Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PEMERIKSAAN DISABILITAS, SOSIALISASI POSTUR KERJA, PELATIHAN PEREGANGAN AKTIF, SERTA PELAYANAN KESEHATAN FISIOTERAPI DALAM MENANGANI NYERI PUNGGUNG BAWAH Made Hendra Satria Nugraha; Anak Agung Gede Angga Puspa Negara; I Made Niko Winaya; I Putu Gde Surya Adhitya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 4, No 1 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v4i1.935

Abstract

Nyeri punggung bawah non-spesifik atau nonradikal merupakan tipe nyeri punggung bawah yang tidak termasuk dalam patologi spesifik yang dikenal dan diketahui. Nyeri punggung bawah non-spesifik membatasi aktivitas sehari-hari dan menyebabkan ketidakmampuan dalam melakukan pekerjaan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan hilirisasi hasil penelitian sebelumnya yaitu mengenai pemberian modalitas ultrasound therapy, pemasangan kinesio tape, pelatihan peregangan aktif, serta pelayanan kesehatan fisioterapi berupa terapi latihan dalam mengatasi nyeri punggung bawah. Kegiatan pengabdian masyarakat dihadiri oleh 51 peserta. Pada 51 responden terdiri atas 13 responden berjenis kelamin laki – laki dan 38 responden berjenis kelamin perempuan. Tekanan darah rata-rata sistolik/diastolik (125/80 mmHg). Dari 51 responden, sebanyak 12 responden mengeluhkan disabilitas punggung bawah dengan rerata 7,92 (15,84%) atau tergolong ke dalam kategori disabilitas minimal. Acara diakhiri dengan penyerahan matras yang dapat digunakan oleh peserta sebagai sarana dalam melakukan pelatihan peregangan dan stabilitas serta sensory motor training.
BALLOON-BLOWING EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN KAPASITAS FISIK PADA POPULASI LANSIA DI DATARAN TINGGI: PRE-EKSPERIMENTAL STUDI I Wayan Budi Ariyana; Daryono Daryono; I Gede Arya Sena; I Gede Eka Juli Prasana; Anak Agung Gede Angga Puspa Negara
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 10 No 3 (2022): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2022.v10.i03.p07

Abstract

Pendahuluan: Daya tahan kardiorespirasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kapasitas fisik lansia. Semakin baik daya tahan kardiorespirasi lansia maka akan semakin baik pula kapasitas fisiknya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas fisik lansia yang terlatih di daerah dataran tinggi dengan pendekatan Balloon blowing exercise sebagai salah satu latihan pernapasan dengan menggunakan balon yang dimodifikasi dengan cara menarik nafas lewat hidung kemudian menghembuskannya lewat mulut sambil meniup balon. Metode: Rancangan penelitian ini adalah pre-eksperimental grup (quasi eksperimental) dengan one group pretest and postest design, dengan jumlah subjek penelitian yaitu 12 orang lansia laki-laki. Intervensi ballon-blowing exercise diberikan dalam frekuensi satu kali sehari selama dua minggu. Hasil: Analisis paired t-test menunjukkan nilai p = 0,000 (p<0,05) yang berarti bahwa pemberian ballon-blowing exercise efektif dalam meningkatkan daya tahan kardiorespirasi pada lansia di dataran tinggi. Kesimpulan: Pelatihan ballon-blowing mampu meningkatkan kapasitas fisik daya tahan kardiorespirasi pada lansia di dataran tinggi. Kata kunci: balloon blowing exercise daya tahan kardiorespirasi, kapasitas fisik lansia
ANALISA ROSA PADA INTERVENSI DEEP NECK FLEXOR STRENGTHENING EXERCISE DAN MCKENZIE NECK EXERCISE MENINGKATKAN FUNGSIONAL LEHER PENDERITA CERVICOGENIC HEADACHE Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati; Sayu Aryantari Putri Thanaya; Anak Agung Gede Angga Puspa Negara
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 10 No 3 (2022): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2022.v10.i03.p11

Abstract

Pendahuluan: Cervicogenic headache disebabkan oleh ketidakseimbangan otot di leher, kepala, dan bahu. Insiden cervicogenic headache adalah 2,5 persen pada populasi umum pada, dan 15 persen hingga 20 persen pada populasi dengan riwayat nyeri kronis, menurut data yang diperoleh dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektivitas latihan deep neck flexor strengthening exercise dengan latihan mckenzie neck exercise dalam meningkatkan gerakan fungsional leher pada kondisi cervicogenic headache, serta untuk melihat faktor risiko ergonomis untuk Rapid Office Strain Assessment (ROSA). Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental dengan menggunakan two-group randomized pre-and post-test design. Hasil kedua kelompok dievaluasi digabungkan dengan data pengukuran ROSA. Kelompok 1 menerima latihan deep neck flexor strengthening exercise, sedangkan kelompok 2 menerima latihan mckenzie neck exercise. Hasil: Nilai rerata ROSA pada kelompok 1 didapatkan hasil 4,53 dan nilai rerata ROSA pada kelompok 2 didapatkan hasil 4,07 yang berarti posisi kerja pada subjek dikedua kelommpok tergolong aman. Nilai Visual Analogue Scale (VAS) dan nilai Neck Disability Index (NDI) menurun pada masing-masing kelompok dengan p<0,001 (p<0,05), namun tidak terbukti adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok, menurut data analisis yaitu VAS p=0,415 (p>0,05) dan NDI p=0,859 (p>0,05) juga signifikan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat diimplementasikan dalam jangka panjang, memungkinkan peneliti, subjek, dan negara Indonesia untuk mengambil manfaat dari pengetahuan intervensi. Kesimpulan: Analisis faktor risiko ergonomi ROSA dan latihan deep neck flexor strengthening exercise sama baiknya dalam meningkatkan gerakan fungsional leher pada kondisi cervicogenic headache bila dibandingkan dengan analisis faktor risiko ROSA ergonomis dan mckenzie neck exercise. Kata Kunci: cervicogenic headache, deep neck flexor strengthening exercise, fungsional gerak leher, mckenzie neck exercise, rapid office strain assessment (ROSA)
EFEK JANGKA PENDEK BIOFEEDBACK POSTURAL CORRECTION EXERCISE PADA CRANIOVERTEBRAL ANGLE SISWA DENGAN ASYMPTOMATIC FORWARD I Gede Eka Juli Prasana; Anak Agung Gede Angga Puspa Negara
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 10 No 3 (2022): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2022.v10.i03.p03

Abstract

Pendahuluan: Memasuki Revolusi Industri 4.0 membawa banyak dampak bagi sistem kehidupan manusia, salah satunya adalah kerugian mekanis yang dialami seseorang disebabkan oleh terjadinya awkward position ketika sedang melakukan aktivitas atau pekerjaannya saat duduk, belajar, menggunakan perangkat elektronik, dan sebagainya, hingga kerap muncul masalah muscle imbalance yang selanjutnya menyebabkan terjadinya forward head posture. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek jangka pendek biofeedback postural correction exercise dalam intervensi postural correction untuk menangani masalah asymptomatic forward head posture. Metode: Penelitian menggunakan rancangan eksperimental pre-post test control group design dengan simple random sampling, dan jumlah subjek sebanyak 28 orang yang dibagi ke dalam 2 kelompok. Kelompok 1 mendapatkan penambahan biofeedback postural correction exercise pada metode postural correction standar sedangkan Kelompok 2 mendapatkan metode postural correction standar. Penelitian dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan. Hasil: perbedaan rerata peningkatan sudut craniovertebral dianalisis dengan paired sample t-test sebelum dan setelah intervensi pada Kelompok 1 dengan nilai p=0,030 (p<0,05) dengan artian terdapat peningkatan sudut yang bermakna pada craniovertebral sebelum dan setelah intervensi biofeedback postural correction exercise metode standar. Pengujian hipotesis sebelum dan setelah intervensi pada Kelompok 2 didapatkan nilai p=0,245 (p>0,05) yang berarti bahwa tidak ada peningkatan sudut craniovertebral yang bermakna pada craniovertebral sebelum dan setelah intervensi metode standar. Simpulan: Biofeedback postural correction exercise lebih baik dalam menciptakan efek adaptasi jangka pendek pada peningkatan craniovertebral angle dibandingkan dengan metode postural correction standar Kata Kunci: muscle imbalance, forward head posture, pressure biofeedback
Efektivitas penambahan mobilisasi sendi dan pelatihan stabilisasi pada non-specific neck pain Ni Komang Ayu Juni Antari; Anak Agung Gede Angga Puspa Negara; Ni Made Indri Sagita; Made Hendra Satria Nugraha
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 11 No 1 (2022): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v11i1.657

Abstract

Background: Neck pain is a common complaint that often occurs in the community with a total prevalence of 86%. Non-specific neck pain cause problems such as: range of motion limitation, increased neck disability, and increased in the angle of forward head posture.Objective: The purpose of this study was to determine the effectiveness of adding joint mobilization and stabilization exercise to ultrasound therapy (UST) intervention and stretching exercise in reducing neck pain and disability in non-specific neck pain.Methods: This study is an experimental study with a randomized controlled trial group design. Study participants were randomly divided into two groups. The control group (n=14) was given UST + stretching exercise while the treatment group (n=14) was given UST + stretching exercise + joint mobilization + stabilization exercise. This study measures the effectiveness of therapy in terms of reducing pain as measured by a visual analogue scale, as well as neck disability with the Indonesian version of the Modified Northwick Park neck pain Questionnaire (MNPQ).Results: The results of the comparison test between groups showed that there was a significant difference (p<0.05) in the reduction in pain and disability scores between the control and treatment groups.Conclusion: The addition of joint mobilization and neck stabilization exercises to the intervention of ultrasound therapy and stretching training was more significant than the administration of ultrasound therapy and stretching training alone in reducing neck pain and disability in non-specific neck pain.
HEAD POSTURE SEBAGAI INDIKASI RISIKO TERJADINYA PPOK PADA MAHASISWA Rizka Tamalia; Ni Komang Ayu Juni Antari; Sayu Aryantari Putri Thanaya; Anak Agung Gede Angga Puspa Negara
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 1 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i01.p01

Abstract

Pendahuluan: Perkembangan teknologi pada masa kini, menyebabkan peningkatan penggunaan smartphone ataupun komputer. Menurut survey pada tahun 2017 yang telah dilakukan, Indonesia merupakan negara ke-empat yang memiliki pengguna aktif smartphone di dunia. Hasil survei tersebut juga menunjukkan bahwa usia 19-34 tahun merupakan usia dengan pengguna internet terbanyak di Indonesia. Penggunaan yang berlebihan ini dapat menyebabkan terjadinya masalah muskuloskeletal seseorang, salah satunya adalah perubahan abnormal dari head head posture dapat berpengaruh pada terjadinya infeksi berulang, yang mana infeksi berulang merupakah salah satu pencetus terjadinya PPOK. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross-sectional yang dilakukan pada bulan April - Mei 2021. Subjek penelitian adalah mahasiswa Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana usia 18 hingga 21 tahun dengan jumlah 105 subjek dengan teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Hasil: Peneliti melakukan anamnesis dan pemeriksaan sesuai kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian peneliti melihat ada atau tidaknya forward head posture dengan mengukur nilai CVA (Craniovertebral Angle). Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan (p=0,000), antara head posture dengan risiko terjadinya PPOK pada mahasiswa Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Simpulan: Terdapat hubungan antara head posture terhadap risiko terjadinya PPOK pada mahasiswa Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kata Kunci: risiko PPOK, FHP, mahasiswa
OBESITAS MEMENGARUHI TINGKAT DISABILITAS LUTUT PADA LANSIA Putu Devinda Ardaswari; Gede Parta Kinandana; Anak Agung Gede Angga Puspa Negara; I Gusti Ayu Artini
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 2 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i02.p04

Abstract

Pendahuluan: Disabilitas lutut adalah gangguan kesehatan sendi lutut sehingga lansia kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Pada lansia dengan obesitas terjadi peningkatan berat badan yang dapat memengaruhi kesehatan sendi lutut. Tujuan pada penelitian ini yaitu membuktikan hubungan antara obesitas dengan tingkat disabilitas lutut pada lansia serta membuktikan semakin tinggi nilai indeks massa tubuh memengaruhi semakin buruknya tingkat disabilitas lutut pada lansia. Metode: Metode penelitian ini yaitu observasional analitik pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan November-Desember 2021. Subjek penelitian adalah lansia sebanyak 43 orang di Kecamatan Kuta Utara melalui teknik purposive sampling. Peneliti melakukan seleksi subjek dengan anamnesis dan pemeriksaan yang disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi, lalu mengukur berat dan tinggi badan dan tingkat disabilitas lutut dengan kuesioner KOS-ADL melalui wawancara. Hasil: Hasil uji hipotesis spearman’s rho menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan (p = 0,000), antara obesitas dengan tingkat disabilitas lutut. Ditemukan hasil yang menunjukkan tingkat korelasi sangat kuat dengan arah hubungan yang berlawanan (r = -0,998), antara obesitas dengan tingkat disabilitas lutut pada lansia di Kecamatan Kuta Utara. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara obesitas dengan tingkat disabilitas lutut dan terdapat korelasi sangat kuat dengan hubungan tidak searah yaitu semakin tinggi nilai IMT (semakin buruk obesitas) maka semakin rendah nilai KOS-ADL (semakin buruk tingkat disabilitas lutut) pada lansia di Kecamatan Kuta Utara. Kata Kunci: disabilitas lutut, lansia, obesitas
The Relation Between Smartphone Use with Forward Head Posture Occurrence in Undergraduate Physiotherapy Student Grady Daniel; Anak Agung Gede Angga Puspa Negara; Indira Vidiari Juhanna; Ni Wayan Tianing
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 3 No. 2 (2022): July - December 2022
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/ptji.v3i2.51

Abstract

Introduction: College students use smartphones with a high level of use, high levels of smartphone use due to various purposes such as academic and non-academic needs, and prolonged use of smartphones with poor posture can cause permanent changes in posture to their users. One of the posture changes that can occur is the forward head posture (FHP). Methods: The research design was a cross-sectional study conducted from August to December 2021 with a population of Udayana University Physiotherapy students who met the inclusion and exclusion criteria. The sampling technique in this study was purposive sampling, and obtained 62 samples. This study used the YourHour application and Web Plot Digitizer to measure the duration of smartphone use and the craniovertebral angle, respectively. Data were analyzed by SPSS 16.0 to determine the relationship between smartphone use with forward head posture occurrence in physiotherapy students. Results: The majority of students who were in the research sample used smartphones with a high level of duration, as many as 46 samples; in 46 samples with a high level of duration found, 28 samples experienced forward head posture, in students with moderate and low duration levels, forward head posture is rare. The results of the chi-square obtained are p-value = 0.009. it indicates that there is a relationship between the dependent variable and the independent variable. Conclusion: There is a relationship between the duration of smartphone conditions and forward head posture in students of the Physiotherapy Undergraduate Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University. In this study, it can be seen that the forward head posture is the majority of smartphones with high intensity.
PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION DAN OLAHRAGA AEROBIK DAPAT MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWA KEDOKTERAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Luh Putu Miyako Mutiara Sari; I Putu Yudi Pramana Putra; I Putu Gede Adiatmika; Anak Agung Gede Angga Puspa Negara
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 1 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i01.p11

Abstract

Pendahuluan: Kualitas tidur adalah kepuasan seseorang terhadap tidur yang meliputi aspek kuantitatif dan kualitatif tidur seperti lamanya tidur, waktu yang diperlukan untuk bisa tidur, frekuensi terbangun, dan aspek subjektif seperti kedalaman dan kepulasan tidur. Mahasiswa kedokteran adalah salah satu subkelompok dari populasi yang berpotensi mengalami kurang tidur karena memiliki beban akademis yang besar. Pandemi Covid-19 membuat banyak perubahan pada rutinitas dan lingkungan sekitar yang menimbulkan perasaan tidak berdaya, kesepian, dan khawatir yang membuat kualitas tidur menurun. Rendahnya kualitas tidur pada mahasiswa dapat mempengaruhi kualitas belajar, kesehatan mental dan fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan efektivitas pemberian Progressive Muscle Relaxation (PMR) dibandingkan dengan olahraga aerobik dalam meningkatkan kualitas tidur pada mahasiswa kedokteran di masa pandemi Covid-19. Metode: Penelitian ini merupakan quasi eksperimental dengan rancangan pre post test two group dengan teknik sampling random sampling. Sampel merupakan mahsiswa Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana usia 18-22 tahun yang memiliki kualitas tidur rendah sejumlah 20 orang. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok Progressive Muscle Relaxation (PMR) dan kelompok aerobik masing-masing 10 orang. Masing-masing kelompok diberikan intervensi seminggu 3 kali selama 2 minggu. Kualitas tidur diukur menggunakan kuisioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil: Hasil uji Paired Sample T-test diperoleh nilai p=0,001(p<0,05) pada kelompok PMR dan p=0,001 (p<0,05) pada kelompok aerobik. Sedangkan hasil uji Independent Sample T-test diperoleh nilai p=0,564 (p>0,05) Simpulan: Progressive Muscle Relaxation dan olahraga aerobik sama-sama dapat meningkatkan kualitas tidur pada mahasiswa kedokteran di masa pandemi Covid-19 Kata Kunci: progressive muscle relaxation, pmr, aerobik, kualitas tidur
KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN PEKERJAAN TERHADAP RISIKO MUSCULOSKELETAL DISORDERS PADA PEKERJA PABRIK-SEBUAH STUDI POTONG LINTANG Amaze Grace Davidz Morato; Anak Agung Gede Eka Septian Utama; Agung Wiwiek Indrayani; Anak Agung Gede Angga Puspa Negara
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 1 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i01.p02

Abstract

Pendahuluan: Musculoskeletal disorders (MSDs) adalah permasalahan akibat gangguan yang dikeluhkan oleh seseorang pada bagian muskuloskeletal seperti pada bagian otot, saraf, tendon, sendi, kartilago, dan spinal discs. Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi MSDs yaitu faktor individu, faktor pekerjaan, dan faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik individu (umur, jenis kelamin, masa kerja, dan indeks massa tubuh (IMT) dan karakteristik pekerjaan (postur dan durasi kerja) terhadap risiko terjadinya keluhan musculoskeletal disorders pada pekerja di pabrik Cooperativa Café Timor (CCT) di Timor-Leste. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik cross sectional. Subjek penelitian ini berjumlah 100 orang pekerja dari pabrik CCT yang terpilih melalui purposive sampling technique berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Berdasarkan uji korelasi spearman dengan metode uji chi-square diperoleh hasil yaitu adanya hubungan pada variabel umur (p=0,000), jenis kelamin (p=0,012), masa kerja (p=0,000), postur kerja (p=0,000), durasi kerja (p=0,004) serta tidak ada hubungan pada variabel IMT (p=0,218) terhadap risiko terjadinya musculoskeletal disorders (MSDs). Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara umur, jenis kelamin, masa kerja, postur dan durasi kerja, serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara IMT terhadap risiko terjadinya keluhan musculoskeletal disorders. Pekerja dengan umur >35 tahun (23,4%), berjenis kelamin laki-laki (22,4%) dengan masa kerja (33,3%), postur kerja (62,5%) dan durasi kerja (22%) yang tinggi akan berpengaruh mengalami keluhan MSDs dengan risiko tinggi. Kata Kunci: musculoskeletal disorders, pekerja pabrik, cooperativa café timor