Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengaruh Pengajian Rutin Guru terhadap Penguatan Karakter, Etos Kerja Islami, dan Kompetensi Pedagogik Guru Pesantren Miftahul Madaniyyah Kota Bekasi Intan Nur Septiani; Neng Siti Nurhayati; Irnie Victorynie
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.14886

Abstract

Pengembangan sumber daya manusia (SDM) guru di lingkungan pesantren menjadi kebutuhan mendesak di tengah tantangan pendidikan modern, terutama dalam menjaga keseimbangan antara profesionalisme, spiritualitas, dan karakter Islami. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengajian rutin guru terhadap penguatan karakter Islami, pembentukan etos kerja Islami, dan peningkatan kompetensi pedagogik guru di Pesantren Miftahul Madaniyyah Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods explanatory sequential, diawali pengumpulan data kuantitatif melalui kuesioner, kemudian diperdalam dengan wawancara, observasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Data dianalisis secara statistik untuk melihat kecenderungan pengaruh, lalu diperkuat dengan temuan kualitatif untuk menggambarkan makna dan dinamika perubahan yang terjadi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajian rutin guru memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter guru, meningkatkan kedisiplinan spiritual, komitmen moral, dan akhlak kependidikan. Selain itu, pengajian membangkitkan etos kerja Islami dengan menumbuhkan rasa tanggung jawab, amanah, keikhlasan, dan semangat pengabdian dalam menjalankan tugas. Pada aspek profesional, pengajian yang dipadukan dengan refleksi dan diskusi ilmiah berkontribusi pada penguatan kompetensi pedagogik guru, terutama dalam pengelolaan kelas, penyusunan pembelajaran berbasis nilai Islam, serta peningkatan sensitivitas terhadap kebutuhan belajar santri. Temuan ini menegaskan bahwa pengajian guru tidak hanya bernilai ibadah, tetapi merupakan strategi efektif pengembangan SDM pesantren. Dengan demikian, pengajian guru layak dijadikan kebijakan strategis pembinaan berkelanjutan untuk membentuk guru yang berkarakter kuat, beretos kerja islami, dan kompeten secara profesional.