Claim Missing Document
Check
Articles

The Relationship Between User Ability Response (UAR) and Intentions and Attitudes Toward Vector Control Among Users of the Geplakkin Application Azizah Nur Aini; Andri Dwi Hernawan; Elly Trisnawati; Barry Caesar Octariadi
Health Dynamics Vol 3, No 8 (2026): August 2026
Publisher : Knowledge Dynamics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hd30806

Abstract

Background: Geplakkin is a digital application that enables the general public to report, monitor, and obtain information on Aedes mosquito density as part of a monitoring system. The objective of this study was to analyze the relationship between the level of use of the Aedes mosquito app (UAR) and the intention to eliminate mosquito breeding sites, as well as the relationship between the level of use and attitudes toward eliminating mosquito breeding sites among Geplakkin app users in Pontianak. Methods: The study population consisted of households in Pontianak. A total of 240 Geplakkin app users were selected through targeted sampling. The inclusion criterion was owning a smartphone capable of installing and using the app. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses. Bivariate analysis was performed using Pearson’s product-moment correlation and Spearman’s rank correlation. Results: The results showed a weak but statistically significant positive relationship between the level of Geplakkin app usage and the intention to eliminate mosquito breeding sites (r = 0.310, p = 0.000). The variable attitude toward mosquito breeding site elimination showed a very weak but statistically significant positive correlation with UAR (r = 0.149, p = 0.021). Both variables exhibited a positive association, indicating that higher UAR values are associated with stronger intentions and more positive attitudes toward eliminating mosquito breeding sites. Conclusion: Continued use of the Geplakkin monitoring app is recommended, as users’ positive responses to the app have the potential to strengthen their intention to eliminate mosquito breeding sites and thereby foster a positive community attitude toward mosquito breeding site elimination (PSN) efforts as part of dengue vector control.
Hubungan antara Asupan Gula, Lemak, Garam, dan Aktifitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi pada Usia 20 – 44 Tahun Studi Kasus Posbindu PTM di Desa Secapah Sengkubang Wilayah Kerja Puskesmas Mempawah Hilir Herawati, Novia Tri; Alamsyah, Dedi; Hernawan, Andri Dwi
Jumantik Vol 7 No 1 (2020): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v7i1.2152

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Kabupaten Mempawah jumlah kasus hipertensi tertinggi berada di Puskesmas Mempawah Hilir. Hasil observasi 7 orang (70%) mempunyai lemak tinggi, gula tinggi dan asupan garam berlebih, 2 orang (20%) kurang melakukan aktivitas fisik seperti olahraga dan sebanyak 1 orang (10%) mengkonsumsi lemak, gula dan garam sesuai dengan ketentuan yang disyaratkan dan terdapat 7 orang (70%) mengalami hipertensi. Jenis makanan yang dikonsumsi banyak mengandung lemak tinggi seperti pengkang, Patlau, Pacri Nanas, Lemang, Bontong dan Botok. Desain penelitian secara observasional yang bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh usia produktif 20-44 Tahun, sampel dalam penelitian ini sebanyak 77 orang. Analisis data dilakukan dengan univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Dari keempat variabel yang diteliti yaitu asupan gula (p value =0,000 (< 0,05) dan RP = 1,930 (1,278-2,915), lemak (p value =0,000 (< 0,05) dan RP = 9,375 (2,501-35,143), garam (p value =0,000 (< 0,05) dan RP = 2,911 (1,545-5,486) dan aktifitas fisik (p value =0,000 (< 0,05) dan RP = 9,333 (3,204-27,190) berhubungan dengan kejadian hipertensi. Diharapkan mengurangi konsumsi gula, lemak dan garam serta melakukan aktivitas fisik yang benar dan teratur.
Model Intervensi “Sekolah Sampah Berkarakter (SSB)” untuk Meningkatkan Pengetahuan, Intensi, dan Perilaku Pengolahan Sampah Hernawan, Andri Dwi; Husnawati, Husnawati; Widyandana, Widyandana; Daniel, Daniel
Jumantik Vol 11 No 2 (2024): JUMANTIK : Jurnal Mahasiswa dan Penelitian Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v11i2.7492

Abstract

Latar Belakang: Sampah rumah tangga menjadi persoalan yang masih sulit dikendalikan, peningkatan volume sampah  berbanding lurus dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Upaya memperbaiki  perilaku pengelolaan sampah dilakukan dengan edukasi pada kelompok usia dini, yang bertujuan memutus rantai perilaku pengelolaan sampah yang salah. Sekolah Sampah Berkarakter (SSB) merupakan inovasi edukasi kesehatan terstruktur melalui intervensi pengetahuan, sikap, skill/keterampilan pada siswa di tiap tahap pembelajarannya. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa intervensi edukasi kesehatan SSB berpengaruh terhadap pengetahuan, intensi, dan perilaku pengelolaan sampah pada siswa sekolah dasar.Metode: Penelitian ini merupakan embedded mix-method, dengan metode penelitian kuantitatif lebih dominan. Desain yang digunakan adalah quasi eksperiment pretest and posttest one group design. Sampel sebanyak 68 siswa kelas 4 sekolah dasar. Penelitian kualitatif dilakukan untuk melihat perubahan perilaku, wawancara mendalam dilakukan pada 6 siswa dan 6 orang tua. Analisis data menggunakan dependent t-tes dan data kualitatif dianalisis secara thematic content analysis.Hasil: penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan, intensi, dan perilaku antara sebelum dengan setelah dilakukan intervensi dengan masing-masing p-value=0,001. Analisa kualitatif juga menyimpulkan bahwa terdapat perubahan intensi mendaur ulang sampah, dan perubahan perilaku positif siswa dalam membuang dan memilah sampah di rumah.Kesimpulan: Model edukasi kesehatan SSB terbukti berpengaruh terhadap perubahan pengetahuan, intensi, dan perilaku dalam pengelolaan sampah. Inovasi edukasi kesehatan ini dapat diterapkan pada program kegiatan UKS di sekolah agar edukasi tentang pengeloaan sampah lebih tersrtuktur. Penelitian selanjutnya dapat melihat efektivitas model edukasi kesehatan SSB ini di komunitas.Kata kunci: edukasi kesehatan, siswa, pengelolaan sampah
Household intention to eliminate mosquito breeding sites following a single-session Geplakkin intervention Wahyu Naufal; Andri Dwi Hernawan; Elly Trisnawati; Barry Ceasar Octariadi
Jurnal Cakrawala Promkes Vol. 8 No. 2 (2026): August
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jcp.v8i2.16846

Abstract

Dengue remains an important public health problem, and household elimination of mosquito breeding sites is central to prevention. Digital technologies may strengthen dengue prevention by integrating health information with vector surveillance, but evidence regarding their relationship with household behavioral intention remains limited. This study evaluated household intention to eliminate mosquito breeding sites following a single-session intervention using the Geplakkin vector surveillance application. A quantitative experiment with a posttest-only control-group design was conducted in Pontianak City, West Kalimantan, Indonesia, from July to October 2025. A total of 320 purposively recruited participants were randomly allocated in a 3:1 ratio to the intervention (n = 240) or control group (n = 80) using a computer-generated sequence. Both groups received routine dengue-prevention education; the intervention group additionally received 15–30 minutes of training on Geplakkin, followed by immediate application use and posttest assessment. Intention was assessed using a Theory of Planned Behavior-based questionnaire. Because scores were not normally distributed, groups were compared using the Mann–Whitney U test. The intervention group had a higher mean intention score than the control group (45.43 ± 4.68 vs 36.73 ± 5.50), with a mean difference of 8.70 points (p < 0.001; effect size = 0.65). Thus, exposure to the single-session Geplakkin intervention was associated with higher immediate intention to eliminate mosquito breeding sites than routine education alone. Longitudinal studies are needed to determine whether this difference is sustained and translates into household vector-control practices.