Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Konsistensi Ketelitian Posisi Pengamatan RTK NTRIP Menggunakan CORS ULPC Terhadap Variasi Arah Baseline Rizqi, Maghfirah Insyirah; Fajriyanto; Fadly, Romi; Rahmadi, Eko
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CORS ULPC merupakan infrastruktur pengukuran GNSS berbasis RTK NTRIP yang digunakan untuk aktivitas survei dan pemetaan. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah belum diketahui konsistensi ketelitian posisi yang dihasilkan CORS ULPC, terutama pada arah baseline yang berbeda dalam radius 30 km. Pada praktiknya konsistensi ketelitian posisi sangat penting untuk menjamin akurasi pengukuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi konsistensi ketelitian posisi hasil pengamatan RTK NTRIP menggunakan CORS ULPC pada arah utara, selatan, timur, dan barat serta menganalisis pengaruh arah terhadap kestabilan pengukuran. Metode yang digunakan berupa pengamatan GNSS RTK NTRIP pada 134 titik dalam radius 30 km. Data dianalisis melalui perhitungan ketelitian horizontal dan vertikal, serta uji levene untuk menguji konsistensi ketelitian antar arah baseline. Hasil pengamatan menunjukkan adanya kecenderungan penurunan ketelitian seiring bertambahnya jarak, dengan tingkat perubahan yang bervariasi antar arah. Ketelitian di arah timur dan barat tergolong stabil, dengan ketelitian posisi berkisar 1 hingga 5 cm pada jarak 11 sampai dengan 36 km. Sebaliknya, arah selatan menunjukkan penyimpangan yang lebih besar hingga 15,3 cm di km 37, serta arah utara mengalami penurunan paling besar mencapai 15 cm hingga 27,5 cm di km 24 hingga km 34. Analisis statistik menunjukkan bahwa hasil pengamatan tergolong stabil hingga radius 20 km, namun mengalami ketidaksesuaian setelah melewati jarak tersebut. Meskipun arah baseline tidak banyak memengaruhi stabilitas posisi pada jarak dekat, kecenderungan arah mulai memengaruhi hasil pada jarak yang lebih jauh, terutama di arah utara. Kata kunci: Arah Baseline, CORS ULPC, Konsistensi, Ketelitian, RTK NTRIP
DIGITALISASI BATAS ADMINISTRASI DESA SUKANEGARA DALAM BENTUK PETA TEMATIK UNTUK MENDUKUNG SISTEM INFORMASI DESA Rahma Anisa; Citra Dewi; Romi Fadly; Atika Sari; Muhammad Febryanto; Marcell N.F
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 9 No. 3
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v9i3.6111

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk melakukan digitalisasi batas administrasi Desa Sukanegara dalam bentuk peta tematik digital guna mendukung pengembangan Sistem Informasi Desa (SID) di Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan. Secara khusus, kegiatan ini ditujukan untuk menyusun peta batas administrasi desa berbasis data geospasial yang akurat sesuai Permendagri No. 45 Tahun 2016, meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam pemanfaatan teknologi geospasial untuk penetapan dan penegasan batas, serta menyediakan peta tematik yang valid untuk mendukung perencanaan pembangunan, pengelolaan aset, dan pelayanan publik. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi regulasi teknis, pendampingan proses penetapan batas, dan penyusunan peta digital. Proses digitalisasi dilakukan dengan metode kartometrik dan survei GNSS (Global Navigation Satellite System) sehingga menghasilkan peta yang tidak hanya informatif secara visual, tetapi juga memiliki ketelitian posisi spasial yang memadai. Desa Sukanegara dipilih sebagai lokasi kegiatan karena belum memiliki dokumen peta batas administrasi yang terdigitalisasi dan terverifikasi. Melalui rangkaian kegiatan ini, telah berhasil disusun data spasial batas wilayah yang akurat dan terdokumentasi, serta dilengkapi dengan Berita Acara Kesepakatan Batas Desa yang melibatkan perangkat desa, kepala dusun, dan tokoh masyarakat. Produk akhir berupa satu lembar Peta Tematik Batas Administrasi Desa Sukanegara berskala 1:7.000 yang disusun menggunakan perangkat lunak ArcGIS dan telah melalui proses georeferencing. Peta ini siap diintegrasikan ke dalam SID untuk mendukung perencanaan pembangunan dan tata kelola wilayah yang lebih efektif, akurat, dan transparan.
A Comparative Analysis of Aerial Photo Data Processing Using Agisoft Metashape Professional and WEBODM Pepayhosana, Ashelca Cristine; Fadly, Romi; Anisa, Rahma; Dewi, Citra
Jurnal Penelitian Geografi Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v13.i1.33532

Abstract

This study compares the results of aerial photo data processing using Agisoft Metashape and WebODM software, focusing on geometric accuracy, orthomosaic quality, and processing time. The data consisted of 504 aerial photographs captured by a WingtraOne Gen II UAV and seven Independent Check Points (ICPs). Agisoft Metashape utilized photo alignment, dense cloud generation, DEM, and orthomosaic construction, while WebODM applied auto boundary, DEM, fast orthophoto, high PC quality, and skipped 3D model generation. The geometric accuracy was evaluated using CE90 and LE90 values, and the orthophoto quality was assessed through planimetric analysis. The results showed that WebODM completed the process in 19 hours and 57 minutes, whereas Agisoft required over 3 days. Agisoft yielded better accuracy (CE90 = 0.21 m, LE90 = 0.64 m) compared to WebODM (CE90 = 0.29 m, LE90 = 0.70 m). In terms of orthophoto quality, Agisoft preserved building and bridge shapes better than WebODM.
PEMANFAATAN DATA PENGUKURAN DETAIL SITUASI DAN STAKE OUT BOUNDARY UNTUK KONTROL SPASIAL AREA TAMBANG BATUBARA TERBUKA Safri Yanti Rahayu; Fatih Izzuddien Alqosam; Romi Fadly
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan survei dan pemetaan merupakan bagian penting dalam operasional pertambangan batubara terbuka karena menyediakan data spasial yang diperlukan untuk perencanaan, pengawasan, dan pengendalian kegiatan penambangan. Salah satu kegiatan survei yang dilakukan adalah pengukuran detail situasi dan stake out boundary untuk memastikankesesuaian aktivitas operasional terhadap kondisi topografi aktual dan batas wilayah izin usaha pertambangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan data pengukuran detail situasi dan stake out boundary dalam mendukung kontrol spasial area tambang batubara terbuka di PT Batu Hitam Jaya, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Metode penelitian meliputi pengukuran topografi menggunakan Total Station EFIX STR45, pelaksanaan stake outboundary berdasarkan koordinat Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP), pengolahan data menggunakan perangkat lunak Surpac, serta analisis deskriptif terhadap pemanfaatan data spasial pada kegiatan operasional tambang. Hasil pengukuran menghasilkan 5.291 titik topografi pada area seluas 9,8 ha dengan kepadatan pengukuran sekitar 540 titik/ha. Akuisisi data dilakukan dengan target 300–400 titik per hari, sehingga diperoleh representasi topografiyang rinci untuk mendukung pemodelan permukaan lahan. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa informasi topografi yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk penyusunan desain pit, perencanaan jalan tambang, evaluasi kondisi lereng, dan pengawasan perkembangan area kerja. Selain itu, kegiatan stake out boundary berhasil memindahkan koordinat batas WIUP ke lapangan melalui pemasangan patok boundary sebagai penanda fisik batas operasionaltambang. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengukuran detail situasi dan stake out boundary berperan penting sebagai instrumen kontrol spasial yang mendukung aspek teknis, operasional, administratif, dan kepatuhan terhadap regulasi pertambangan. Pembaruan data topografi dan verifikasi boundary secara berkala diperlukan untuk menjaga kesesuaian antara kondisi aktual lapangan dan rencana pengembangan tambang. Kata kunci: detail situasi, kontrol spasial, stakeout boundary, topografi tambang, total station
ANALISIS TINGKAT KERAWANAN BANJIR TERHADAP PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN SECARA TIME SERIES MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KOTA BANDAR LAMPUNG Fabil Al Barru Romadhon Mu’an; Romi Fadly; Citra Dewi
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Lampung merupakan kota yang sering kali mengalami bencana banjir, seiring dengan berjalannya waktu meningkatnya jumlah penduduk menjadi pengaruh aktifitas masyarakat dalam kehidupan sosial. Hal tersebut mengakibatkan meningkatnya kebutuhan akan tempat tinggal dan bila terus terjadi akan berdampak pada dearah resapan air atau lahan terbuka hijau yang semakin sedikit akibat adanya pengalihan penggunaan lahan, sehingga meningkatkan tingkat resiko bencana di Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan menganalaisis kerawanan banjir terhdapa perubahan tutupan lahan beserta luasan areanya di Kota Bandar Lamoung. Data yang digunakan terdapat 5 variabel dalam penetuan kerawanan banjir antara lain, data citra satelit 2 tahun 2021 hingga tahun 2025, data DEMNAS, data curah hujan dan data jenis tanah. Pengolahan data analisis perubahan lahan menggunakan metode klasifikasi terbimbing support vector machine (SVM) dan metode  pengolahan curah hujan menggunakan metode inverse distance weight (IDW), kemudian dilakukan scoring dan pembobotan pada seluruh variabel yang kemudian di overlay untuk meganiliss kerwanan banjir di Kota Bandar Lampung. Hasil penelitian ini diperoleh korelasi antara perubhan tutupan lahan dari tahun 2021 hingga 2025 yang menunjukan adanya tren perubahan yang terus meningkat, hal tersebut sejalan dengan luas kelas kerawanan banjir pada kelas tinggi atau snagat rawan yang semkain meluas.  Vegetasi menurun sebnyaak 2045 Ha, lahan terbuka meningkat sebnayak 838 Ha dan lahan terbangun meningkat sebnayak 1207 Ha. Mengakibatkan dampak luasan kerawanan banjir yang semakin meningkat di Kota Bandar Lampung dengan kelas kerawanan sangat rawan seluas 7764,45 Ha  (43%).   Kata kunci: Kota Bandar Lampung, Kerawanan Banjir, Support Vector Machine, Inverse Distance Weight, Overlay.