Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pemberdayaan Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa Melalui Hibah Dan Pelatihan Mesin Penggulung Benang Tenun Berbasis Teknologi Tepat Guna Putri, Famelga Clea; Wahyudi, Tri; Priadi, Eka; Uslianti, Silvia; Rahmahwati, Ratih
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.929

Abstract

Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa di Jalan Khatulistiwa, Gang Sambas Jaya, Pontianak Utara, merupakan destinasi budaya yang tumbuh dari kreativitas masyarakat dalam melestarikan seni tenun tradisional khas Sambas dan corak insang khas Pontianak. Sejak diresmikan pada akhir 2018, kawasan ini menunjukkan geliat ekonomi lokal berbasis kearifan lokal, dengan lebih dari 50 pengrajin dan 17 rumah yang memiliki alat tenun sendiri. Meski demikian, proses produksi tenun masih dilakukan secara manual, termasuk dalam penggulungan benang yang memerlukan waktu dan tenaga ekstra. Oleh karena itu, diperlukan intervensi teknologi tepat guna berupa mesin penggulung benang tenun tenun yang dapat meningkatkan efisiensi kerja, produktivitas, dan kualitas hasil tenun. Hibah yang diberikan adalah mesin penggulungan benang dan pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan efisiensi proses penggulungan benang, pengurangan beban kerja manual, dan percepatan waktu produksi kain tenun. Pengrajin memberikan keterangan bahwa produktivitas meningkat ±30% dibandingkan metode tradisional Tarau, sementara kualitas hasil gulungan benang menjadi lebih rapi dan konsisten. Selain itu, kegiatan ini mendorong peningkatan semangat dan motivasi perajin dalam melestarikan warisan budaya tenun, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan melalui kapasitas produksi yang lebih besar.
Penerapan Teknologi Washbasin Portabel pada Kelompok Usaha Rumah Makan Bulan Kabupaten Sambas Kalimantan Barat Rahmahwati, Ratih; Silvia Uslianti; Tri Wahyudi
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v5i2.1513

Abstract

Mitra pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah kelompok usaha rumah makan Bulan yang berada di Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Kelompok usaha ini terdiri dari 5 rumah makan yang berada di sepanjang jalan Parit Baru, merupakan jalan penghubung antar kota Singkawang menuju Kabupaten Sambas dan daerah Perbatasan Indonesia-Malaysia. Saat ini proses cuci tangan yang dilakukan oleh pengunjung masih dilakukan dengan peralatan yang sederhana. Hanya menggunakan gentong berisi air yang terhubung dengan kran. Tujuan kegiatan PKM ini adalah untuk peningkatan kapasitas teknologi terhadap peralatan cuci tangan khusus pengunjung rumah makan. Perbaikan desain tempat cuci tangan bagi rumah makan disertai rancang bangun washbasin yang portabel dengan penggunaan alat tanpa kontak tangan dari pengunjung rumah makan disertai fitur pendukung yang diharapkan oleh pengunjung. Melalui kegiatan PKM ini telah dibuat washbasin yang dapat menarik minat pengunjung untuk melakukan gerakan mencuci tangan dengan kesadaran sendiri melalui perbaikan desain washbasin yang bersifat portable.
Evaluasi Tingkat Risiko Keluhan Muskuloskeletal Berdasarkan Metode Nordic Body Map dan RULA Pada Redesain Alat Pemipil Jagung Uslianti, Silvia; Rahmahwati, Ratih; Wahyudi, Tri
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v6i2.1736

Abstract

The corn shelling process in Desa Sahan, Kabupaten Bengkayang, is still done by hand. This condition can cause musculoskeletal  complaints such as back pain, neck pain and other fatigue in the body. Based on the observation, it is necessary to analyze and redesign the corn sheller to reduce the fatigue felt by farmers. This study aims to identify musculoskeletal  complaints on working posture when corn shelling and evaluate when using the designed corn sheller. This study combines using of RULA analysis with Nordic Body Map and anthropometric data in designing corn sheller. NBM was used to identify fatigue points in workers. Anthropometry was used to determine the dimensions of the corn sheller. RULA in the Computer Aided Three Dimensional Interactive Application (CATIA) software  application was used to simulate the corn sheller with a mannequin simulation. The result showed there was a reduction in the NBM score in the condition of the existing equipment compared to the corn sheller at nine body points. Based on the anthropometric analysis, the body dimension data used in the design of the corn sheller are the reach of the hands forward, the width of the hips and the height of the knees sitting. The results of the RULA analysis concluded that there was a decrease in the RULA score from 7 in the existing condition, which means it is dangerous and must get immediate action to a score of 3, which means it is not dangerous and needs further review. This condition indicates that the redesigned corn sheller for Desa Sahan, Kabupaten Bengkayang, has reduced the risk of musculoskeletal  complaints.  Proses Pemipilan jagung di Desa Sahan, Kabupaten Bengkayang, masih dilakukan secara manual menggunakan tangan. Hal ini dapat menyebabkan keluhan muskuloskeletal   seperti nyeri pada punggung, nyeri leher dan kelelahan lain pada tubuh. Berdasarkan temuan observasi, maka diperlukan analisis dan usulan alat yang dapat membantu dalam mengurangi kelelahan yang dirasakan petani saat memipil jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keluhan muskuloskeletal   terhadap postur kerja saat melakukan Pemipilan jagung dan mengevaluasi postur kerja saat menggunakan alat pemipil jagung hasil rancangan. Penelitian ini mengombinasi penggunaan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) bersama Nordic Body Map (NBM) dan data antropometri dalam perancangan alat pemipil jagung. Nordic Body Map  digunakan untuk mengidentifikasi titik-titik kelelahan pada pekerja. Antropometri digunakan untuk penentuan ukuran dimensi tubuh pekerja yang digunakan sebagai masukan dimensi ukuran alat pemipil jagung. Sedangkan RULA dalam aplikasi software  Computer Aided Three Dimensional Interactive Application (CATIA) digunakan untuk simulasi alat pemipil jagung dengan mannequin. Hasil penelitian didapat bahwa terjadi pengurangan skor NBM pada kondisi alat existing dibandingkan dengan alat pemipil jagung pada beberapa titik tubuh. Berdasarkan analisis antropometri, data dimensi tubuh yang digunakan dalam perancangan alat adalah jangkauan tangan ke depan, lebar pinggul dan tinggi lutut duduk. Hasil analisis RULA menyimpulkan bahwa terjadi penurunan skor RULA dari 7 pada kondisi existing yang berarti berbahaya dan harus mendapat tindakan segera  menjadi skor 3 yang berarti tidak berbahaya namun perlu peninjauan lanjut.  Hal ini mengindikasikan bahwa alat pemipil jagung redesain untuk Desa Sahan, Kabupaten Bengkayang telah mengurangi risiko terjadinya keluhan muskuloskeletal.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna SMA Negeri 3 Pontianak Menuju Adiwiyata Nasional Berkelanjutan Yanti, Hikma; Rahmahwati, Ratih; Kadaria, Ulli; Wahyudi, Tri
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3753

Abstract

Mitra pada kegiatan Pemberdayaan Masyarakat ini adalah Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Pontianak yang merupakan sekolah Adiwiyata. Berdasarkan wawancara dan observasi dengan mitra, SMAN 3 Pontianak telah ditetapkan sebagai sekolah berbasis lingkungan hijau atau Adiwiyata pada jenjang Provinsi tahun 2016. Saat ini SMA Negeri 3 Pontianak memiliki target untuk menjadi sekolah Adiwiyata Nasional dan Mandiri. Namun ada beberapa permasalahan yang dihadapi salah satunya adalah rendahnya inovasi kegiatan Adiwiyata. Maka pada kegiatan PKM ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah mitra melalui pengelolaan Bank Sampah dan pelatihan pengolahan limbah sampah menjadi produk jadi yang memiliki nilai tambah dilihat dari segi ekonomi. Pada kegiatan Pemberdayaan Masyarakat ini dilakukan transfer IPTEK pada pengelolaan sampah baik organik maupun anorganik yakni pelatihan komposting, ecoprinting dan daur ulang kertas. Selain itu juga dilakukan hibah dan pendampingan teknologi tepat guna (TTG) berupa mesin pencacah sampah organik dan alat press kaleng. Diharapkan dengan kegiatan PKM Adiwiyata ini dapat membantu akselerasi SMAN 3 Pontianak menjadi sekolah Adiwiyata Nasional yang berkelanjutan.