Boedi Hendrarto
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedharto, SH Semarang

Published : 62 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

KELAYAKAN WISATA ALAM DI MAROON MANGROVE EDU PARK SEMARANG Tarigan, Novia Putri; Purwanti, Frida; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 3 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.684 KB)

Abstract

ABSTRAK Wisata alam mangrove merupakan salah satu kegiatan yang dapat mendukung konservasi mangrove. Setiap kawasan wisata perlu kajian kelayakan perencanaan pengembangannya. Penelitian lapangan dilaksanakan pada bulan Februari 2017 dengan metode deskriptif. Tujuan utama penelitian untuk menganalisis kelayakan MMEP Semarang sebagai destinasi wisata alam, dengan tujuan antara untuk mengidentifikasi profil dan persepsi pengunjung tentang potensi mangrove dan kelayakan MMEP. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara berdasarkan kuesioner terhadap 50 pengunjung, 6 pengelola dan 4 orang pembina kawasan MMEP Semarang. Observasi dilakukan untuk mengamati biofisik mangrove. Wawancara untuk melihat persepsi berdasarkan hasil pengisian kuisoner dengan 4 skala rating. Penilaian kelayakan dihitung berdasarkan parameter potensi ekologis/biofisik, aksesibilitas, dan fasilitas. Hasil penelitian menunjukkan profil pengunjung didominasi kalangan muda usia 20-25 tahun berasal dari Semarang. Persepsi pengunjung sebagian besar menyatakan MMEP layak untuk dikembangkan. Kelayakan wisata di MMEP masuk dalam kategori S2 (layak) dengan nilai 73,65%.  Kata Kunci: Wisata Alam; Kelayakan; Potensi Ekologis; Aksesibilitas; Fasilitas; Maroon Mangrove Edu Park ABSTRACT Nature tourism mangrove is one of the activities that can support conservation of mangroves. Each tourist area needs a feasibility study for it’s development planning. The field research was conducted in February 2017 with descriptive method. The main objective of the study was to analyze the feasibility of MMEP Semarang as a natural tourist destination, with the aims of identifying visitor profiles and it’s perceptions. The data were collected by interviewing 50 respondens, 6 management staff and 4 consellor of MMEP Semarang. Observations were made to observe the biophysical mangroves. Interview to see perception based on questionnaires result with 4 rating scales. The feasibility assessment is calculated based on parameter of ecological / biophysical potential, accessibility, and facilities. The result of the multiplication of scores and respondents determines the feasibility grade. The research showed that profile of the visitors dominated by young people aged 20-25 years come from Semarang. Perception of most visitors stated that MMEP is feasible to be developed. The MMEP tourism feasibility categories in S2 (feasible) with value 73,65%. Keywords: Nature Tourism; Feasibility; Ecological Potential; Accessibility; Facilities; Maroon Mangrove Edu Park
PENILAIAN KERENTANAN HABITAT MANGROVE di KELURAHAN MANGUNHARJO, KECAMATAN TUGU, KOTA SEMARANG TERHADAP VARIABEL OSEANOGRAFI BERDASARKAN METODE CVI (COASTAL VULNERABILITY INDEX) Wahyudi, Agus; Hendrarto, Boedi; Hartoko, Agus
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.207 KB)

Abstract

Mangrove merupakan tumbuhan atau vegetasi pantai tropis yang hidup di wilayah pesisir yang luas dan terbuka. Hutan mangrove disebut juga sabuk hijau karena mangrove berfungsi sebagai pelindung pantai dari hantaman gelombang laut. Habitat mangrove memiliki beberapa sifat atau karakteristik yang khusus diantaranya salinitas, pasang surut, angin, dan substrat yang berlumpur. Kerentanan variabel oseanografi di habitat mangrove dan pembukaan lahan kawasan hutan mangrove menjadi lahan tambak budidaya dan lahan industri menyebabkan kondisi hutan mangrove di Kota Semarang mengalami degradasi atau penurun kondisi habitat mangrove, oleh karena itu perlu dilakukan kajian mengenai seberapa besar kerentanan dari karakteristik habitat mangrove yang mempengaruhi kerentanan habitat mangrove di pesisir Kota Semarang sehingga diketahui tingkat kerentanan di daerah habitat mangrove. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan nilai indeks kerentanan habitat mangrove dan mengetahui kondisi kerentanan habitat mangrove di lokasi penelitian berdasarkan variabel salinitas, jenis substrat, dan pasang surut. Penelitian ini menggunakan metode survey dan metode eksploratif sedangkan untuk pengamatan objek menggunakan metode purposive dan perhitungan nilai indeks kerentanan habitat mangrove menggunakan metode CVI (Coastal Vulnerability Index). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerentanan habitat mangrove berdasarkan data pasang surut termasuk dalam kategori kerentanan tinggi dan kerentanan habitat mangrove berdasarkan variabel nilai salinitas termasuk dalam kategori kerentanan rendah, sedangkan untuk kerentanan habitat mangrove berdasarkan variabel jenis substrat termasuk dalam kategori kerentanan sedang. Nilai CVI habitat mangrove yang didapatkan berdasarkan perhitungan yaitu 2.12, hal itu menunjukkan kerentanan habitat mangrove di lokasi penelitian masuk dalam kategori kerentanan rendah.
ANALISIS KELIMPAHAN JUVENIL UDANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE PERANGKAP AGAR-AGAR DAN PEMBERIAN PAKAN UDANG DI PERAIRAN MOROSARI, DEMAK Putri, Nurul Fhitriany; Nitisupadjo, Mustofa; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.981 KB)

Abstract

Udang merupakan salah satu komoditas penting dari sektor perikanan. Sebagai salah satu usaha yang menjanjikan, usaha penangkapan udang terus menerus dilakukan. Upaya penangkapan yang tak terkendali dan perusakan ekosistem menyebabkan menurunnya potensi kelimpahan udang. Wilayah perairan yang potensial terhadap kelimpahan udang perlu dilakukan kajian untuk dapat dikelola dan dipertahankan kelestariannya. Sebaran juvenil udang di beberapa perairan khususnya di Pantai Utara Jawa masih belum banyak diketahui sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui jenis juvenil udang yang tertangkap dengan metode perangkap agar-agar di perairan sungai dan muara Morosari, Demak, mengetahui adanya pengaruh perbedaan lokasi, pemberian pakan atau tanpa pakan dan perbedaan periode terhadap kelimpahan juvenil udang; dan mengetahui pola pertumbuhan juvenil udang yang tertangkap dengan metode perangkap agar-agar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental lapangan. Pengambilan sampel juvenil udang dilakukan dengan menggunakan perangkap  agar-agar pada dua lokasi yaitu perairan sungai dan muara yang terdiri dari tiga titik lokasi dalam periode I sampai periode IV dengan interval sampling seminggu sekali. Hasil penempelan juvenil udang pada perangkap agar-agar disimpan dan diberi formalin 5 % untuk diawetkan. Hasil yang diperoleh didapatkan jenis juvenil udang dari genus Macrobrachium dan Penaeus. Jumlah seluruh juvenil udang yang didapatkan di perairan sungai sebanyak 743 individu/m2 dan di perairan muara sebanyak 333 individu/m2. Jumlah juvenil udang yang tertangkap dengan agar-agar yang diberi pakan udang berjumlah seluruhnya 943 individu/m2 dan jumlah seluruh tangkapan juvenil udang tanpa pemberian pakan udang sejumlah 133 individu/m2. Jumlah juvenil udang pada periode I sampai periode IV didapatkan hasil tangkapan berturut-turut yaitu 111 individu/m2, 122 individu/m2, 410 individu/m2, dan 433 individu/m2. Pola pertumbuhan juvenil udang adalah allometrik negatif.  Shrimp is one of the important commodity of the fisheries sector. As one of the promising economic efforts, the catch of the shrimps is continue to be done. Efforts to capture the uncontrolled will lead to destruction of ecosystem and decrease abundance of shrimps. Potential waters for shrimp is necessary to study in order to manage and maintain its sustainability. Distribution of juvenile shrimp in some waters, especially in North Coats of Java is not well known so that more research needs to be done. The purpose of this research was to know the species of juvenile shrimp are caught with agar traps method in estuarine waters of Morosari, Demak, investigate the effect of differences location, feeding and period to abundance of juvenile shrimp, and determined the pattern of juvenile growth shrimp caught by agar traps method. The method used was an field experimental method. Sampling was performed using juvenile shrimp agar traps at two locations the waters of the river and estuary that consisted of three point location of the first period to period IV of weekly sampling. Juvenile shrimps were kept in 5% formaldehyde. The results obtained juvenile shrimps of the genus Macrobrachium and Penaeus. Total number of juvenile shrimp in the waters of the river was as much as 743 idividuals/m2 and in estuarine waters was as much as 333 individuals/ m2. The numbers of juvenile shrimp caught with agar shrimp fed entirely was 943 individuals/m2, and the total catch of juvenile shrimp without shrimp feeding was 133 individuals/m2. The number of juvenile shrimp in weekly period I to period IV obtained 111 individuals/m2, 122 individuals/m2, 410 individuals/m2 and 433 individuals/m2, respectively. Patterns of juvenile shrimp growth was allometric negative.
KARAKTERISTIK ABRASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP MASYARAKAT DI PESISIR SEMARANG BARAT Fajrin, Fadhilah Maharani; Muskananfola, Max Rudolf; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.384 KB)

Abstract

Masalah abrasi pantai yang terjadi di beberapa wilayah di pesisir utara Pulau Jawa, penanggulangan yang tepat sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam mengatasi permasalahan lingkungan yang terjadi akibat abrasi pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik abrasi dan pengaruh terhadap masyarakat di pesisir  Semarang Barat. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara kepada masyarakat Mangkang Wetan. Data hidrooseanografi  yaitu gelombang, arus dan pasang surut Badan Meteorologi Klimatologi (BMKG) Kota Semarang. Perubahan garis pantai menggunakan metode RGB (Red Green Blue) dan menggunakan Citra Landsat TM tahun 2013, 2014 dan 2015 menggunakan aplikasi er mapper. Masyarakat Mangkang Wetan bekerja berbagai macam profesi seperti nelayan, petambak, buruh pabrik dan lain sebagainya. Karakteristik abrasi yang terjadi di pesisir menghasilkan perubahan luas area, serta perubahan pada beberapa ekosistem yang ada disekitarnya. masyarakat juga menerima dampak abrasi tersebut yaitu pendapatan menurun, tempat tinggal tergenang oleh air laut dan mempengaruhi kondisi sosial yang ada disekitar. Analisa menggunakan citra Landsat dan er mapper menunjukkan hasil perubahan garis pantai. Nilai dari beberapa hidrooseanografi seperti gelombang, arus dan pasang surut pun berbeda tiap tahunnya karena selalu mengikuti peralihan musim barat dan musim timur. Tingkat pengetahuan masyarakat sangat mempengaruhi seberapa besar partisipasi masyarakat dalam menanggulangi masalah abrasi pantai yang terjadi. Abration occurs in some Java North coastal, appropriate countermeasures are needed by communities to overcome environmental problems caused by coastal abration. This study was aimed to investigate the characteristics of abrasion and the impact to coastal communities in West Semarang. Data were collected through interviews to the community in Mangkang Wetan. Data collected were hydrooceanography such as waves, currents and tides from Agency for Meteorology Station (BMKG) Semarang. Shoreline change was measured using RGB (Red Green Blue) and using of Landsat TM 2013, 2014 and 2015 er mapper application. MangkangWetan community work in a variety of professions such as fishermen, farmers, factory workers and others. Abration in coastal made a change of shoreline, areas, and some ecosystems of the environmental. People also accepted the abration impact. The impact to people was low income, to residential was submerged by sea water, and influence social condition. Analysis using Landsat imagery and er mapper showed the results of shoreline change. Values of some hydrooceanography such as waves, currents and tides were different. The level of public knowledge influenced the public participation in preventing coastal abration.
KONDISI PERAIRAN SUNGAI MOROSARI DEMAK PADA LOKASI YANG BERBEDA DITINJAU DARI KANDUNGAN KLOROFIL-a, NITRAT, FOSFAT, DAN FITOPLANKTON Mariana, Rina; Rudiyanti, Siti; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.446 KB)

Abstract

ABSTRAK Sungai Morosari berada di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Perairan ini digunakan untuk pembuangan limbah domestik maupun industri, jalur lalu lintas perahu nelayan, kawasan wisata, dan kegiatan perikanan. Hal ini diduga mempengaruhi kualitas perairan. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2014, bertujuan untuk mengetahui kondisi perairan Sungai Morosari berdasarkan kandungan klorofil-a, nitrat, fosfat, dan struktur komunitas fitoplankton. Variabel pendukung penelitian antara lain temperatur, arus, kedalaman, kecerahan,  pH, salinitas, dan oksigen terlarut. Pengambilan sampel pada penelitian ini ditentukan empat stasiun dengan tiga kali pengulangan. Analisis data yang digunakan untuk menggunakan analisis kluster dan analisis non parametrik Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang nyata pada kandungan klorofil-a dan fosfat tiap stasiun, sedangkan pada kandungan nitrat tidak terdapat perbedaan yang nyata.  Kemiripan tertinggi berdasarkan komunitas fitoplankton terletak pada daerah yang didominasi pemukiman penduduk  dan daerah lalu lintas perahu nelayan, sedangkan kemiripan terendah yaitu pada daerah pertemuan pembuangan limbah industri. Kelimpahan fitoplankton termasuk dalam kategori kelimpahan yang sedang, indeks keanekaragaman dan indeks keseragaman fitoplankton rendah. Berdasarkan kandungan klorofil-a dan nitrat perairan Sungai Morosari termasuk ke dalam perairan oligotrofik, sedangkan berdasarkan kandungan fosfat termasuk ke dalam perairan mesotrofik dan eutrofik. Kata Kunci : Klorofil-a; Nitrat; Fosfat; Fitoplankton; Sungai Morosari ABSTRACT Morosari river located in District Sayung, Demak is used for the disposal of domestic and industrial waste, traffic, fishing boats, tourist areas and fisheries activities. And may affect the water quality. The study was conducted in April-May 2014, aimed to determine the condition of the river by chlorophyll-a, nitrate, phosphate, and phytoplankton community structure at different locations. Other variables included temperature, currents, depth, transparency, pH, salinity, and dissolved oxygen. This study used four stations with three replications. Analysis of the data used cluster analysis and the Kruskal-Wallis non parametric analysis. The results showed a significant difference in the content of chlorophyll-a and phosphate each station, while the nitrate content there was no significant difference. The highest similarity based on the phytoplankton community was between  residential areas and traffic areas fishing boat, while the lowest is similarity was in industrial waste disposal area. The abundance of phytoplankton included in the category of moderate abundance, phytoplankton diversity and evenness index were low. Based on the content of chlorophyll-a and nitrate Morosari river waters belong to the oligotrophic waters, while based on the phosphorus content included into the mesotrophic waters. Keywords : Chlorophyll-a; Nitrate; Phosphate; Phytoplankton; Morosari River
LUASAN DAN DISTRIBUSI MANGROVE DI KECAMATAN ULUJAMI KABUPATEN PEMALANG DENGAN PENGGUNAAN GOOGLE EARTH DAN SOFTWARE ARCGIS (STUDI KASUS : DESA PESANTREN, DESA MOJO DAN DESA LIMBANGAN) Fatmawati, Rifky Annisa; Suryanto, Agung; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.818 KB)

Abstract

ABSTRAK Gambaran sumberdaya mangrove yang belum menunjukkan kondisi sesungguhnya dilapangan. Penginderaan jauh dari Google Earth untuk vegetasi mangrove dapat dikembangkan untuk memperoleh data luasan mangrove disuatu daerahTujuan penelitian ini adalah untuk menemukan kemungkinan penggunaan aplikasi Google earth dan Software ArcGis untuk menentukan luasan dan distribusi mangrove di kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang. Metode yang digunakan untuk menghitung luasan mangrove adalah digitasi on screen mangrove dari Google Earth lalu diolah kedalam Software ArcGis dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Luasan mangrove di Desa Pesantren, Desa Mojo dan Desa Limbangan Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang sebesar 248,15 ha. Terdiri dari Desa Pesantren dengan luas mangrove 76,37 ha, Desa Mojo dengan luas mangrove sebesar 88,57 ha dan Desa Limbangan luas mangrove sebesar 83,21 ha. Distribusi mangrove di Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang terdapat di pinggir pantai dan sekekiling tambak. Desa Limbangan memiliki nilai perbandingan luas mangrove dan luas tambak 16,25 %, Desa Mojo 14,47 % dan Desa Pesantren 14,25 %. Kata Kunci : Luasan mangrove, distribusi mangrove ABSTRACT Mangrove database generally is still not showing the actual conditions in the field. Remote sensing for mangrove vegetation has been developed to obtain data on the extent of mangrove in an area.The purpose of this study was to find a possible use Google earth and Software ArcGIS to determine the extent and distribution of mangrove in subdistrict Ulujami Pemalang. The method used to calculate the extent of mangrove was digitizing on screen the extent and distribution of mangrove in Google Earth and then processed into ArcGIS Software and Microsoft Excel. The results showed that the area of mangrove in the village of Pesantren, Mojo Village and Limbangan Village District Ulujami Pemalang was 248.15 ha. Pesantren Village  had  76.37hectares of mangrove, Mojo village had 88.57 hectares of mangrove and Limbangan village had 83.21 hectares of mangrove.Mangrove in subdistrict Ulujami Pemalang was distributed near the coast and around the brackish water pond. Ratio of brackish water pond and mangrove areas in Limbangan  was 16 , 25%, in  Mojo 14.47% and Desa Pesantren was 14.25%.  Keywords:The area of mangrove, mangrove distribution.
PENILAIAN KERENTANAN PANTAI DI SENDANG BIRU KABUPATEN MALANG TERHADAP VARIABEL OCEANOGRAFI BERDASARKAN METODE CVI (COASTAL VULNERABILITY INDEX) Handartoputra, Aly; Purwanti, Frida; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.985 KB)

Abstract

Pantai Sendang Biru berada di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, perlu dijaga karena letaknya berdekatan dengan wilayah Cagar Alam Pulau Sempu. Banyak aktivitas masyarakat yang dapat mempengaruhi kerentanan ekosistem pantai, sehingga perlu dilakukan kajian tentang kerentanan ekosistem pantai agar dapat mengantisipasi dampak kerentanan dan mendukung konservasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kerentanan ekosistem pantai berdasarkan parameter fisik sebagai variabel oceanografi dan parameter sosial ekonomi, serta mengetahui nilai indeks kerentanan ekosistem pantai di Pantai Sendang Biru. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2014 dengan menganalisis data parameter fisik (geomorfologi, erosi/akresi, kemiringan pantai, jarak tumbuhan dari pantai, tinggi gelombang, dan kisaran pasang rata rata) sebagai variabel oceanografi dan parameter sosial ekonomi menggunakan konsep Coastal and Vulnerability Index (CVI) yang diadaptasi dengan kondisi perairan setempat. Metode pengambilan data lapangan dengan mengamati sepanjang garis pantai menggunakan sel ukuran 50x50 m sehingga didapatkan 18 sel. Hasil penelitan Kerentanan Ekosistem Pantai berdasarkan parameter fisik sebagian besar termasuk dalam kategori kerentanan rendah < 20,5, namun bila dikaitkan dengan faktor sosial ekonomi masyarakat termasuk dalam kategori kerentanan sangat tinggi, Nilai CVI sebagian besar berada di tingkat rendah dengan kisaran < 20,5., kecuali sel 5 pada kategori tingkat kerentanan menengah (CVI 23,09), sedangkan sel 6 dan 18 pada kategori tingkat kerentanan tinggi (CVI 25,82). Sendang Biru Beach is located at District Sumbermanjing Wetan, Malang Regency, should be managed because of near by the Sempu Island Sanctuary. Many community activities could affect vulnerability of coastal ecosystems, so it is necessary to study on vulnerability of coastal ecosystems to anticipate vulnerability impact and to support environmental conservation. This study aimed to determine vulnerability condition of coastal ecosystems based on physical parameters as oceanography variables and socio-economic parameters, and to know the value of coastal ecosystem vulnerability index at the Sendang Biru Beach. The study was conducted on May 2014 by analyzing the physical parameters data (geomorphology, erosion / accretion, coastal slope, vegetation distance from the coast, wave height, and average tidal range) as oceanographic variables and the socio-economic parameters using Coastal Vulnerability Index (CVI) concept that is adapted to the coastal waters. Data collection methods on the field by observing coastline using 50x50 meter cell so it gained 18 cells. The results of Coastal Ecosystem Vulnerability based on physical parameters mostly categorized at low level with a range <20.5, however when it associated to the socio-economic factors was categorized at very high levels, CVI value mostly categorized at low level with a range <20.5, except for the 5th cells was categorized at medium level of vulnerability (23.09)., while the 6th and 18th cells were categorized at high levels of vulnerability (25,82).
ASPEK REPRODUKSI IKAN WADER IJO (OSTHEOCHILUS HASSELTI) DI DANAU RAWAPENING AMBARAWA, KABUPATEN SEMARANG Nugraha, Muhammad Rizky; Solichin, Anhar; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 1 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (956.963 KB)

Abstract

ABSTRAK Ikan Wader Ijo (O. hasselti) merupakan ikan khas di Danau Rawapening.  Populasinya saat ini diduga mengalami penurunan, akibat penangkapan ikan Wader Ijo yang sedang bertelur dan penggunaan alat tangkap dengan mesh size kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek reproduksi ikan Wader Ijo, faktor lingkungan dan mesh size gill net yang aman digunakan. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif, dengan teknik pengambilan sampel acak. Penelitian dilaksanakan Juli - Agustus 2016 di Danau Rawapening. Sampel diperoleh 93 ekor menggunakan gill net mesh size 2 inchi, dengan panjang total 111 – 210 mm. Nisbah kelamin 1:6,75 dengan dominasi ikan betina. Sampel didominasi ikan matang gonad pada TKG IV. Berdasarkan analisa PCA, Ikan Wader Ijo pada TKG II, III dan IV memiliki korelasi negatif dengan pH, arus dan oksigen terlarut. Angka Indeks Kematangan Gonad tertinggi betina diperoleh 30,30%, sedangkan jantan 19,67%. Ikan Wader Ijo yang tertangkap belum mengalami recruitment overfishing karena ukuran ikan pertama kali matang gonad jantan 100,63 mm dan betina 110,90 mm lebih kecil dari ukuran rata-rata yang tertangkap153 mm. Fekunditas diperoleh 80.862 – 19.880 butir/individu. Berdasarkan analisa Regresi Power, fekunditas Wader Ijo dipengaruhi oleh panjang tubuhnya. Diameter telur yang diperoleh berkisar 0,01 – 1,01 mm. Berdasarkan analisa Chi-Square, bagian yang berbeda dalam ovarium memiliki hubungan dengan ukuran diameter telur. Mesh size gill net yang aman digunakan minimal berukuran 1,54 inchi. Kata Kunci : Wader Ijo; Aspek Reproduksi;  Rawapening ABSTRACT Bonylip Barb (O. hasselti) is a local fish in Rawapening lake which population of this species in Rawapening already decrease, because of exploitation spawning Bonylip Barb and the used of fishing gear with small mesh size. This research aimed to know reproduction aspects of Bonylip Barb, environmental factors and mesh size of gill net. The method used in this research was descriptive with random sampling method. A total of 93 specimens were collected by gill net mesh size 2 inch from July to August 2016 at Rawapening. Specimens have total lenght 111 – 210 mm. Sex ratio was 1 : 6,75 dominated by female. Gonadal stage dominated by mature fish on level IV. Based on PCA analysis, gonadal stage level II, III and IV have negative correlations with pH, current and dissolved oxygen. The highest Gonadosomatic Index on female was 30,30%, while the male one was 19,67%. Length of first maturity not only male 100,63 mm but also female 110,90 mm smaller than average length of capture 155 mm, it means that Bonylip Barb in Rawapening still safe from recruitment overfishing. Fecundity ranged from 80.862 to 19.880 granules/individual. Based on power regression, fecundity was determined by the total length. Egg diameter ranged from 0,1 to 1,01 mm. Based on Chi-Square, different path of ovary have a corelation  with  egg diameter. Mesh size gill net that used in Rawapening was not recommended under 1,54 inch. Keywords: Bonylip Barb, Reproduction Aspect, Rawapening 
PEMETAAN KARAKTERISTIK FISIK SEDIMEN DI PANTAI BERMANGROVE DI PESISIR DESA TIMBULSLOKO, KABUPATEN DEMAKPEMETAAN KARAKTERISTIK FISIK SEDIMEN DI PANTAI BERMANGROVE DI PESISIR DESA TIMBULSLOKO, KABUPATEN DEMAK Hapsari, Rania Widia; Hendrarto, Boedi; Muskananfola, Max Rudolf
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 3 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1287.951 KB)

Abstract

ABSTRAK Karakteristik fisik sedimen dan dinamika pergerakannya mempunyai peranan penting bagi stabilitas suatu kawasan pesisir. Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak merupakan salah satu desa di kawasan pesisir yang memiliki pantai yang bermangrove. Sama dengan daerah pesisir lainnya, daerah ini juga mendapat pengaruh faktor lingkungan dari darat dan laut yang dikhawatirkan dapat menyebabkan perubahan garis pantai. Penelitian ini dilakukan guna menjawab permasalahan belum banyaknya informasi mengenai karakteristik fisik sedimen dalam hubungannya dengan mangrove di kawasan tersebut. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Maret 2017 bertempat di Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kondisi kawasan pesisir Desa Timbulsloko ditinjau dari karakteristik fisik sedimen dan kondisi kerapatan relatif hutan mangrovenya. Sampling sedimen dilakukan disepanjang pantai sejauh 775m. Beberapa metode yang dilakukan pada penelitian yaitu Metode Soil Jar Test, Haphazard, Point Centered Quarter, dan Principal Component Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sedimen didominasi oleh fraksi lumpur (92,50%), sedimen memiliki warna coklat muda hingga kehitaman dengan nilai HUE 28,53-36,61o, salinitas sedimen berkisar antara 13,60-25‰. Jenis mangrove yang mendominasi kawasan tersebut yaitu Rhizophora sp.. Berdasarkan analisa PCA, fraksi liat dan lumpur dalam sedimen berkorelasi positif dengan kerapatan total mangrove. Kata Kunci : Karakteristik Fisik Sedimen; Kerapatan Relatif Hutan Mangrove; Desa Timbulsloko ABSTRACT The physical characteristics of sediment and the dynamics of its movement have an important role for the stability of a coastal region. Timbulsloko Village, Demak Regency is one of the villages in the coastal area overgrown by mangroves.  Similar to other coastal areas, this area also has the effect of environmental factors from land and sea that are feared can cause coastline shifts. This research was conducted to answer the problem of the lack of information about the physical characteristics of sediment in relation to the mangroves in the area. The research was conducted in March 2017 at Timbulsloko Village, Demak Regency. This study aimed to determine the condition of coastal areas of Timbulsloko Village in terms of physical characteristics of sediment and relative density of mangrove forest conditions. Sediment sampling was done along the coast as far as 775m. Some method that used in this study are Soil Jar Test, Haphazard, Point Centered Quaretr, and Principal Component Analysis. The results showed that sediment was dominated by mud fraction (92,50%), sediment had light brown to blackish with HUE value 28,53-36,61o, sediment salinity was between 13,60-25 ‰. Type of mangrove that dominates the area is Rhizophora sp.. Based on PCA analysis, clay and mud fraction in the sediment correlated positively with the total relative density of mangrove. Keyword : Physical Characteristic of Sediment; Relative Density of Mangrove Forest; Timbulsloko Village
STRATEGI KELOMPOK PANTAI LESTARI DALAM PENGEMBANGAN KEGIATAN REHABILITASI MANGROVE DI DESA KARANGSONG KABUPATEN INDRAMAYU Prayudha, Egar Dwi; Sulardiono, Bambang; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.239 KB)

Abstract

Strategi yang tepat sangat dibutuhkan oleh kelompok masyarakat pelestari mangrove dalam mengembangkan kegiatan rehabilitasi mangrove yang mereka kelola. Kurangnya informasi dan kajian ilmiah mengenai kegiatan perumusan strategi suatu kelompok masyarakat pelestari mangrove dalam mengembangkan kegiatan rehabilitasi mangrove, akan membuat kelompok-kelompok masyarakat pelestari mangrove seperti Kelompok Pantai Lestari menjadi tidak mempunyai acuan yang cukup untuk membuat perencanaan atau strategi yang tepat dalam mengembangkan kegiatan rehabilitasi mangrove yang mereka kelola. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kegiatan pengelolaan mangrove dan mendapatkan strategi yang tepat dalam pengembangan  kegiatan rehabilitasi mangrove di Desa Karangsong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif studi kasus. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara dan observasi untuk melakukan pengamatan terhadap sumberdaya manusia dan kelembagaan Kelompok Pantai Lestari, keadaan kawasan rehabilitasi mangrove, dan kegiatan  pemanfaatan mangrove oleh masyarakat lokal. Selanjutnya dilakukan fokus grup diskusi (FGD) bersama dengan semua anggota Kelompok Pantai Lestari untuk merumuskan strategi pengembangan menggunakan Analisis SWOT. Hasil yang didapatkan, faktor-faktor yang berhubungan dengan kegiatan  pengelolaan kawasan rehabilitasi mangrove di Desa Karangsong adalah faktor internal dan faktor eksternal. Strategi yang terpilih adalah strategi agresif yang memaksimalkan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada. The right strategies are needed by mangroves conservational groups in developing the rehabilitation of mangroves areas they are managed. The lack of information and scientific studies on the strategy formulation by the mangroves conservational groups in developing mangroves areas, will cause the mangroves conservational groups, such as Pantai Lestari Group, do not have enough references to make the appropriate plans or strategies in developing mangroves areas they are managed. The aims of this study were to determine the factors associated with mangroves management activities and found the right strategy for the development of the mangroves area rehabilitation  in Desa Karangsong. This study applied the descriptive case study as a method. Data were collected through interviews and observations to observe the human resources and the institution of Pantai Lestari Group, the condition of mangroves rehabilitation area, and the utilization of mangroves by the local communities. Subsequently, a focus group discussion (FGD) was condusted with all members of Pantai Lestari Group in formulatting development strategies using SWOT analysis. As the results, the factors related to the management activities of mangroves rehabilitation areas in Desa Karangsong were internal and external factors. The appropriate strategy of mangroves rehabilitation areas development was aggressive strategy in maximizing the power of advantaging the opportunities.
Co-Authors - Ruswahyuni - Supriharyono Achmad Fama agung Suryanto Agus Hadiyarto Agus Hartoko Agus Wahyudi Alfian Zulfikar, Alfian Aly Handartoputra Amalia Nur Istigfarin, Amalia Nur Angela Merici Dwi Widiyanti Anhar Solichin Anugrah Dwi Fahreza Ari Wibowo Arini Indah Lestari, Arini Indah Asrika Yupina Sembiring Ayu Putri Kusumaningrum, Ayu Putri Bambang Sulardiono Bambang Sulardiono Christian B.C. Churun Ain D Diarto Dewi, Hilda Kumala Dyah Pertiwi Jaya Wardhani, Dyah Pertiwi Jaya Egar Dwi Prayudha Ekowati Chasanah Fadhilah Maharani Fajrin, Fadhilah Maharani Fandi Maulana Farah Nabila Noersativa Fentika Rahma Mentari Frida Purwanti Haeruddin Haeruddin Halimatus Sa’diyah Hapsari, Rania Widia Hedi Indra Januar Hida Rizki Aini, Hida Rizki Iin Rahmawati Ika Chrisyariati Inchan Faolo Silaen Irwan Ramadhan Ritonga Jafron W. Hidayat Jafron Wasiq Hidayat Kismartini Kismartini Lusiana Rahmawati Lutfiana Sari Indah Marina Alin Rahajeng Max Rudolf Muskananfola Max Rudolf Muskanonfola Melina Setya Ayuningsih Mochammad Yenny Muhammad Saiful Adip Muhammad Yusuf Muhar Azhari Mulyaningsih, Dwi Munafi’ah, Ayu Mustofa Niti Supardjo Mustofa Nitisupadjo Mustofa Nitisupardjo Mustofa Nitisuparjo Nabila Ghassani Adani Niniek Widyorini Novi Andriani, Novi Nugraha, Muhammad Rizky Nurul Fhitriany Putri Nurul Khaqiqoh Ocky Karna Radjasa Okta Viana Sari Prijadi Soedarsono Pujiono Wahyu Purnomo Purnomo, Pudjiono Wahyu Putri March F Hia Rifky Annisa Fatmawati, Rifky Annisa Rimty Mayuftia Rina Mariana Rizki Pramuditya Kurniatama, Rizki Pramuditya Roswita Larosa S. Supriharyono Sandra Devita Kusumaningsari, Sandra Devita Sinaga, Riris Rezeki Siti Rudiyanti slamet budi prayitno Sri Suryoko Sri Wahyuni Subiyanto Subiyanto Supriharyono ,, Supriharyono Supriharyono Supriharyono Suradi Wijaya Saputra Suryanti - Sutrisno Anggoro Suyono ,, Suyono Suyono Suyono Tarigan, Novia Putri Tri Kusuma Oktaviana Untung Ismoyo