Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

REDESAIN USER INTERFACE ICON PADA GAME PUBG MOBILE DENGAN MENGAMATI ASPEK USABILITAS MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT DAN USER CENTERED DESIGN Pandia, Muhammad Iqbal; Djanggu, Noveicalistus H; Rahmahwati, Ratih
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Teknik Industri Universitas Tanjungpura
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PUBG Mobile merupakan salah satu aplikasi game yang sudah banyak digunakan oleh masyarakat pada umumnya. Aplikasi ini merupakan sebuah game berbasis FPS Battle Royale, yang membuat para pengguna bersaing satu sama lain terhadap pemain lainnya untuk mendapatkan kemenangan. Beberapa aspek yang terdapat dalam aplikasi ini dapat membantu para pengguna lebih efektif dan efisien pada saat bermain, salah satunya yaitu tampilan atau user interface. Permasalahan  yang ada pada gameplay PUBG Mobile ini dinilai kurang efektif berdasarkan penelitian sebelumnya. Ikon-ikon yang terdapat pada saat gameplay yang harus memiliki desain baru agar pemain dapat lebih efektif dalam menggunakan aplikasi ini. Tahapan yang dilakukan penelitian kali ini yaitu pengumpulan data seperti desain ikon eksisting, tingkat keinginan dan kepuasan pelanggan. Selanjutnya dilakukan pengolahan data menggunakan metode QFD untuk mendapatkan peringkat respon teknis yang menjadi modal awal untuk melakukan redesain ikon. Kemudian dilakukan proses redesain ikon dan layout menggunakan metode User Centered Design dengan aplikasi CorelDraw. Hasil yang didapat merupakan rekomendasi desain ikon dan layout. Hasil yang diperoleh pada penilitian ini adalah mendapatkan rekomendasi ikon-ikon pada saat gameplay dan layout ikon untuk memenuhi keinginan pengguna . Analisa yang dilakukan yaitu dengan survey perbandingan hasil ikon redesain dengan ikon eksisting yang menghasilkan 12 ikon dan 1 rekomendasi layout. Dari 12 ikon dan 1 layout, 2 ikon yaitu aim icon dan prone icon kurang diterima oleh pengguna.Kata kunci : Quality Function Deployment, User Centered Design, Icon, CorelDraw, PUBG Mobile.
Analisa Beban Kerja Mental Pada Perawat Di Rumah Sakit XYZ Menggunakan Metode NASA-TLX Citra, Rya Widya; Wahyudi, Tri; Rahmahwati, Ratih
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Teknik Industri Universitas Tanjungpura
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shift kerja merupakan pembagian waktu kerja yang diterapkan oleh beberapa instansi atau perusahaan dan diberikan kepada tenaga kerja yang bekerja di perusahaan atau instansi tersebut. Rumah Sakit XYZ menerapkan tiga shift kerja pada perawat yaitu shift pagi (07:00 – 14:00), shift siang (14:00 – 21:00) dan shift malam (21:00 – 07:00).  Pekerjaan yang menerapkan shift kerja juga memiliki dampak negatif yaitu dapat menimbulkan beban kerja, tingkat kelelahan dan waktu istirahat yang dimiliki tidak teratur. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian mengenai beban kerja mental dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar beban mental yang mereka alami pada pekerjaannya.Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner Nasa-Tlx serta melakukan wawancara langsung pada perawat Rumah Sakit XYZ. Setelah dilakukan pengumpulan data maka dilanjutkan tahap pengolahan data yaitu dengan melakukan pembobotan, pemberian rating, perhitungan nilai produk, perhitungan weighted workload (WWL), perhitungan rata-rata weighted workload (WWL) dan interpretasi skor yang diperoleh.Hasil beban kerja mental yang dimiliki  perawat Rumah Sakit XYZ di tiga shift kerja yaitu masuk dalam kategori beban kerja mental tinggi, dengan nilai rata-rata WWL yang diperoleh sebesar 70,38 pada shift pagi, 69,97 pada shift siang dan 74,02 pada shift malam. Rekomendasi penjadwalan yang diberikan yaitu dengan melakukan pembagian waktu kerja dimana semua perawat memiliki semua jadwal bekerja pada tiga shift, memiliki total hari kerja yang sama dan hari libur yang sesuai. Kata kunci: Beban Kerja Mental, Nasa-Tlx, Shift Kerja
PENGUKURAN KUALITAS PELAYANAN PADA PELANGGAN PT. PLN PONTIANAK DENGAN METODE SERVICE QUALITY, ZONE OF TOLERANCE (ZOT) DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (IPA) Ikhsan, FadiI; Uslianti, Silvia; Rahmahwati, Ratih
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Teknik Industri Universitas Tanjungpura
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan jasa Iistrik di kota Pontianak dari tahun ke tahun menunjukkan adanya peningkatan, haI ini membuat PT. PIN Pontianak memberikan perhatian khusus kepada peIayanan daIam haI pemenuhan kebutuhan peIanggan agar daIam peIaksanaannya dapat memuaskan peIanggannya. Sampai sekarang PT. PIN Pontianak masih mendapatkan beberapa keIuhan dari peIanggannya, haI ini memperIihatkan bahwa memang peIanggan beIum merasa terpuaskan dengan peIayanan diberikan saat ini. Tujuan dari diIakukannya peneIitian ini yaitu untuk menghasiIkan tingkat kepuasan peIanggan, menghasiIkan toIeransi antar tingkat peIayanan yang diharapkan dengan tingkat peIayanan minimumnya, serta menghasiIkan usuIkan perbaikan yang tepat untuk meningkatkan kuaIitas peIayanan di PT. PIN. PeneIitian ini akan menggunakan beberapa metode untuk mengetahui tingkat kepuasan peIanggan terhadap peIayanan yang diberikan, metode tersebut terdiri dari service quaIity, zone of toIerance (ZOT) dan Importance performance anaIysis (IPA). Metode ServquaI digunakan untuk mencari niIai gap agar dapat diketahui tingkat kepuasan peIanggan dengan peIayanan yang diberikan. Atribut yang digunakan daIam peneIitian ini yaitu berjumIah 23 atribut. Metode ZOT digunakan untuk menghitung niIai toIeransi antara tingkat ekspektasi dan tingkat peIayanan minimum. Sedangkan metode IPA digunakan untuk meIihat tingkat kinerja dan harapan dari setiap atribut pernyataan. HasiI dari identifikasi atribut pada peneIitian ini yaitu didapatkan 23 atribut yang menunjukkan bahwa peIanggan masih beIum merasa puas dengan peIayanan yang diberikan oIeh PT. PIN Pontianak. Rekomendasi perbaikan yang dapat diberikan yaitu petugas dapat membuat pencatatan segaIa keIuhan yang dirasakan oIeh peIanggan baik secara Iangsung maupun tidak Iangsung, memberikan kompensasi menurut Permen ESDM Nomor 27 tahun 2017 yaitu sebesar 35% bagi peIanggan non-subsidi dan 20% untuk peIanggan subsidi dari biaya beban untuk peIanggan yang merasakan dampak pemadaman Iistrik, dan memberikan peIatihan kepada para petugas peIayanan agar Iebih profesionaI dan partisipatif daIam memberikan informasi penting terkait dengan penanganan yang akan diIakukan serta gangguan yang diaIami oIeh peIanggan, membuat program sosiaIisasi, serta memberikan program CaII-back. Kata Kunci: Importance performance anaIysis, service quaIity, zone of toIerance
PENGUKURAN POSTUR KERJA PADA PENGGUNAAN ALAT OLAHRAGA ANGKAT BEBAN DENGAN PENDEKATAN BIOMEKANIKA DAN FISIOLOGI Nasher, Ammarullah Rusdyllah Ethwear Servac; Prawatya, Yopa Eka; Rahmahwati, Ratih
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Teknik Industri Universitas Tanjungpura
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang ditemukan  dalam penelitian ini adalah dimana member gym di Triple 888 Gym Pontianak sering mengeluh sakit pada tulang S5/L1 saat menggunakan alat Inclane Bench dan alat Lat Pull Down, ada juga permasalahan orang yang rajin berolahraga angkat beban terkena serangan jantung setelah melakukan aktivitas olahraga. Banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut, dengan landasan itu penelitian ini dilakukan, ketentuan diberikan oleh NIOSH (National Institue of Occupational Safety and Health) meliputi batasan dari aspek psikofisik, biomekanik dan fisiologi. Batasan psiko-fisik adalah beban yang diangkat harus dapat diterima oleh 75% wanita dan 90% pria. Batasan biomekanik membatasi besarnya gaya tekan sebesar 3,4 KN (770 lbs) pada tulang punggung (L5/S1), dan batasan fisiologi membatasi pengeluaran energi maksimum sebesar 2,2 – 4,7 Kkal/min. Penelitian ini bertempat di Triple 888 Gym Pontianak ingin mengetahui gerakan angkat beban yang dapat mencederai tulang punggung apabila dilakukan terus menerus. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan ini adalah menghitung gaya kompresi pada tulang S5/L1 dan konsumsi energi, penelitian dilakukan pada gerakan yang dilakukan pada alat Inclane Bench dan Lat Pull Down dengan pengambilan data secara langsung ke lapangan. Berdasarkan data Biomekanika dan data Fisiologi gerakan saat penggunaan alat Incline Bench dan Lat Pull Down masih aman dilakukan dengan berulang-ulang dengan menggunakan beban angkat 10 kilogram, rata-rata gaya tekan pada penggunaan alat Lat Pull Down yaitu 656,587 Newton, dengan demikian gerakan yang dilakukan masih di bawah batas aman, sehingga tidak beresiko cedera tulang belakang. Sedangkan besarnya gaya tekan pada tulang L5/S1 saat menggunakan alat olahraga Incline Bench terlihat pada rata-rata gaya tekan yaitu 2555,527 Newton, dengan demikian gerakan yang dilakukan masih di bawah batas aman, sehingga tidak beresiko cedera tulang belakang. Besarnya konsumsi energi saat menggunakan alat olahraga Incline Bench terlihat pada rata-rata konsumsi energi yaitu 2,312 kkal/menit, sedangkan besarnya konsumsi energi saat menggunakan alat olahraga Lat Pull Down terlihat pada rata-rata konsumsi energi, yaitu 2,620 kkal/menit. Rekomendasi perbaikan berdasarkan hasil pengolahan data yang dilakukan yaitu gerakan yang dilakukan pada alat Inclane Bench  dan alat Lat Pull Down masih aman apabila dilakukan dengan beban angkat 10 kilogram, namun akan berbahaya apabila dilakukan terus menerus tanpa adanya istirahat saat melakukan gerakan.Kata Kunci: Triple 888 Gym Pontianak, Biomekanika, Gaya tekan L5/S1, fisiologi, konsumsi energi
IDENTIFIKASI KEBUTUHAN KONSUMEN TERHADAP MESIN CETAK BATAKO PRESS DENGAN MENGGUNAKAN HOUSE OF QUALITY (HOQ) Briliantino, Adjie; Sujana, Ivan; Rahmahwati, Ratih
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Teknik Industri Universitas Tanjungpura
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya tingkat pertumbuhan pembangunan infrastruktur di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya akan berdampak juga kepada tingkat kebutuhan material bahan bangunan, salah satu material tersebut adalah batako sebagai material utama dalam pembuatan dinding rumah atau bangunan. Dalam rangka pemenuhan demand maka diperlukan peningkatan teknologi maupun cara kerja. Penyelesaian permasalahan terkait dengan pemenuhan tingkat kepuasan dan keinginan pelanggan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan House of Quality (HOQ). Tahapan yang dilakukan yaitu dengan pembuatan dan penyebaran kuesioner kepada beberapa subjek seperti pemilik dan karyawan batako. Tahapan selanjutnya yaitu melakukan rekapitulasi data serta menguji validitas dan reliabilitas data tersebut, kemudian dilakukan pengolahan data dengan menggunakan House of Quality (HOQ) untuk mengetahui tingkat kepuasan dan tingkat keinginan dari pengguna serta pemilik batako press terhadap mesin yang telah ada sebelumnya. Hasil pengolahan dengan menggunakan House of Quality (HOQ)) didapatkan sebanyak 16 respon teknis yaitu melakukan perubahan pada bentuk cetakan, penambahan bobot terhadap penumbuk, mengubah teknis pengoperasian mesin, melakukan penyesuaian terhadap poros penumbuk serta poros cetakan, serta penyesuaian mesin penggetar yang digunakan. Kata Kunci : Batako, Demand, QFD
Perbaikan Tingkat Risiko Musculoskeletal Disorders Berdasarkan Pendekatan Nordic Body Map dan Rapid Upper Limb Assessment Pada Hasil Rancang Bangun Mesin Roasting Kopi Digital Otomatis Ratih Rahmahwati
Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol. 10 No. 2 (2021): Jurnal Rekayasa Sistem Industri
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2341.459 KB) | DOI: 10.26593/jrsi.v10i2.4694.191-200

Abstract

The roasting process of coffee beans in West Kalimantan, especially Pontianak city, is still done traditionally. The coffee roasting process is done manually by using a fire stove as a heater. Workers with standing posture stir the coffee beans continuously, and it can take 4 hours for 20 kilos of coffee beans. Standing work posture is required for stirring the coffee beans but can cause fatigue in workers due to long-standing times and high heating temperatures. This situation causes the roasting process to be less efficient and can cause the roasting process to be uneven. The purpose of this study was to identify musculoskeletal complaints of standing work posture in the manual coffee roasting process and provide an evaluation of corrective work posture when using the design results of an automatic digital roasting machine. The methods used in this study were the Nordic Body Map (NBM) and the Rapid Upper Limb Assessment (RULA) to assess the level of risk of posture for musculoskeletal complaints. The results of the identification of body points that experience fatigue were carried out by distributing NBM questionnaires and evaluating the worker's posture using RULA on CATIA V5R20. Based on the existing NBM, the risk score is 78, and the final RULA score is 6, which means that immediate corrective action is needed because the work posture is categorized as dangerous and does not meet ergonomic principles. Improvement of working posture is made by designing a roasting machine that is digital and automatic. So the workers do not need to mix the coffee beans manually. Based on roasting machine implementation results, there was a significant change in the NBM score and the final RULA score. The NBM results obtained a score of 55 which means that the risk is moderate with the risk of fatigue in the neck, right leg and, left leg. Meanwhile, evaluation of work posture based on RULA on CATIA obtained a final score of 3, which means that the work posture is not dangerous and does not require immediate improvement.  
RANCANG BANGUN MESIN PELET BIOMASSA TERINTEGRASI DENGAN PENDEKATAN DIAGRAM FAST Gusti Hardiansyah; Ivan Sujana; Ratih Rahmahwati; M. Taufiqurrahman
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.401 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v4i1.3603

Abstract

The purpose of this research is to support and encourage the development of sustainable palm oil, reduce the environmental impact caused by the rehabilitation of oil palm plants that are not well managed by the managers of oil palm plantations and produce technological.Therefore, in-depth analysis is needed related to the innovation of biomass pellet printing machine (biopellet) technology using the diagram function Function Analysis and System Technique (FAST). Analysis is done by determining the critical functions that must be present in an integrated biomass pellet machine (biopellet) on the performance of a machine that can produce biomass pellets (biopellet) and is moveable. The results of the study using the FAST approach produce engine design that has the main function in a biopellet machine that is moveable by considering the critical functions such as the cutting function of waste palm stalks, enumeration functions, raw material mixing functions, pellet printing functions and skeleton holder functions that can integrate all functions engine by considering the moveable nature of the engine. It is hoped that this research can be developed even better starting from the quality of the cutting edge of the blade on the machine and the printing quality of the biopellet.
Simulation of Queue System of Retirement Fund Retrieval at The Sanggau Post Office During the Covid-19 Pandemic Using Arena Software Yulianti Wulandari; Tri Wahyudi; Ratih Rahmahwati; Silvia Uslianti; Febri Prima
OPSI Vol 14, No 1 (2021): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/opsi.v14i1.4776

Abstract

PT. Pos Indonesia (Persero) entered into a collaboration with PT. Taspen (Persero) in the payment of pension funds. The Sanggau Post Office is a place of public service, where during the Covid-19 pandemic there were still many people queuing to collect pension funds. The number of customers who took pension funds was 208 customers, so there was a long queue which resulted in the crowds of customers queuing up. The application of physical distancing as an effort to prevent the spread of Covid-19 by implementing health protocols while queuing. According to WHO, the physical distancing distance is one to two meters. The need to reduce the queues that occurred during the Covid-19 pandemic can be designed a queuing system model in accordance with existing conditions and an alternative proposed improvement for the optimal queuing system using a simulation method with the help of Arena software. The results showed that the average total time was 10.9 minutes and the average waiting time was 33.9 minutes. Based on the results of the repair scenario, the best scenario for improvement is scenario 2, in the form of a proposed improvement for the addition of 2 counters. Scenario 2 obtains an average total time of 4.9 minutes, while the average waiting time is 5.04 minutes. Therefore, the Sanggau Post Office can add 2 service counters, so there are 3 counters that can serve customers taking pension funds. 
Rancang Bangun Alat Pengupas Kulit Kopi Mentah Dengan Metode Rapid Upper Limb Assesment (RULA) Untuk Mengurangi Keluhan Muskoloskeletal Ratih Rahmahwati; Yopa Eka Prawatya; Bartolomeus Lumbantoruan
Operations Excellence: Journal of Applied Industrial Engineering Vol 13, No 1, (2021): OE March 2021
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/oe.2021.v13.i1.013

Abstract

The people of West Kalimantan, especially in Punggur, Sungai Kakap, Kuburaya execute the grinding process of coffee beans with two types of processing, namely dry processing and wet processing. In the process of wet processing, there are problems, one of them is when grinding raw coffee process before the drying process. The process of grinding raw coffee is carried out with non-ergonomic equipment that causing the workers to have musculoskeletal disorders complaints, the workers are bending over so that they cannot work for a long time, and low productivity because workers have to separate the beans from the coffee skin which takes a long time. This study aims to analyze the level of musculoskeletal disorder risk experienced by workers when using a raw coffee grinder using the Rapid Upper Limb Assessment (RULA) method. In addition, an anthropometric principle was carried out to determine the size of the tool so it can be used in an ergonomic position and can get a good working posture recommendation when using the machine. Based on RULA analysis using CATIA, show a score of 6 when lifting coffee from the grinder, grinding raw coffee, and taking the coffee grind. The result of RULA indicates that repairs and changes are needed quickly because the work posture produced by the coffee grinder is not ergonomic. Meanwhile, the results of RULA analysis using a coffee grinder after the design showed a score of 3 when lifting coffee from the grinder, a score of 4 when grinding raw coffee, a score of 3 when taking the results of the coffee grind. The score shows that the resulting posture is ergonomic and feasible to apply.
Rancang bangun meja dan kursi kerja untuk perbaikan postur kerja pada pekerja pengolah ikan berdasarkan pengukuran NBM dan RULA Silvia Uslianti; Tri Wahyudi; Ratih Rahmahwati; Adelia Tamala
Operations Excellence: Journal of Applied Industrial Engineering VOL 12, NO 3, (2020): OE NOVEMBER 2020
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/oe.2020.v12.i3.003

Abstract

Slouching and squatting work postures in the fish cleaning process can cause skeletal muscle injury. Based on the results of previous research conducted by Adelia (2020), the results of the existing NBM show that workers have complaints in the muscles of the neck, arms, back, waist, buttocks, hands, wrists, thighs, knees, and feet. The result of total muscle complaints individual skeletal is 75, meaning that the existing work posture requires work improvement. Improvement of working posture can be done by designing work aids in the form of desks and chairs. The determination of the MSDs risk level category was carried out by identifying the skeletal muscle complaints felt by workers using a Nordic body map (NBM) questionnaire, a working posture assessment was carried out to determine the score level in work posture using the Rapid Upper Limb Assessment (RULA) method with the help of CATIA V5R20 software. Assistive devices in the form of desks and work chairs are designed based on complaints experienced by workers and use the anthropometric approach in determining the dimensions of work aids. Based on the results of the implementation of work aids, there was a change in the score for skeletal muscle complaints and work posture. The results showed that the average NBM value of individual muscle complaints was 56.75, this is included in the moderate risk level and the results of the RULA analysis on the repair work posture experienced a change in the final score, namely 4 (yellow).