Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Layanan Voluntary Counseling And Testing (VCT) Oleh Kelompok Lelaki Seks Lelaki (LSL) di Kota Padang Tahun 2019 Shelly Maya Lova; Besral Besral; Vivi Triana
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.59 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i12.11291

Abstract

Data Kemenkes RI (2016) melaporkan LSL merupakan faktor risiko tertinggi kedua (39%) dalam penularan kasus HIV/AIDS. HIV/AIDS pada LSL terus meningkat dari tahun 2014-2016 (3.858-13.063 kasus HIV). Salah satu program yang dilaksanakan pemerintah untuk mencegah penularan HIV dan AIDS adalah layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT). SIHA (2017) melaporkan 6,94% LSL yang melakukan tes HIV dinyatakan positif HIV. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan layanan VCT oleh kelompok LSL di Kota Padang tahun 2019. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Maret 2019 dengan responden sebanyak 66 responden, yang diambil secara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat dengan menggunakan uji statistik Chi-Square dan regresi logistik. Hasil uji statistik multivariat menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara peran tenaga kesehatan dan dukungan teman sebaya dengan pemanfaatan layanan VCT. LSL yang mendapat dukungan dari tenaga kesehatan 5,7 kali lebih berisiko memanfaatkan layanan VCT daripada yang tidak mendapat dukungan. LSL yang mendapat dukungan dari teman sebaya 2,6 kali lebih berisiko memanfaatkan layanan VCT daripada yang tidak mendapat dukungan. Diharapkan tenaga kesehatan lebih sering melakukan kegiatan yang dapat mempromosikan layanan VCT sehingga dapat menjangkau semua LSL dan teman sebayanya.
Langkah - Langkah Progresif dalam Intervensi Reduksi Stigma HIV di Komunitas Tenaga Kesehatan: Scoping Review Triana, Vivi; Effendi, Nursyirwan; Prahastuti, Brian Sri; Ilmiawati, Cimi
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol10.Iss1.1785

Abstract

Stigma plays a significant role in creating disparities in health services experienced by PLWHA, thus becoming a barrier for them to access prevention, care, and treatment services. Therefore, the role of health workers is crucial. This study aims to review and critically evaluate the type and scope of interventions that have been conducted to reduce HIV/AIDS-related stigma among health workers. This study is a scoping review using PRISMA guidelines. Journal and article searches were conducted through electronic databases, including ScienceDirect, Cochrane Library, Embase, Garuda Portal, PubMed, Scopus, and Sage Journals. Fourteen articles were discussed in this review. Interventions that successfully reduced stigma were those provided with individual emphasis by disseminating information, interacting, and training. In addition, structural approaches such as developing and disseminating policies in hospitals, providing material to facilitate the practice of universal precautions, and adding curriculum in health schools). The results obtained from the intervention significantly reduced stigma among health workers with a combined approach, which showed higher effectiveness than the single approach. Interventions to reduce stigma need to be sufficiently carried out with an individual-based approach, but interventions with a structural approach must also be considered. Suggest further research by analyzing or exploring potential synergies between these two approaches.
Transformasi Pengetahuan Seks Pranikah dan HIV/AIDS melalui Juventum Health Advocates (JHA) Triana, Vivi; Syahrial, Syahrial; Haq, Arinil
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 7, No 3 (2024): Juli 2024
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v7i3.3115

Abstract

Berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi remaja menjadi perhatian khusus terutama tiga risiko yang terjadi yaitu seksualitas, penyalahgunaan NAPZA, dan HIV/AIDS. Hal ini membutuhkan upaya yang berkelanjutan untuk memberikan pendidikan yang relevan dan pengetahuan yang komprehensif. Tujuan kegiatan ini adalah promosi kesehatan melalui pendidikan teman sebaya (Peer Educator) dengan konsep Juventum Health Advocates (JHA) atau "Advokat Kesehatan Remaja" dimana sekelompok remaja bertugas untuk mempromosikan, mendukung, dan memperjuangkan kesehatan remaja, terutama terkait dengan isu-isu seperti seks pranikah, NAPZA, dan HIV/AIDS. Kegiatan ini berupa pelatihan dengan memfasilitasi peserta dengan materi disertai modul pembelajaran. Remaja yang tergabung dalam JHA ini akan berperan sebagai volunteer yang terjun langsung untuk pro-aktif dengan lingkungan sekitar seperti berperan sebagai konselor dan membagikan ilmu seputar kesehatan reproduksi, seksual berisiko. Pendekatan Peer Education telah membawa perubahan positif dalam pengetahuan, yang nantinya akan berdampak pada perilaku, dan sikap remaja. Hal ini ditunjukkan dengan hasil pre test dan post test tentang pengetahuan remaja yang samakin meningkat setelah diberikan materi. Keseluruhan kegiatan memberikan memberikan hasil yang efektif dan berdampak positif baik pada pembangunan karakter remaja dan lingkungan sekolah.
Gerakan Pencegahan Stunting melalui Peningkatan Pengetahuan Ibu dengan Metode Emotional Demonstration di Wilayah Kerja Puskesmas Mungo Vivi Triana; Meilita Wise Utami; Putri Adiratna; Nessa Iskandar; Adinda Ismira; Tantri Febria; Vina Febriani; Andini Agesta Putri; Nadhiyatul Alhamda; Anggun Febrina
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 5, No 2 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v5i2.505

Abstract

Based on the analysis of the working area of the Mungo Health Center, namely Luak District, and 50 Kota District, it was found that there was a trend of increasing stunting cases every year. For this reason, stunting is a priority public health problem that must be resolved immediately. The cause of stunting is closely related to the lack of knowledge of mothers about parenting and balanced nutrition in children. One of the most effective efforts to increase mothers' knowledge is to provide education through the Emo-Demo counseling method (Emotional demonstration). Emo-Demo is a very participatory activity guide that aims to convey simple messages in a fun way. It is hoped that this activity will help increase mothers' knowledge, in an effort to prevent and reduce the prevalence of stunting in the working area of the Mungo Health Center. The target of counseling activities is mothers of toddlers with indications of stunting. Based on the results of the analysis (pre-test and post-test) there was an increase in mothers' knowledge and awareness regarding parenting and stunting prevention as indicated by an increase in the average knowledge before and after counseling. Thus this Emo-Demo activity is proven to be an innovative approach to educational communication because it can increase changes in mothers' knowledge related to parenting and balanced nutrition to toddlers. 
Edukasi Kesehatan Pengaruh Gadget pada Remaja di SMA N 5 Kota Padang Arinil Haq; Mega Utami Basra; Suci Maisyarah Nasution; Vivi Triana
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 5, No 2 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v5i2.532

Abstract

Excessive use of gadgets can have a negative impact on health and decrease adolescent interest in learning. The purpose of this community service is to increase the knowledge of teenagers about the bad effects of using gadgets in SMA N 5 Padang City. This community service was carried out at SMA N 5 Padang City with a target audience of 34 students. Community service activities consist of health education about the bad effects of gadgets and their prevention efforts. In addition, pre-test and post-test were also conducted to determine the level of knowledge of community service participants before and after health education was carried out. Statistical test results show that there is a significant difference between the level of knowledge before and after health education regarding the negative effects of gadgets and their prevention efforts in adolescents at SMA N 5 Kota Padang. It is hoped that with this activity, students can apply the prevention efforts that have been conveyed and invite their peers to participate in using gadgets wisely
MACAM-MACAM VITAMIN DAN FUNGSINYA DALAM TUBUH MANUSIA Vivi Triana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 1 No 1 (2006): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v1i1.9

Abstract

Vitamin merupakan nutrien organic yang dibutuhkan dalam jumlah kecil untuk berbagai fungsi biokimiawi dan yang umumnya tidak disintesis oleh tubuh sehingga harus dipasok dari makanan.Vitamin yang pertama kali ditemukan adalah vitamin A dan B , dan ternyata masing-masing larut dalam lemak dan larut dalam air. Kemudian ditemukan lagi vitamin-vitamin yang lain yang juga bersifat larut dalam lemak atau larut dalam air. Sifat larut dalam lemak atau larut dalam air dipakai sebagai dasar klasifikasi vitamin.Vitamin yang larut dalam air, seluruhnya diberi symbol anggota B kompleks kecuali (vitamin C ) dan vitamin larut dalam lemak yang baru ditemukan diberi symbol menurut abjad (vitamin A,D,E,K).Vitamin yang larut dalam air tidak pernah dalam keadaan toksisitas di didalam tubuh karena kelebihan vitamin ini akan dikeluarkan melalui urin.
PEMANASAN GLOBAL Vivi Triana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 2 No 2 (2008): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v2i2.26

Abstract

Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperature global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energy matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. Berbagai literatur menunjukkan kenaikan temperatur global termasuk Indonesia yang terjadi pada kisaran 1,5 – 40 °C pada akhir abad 21.
HAMBATAN PSIKOSOSIAL DAN NIAT KELUARGA BERENCANA PADA WANITA UNMETNEED KONTRASEPSI DI INDONESIA (ANALISIS DATA SDKI 2007) Vivi Triana; Siswanto Agus Wilopo; Sumarni Sumarni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 6 No 1 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v6i1.85

Abstract

Hasil SDKI tahun 2002 dan 2007 menunjukkan bahwa penggunaan alat kontrasepsi atau Contraceptive Prevalence Rate (CPR) mengalami peningkatan, yang seharusnya diikuti dengan penurunan unmet need kontrasepsi (kebutuhan kontrasepsi yang tidak terpenuhi), tetapi unmet need kontrasepsi malah terjadi peningkatan. Peningkatan unmet need ini perlu mendapat perhatian, karena perilaku tersebut akan memberikan konsekuensi yang serius terhadap kesehatan reproduksi dan kelangsungan hidup perempuan. Mengkajihubungan hambatan psikososial yang dialami oleh wanita unmet need kontrasepsi dengan niat untuk ikut keluarga berencana (KB), dalam upaya menurunkan kejadian unmet need kontrasepsi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data SDKI 2007. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan cross-sectional study. Wanita kawin kelompok unmet need kontrasepsi merupakan unit analisis. Kemudian kelompok ini dianalisis hambatan faktor psikososial yang dialami. Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis univariabel (deskriptif), bivariabel (chi-square), dan multivariabel (regresi logistik). Sepertiga (35,1%) dari 2.934 wanita unmet need kontrasepsi mempunyai alasan tidak menggunakan kontrasepsi akibat adanya hambatan psikososial. Hambatan psikososial tersebut di antaranya sikap tidak setuju terhadap program KB, persepsi sikap suami yang menentang KB, menentang menggunakan kontrasepsi, takut efek samping, dan penolakan budaya atau agama. Lebih dari setengah dari wanita tersebut (58,8%), tidak niat ber-KB di waktu yang akan datang. Prevalensi wanita unmet need kontrasepsi yang tidak niat ber-KB 1,8 kali lebih tinggi pada wanita yang mengalami hambatan psikososial daripada wanita yang tidak mengalami hambatan psikososial. Hambatan psikososial pada wanita unmet need kontrasepsi berhubungan dengan niat untuk ber-KB di waktu yang akan datang. Faktor lain yang berhubungan dengan niat ber-KB adalah faktor pengetahuan tentang KB, pilihan fertilitas dan jumlah anak ideal yang diinginkan pasangan. Faktor hambatan akses ke pelayanan KB (jarak dan biaya) tidak berhubungan dengan niat ber-KB.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI PADA REMAJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAWAT INAP SIDOMULYO KOTA PEKANBARU Renny Fitriana; Nur Indrawati Lipoeto; Vivi Triana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7 No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v7i1.101

Abstract

Data WHO ( World Health Organization) tahun 2000 menunjukkan sekitar 972 juta orang atau 26,4% penduduk dunia mengidap hipertensi. Pada remaja juga dijumpai hipertensi. Data Riskesdas 2007, terdapat prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 8,4% dan 14% di Riau. Dari data Dinkes Kota Pekanbaru tahun 2011 kasus hipertensi pada remaja sebesar 2,98% dan dari 19 Puskesmas, angka kasus hipertensi remaja tertinggi terjadi di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo yaitu 136 kasus atau 17,6%. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo Kota Pekanbaru tahun 2012. Penelitian dengan desain case control study yang dilakukan pada 128 orang sampel, terdiri dari 64 kasus dan 64 kontrol. Instrumen penelitian adalah kuesioner, tensimeter, timbangan injak, microtoise, FFQ dan kuesioner baecke. Analisis yang dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara riwayat keturunan (OR=7,68, 95%C/=3,5- 16,82), obesitas (OR=12,32, 95%C7=5,27-28,75) dan aktivitas fisik (OR=7,86, 95%C7=3,33-18,58) dengan kejadian hipertensi sedangkan perilaku merokok dan asupan natrium tidak terdapat hubungan yang signifikan. Faktor risiko yang paling dominan adalah riwayat keturunan, obesitas dan aktivitas fisik. Kesimpulandari hasil penelitian adalah riwayat keturunan, obesitas dan aktivitas fisik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna. Disarankan kepada petugas puskesmas agar dapat meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat khususnya pada remaja tentang risiko hipertensi, terutama risiko riwayat keturunan, perilaku merokok, obesitas, aktivitas fisik dan asupan natrium sebagai penyebab hipertensi serta melakukan pencegahan penyakit hipertensi sedini mungkinbagi remaja.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI TAHUN 2015 Vivi Triana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v10i2.196

Abstract

Imunisasi merupakan upaya pencegahan penyakit, Cakupan imunisasi di Indonesia tahun 2013 sebesar 59,2%, sedangkan target renstra (88%), di Sumbar 84,51% dan di Kota Padang 84,8%. Penelitian ini berujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemberian imunisasi dasar lengkap. Desain penelitian ini adalah cross sectional yang dilaksanakan di Kecamatan Kuranji. Sampel penelitian 80 orang diambil secara accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Analisis data secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil analisis univariat diperoleh 47,50% imunisasi tidak lengkap, berpendidikan rendah 5%, bekerja 30%, berpengetahuan rendah 48,75%, sikap negatif 50%, pelayanan kesehatan kurang 10%, hambatan 18,75% dan motivasi kurang 40%. Hasil analisis bivariat diperoleh p-value pengetahuan (0,007), sikap (0,014), motivasi (0,001), informasi (0,04), pendidikan (0,34), pekerjaan (0,66), pelayanan kesehatan (0,47), hambatan (0,43) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan pemberian imunisasi. Hasil analisis multivariat diperoleh p-value variabel motivasi=0,0001. Pengetahuan, sikap dan motivasi orang tua serta informasi tentang imunisasi merupakan faktor yang mempengaruhi kelangkapan pemberian imunisasi dasar pada bayi, oleh karena itu diisarankan kepada petugas kesehatan agar meningkatkan promosi kesehatan terutama tentang imunisasi.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Motivasi, Informasi Kesehatan