Area Network dari Tubuh Pasien ke Data Collector Device di ICU Rumah Sakit Mohammad Ariza Fardhiyansyah; Gamantyo Hendrantoro; Achmad Mauludiyanto
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.42985

Abstract

Penerapan jaringan area tubuh nirkabel dalam ruangan khususnya pada intensive care unit (ICU) rumah sakit menggunakan media transmisi secara nirkabel yang mana pertukaran data pada sistem komunikasi nirkabel dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah faktor lingkungan yang dinamis. Hal ini dapat memengaruhi propagasi dalam kanal radionya dan faktor-faktor tersebut dapat berupa suhu, kelembaban, dan objek-objek yang dapat menyebabkan pantulan, sehingga terjadi lintasan jamak pada kanal propagasi yang berada pada dalam ruangan tersebut, sehingga dihasilkan kanal yang dinamis dan perlu dilakukan karaterisasi kanal agar didapatkan perancangan sistem komunikasi yang optimal. Dalam penelitian ini, akan dirancang pemodelan kanal dengan melakukan berbagai kemungkinan skenario khususnya saat pasien tidur pada ruangan ICU. Perancangan skenario dipertimbangkan berdasarkan dua klasifikasi orientasi, yaitu orientasi antena dan orientasi tubuh saat pasien tidur. Selanjutnya dilakukan pengukuran untuk masing-masing skenario menggunakan vector network analyzer dan didapatkan respon kanalnya. Selanjutnya dilakukan analisis dan pengolahan data dari hasil pengukuran skenario wireless body area network dalam ruangan menggunakan parameter-parameter statistik, seperti rata-rata, varians, standard deviasi, dan didapatkan fungsi penyebaran kumulatifnya. Setelah pengolahan data selesai didapatkan sintesis dan rekomendasi dari sistem komunikasi wireless body area network dalam ruangan.
PEMODELAN MARKOV UNTUK KANAL HF AVAILABILITY PADA LINK MALANG-SURABAYA Arif Fathoni; Wismanu Susetyo; Gamantyo Hendrantoro
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 2 (2010): Instrumentational And Robotic
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tersedianya kanal HF merupakan faktor penting dalam desain dan komunikasi. Model-model ketersediaan kanal HF sebagai fungsi waktu, lokasi geografis, dan aktivitas matahari telah dikembangkan beberapa tahun terakhir. Makalah ini meneliti tentang karakteristik model untuk avaibility kanal HF pada proses markov. Kanal HF ini bekerja pada frekuensi 3-30 Mhz dan memiliki panjang gelombang 100meter-10meter. Telah dilakukan pengukuran pada kanal HF dari jarak Malang-Surabaya (73 km) menggunakan frekuensi 6.3 Mhz. Pengukuran telah dilakukan selama 3 bulan (Januari, Februari, Maret 2009) menunjukan kondisi kanal propagasi HF Malang-Surabaya. Model ditunjukan dalam gambar grafik membandingkan data pengukuran dengan data analisa dalam model markov. Hasil dari penelitian berguna sebagai parameter keadaan HF link Malang-Surabaya. Data HF dibagi menjadi 4 waktu : pukul 03.00-05.59 WIB; 09.00-11.59 WIB; 15.00-17.59 WIB; 21.00-23.59 WIB, dimana pembagian ini mewakili karakteristik dari kanal HF pada rotasi bumi. Telah diberikan nilai T (threshold) dalam pengukuran yang bernilai -100.577 dBm. Kanal available apabila daya yang diterima kurang atau sama dengan dari nilai threshold diatas level noise. dan akan bernilai nonavailable apabila lebih besar dari nilai threshold. Parameter model Markov diambil dua state (available dan non-available) dari daya yang diterima pada pengukuran berdasarkan membandingkan nilai threshold yang ada. Sehingga didapatkan probabilitas transisi state 1 (available) dan state 0 (non-availabe). Sehingga pada akhirnya dibandingkan pemodelan propagasi HF dan pemodelan markov. Untuk waktu pagi hari didapatkan pada pemodelan propagasi 00 p = 92.81%, 01 p = 7.19%, 10 p = 3% dan 11 p = 97% sedangkan pada memodelan markov 00 p = 92.59%, 01 p = 7.41%, 10 p = 3.06%, dan 11 p = 96.94%
PREDIKSI JANGKAUAN JARINGAN WIRELESS HF UNTUK SISTEM PERINGATAN DINI BENCANA DI INDONESIA Wismanu Susetyo; Gamantyo Hendrantoro; Achmad Affandi
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 4 (2008): Network And Security
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi radio frekuensi tinggi (2–30 MHz) adalah relatif  murah melebihi aplikasi line of sight. Dan memiliki kemampuan sebagai pengganti komunikasi satelit dan troposferik. Menggunakan jejaring berarah sensor nirkabel untuk memantau dan mengidentifikasi perilaku laut, tanah, gunung dan dsb. yang berhubungan dengan aktifitas bencana gempa bumi pada daerah yang relatif sempit. Semua data kemudian dikumpulkan dan diolah pada sebuah pusat daerah regional bencana untuk selanjutnya menggunakan jejaring nirkabel radio HF membentuk system peringatan dini bencana nasional. Media penting untuk komunikasi radio HF adalah ionosfer yang memiliki karakteristik propagasi berbeda berdasarkan tempat dan waktu, tetapi jika dapat memperhitungkan waktu dan lokasi yang tepat komunikasi jarak jauh bisa dilakukan.Paper ini dititikberatkan pada prediksi jangkauan komunikasi radio HF antar titik, yang digunakan dari enam titik pusat divisi regional ke titik pusat nasional di Indonesia. Menggunakan alat analisis komunikasi radio berbasis statistik VOACAP dihasilkan bahwa komunikasi radio terbaik  dapat dilakukan pada frekuensi bencana 12,6 MHz hampir sepanjang waktu tiap hari. Padang, Pontianak, Palu, Ambon, Kupang dan Tembagapura dipilih sebagai titik pusat divisi regional dengan pusat kendali nasional di Surabaya, keseluruhan kota memiliki luas cakupan yang cukup untuk membangun sistem peringatan dini bencana di Indonesia.
IMPACT OF PROPAGATION PARAMETERS ON ENERGY EFFICIENCY IN VIRTUAL MIMO-BASED WIRELESS SENSOR NETWORK Eni Dwi Wardihani; Wirawan Wirawan; Gamantyo Hendrantoro
Jurnal Ilmiah Kursor Vol 7 No 4 (2014)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IMPACT OF PROPAGATION PARAMETERS ON ENERGY EFFICIENCY IN VIRTUAL MIMO-BASED WIRELESS SENSOR NETWORK a,bEni Dwi Wardihani, aWirawan, aGamantyo Hendrantoro aDept. of Electrical Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, 60111 b Dept. of Electrical Engineering, Politeknik Negeri Semarang, Semarang, E-mail : edwardihani@gmail.com Abstract Propagation parameters, i.e. transmission distance, constellation size and channel path loss exponent, dictate the design of energy efficient transmision techniques for WSN. In this paper, by considering these parameters we investigate to obtain the best modulation scheme and transmission strategy that minimizes the total energy consumption of the network, comprised of transmission energy and circuit energy. Analysis of virtual MIMO systems, where the sensor with a single antenna are cooperating to send the data to the Fusion Center (FC) having multiple antenna, for WSN with Alamouti-diversity scheme-based is presented, which has better spectrum efficiency but larger circuit energy consumption than Single Input Single Output (SISO) systems. Our study shows that in certain transmission distance with appropriate selection of constellation size, virtual MIMO systems for WSN have better energy efficient than SISO and Multi Input Single Output (MISO). . Key words: propagation, energy, efficiency, MIMO, sensor networks.
PARTICLE FILTER-BASED OBJECT TRACKING USING JOINT FEATURES OF COLOR AND LOCAL BINARY PATTERN HISTOGRAM FOURIER Dewa Made Wiharta; Wirawan Wirawan; Gamantyo Hendrantoro
Jurnal Ilmiah Kursor Vol 8 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28961/kursor.v8i2.64

Abstract

Object tracking is defined as the problem of estimating object location in image sequences. In general, the problems of object tracking in real time and complex environtment are affected by many uncertainty. In this research we use a sequensial Monte Carlo method, known as particle filter, to build an object tracking algorithm. Particle filter, due to its multiple hypotheses, is known to be a robust method in object tracking task. The performances of particle filter is defined by how the particles distributed. The role of distribution is regulated by the system model being used. In this research, a modified system model is proposed to manage particles distribution to achieve better performance. Object representation also plays important role in object tracking. In this research, we combine color histogram and texture from Local Binary Pattern Histogram Fourier (LBPHF) operator as feature in object tracking. Our experiments show that the proposed system model delivers a more robust tracking task, especially for objects with sudden changes in speed and direction. The proposed joint feature is able to capture object with changing shape and has better accuracy than single feature of color or joint color texture from other LBP variants.
Co-Authors A. Sjamsjiar Rachman Achmad Affandi Achmad Mauludiyanto Achmad Mauludyanto Achmad, Fariz Agriniwaty Paulus Ahmad Maulidiyanto Ahmad Muhiddin Ainun Jariyah Aji Hidayat Muryono Alan Sujadi Amarulla Octavian Amin Suharjono Andi Nurul Utami Husain Arif Fathoni Aris Pradana Aryo Darma Adhitya Boedinoegroho, Hany Bura, Romie O. Destya Arisetyanti Devy Kuswidiastuti Dewa Made Wiharta Dika Oktavian Prasetya Dwicahyono, Taufik Dyah Ayu Kusumaningtyas Harsono Endang Widjiati Endang Widjiati Endroyono Endroyono Endroyono, E Eni Dwi Wardihani Fadhli, Mohammad Fannush Shofi Akbar Farandi Febrianto Pratama Fathur Zaini Rachman Firmansyah, Mohammad Rifqi Fitri Adi Iskandarianto Fitri Amillia Fredy Indra Oktaviansyah Gatot Kusrahardjo Gatra Erga Yudhanto Gilang Almaghribi Sarkara Putra Harinto Mukti Legowo I Made Oka Widyantara Ikhwanti Indahsari Iwan Hendrianto Kalvein Rantelobo Krisdaniawan, Darien Raditya Krisnatianto Tanjung Mauridhi Hery P Mohammad Ariza Fardhiyansyah Muhammad Dwi Rifqi Muhammad Fachry Nova Muhammad Hasan Mahmudy Muhammad Rendy Anggara Muhammad Rizal Habibi Muhammad Yahya Batubara Niko Permana R.W. Ninik D. Yundariani Nisa Rachmadina Novalia Pertiwi Nur Ikhwan Nyoman Putra Sastra Octiana Widyarena Prasetiyono H Mukti Prasetiyono Hari Mukti Prima Kristalina Puji Handayani Pujo Widodo, Pujo Purwoko Adhi Rahayu, Sri Rheyuniarto Sahlendar Asthan Riyan Eka Pratama Rochmawati Ada Wiyah Rufiyanto, Arief Safirina Febryanti Saharani, Aulia Sardjono Trihatmo Septiawan, Reza Setijadi, Eko SRI RAHAYU Sri Rahayu Suwadi Suwadi Theresia Dwi Lestari Londong Titiek Suryani Tri Budi Santoso Tri Budi Santoso Walid Maulana Hadiansyah Wibowo, Reyhan Adinathan Widyanto Dwiputra Pradipta Wikantyoso, A Krisna Wirawan Wirawan Wirawan Wirawan Wirawan Wirawan Wirawan Wirawan Wirawan Wirawan Wirawan Wirawan Wirawan Wirawan Wirawan Wirawan Wirawan Wirawan Wismanu Susetyo Wismanu Susetyo Yahya Syukri Amrullah Yuyu Wahyu