Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Rancang Bangun Kursi Antropometri Portabel dengan Metode Function Analysis System Technique Silvia Uslianti; Tri Wahyudi; Ratih Rahmahwati
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 5, No 1: June 2020
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v5.i1.2019.119-126

Abstract

Pengukuran dimensi tubuh manusia (antropometri) sangat diperlukan untuk perancangan suatu produk, agar manusia dalam melakukan aktivitas selalu merasa nyaman. Untuk pengukuran dimensi tubuh manusia dapat menggunakan kursi antropometri. Permasalahan yang terdapat pada kursi antropometri yang ada saat ini adalah bentuknya yang kurang efektif, menghabiskan space untuk tempat menyimpannya, dan sulit untuk dipindahkan atau dibawa kemana-mana. Berdasarkan permasalahan tersebut perlu adanya perancangan kursi antropometri yang menerapkan sistem portabel dalam perancangannya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kursi antropometri portabel dengan metode Function Analysis System Technique (FAST). FAST dalam perancangan produk digunakan untuk menentukan inovasi dan material dalam pembuatan kursi antropometri yang bersifat portabel. Sistem portabel di dalam perancangan kursi antropometri ini berfungsi pada cara membawa, mengemas, dan aspek peletakannya. Hasil dari diagram FAST menghasilkan perancangan kursi antropometri yang memiliki keunggulan dimana dapat mengakomodasi atribut kebutuhan dan penguatan respon teknis melalui pendefinisian fungsi primer dan sekunder yang lebih rinci. Terdapat enam bagian utama pada kursi antropometri dari hasil rancang bangun dengan pendekatan diagram FAST.
Rancang Bangun Pengering Buah Pinang Otomatis Menggunakan Pendekatan Quality Function Deployment (QFD) Tri Wahyudi; Ratih Rahmahwati; Silvia Uslianti
OPSI Vol 15, No 2 (2022): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/opsi.v15i2.6289

Abstract

The processing of dried betel nut by the people of West Kalimantan consists of 2 stages, namely drying and stripping the betel nut. The drying process usually carried out by farmers is drying directly in the sun, and the smoking process uses fire to heat. The method of drying the areca nuts takes about 14-15 days. This study will examine the problems faced by farmers in the process of drying areca nuts. Based on the issue of drying areca nuts, it is necessary to have an alternative method of drying that is more efficient. Areca nut drying machine is an alternative to obtain dried betel nut relatively quickly with well-maintained fruit quality. The design of the areca nut drying machine is made based on the identification of farmers' needs. Identifying farmers' needs or desires will be an attribute of product development, and technical parameters are determined to meet these product attributes. The method that will be used is the Quality Function Deployment (QFD) method. The study results that priority attributes must be completed based on calculations in the planning matrix using QFD. The design of the areca nut has dimensions of 260 mm x 490 mm, with the specifications of the tool consisting of two main parts, namely an inner filter (a place for betel nuts) and a betel nut dryer.
Bimbingan Teknis Microsoft 365 bagi Tenaga Kependidikan di Lingkungan FKIP UNTAN Dwija Saptahadi; Andang Firmansyah; Helen Sasty Pratiwi; Subarjo Subarjo; Ratih Rahmahwati; Hemri Yansa
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 12, No 1 (2023): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mjppm.v12i1.11064

Abstract

To help improve Institutional accreditation and make equipment spending efficient, using Microsoft Office 365 is the right solution for FKIP UNTAN, which has changed its status to become a Public Service Agency (BLU) University. Service activities by maximizing the use of Microsoft Office 365 are considered activities that answer the institution's needs. The Microsoft Office 365 account provided by the team is a premium account with exclusive and premium features to make it easier and more effective for the work of education staff at FKIP UNTAN. This community service activity aims to maximize the Microsoft Office 365 account that UNTAN has provided. The result of this activity is that participants get premium Microsoft Office 365 accounts, gain knowledge about the features available in Microsoft Office 365 applications, and gain knowledge to maximize the use of existing features in Microsoft Office 365 applications.
PENINGKATAN KAPASITAS TEKNOLOGI KELOMPOK USAHA “KPJ” DESA KUALA DUA KABUPATEN KUBU RAYA Prawatya, Yopa Eka; Rahmahwati, Ratih; Wahyudi, Tri
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v8i2.6788

Abstract

Mitra pada program Bina Desa ini adalah Kelompok Usaha “KPJ” atau Kampung Jawa yang berada di Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya. Mitra memproduksi aneka keripik. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas produksi keripik melalui transfer IPTEK. Metode yang digunakan adalah transfer teknologi berupa hibah dan pelatihan penggunaan mesin pengiris tempe dan alat pengiris talas serta transfer ilmu pengetahuan berupa pelatihan packaging dan desain label. Melalui kegiatan Bina Desa ini dihasilkan beberapa peningkatan kemampuan mitra yakni dapat mengoperasikan mesin dan alat TTG berupa mesin pengiris tempe dan alat cetak stik talas serta mampu melakukan perawatan mesin secara berkala. Selain itu, mitra dapat menerapkan keterampilan desain labeling dan packaging yang baik. Kegiatan Bina Desa dengan mitra KPJ telah terlaksana dengan baik dan sesuai dengan target luaran yakni mitra dapat meningkatkan kapasitas produksi. Mitra KPJ sangat antusias dan sangat puas dengan kegiatan Bina Desa Fakultas Teknik UNTAN yang telah dilakukan.  
Analisa Postur Kerja dengan Metode RULA dan REBA pada Kegiatan Penghalus Beras Bubur Pedas Khas Kalimantan Barat Wahyudi, Tri; Priadi, Eka; Rahmahwati, Ratih; Sujana, Ivan; Uslianti, Silvia; Herawatiningsih, Ratna; Meliyani, Winda
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 9, No 1: June 2024
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v9.i1.2024.49-58

Abstract

Proses pembuatan bubur pedas yang dilakukan ibu PKK Kelurahan Tanjung di Mempawah memerlukan penumbukan untuk menjaga teksturnya yang khas. Proses penumbukan yang berlangsung lama menyebabkan cedera, kram dan kelelahan otot pada tangan karena proses yang berulang-ulang. Proses penumbukan yang dilakukan dengan postur yang tidak baik dengan posisi yang tidak dinamis dapat membuat pekerja rentan mengalami masalah lainnya. Postur kerja seperti ini harus dicegah untuk menghindari terjadinya musculoskeletal disorders (MsDs). Tujuan penelitian ini yaitu memberikan perbaikan dan optimalisasi kerja yang lebih baik, aman, nyaman serta lebih efisien daripada sebelumnya. Penelitian ini merancang bangun ulang mesin berdasarkan pertimbangan Anthropometri untuk memperbaiki postur kerja dan kenyamanan pekerja dengan metode RULA dan REBA. Dimensi tubuh tinggi siku berdiri (TSB) dan panjang lengan bawah (PLB) dengan persentil 5-th digunakan sebagai ukuran untuk perancangan mesin baru. TSB memiliki ukuran 80 cm yang digunakan untuk mengukur tinggi peletakan tepung saat duduk dan PLB memiliki ukuran 20 cm yang digunakan untuk mengukur panjang jangkauan peletakan tepung. Skor RULA yang sebelumnya bernilai 4 dengan warna kuning telah berubah menjadi 2 dengan warna hijau. Warna hijau menunjukkan bahwa postur tubuh saat menghaluskan beras dapat diterima jika tidak dilakukan berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama dan memenuhi persyaratan ergonomi, sehingga perbaikan tidak diperlukan segera. Skor akhir REBA mengalami perubahan yang semula memiliki skor akhir 4 berubah menjadi skor akhir 3 yang termasuk ke dalam level resiko rendah yang berarti postur kerja pekerja mungkin belum terlalu perlu dilakukan perbaikan.
RANCANG BANGUN IPAL (INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH) PORTABLE UNTUK SKALA IKM DENGAN MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI Silvia Uslianti; Ivan Sujana; Ratih Rahmahwati; Tri Wahyudi; Riadi Budiman
Spektrum Industri Vol. 17 No. 1: April 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v17i1.9673

Abstract

Berdasarkan Peraturan Daerah  Kota Pontianak No 2 Tahun 2013 disebutkan bahwa Intalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) termasuk dalam rencana tata ruang kota Pontianak jangka panjang. Hal ini mengindikasi baik industri besar maupun kecil wajib memiliki IPAL yang sesuai dengan baku mutu yang telah ditetapkan. Namun, berdasarkan data Badan Lingkungan Hidup (BLH) 2017, tingkat pengelolaan IPAL IKM masih dibawah 50% dari total IKM yang ada. Hal ini dikarenakan biaya dalam pengadaan IPAL yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun IPAL yang bersifat portable dan dapat dijangkau oleh industri kecil dengan menggunakan metode eksperimen  taguchi. Langkah-langkah penelitiannya dimulai dengan rancang body IPAL, kemudian eksperimen taguchi untuk menentukan media filter (Zeolit:Arang Aktif), Ketebalan Dacron, ketebalan ijuk dan jumlah plat (Kuat arus 10 A). Eksperimen taguchi dilakukan menggunakan orthogonal array L9(34). Berdasarkan eksperimen taguchi yang dilakukan menggunakan karakteristik kualitas yang dituju yakni  smaller the better diperoleh hasil kombinasi perbandingan zeolit dan arang aktif sebesar 70:30  dengan jumlah plat sebanyak 4  plat. Hal ini membuktikan bahwa kombinasi optimal faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan optimalisasi dari kerja IPAL portable. 
PKM DISEMINASI IPTEK PASCAPANEN BUAH PINANG PADA GAPOKTAN SUMBER BERSAMA DI DESA KUALA DUA Rahmahwati, Ratih; Oktoriana, Shenny; Yanti, Hikma
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v9i1.7944

Abstract

Kabupaten Kubu Raya merupakan penghasil buah pinang terbesar di Kalimantan Barat. Buah Pinang dijual dalam bentuk biji pinang kering. Namun, pengolahan dan pengupasan pinang masih dilakukan secara manual. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas teknologi dan manajemen penanganan pascapanen pinang. Metode yang digunakan adalah transfer teknologi berupa hibah dan pelatihan penggunaan mesin pengering pinang dan pengupas serabut kulit pinang serta pelatihan manajemen standar ekspor pinang. Mitra pada program Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah masyarakat Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Bersama yang berada di Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya. Melalui kegiatan PKM ini dihasilkan beberapa peningkatan kemampuan kelompok Gapoktan Sumber Bersama yang dibuktikan dengan peningkatan kemampuan petani dalam penggunaan mesin pengering dan pengupas pinang (60%), pemahaman terhadap standar ekspor pinang (30%) dan perawatan mesin dan alat produksi (55%) sehingga sesuai dengan target luaran yakni mitra dapat meningkatkan kapasitas produksi penanganan pinang pascapanen.
Utilizing machine learning for predictive maintenance of production machinery in small and medium enterprises Prawatya, Yopa Eka; Djanggu, Noveicalistus H; Rahmahwati, Ratih
OPSI Vol 18 No 1 (2025): OPSI - June 2025
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/opsi.v18i1.13479

Abstract

Predictive maintenance involves the early detection of potential machine failures and subsequent maintenance to prevent such failures. Machine learning is a pertinent statistical method for predictive maintenance, enabling the early detection of machine failures and the implementation of preventive measures through a model. The development of the machine learning model commences with data collection from the machine, encompassing vibration, acceleration, machine temperature, and machine sound, facilitated by a microcontroller equipped with sensors. Subsequently, the data undergoes cleaning, including removing outliers or missing values and standardization. Data is partitioned into 70% allocated for training and 30% for testing. After determining hyperparameters and their values through hyperparameter tuning, the training data is utilized to train machine learning models, such as K-nearest neighbor, decision tree, and random forest models. Post-training, the models are evaluated using the remaining test data, employing performance metrics such as accuracy, precision, recall, and F1-score. The random forest model excels due to its utilization of a substantial number of trees for predictions and the full exploitation of the variables which F1-score is 91.22%. The best-performing model is subsequently deployed into a monitoring system, providing real-time machine condition predictions. The deployment results validate the accurate prediction of machine failures.
TRANSFER TEKNOLOGI DEHUMIDIFIER BOX UNTUK MENGATASI PERMASALAHAN KUALITAS MADU PADA MADU ARWANA Rahmahwati, Ratih; Yanti, Hikma; Uslianti, Silvia
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 4 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i4.1895

Abstract

The partner in this PKM program is the Arwana Forest Honey  business group  engaged in  marketing of Kapuas Hulu forest honey. The  observations on Arwana Honey partners revealed several problems, including high water content in forest honey originating from Danau Sentarum, Kapuas Hulu District. Based on these problems, partners need help in the form of a device that reduces the water content of honey in the form of a dehumidifier box that can reduce the water content of forest honey. Besides that, based on the results of observations and discussions, problems were also encountered in the field of marketing management for Arwana Honey. The solution offered by the PKM team is through marketing management training including marketing training, packaging, labeling and logo visual design improvements. The results of PKM activities are (1) Increased knowledge of partner groups, especially in terms of improving the quality of honey and marketing management; and (2) there is an improvement in the quality of honey by reducing the water content in honey.
PENERAPAN IPTEK SEKOLAH ADIWIYATA SMP NEGERI 4 PONTIANAK GUNA MEWUJUDKAN MASYARAKAT BERKARAKTER PEDULI LINGKUNGAN DI TEPIAN SUNGAI KAPUAS Rahmahwati, Ratih; Kadaria, Ulli; Nurdini, Asriah
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i1.2157

Abstract

The partner in this PKM program is SMPN 4 Pontianak. Based on  observations and interviews with partners, SMPN 4 Pontianak has been designated as an Adiwiyata school at the Pontianak city level. Currently, SMP Negeri 4 Pontianak aims to become a provincial-level Adiwiyata school. However, several problems have been faced, one of which is the low level of innovation in Adiwiyata activities. So this PKM activity aims to solve partner problems through the transfer of knowledge and technology related to processing waste into finished products that have added value from an economic perspective. In this PKM activity, several Adiwiyata training were carried out, namely training and assistance in using organic waste chopping machines and composters, eco-printing training, eco-bricks training, and Adiwiyata management training. It is hoped that this PKM Adiwiyata activity can help accelerate SMP Negeri 4 Pontianak to become a sustainable Adiwiyata school.