Boedi Hendrarto
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedharto, SH Semarang

Published : 62 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

KANDUNGAN KLOROFIL-A DAN FITOPLANKTON DI LOKASI YANG BERBEDA DI SUNGAI WULAN, KABUPATEN DEMAK Dewi, Hilda Kumala; Hendrarto, Boedi; Ain, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 1 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1044.277 KB)

Abstract

ABSTRAK Sungai Wulan adalah sungai yang melewati tiga kabupaten yaitu Grobogan, Kudus dan Demak. Sungai Wulan yang terletak di Kabupaten Demak, mempunyai dua percabangan yaitu Wulan Lama dan Wulan Baru. Sungai ini digunakan oleh masyarakat untuk berbagai keperluan seperti kegiatan perikanan, domestik dan transportasi. Di hilir sungai juga terdapat daerah mangrove. Dampak dari kegiatan manusia tersebut kemungkinan akan berpengaruh terhadap kualitas perairan, hal tersebut diduga berdampak terhadap keberadaan fitoplankton serta kandungan klorofil-a. Penelitian dilakukan pada bulan Maret – April 2016 bertujuan untuk mengetahui kandungan klorofil-a, fitoplankton dan status perairan berdasarkan kandungan klorofil-a dan kelimpahan fitoplankton. Metode yang digunakan adalah metode survei lapangan dengan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan di tiga lokasi yang berbeda yaitu dekat pemukiman (Stasun 1), Wulan Baru (Stasiun 2), dan Wulan Lama (Stasiun 3). Analisis Kruskal-Wallis untuk mengetahui perbedaan kandungan klorofil-a antar stasiun dan analisis Cluster untuk mengetahui kemiripan berdasarkan komunitas fitoplankton dan variabel lingkungan antar stasiun. Hasil penelitian menunjukkan kandungan klorofil-a berkisar antara 0,4955 - 1,3527 mg/l. Tidak ada perbedaan yang nyata kandungan klorofil-a per stasiun pada taraf kepercayaan 95% (0,05). Kelimpahan fitoplankton berkisar antara 9.458 – 12.422 ind/l. Fitoplankton yang didapatkan terdiri dari 35 genera yang terdiri dari 5 kelas yaitu Bacillariophyceae, Cyanophyceae, Dynophyceae, Chlorophyceae dan Euglenophyceae. Stasiun 2 dan Stasiun 3 mempunyai kemiripan komunitas fitoplankton dan variabel lingkungan dibandingkan dengan Stasiun 1. Status perairan Sungai Wulan berdasarkan kandungan klorofil-a tergolong oligotrofik dan berdasarkan kelimpahan fitoplankton tergolong mesotrofik.Kata Kunci: Klorofil-a; Fitoplankton; Sungai Wulan  ABSTRACTWulan River is a river that passes through three regencies there are Grobogan, Kudus and Demak. Wulan River located in Demak Regency, has two branches there are Wulan Lama and Wulan Baru. This river has been used a lot by the residents for many activities such as fishery activities, domestic and transportation. There is also mangrove area in the downstream of Wulan River. The impact of those human activities presumably will affect the quality of the waters, it is also presumed to impact the existence of phytoplankton and the contents of chorophyl-a. This research was conducted on March - April 2016 aimed to know the contents of chlorophyl-a, the type and abundance of phytoplankton and the status of waters based on the content of chlorophyll-a and the abundance of phytoplankton. This research used survey method and purposive a sampling teqnique. The sampling was conducted in three different locations, that is in the nearby people residence (Station 1), Wulan Baru (Station 2) and Wulan Lama (Station 3). The Kruskal-Wallis analysis was used to determine differences of chlorophyll-a between the stations and Cluster analysis was used to determine similarity groups based on the phytoplankton community and environment variables between stations. The results showed chlorophyll-a range between 0,4955 - 1,3527 mg/l. There is no significant difference between the content of chlorophyll-a per station at the level of 95% (P < 0,05). The abundance of phytoplankton ranged between 9.458 – 12.422 ind/l. The phytoplankton was obtained consisting of 35 genus consisted of 5 classes, namely Bacillariophyceae, Cyanophyceae, Dynophyceae, Chlorophyceae and Euglenophyceae. Both Station 2 and Station 3 had a more similarity in the community of phytoplankton and the environment variable compared to the Station 1. The status waters of the Wulan Rivers based on the contents chlorophyll-a was classified into oligotrophic and based on the abundance of phytoplankton was classified into mesotrophic. Keywords: Chlorophyl-a; Phytoplankton; Wulan River 
KELIMPAHAN SERTA PREDASI Acanthaster planci di PERAIRAN TANJUNG KELAYANG KABUPATEN BELITUNG Fahreza, Anugrah Dwi; Purnomo, Pujiono Wahyu; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.047 KB)

Abstract

Kabupaten Belitung khususnya pantai Tanjung Kelayang memiliki potensi ekosistem terumbu karang dengan kondisi yang alami. Sedikitnya penelitian tentang kondisi terumbu karang di kawasan ini, menyebabkan sedikitnya informasi kondisi terumbu karang yang ada, sehingga pengelolaannya menjadi kurang diperhatikan. Pemanfaaatan terumbu karang yang kurang diperhatikan menyebabkan kerusakan terumbu karang menjadi tidak terkontrol, termasuk berkembangnya Acanthaster planci. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui kelimpahan dari Acanthaster planci pada daerah terumbu karang di perairan Tanjung Kelayang, serta mengetahui predasi atau pemangsaan Acanthaster planci pada karang. Metode dalam penelitian ini adalah metode survei dengan Line Intercept Transect (LIT) dan Kuadran Transect ( ukuran 2,5 x 2,5 cm2) digunakan untuk pengambilan data tutupan terumbu karang dan kelimpahan Acanthaster planci serta untuk pengambilan data predasi Acanthaster planci. Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Lengkuas Kabupaten Belitung, mulai bulan Juni sampai Agustus 2012. Pengamatan yang dilakukan terhadap penutupan karang hidup pada stasiun I adalah 5228cm2 dan pada stasiun II adalah 4070cm2. Untuk kelimpahan Acanthaster planci didapatkan pada masing-masing stasiun adalah 7 dan 5 individu, yang dikategorikan mempunyai ancaman lemah karena mempunyai kepadatan kurang dari 14 ind/1000m2 (0,014 individu/m2). Predasi Acanthaster planci yang diamati pada 2 stasiun, dimana pada masing-masing stasiun didapatkan ukuran rata-rata dan tingkat pemangsaan individu, yaitu pada stasiun I 17,8 cm dan stasiun II 19,3 cm dengan predasi rata-rata 176,6 dan 221,3 cm2. Predasi yang terjadi di stasiun II lebih tinggi dari stasiun I dimana tingkat predasi juga dipengaruhi oleh ukuran dari individu yang berbeda pada stasiun I dan II, dengan preferensi utama pemangsaan adalah jenis Acropora Sp.
KARAKTERISTIK UKURAN TINGGI DAN DIAMETER BATANG SEEDLING Rhizophora mucronata PADA SUBSTRAT DENGAN KANDUNGAN LUMPUR YANG BERBEDA DI PULAU PAHAWANG KABUPATEN PESAWARAN, LAMPUNG Maulana, Fandi; Hendrarto, Boedi; Suryanti, -
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.676 KB)

Abstract

Banyaknya aktifitas penanaman mangrove oleh masyarakat di Pulau Pahawang memberikan gambaran pentingnya ekosistem mangrove. Penanaman tersebut tidak mengkaji faktor pendukung khususnya kandungan lumpur yang terdapat pada substrat di lokasi penanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik ukuran tinggi dan diameter seedling Rhizophora mucronata pada kandungan lumpur yang berbeda di kawasan rehabilitasi mangrove di Pulau Pahawang, Lampung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sampel (Sample Survey Method). Variabel data utama yang dibutuhkan yaitu: data tinggi dan diameter seedling selama 6 minggu untuk dianalisis dengan lokasi yang memiliki kandungan lumpur yang berbeda. Hasil penelitian ini menunjukkan perubahan pola tinggi dan diameter di lokasi yang memiliki kandungan lumpur rendah memiliki pertambahan ukuran lebar diameter yang lebih baik hal ini disebabkan karena daerah yang memiliki kandungan lumpur yang tinggi menyebabkan kurangnya oksigen bagi perakaran seedling yang baru ditanam. Plantation activities by stakeholders in Pahawang Island showed to us the importance of ecosytem mangrove in costal. The study of a main factors for successful mangrove rehabilitation is never introduce to those activity, especially for silt contents in the research locations. The purpose of this research  was determined  height and diameter characteristic of Seedling Rhizophora mucronata on differences silt contents in Pahawang Island, Lampung Province. The method of the research was sample survey method, The main variabele was needed: height and diameter data of seedling for 6 weeks to be analyzed with the silt contents in differents locations. The result of this research was changing height and diameter pattern in low silt contents had more wide of diameter, due to content of high silt caused low oxygent for roots of new seedling. 
USAHA PETANI TAMBAK DALAM MENANGGULANGI TEKANAN LINGKUNGAN DI WILAYAH PESISIR KOTA PEKALONGAN Kusumaningrum, Ayu Putri; Supriharyono, -; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.285 KB)

Abstract

Pesisir Kota Pekalongan merupakan daerah yang sering terkena tekanan lingkungan berupa rob dan banjir karena kondisi topografi Kota Pekalongan landai. Tekanan lingkungan berupa rob banjir ini menggenangi tambak di daerah Kecamatan Pekalongan Utara terutama di Kelurahan Bandengan dan Kelurahan Degayu. Tujuan dari penenelitian ini adalah mengetahui kondisi tekanan lingkungan pesisir di Kota Pekalongan khususnya di Kelurahan Bandengan dan Kelurahan Degayu dan mengetahui upaya petani tambak dalam menanggulangi tekanan lingkungan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Juni sampai Juli 2015. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 22 responden, yaitu 13 reponden dari Kelurahan Bandengan dan 9 responden dari Kelurahan Degayu. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner. Pertanyaan dalam kuisioner berkaitan dengan tekanan lingkungan, dan usaha dalam  menanggulangi tekanan lingkungan tersebut. Hasil menunjukkan bahwa tekanan lingkungan di kedua daerah tersebut berbeda sehingga usaha yang dilakukan petani di kedua daerah tersebut juga berbeda. Tekanan  Lingkungan di Kelurahan Bandengan lebih berat. Usaha yang dilakukan petani tambak di Kelurahan Bandengan yaitu mengelola tambak dengan cara tradisional, menentukan komoditas budidaya berupa Bandeng dan rumput laut, dan menggunakan jaring sebagai pembatas tambak milik masing-masing petambak. Usaha yang dilakukan petani tambak di Kelurahan Degayu adalah dengan mengelola tambak secara intensif, menentukan komoditas yang dibudidaya yaitu Penaeus vannamei, dan meninggikan tanggul agar tambak tidak tenggelam oleh rob atau memasang jaring agar komoditas budidaya tidak hilang terbawa rob. Usaha yang dilakukan petani tambak di kedua lokasi tersebut telah memberikan hasil yang dapat dilihat dari produksi yang terus meningkat. Petani tambak mengusahakan tambak yang awalnya terbengkalai hingga dapat berproduksi kembali dan mampu memberikan penghasil pada petani tambak. Pekalongan is one of coastal area in the north coast of central  java that often experiences an environmental pressure such as flood and tidal flood. These environmental pressures affect on aquaculture pond in North Pekalongan district especially at Bandengan and Degayu villages. The aim of this study was to invastigate the condition of environmental pressure in Pekalongan city especially at Bandengan and Degayu villages, and to know about the fish of brackish water pond culture effort on controlling the environmental pressure. This study was focused at two areas studies i.e. Bandengan village and Degayu village. This study had been conducted from June until July 2015. Sampling technique used in this study was purposive sampling. Total respondents were 22 respondents, 13 respondents from Bandengan village and 9 respondents from Degayu village. Data ware taken by a questionnaire which contained of some questions about environmental pressure in those two villages and the effort that was made by the fish of brackish water pond culture to manage the pond so it would not  destroyed by the environmental pressure. The result showed that Bandengan village had a higher level of environmental pressure than in Degayu village. The fish of brackish water pond culture made an effort by applying the traditional management aquaculture system, deciding the commodities that will be cultivated which are milkfish and seaweed, making nets to line the pond based on the owner. The effort that being done by the fish of brackish water pond culture in Degayu village was applying intensive management aquaculture system, choosing the commodity which was Penaeus vannamei, and raising the embankment in order to save the pond from getting drown by the tidal flood or providing  nets so the commodities that being cultivated were not gone away. That effort made by the farmer is giving a significant result that can be seen from the product. Fish of brackish water pond culture from those two villages make the pond that originally abandoned because of the environmental pressure become productive again. 
TOTAL BAKTERI DAN C/N RATIO DALAM SEDIMEN SUNGAI SEKEMBU JEPARA DALAM KAITANNYA DENGAN PENCEMARAN Oktaviana, Tri Kusuma; Hendrarto, Boedi; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.77 KB)

Abstract

Sungai mempunyai peranan yang sangat besar bagi perkembangan peradaban manusia. Kegiatan industri, domestik, dan kegiatan lain berdampak negatif terhadap sumber daya air sungai, termasuk penurunan kualitas air dan terjadinya pencemaran yang terjadi pada sedimen perairan. Pencemaran limbah dalam suatu perairan mempunyai hubungan dengan jenis dan jumlah mikroorganisme dalam perairan tersebut. Perbandingan C/N berguna sebagai penanda kemudahan perombakan bahan organik dan kegiatan jasad renik tanah. Penggunaan sedimen sebagai acuan dianggap lebih tepat, oleh karena sedimen relatif diam tidak bergerak seperti air sungai, sehingga lebih refresentatif dan mewakili keadaan lokasi dimana sedimen tersebut diperoleh.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan total bakteri, keadaan C/N ratio dalam sedimen dan hubungan antara keduanya terhadap pencemaran sungai Sekembu Jepara.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, untuk pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Pengambilan sampel dan pengukuran parameter kualitas sedimen dilakukan di 2 stasiun yaitu pada bagian hulu sungai dan hilir sungai dimana setiap stasiun ditentukan 3 titik sampling. Sedimen dikoleksi dengan sediment sampler berdiameter 6 cm. Total bakteri dihitung dengan metode TPC menggunakan media Nutrient Agar.Jumlah total bakteri sedimen per 1 gram pada sungai Sekembu Jepara berkisar antara 1,6x105 – 2,3x105 (cfu/g). Nilai C/N ratio pada sedimen di sungai Sekembu Jepara berkisar antara 3,98 – 36,45. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan nyata jumlah bakteri antara tepian kiri (selatan) dan tepian kanan (utara) sungai Sekembu Jepara dengan nilai p =0,035. Terdapat perbedaan nyata C/N ratio pada sedimen di daerah terkena limbah langsung dan muara sungai Sekembu Jepara dengan nilai p = 0,0303. Tidak ada korelasi yang kuat antara total bakteri dengan C/N ratio pada sedimen di sungai Sekembu Jepara dengan nilai r 0,192. Sungai Sekembu Jepara diduga sudah tercemar oleh berbagai penumpukan limbah domestik maupun limbah industri. River has a potential role for human. Industrial activities, domestic, and other activities negative impact on the river resources, including loss of water quality and contamination that occured on sediments. Waste pollution in an aquatic have relationship with the type and number of microorganisms in it. C/N ratio is useful determinant overhaul of organic matter and activities of soil organism. The use of sediment as a referance more presicely, because sediment relatively still and not moving like a river water, so it is more representative and representing the state of location where the sediment obatined.The purpose of this research was to find out the total bacteria, C/N ratio and the relationship between the two againts pollution of Sekembu Jepara river.The method used in this research was descriptive method, using purposive a sampling technique. Sampling and measurement of soil and water quality parameters were done at two stations, at upstream and downstream, each station consisted of three sampling points. Sediment were collected using a sediment sampler diameter 6 cm. The total bacteria was determinated by TPC method using Nutrient Agar.Total bacteria in 1 gr sediment was between 1,6x105 – 2,3x105 (cfu/g). C/N ratio in the sediment ranged beetwen 3,98 – 36,45. There was a significant difference of total bacteria in the sediment between the left side (south) and right side (north) of the river with value of p =0,035. There was a significant difference of C/N ratio in the sediment on upstream and downstream of the river with value of p = 0,0303. There is no high correlation between total bacteria with C/N ratio in the sediment with value of r = 0,192. Sekembu Jepara river was suspected to have been contaminated by both various domestic waste and industrial waste.
ASPEK BIOLOGI DAN TINGKAT PEMANFAATAN IKAN SELAR KUNING (Selaroides leptolepis) YANG TERTANGKAP JARING CANTRANG DI PERAIRAN KABUPATEN PEMALANG Andriani, Novi; Saputra, Suradi Wijaya; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.832 KB)

Abstract

Ikan selar kuning merupakan salah satu ikan pelagis yang termasuk dari famili Carangidae yang sering tertangkap jaring cantrang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek biologi ikan Selar kuning; tingkat pemanfaatan dan rencana pengelolaan ikan melalui produksi per satuan upaya penangkapan (CPUE), potensi maksimum lestari (MSY) serta upaya penangkapan optimum (f.opt). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2015 di TPI Asemdoyong. Penelitian menggunakan data primer dan data sekunder, sedangkan sampel ikan didapatkan dengan metode penarikan contoh acak sederhana. Data sekunder meliputi data produksi ikan Selar kuning selama 5 tahun terakhir mulai tahun (2010–2014). Hasil penelitian menunjukan struktur ukuran tangkapan berada pada 123-130 mm, pertumbuhan ikan Selar kuning bersifat allometrik positif dengan nilai b sebesar 3,067. Faktor kondisi (Kn) yang diperoleh adalah 1,041. Ukuran ikan pertama kali tertangkap (L50%) adalah 126 mm. TKG yang diperoleh mayoritas berada pada TKG II, III, dan IV dengan nilai IKG jantan berkisar antara 0,06-0,97 % dan betina berkisar antara 0,06-3,54 %. Ikan Selar kuning pertama kali matang gonad (Lm50%) pada jantan adalah 133,8 mm dan betina adalah 133,6 mm. Nilai fekunditas berkisar antara 11.220-33.880 butir. Perkembangan CPUE selama 5 tahun terakhir mengalami fluktuasi dan cenderung mengalami kenaikan. Nilai MSY dan F.optimum sebesar 1.078.927 Kg dan 11.269,98 trip; dengan pemanfaatan ikan Selar kuning dalam kondisi over fishing. Rencana upaya pengelolaan ikan selar kuning di Perairan Kabupaten Pemalang dilakukan dengan cara memperbesar mesh size, mengatur daerah penangkapan dan musim penangkapan. Yellow striped trevally is one of pelagic fish of the family carangidae and that is often caught using danish seine. The research was intended to recognize the biological aspects of Yellow striped trevally; the exploitation level and management plan by way ofthe catch per unit effort (CPUE), maximum potential sustainable (MSY) and effort rate optimum (f.opt). This study was carried out at TPI Asemdoyong during February-March 2015. The study of data used were primary data and secondary data while fish sample obtained by a simple random sampling method. The secondary data was the production data of Yellow striped trevally in recent 5 years (2010-2014). The result showed size ranges from 123-130 mm. Growthof  Yellow striped trevally was positive allometric b value of 3,067. The condition factor (Kn) that found 1,041. First caught fish size was (L50%) of 126 mm. TKG acquired majority were at TKG II, III, and IV with IKG values ranged from 0.06 to 0.97% males and females ranged from 0.06 to 3.54%. The first of Yellow striped trevally mature gonads (Lm50%) in males and females was 133.8 mm and 133.6 mm. Fecundity values obtained ranged between 11220-33880 item. CPUE developments over the last 5 years was fluctuated and tends to increase. MSY and F.optimum amounted to 1,078,927 kg and 11269.98 trip; with exploitation level of Yellow striped trevally (Selaroides leptolepis) still considered as over fishing. The management plan of Yellow striped trevally in Pemalang waters has been done by increasing the mesh size, arragement of fishing ground and management of fishing season.
PERUBAHAN LUAS VEGETASI MANGROVE DI PULAU PARANG, KEPULAUAN KARIMUNJAWA MENGGUNAKAN CITRA SATELIT Widiyanti, Angela Merici Dwi; Hartoko, Agus; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1266.514 KB)

Abstract

Mangrove di Pulau Parang digunakan untuk kegiatan masyarakat sehingga luas vegetasi mangrove semakin lama semakin berkurang. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif. Pengambilan sampel di area mangrove menggunakan metode purposive sampling. Penelitian dilakukan dengan pengecekan lapangan dari hasil klasifikasi tidak terbimbing dengan menggunakan kombinasi band citra satelit. Hasil penelitian didapatkan jenis mangrove yang ditemukan di stasiun pengamatan Pulau Parang, Kepulauan Karimunjawa adalah Rhizophora mucronata, Bruguiera gymnorrhiza, Bruguiera cylindrica, dan Avicennia marina. Jenis Rhizophora apiculata dan Avicennia officinalis hanya ditemukan beberapa pohon di kawasan mangrove Rawa Buaya. Jenis Sonneratia alba hanya ditemukan dua pohon yang cukup jauh dari kawasan mangrove Batu Merah. Status kondisi mangrove di Pulau Parang, Kepulauan Karimunjawa berdasarkan kriteria baku kerusakan mangrove untuk kategori pohon dengan kerapatan rata-rata 1,275 ind/Ha dan penutupan rata-rata 37,50% termasuk dalam kriteria rusak jarang, kategori anakan dengan kerapatan rata-rata 372 ind/Ha termasuk dalam kriteria rusak jarang, sedangkan untuk kategori semai dengan kerapatan rata-rata 13.889 ind/Ha termasuk dalam kriteria baik sangat padat. Luas vegetasi mangrove di Pulau Parang, Kepulauan Karimunjawa pada tahun 1997 sebesar 46,80 Ha yang pada tahun 2004 berkurang menjadi 41,44 Ha lalu pada tahun 2011 berkurang menjadi 38,36 Ha. Perubahan penurunan luas mangrove dari tahun 1997 – 2011 adalah sebesar 18,03%. 
IDENTIFIKASI SUMBERDAYA KEPITING BAKAU (Scylla sp.) YANG DIDARATKAN DI TPI KABUPATEN TAPANULI TENGAH Larosa, Roswita; Hendrarto, Boedi; Nitisupardjo, Mustofa
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.933 KB)

Abstract

Salah satu sumberdaya perikanan di wilayah perairan Indonesia adalah kepiting bakau namun informasi mengenai keberadaan kepiting bakau khususnya jenis–jenisnya masih terbatas begitu juga pada wilayah perairan Kabupaten Tapanuli Tengah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dilakukan identifikasi jenis morfologi kepiting bakau.Penelitian yang dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2011 ini adalah untuk mengetahui jenis dan morfologi kepiting bakau, kelimpahan dan dominasi kepiting bakau, serta mengetahui nilai komersil kepiting bakau di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah Sumatera Utara. Sampel yang diteliti adalah kepiting bakau yang didaratkan di 3 (tiga) TPI yaitu Desa Hajoran, Desa Poriaha dan Desa Sijago-jago Kabupaten Tapanuli Tengah. Kepiting yang tertangkap oleh nelayan diidentifikasi dan dilakukan pengukuran morfometrik kemudian menganalisis data yang didapatkan, dan wawancara nelayan untuk mengetahui berat komersil dan kisaran harga kepiting bakau tersebut. Jumlah spesies kepiting bakau yang ditemukan adalah 3 (tiga) spesies yaitu Scylla serrata (63.41%), Scylla olivacea (26.22 %), dan Scylla tranquebarica (10.37 %) dari sampel yang berjumlah 164 individu. Kepiting yang mendominasi adalah Scylla serrata. Kepiting bakau yang biasanya dipasarkan adalah kepiting yang memiliki berat ≥250 gram per ekor dengan harga Rp. 35.000/kg.
HUBUNGAN ANTARA SEDIMEN DENGAN LOGAM BERAT DAN MAKROZOOBENTOS DI SUNGAI SIANGKER, SEMARANG Lestari, Arini Indah; Supardjo, Mustofa Niti; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.978 KB)

Abstract

ABSTRAK Sungai Siangker merupakan salah satu sub sistem dari sistem drainase Semarang Barat yang mengalami pendangkalan.Limbah yang berasal dari pabrik diduga mengandung logam berat Pb dan Cd. Oleh karena itu, penelitian ini diadakan untuk mengetahui kadar logam berat Pb dan Cd dan hubungan antara sedimen serta kandungan logam berat Pb dan Cd dengan komunitas makrozoobentos. Pengambilan sampel dilakukan secara random  sampling. PCA (Principle Component Analysis) digunakan untuk mengetahui kedekatan hubungan antara makrozoobentos, nilai bahan organik dan karakteristik sedimen.Perbedaan variabel tiap stasiunnya diuji dengan Uji Kruskal-Wallis. Korelasi Pearson digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel kelimpahan, keanekaragaman, kadar logam berat dan karakteristik sedimen di tiap stasiunnya. Hasil rerata yang diperoleh dari analisa kadar logam berat (Pb) di muara dan sungai Siangker adalah 1,10 – 1,64 mg/l,  sedangkan untuk rerata (Cd) sebesar 0,13 – 0,43 mg/l. Kadar debu mempunyai korelasi positif yang erat (p < 0,05) dengan keanekaragaman dan kelimpahan makrozoobentos. Kadar logam berat berpengaruh nyata (p < 0,05) terhadap keanekaragaman maupun kelimpahan makrozoobentos. Kata Kunci : Sungai, logam berat, karakteristik sedimen, makrozoobentos  ABSTRACTSiangker river is one of the sub-systems of the West Semarang drainage system that experiencing siltation. Waste from the factories is suspected to contain heavy metals (Pb) and (Cd). This study was conducted to understand concentration of Pb and Cd and the relationship between characteristics of the sediments containing heavy metals (Pb) and (Cd) as well as macrozoobenthos community. Sampling was done by random sampling. PCA (Principle Component Analysis) was used to determine proximity of the relationships between macrozoobenthos and the value of organic matter as well as sediment characteristics. Meanwhile, the differences in the station of each variable was tested using Kruskal-Wallis test. Pearson correlation was used to analyze the relationship between abundance variables, diversity, the levels of heavy metals and sediment characteristics in each station. The results showed that the levels of heavy metals (Pb) in the estuary and  river Siangker were  1,10 to 1,64 mg / l, while concentration of  (Cd) is 0,13 to 0,43 mg / l. Dust levels were closely positively correlated (p < 0,05) with the diversity and abundance of macrozoobenthos. Levels of heavy metals was significant (p < 0,05) for the diversity and abundance of macrozoobenthos.     Keywords : River, heavy metal, sediment characteristic, macrozoobenthos
STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA MANGROVE WONOREJO, KECAMATAN RUNGKUT SURABAYA Wahyuni, Sri; Sulardiono, Bambang; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.082 KB)

Abstract

Ekowisata di hutan mangrove di wilayah Surabaya mulai berkembang. Agar perkembangan ini tidak merusak lingkungan dan sumberdaya di hutan mangrove diperlukan strategi pengembangan yang tepat. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian ini dengan tujuan mengetahui potensi wisata yang ada dan merumuskan strategi untuk pengembangan ekowisata mangrove Wonorejo, Kecamatan Rungkut Surabaya. Untuk itu dilakukan pengumpulan informasi terhadap ide, kepercayaan dan persepsi masyarakat. Data dikumpulkan dengan kuisioner yang ditujukan kepada pengunjung, masyarakat lokal dan pengelola ekowisata. Pertanyaan yang diberikan adalah tentang persepsi, partisipasi, daya tarik wisata dan pengembangan wisata. Data selanjutnya dianalisis dengan SWOT. Potensi wisata yang ada pada ekowisata mangrove Wonorejo adalah keanekaragaman mangrove dan burung yang berasosiasi di dalamnya serta keindahan alam di kawasan ekowisata mangrove Wonorejo. Konsep strategi pengembangan ekowisata mangrove adalah mengembangkan konservasi dan rehabilitasi mangrove sebagai salah satu program wisata, meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat wisata, mempertegas penegakan hukum dan aturan untuk menjaga fungsi ekosistem mangrove dan penguatan konsep ecotourism di kawsan ekowisata mangrove Wonorejo, Kecamatan Rungkut Surabaya. Ecotourism in mangrove forests in the Surabaya began to grow. So this development does not damage the environment and resources in the mangrove forest needed the right development strategy. Based on this, The aims of this research were to knew the existing tourism potential and found the right strategy for the development of mangroves ecotourism Wonorejo, Kecamatan Rungkut Surabaya. So collecting information on the ideas, beliefs and perceptions. Data were collected by questionnaire addressed to visitors, local communities and organizer of mangroves ecotourism Wonorejo. The questions are about perception, participation, tourist attraction and tourism development. Then data were analyzed by SWOT. Tourism potentials in mangrove ecotourism Wonorejo were the diversity of mangrove and bird and the natural beauty of the mangrove ecotourism. The concept of eco-tourism development strategy are develop conservation and rehabilitation of mangroves as one of the tourism programes, increase the participation and empowerment tourism communities, reinforce the rule of law and the rules to keep the preservation of mangrove ecosystem and building of ecotourism perseptions.
Co-Authors - Ruswahyuni - Supriharyono Achmad Fama agung Suryanto Agus Hadiyarto Agus Hartoko Agus Wahyudi Alfian Zulfikar, Alfian Aly Handartoputra Amalia Nur Istigfarin, Amalia Nur Angela Merici Dwi Widiyanti Anhar Solichin Anugrah Dwi Fahreza Ari Wibowo Arini Indah Lestari, Arini Indah Asrika Yupina Sembiring Ayu Putri Kusumaningrum, Ayu Putri Bambang Sulardiono Bambang Sulardiono Christian B.C. Churun Ain D Diarto Dewi, Hilda Kumala Dyah Pertiwi Jaya Wardhani, Dyah Pertiwi Jaya Egar Dwi Prayudha Ekowati Chasanah Fadhilah Maharani Fajrin, Fadhilah Maharani Fandi Maulana Farah Nabila Noersativa Fentika Rahma Mentari Frida Purwanti Haeruddin Haeruddin Halimatus Sa’diyah Hapsari, Rania Widia Hedi Indra Januar Hida Rizki Aini, Hida Rizki Iin Rahmawati Ika Chrisyariati Inchan Faolo Silaen Irwan Ramadhan Ritonga Jafron W. Hidayat Jafron Wasiq Hidayat Kismartini Kismartini Lusiana Rahmawati Lutfiana Sari Indah Marina Alin Rahajeng Max Rudolf Muskananfola Max Rudolf Muskanonfola Melina Setya Ayuningsih Mochammad Yenny Muhammad Saiful Adip Muhammad Yusuf Muhar Azhari Mulyaningsih, Dwi Munafi’ah, Ayu Mustofa Niti Supardjo Mustofa Nitisupadjo Mustofa Nitisupardjo Mustofa Nitisuparjo Nabila Ghassani Adani Niniek Widyorini Novi Andriani, Novi Nugraha, Muhammad Rizky Nurul Fhitriany Putri Nurul Khaqiqoh Ocky Karna Radjasa Okta Viana Sari Prijadi Soedarsono Pujiono Wahyu Purnomo Purnomo, Pudjiono Wahyu Putri March F Hia Rifky Annisa Fatmawati, Rifky Annisa Rimty Mayuftia Rina Mariana Rizki Pramuditya Kurniatama, Rizki Pramuditya Roswita Larosa S. Supriharyono Sandra Devita Kusumaningsari, Sandra Devita Sinaga, Riris Rezeki Siti Rudiyanti slamet budi prayitno Sri Suryoko Sri Wahyuni Subiyanto Subiyanto Supriharyono ,, Supriharyono Supriharyono Supriharyono Suradi Wijaya Saputra Suryanti - Sutrisno Anggoro Suyono ,, Suyono Suyono Suyono Tarigan, Novia Putri Tri Kusuma Oktaviana Untung Ismoyo