Claim Missing Document
Check
Articles

Implications of The Increase In The Government's Project Budget Ceiling For Construction Managerial In Small Qualified Contractors Elsanema, Oktri; Ophiyandri, Taufika; Hidayat, Benny
CIVED Vol. 11 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v11i3.642

Abstract

The government has issued LKPP regulation No. 11 of 2021 which states that small qualification contractors may handle projects up to 15 billion, which before this regulation came out small contractors could only handle projects with a maximum value of 2,5 billion. The government hopes positively for this restriction, because the gap between large and small construction companies is quite high. In order to compete for large project values, small contractors must be able to reorganize the four managerial stages of construction project implementation, namely Planning, Organizing, Actuating, and Controlling (POAC). For this reason, a study was conducted that aims to analyze the implications of increasing the budget ceiling of government projects on the construction managerial of small qualification contractors. This research uses a descriptive qualitative method by analyzing changes in construction project managerial at each stage of construction project managerial through an in-depth interview process directly with small contractors who handle construction projects worth 5 to 15 billion in fiscal years 2022 and 2023 in the Padang City government. The result of this research is that there are changes in the managerial constructors at the planning stage. At the planning stage the contractor organizes the implementation of the project so that the project can be completed within the agreed time, through the use of Man, Money, Material, Market, Machine, and Method (6M) resources. The resources that change during project implementation at the planning stage are human resources (man). With an increase in the project budget ceiling, small qualification contractors increase the number of team personnel, labor, and team competence in mastering certain competencies to support the implementation of construction projects. While the management of 5M (man, money, material, machine, and method) at the organizing, actuating, and controlling stages, small qualification contractors are able to adjust their construction managerial implementation when the project is still worth under 2,5 billion with a project whose value increases to 15 billion.
Study of Final Business Case Sensitivity Analysis in the Government and Business Entity Cooperation (KPBU) Project in the Drinking Water Sector Jasmin, Feby Wucika; Ophiyandri, Taufika; Hidayat, Benny
CIVED Vol. 11 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v11i3.654

Abstract

The purpose of this study is to analize sensitivity of the final business case in public private partnership (PPP) projects. The outcome of this study will provide an overview and limits on changes in the parameters forming the investment. Therefore, a sensitivity analysis was carried out to changes in price, initial cost and interest. The results of the study shows the three changes show that the most sensitive parameter is price changes. Meanwhile, due to the decrease in absorption volume at the offtaker in Jakarta, two efforts were made, namely by increasing the minimum tariff to Rp. 3,846, - or by increasing the concession period to 45 years, this project can be said to be investment worthy.
Kesiapan Penyedia Jasa Konstruksi Dalam Pelaksanaan K3 Selama Pandemi Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat Maulani, Febiana; Hidayat, Benny; Ophiyandri, Taufika
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 17 No. 3 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.17.3.194-203.2021

Abstract

Wabah Corona ditetapkan sebagai pandemi global sehingga Indonesia juga menetapkan standar protokol termasuk pada bidang konstruksi dengan mengeluarkan INMEN Menteri PUPR No 2 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Protokol Pencegahan Covid – 19 pada Proyek Konstruksi sebagai pedoman yang harus dilaksanakan oleh penyedia jasa dalam masa pelaksanaan konstruksi di lingkungan proyek. Maka, Kesiapan dari penyedia jasa dalam penerapkan pelaksanan K3 protokol Covid – 19 perlu diulas lebih jauh baik dari sisi kemampuan SDM untuk mengimplementasikan pelaksanan protokol tersebut, ataupun dari segi manajerial perusahan sendiri dalam menyediakan peralatan SOP Covid – 19 di lingkungan proyek. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara kepada penyedia jasa, dan observasi ke lingkungan proyek. Hasil penelitian ini menunjukkan kesiapan SDM dan personil K3 dilapangan dalam pelaksanaan protokol covid – 19 adalah 66.66% atau penilaian baik, sedangkan untuk kesiapan dalam peralatan SOP protokol covid – 19 dilapangan hanya 60% atau penilaian cukup, dan penilaian kesiapan pelaksanaan protokol Covid – 19 keseluruhan adalah 63.42%. Sehingga, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar evaluasi dalam penerapan INMEN didalam proyek konstuksi kedepannya.
Quantity take-off berbasis building information modeling (bim) studi kasus: gedung bappeda padang Ferial, Rudy; Hidayat, Benny; Pesela, Regi Citra; Daoed, Darwizal
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 17 No. 3 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.17.3.228-238.2021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan software Autodesk® Revit® dan Autodesk® Naviswork® Manage untuk pekerjaan Quantity Take-Off dan menganalisa perbedaan hasil perhitungan QTO berbasis Building Information Modeling dan QTO manual. Studi kasus penelitian adalah Data Perencanaan Gedung Bappeda Kota Padang. Penelitian dilakukan dengan membuat BIM Model Gedung tersebut berdasarkan Detail Engineering Design. Selanjutnya dilakukan review model dengan tools Clash Detection pada Autodesk® Naviswork® Manage, selanjutnya BIM Model tersebut dihitung volumenya. Hasil perhitungannya kemudian dibandingkan dan dianalisa. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada beberapa kelebihan dan  kekurangan  dalam penggunaan  software tersebut untuk  pekerjaan  QTO. Item pekerjaan arsitektur yang dihitung sebanyak 146 item pekerjaan, ditemukan 88 pekerjaan sesuai dengan volume manual, 4 pekerjaan hampir sesuai dengan volume manual, 10 pekerjaan tidak sesuai dengan volume manual dan 44 pekerjaan tidak dapat dihitung. Item pekerjaan stuktur yang dihitung sebanyak 122 item pekerjaan, ditemukan 113 pekerjaan sesuai dengan volume manual, 2 pekerjaan hampir sesuai dengan volume manual, 6 pekerjaan tidak sesuai dengan volume manual dan 1 pekerjaan tidak dapat dihitung.
Identifikasi Faktor Penting Dalam Manajemen Material Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Jalan Lidya, Vivi Nalty; Ophiyandri, Taufika; Hidayat, Benny
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 6 No. 6 (2024): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Septemb
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v6i6.1123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi proses dan menyusun hirarki fakto penting manajemen material untuk pekerjaan konstruksi jalan. Proyek jalan berbeda dengan proyek gedung, salah satu yang membedakan proyek jalan adalah jumlah material yang dibutuhkan sangat besar, material terbesar berada pada item pekerjaan timbunan. Sehingga dibutuhkan manajemen material dalam konstruksi jalan yang memegang peranan penting dalam menjamin kelancaran dan kualitas proyek. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dipakai dengan wawancara mendalam dan untuk pengolahan data menggunakan content analisis serta kuantitatif menggunakan kuesioner yang diolah dengan analytical hierarchy process. Hasil penelitian menunjukan pemilihan material yang ditunjukkan oleh nilai bobot sebesar 31%, hal ini menunjukkan faktor pemilihan material berpengaruh penting dalam proses manajemen material yang juga berdampak terhadap keberhasilan proyek konstruksi sebesar 56%,= berpengaruh terhadap keberhasilan pelaksanaan pekerjaan konstruksi jalan. Selanjutnya faktor penting kedua pada proses manejemen material adalah menjaga persediaan material 16% menunjukan proyek konstruksi yang tepat waktu. Faktor penting ketiga hasil penelitian ini adalah pemilihan pemasok material sebesar 13% menunjukan biaya yang murah dengan mutu yang bagus dengan mempertimbangkan pemasok material yang akan dipilih. Dapat disimpulkan bahwa manajemen material yang efektif dapat meningkatkan kualitas dan hasil akhir proyek konstruksi jalan.
The IDENTIFIKASI TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SERTA PERMASALAHAN KONSULTAN PENGAWAS DI SUMATERA BARAT Helmi, Yusvina; Hidayat, Benny; Ophiyandri, Taufika
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 20 No. 2 (2025): Menara : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v20i2.54331

Abstract

Pembangunan infrastruktur di Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang pesat, didukung oleh alokasi anggaran yang terus meningkat, mencapai Rp 422,7 triliun pada tahun 2024. Konsultan pengawas memiliki peran strategis dalam memastikan proyek konstruksi berjalan sesuai dengan spesifikasi, waktu, dan anggaran yang telah ditetapkan. Namun, praktik di lapangan menunjukkan berbagai kendala seperti kurangnya koordinasi dengan masyarakat, pelaporan yang tidak konsisten, dan dokumentasi yang tidak lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian tugas konsultan pengawas dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi. Pendekatan kualitatif digunakan dengan wawancara semi-terstruktur terhadap 10 konsultan pengawas di Sumatera Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tugas konsultan pengawas telah dilaksanakan dengan baik, dengan rata-rata pencapaian 83,64%-100%. Namun demikian, masih terdapat permasalahan pada beberapa tugas seperti koordinasi dengan masyarakat (50%), penggunaan identifikasi (20%), dan pelaporan bahan yang ditolak serta dokumentasi berita acara penyerahan (10%) yang memerlukan perbaikan. Masalah-masalah ini berpotensi mengurangi efektivitas pengawasan dan menghambat keberhasilan proyek. Penelitian ini merekomendasikan untuk meningkatkan koordinasi sosial, digitalisasi pelaporan, dan standarisasi dokumentasi untuk mendukung keberhasilan proyek konstruksi.
Dominant Factor Affecting PHBS at Household in Padang Ringga Rahmi Prima; Melinda Noer; Benny Hidayat
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 11 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v11i2.278

Abstract

Healthy and clean behaviour are behaviors that made family contribute in pursuing a healthy living environment. Based on City Health Office Padang data in 2015, the implementation of healthy and clean behavior at Andalas Public Health Center work area only 3,18 %. The Purpose of this study to determine the factors associated with the implementation of Healthy and clean behaviour among household  who live in Padang. This research use mixed method design with sequential explanatory approach. Samples were choosen using cluster sampling technique amount 99 unit of Household. The quantitative data were collected by interview with questionare and analyzed using multivariate, logistic regression with 95% CI (p= 0.05). The qualitative data were collected by depth interview and analyzed using content analysis. The result of multivariate analysis showed the dominant factor is basic sanitation. Basic sanitation eligible households will increase by 5.8 times. The research suggest Public Health Center should build cooperation cross-sectors with Public Work Service Office to fulfill of basic sanitation, like the fulfill of clean water needs and adding healthy sewerage system
Analisis Kebutuhan Pengguna dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Ruang Baca Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Andalas Yulinda, Azra; Hidayat, Benny; Mulya, Ayu Marta; Syukria, Alfi
Shaut Al-Maktabah : Jurnal Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Vol. 17 No. 1 (2025): Shaut al-Maktabah
Publisher : Program Studi Diploma Tiga Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37108/shaut.v17i1.1801

Abstract

Background of the Study: Reading rooms serve as essential facilities that support academic learning and research in higher education. However, increasing user needs have revealed potential gaps in the quality of services provided. At the Department of Civil Engineering, Universitas Andalas, several students reported discomfort and limited access to certain services, which may reduce the effectiveness of the reading room as a learning support space Objectives: This study aimed to evaluate the service quality of the reading room by combining the SERVQUAL model and Maslow's hierarchy of needs to assess how well the services meet user expectations and fundamental the needs. Method: The research employs a descriptive quantitative method by distributing questionnaires to 100 active students from the Civil Engineering Department who have visited the library. The SERVQUAL model, which includes five dimensions—Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy, and Tangibles—was used to assess the service quality. Additionally, Maslow’s Hierarchy of Needs theory was applied to evaluate the fulfillment of users' needs based on physiological, safety, social, esteem, and self-actualization dimensions. The data obtained was analyzed using descriptive quantitative analysis. Finding: The findings revealed significant service gaps in the dimensions of tangibles and responsiveness. Many students expressed dissatisfaction with physical comfort, digital access, and staff support. In terms of user needs, the study found that basic physiological and safety needs were not fully met, which affected higher-level needs such as esteem and self-actualization. Conclusion: The study concludes that improving physical facilities, enhancing digital resources, and increasing staff responsiveness are critical to elevating the service quality of the reading room. These improvements are expected to better fulfill students’ learning needs and contribute positively to their academic experience.
Telaah Kritis E-Katalog Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Berbasis Persepsi PPK pada Bidang Cipta Karya Anestri, Dhea Riesta; Hidayat, Benny; Suraji, Akhmad
Jurnal Talenta Sipil Vol 8, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/talentasipil.v8i2.977

Abstract

In order to promote efficiency and transparency in the government procurement of goods and services, the use of e-catalogues has been implemented to accelerate information. This study aims to identify the factors contributing to the shortcomings of e-catalog use in construction projects. For this study, interviews were conducted with Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)  from construction projects in the Bidang Cipta Karya Dinas Bina Marga Cipta karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat regarding e-catalog version 5. Data analysis was performed using thematic analysis. The results indicate that the e-catalog system is deemed unsuitable for construction projects. Some shortcomings of the e-catalog compared to the tender system in construction projects include the following: 1) insufficient socialization by the government to both service users and providers; 2) regulations that are still biased regarding guidelines for selecting providers and standardizing construction products; 3) limited and incomplete products that are not always available; and 4) ineffective price negotiations, which should only be used for imbalanced prices. High PPK workload due to direct provider selection by the PPK without going through the Pokja. The system is not yet integrated according to needs. Examples include the SIKaP database not being updated and the manual calculation system for selecting service providers, which can lead to typing errors by providers and service users. Therefore, applying procurement principles for goods and services through the e-catalog to construction projects is far from efficient or effective.
IDENTIFIKASI FAKTOR PENTING DALAM MANAJEMEN MATERIAL PELAKSANAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI JALAN Lidya, Vivi Nalty; Ophiyandri, Taufika; Hidayat, Benny
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 12 No. 1 (2024): RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v12i1.453

Abstract

Abstrak: Identifikasi Faktor Penting dalam Manajemen Material Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi proses dan menyusun hirarki fakto penting manajemen material untuk pekerjaan konstruksi jalan. Proyek jalan berbeda dengan proyek gedung, salah satu yang membedakan proyek jalan adalah jumlah material yang dibutuhkan sangat besar, material terbesar berada pada item pekerjaan timbunan. Sehingga dibutuhkan manajemen material dalam konstruksi jalan yang memegang peranan penting dalam menjamin kelancaran dan kualitas proyek. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dipakai dengan wawancara mendalam dan untuk pengolahan data menggunakan content analisis serta kuantitatif menggunakan kuesioner yang diolah dengan analytical hierarchy process. Hasil penelitian menunjukan pemilihan material yang ditunjukkan oleh nilai bobot sebesar 31%, hal ini menunjukkan faktor pemilihan material berpengaruh penting dalam proses manajemen material yang juga berdampak terhadap keberhasilan proyek konstruksi sebesar 56%,= berpengaruh terhadap keberhasilan pelaksanaan pekerjaan konstruksi jalan. Selanjutnya faktor penting kedua pada proses manejemen material adalah menjaga persediaan material 16% menunjukan proyek konstruksi yang tepat waktu. Faktor penting ketiga hasil penelitian ini adalah pemilihan pemasok material sebesar 13% menunjukan biaya yang murah dengan mutu yang bagus dengan mempertimbangkan pemasok material yang akan dipilih. Dapat disimpulkan bahwa manajemen material yang efektif dapat meningkatkan kualitas dan hasil akhir proyek konstruksi jalan Kata kunci: Pekerjaan Jalan; AHP; Faktor Penting Manajemen Material
Co-Authors Adel Emir Fuadi Harahap Agil Resfani Mardhiyah Akhmad Suraji Akhmad Suraji, Akhmad Akhyar Jamil Nurman Alra, Yofaldri Amelia Masza Amy Rahmadian Puteri Anestri, Dhea Riesta Anggraini Rasadi Annisa Utami Arbi, Rustian Ari Septayuda Arief Adrian Aziz, Hafid Azrita, Nada Milani Bambang Istijono, Bambang Budi Agus Kombino Budi Agus Kombino Chanra Purnama Corrady Noveindo Tanwie Daniel Khaliq Daoed, Darwizal Daoed, Darwizal Denny Helard Diana Dwi Syafira Dyla Midya Octavia Ella Nurhayati Elsanema, Oktri Erwin, Suendi Faozun, Irfan Fauzi Fauzi Febiana Maulani Febrian, Atharika Yosa Ferial, Rudy Firdaus Firdaus Firdaus Firdaus Hadri, Ferdian Al Hafid Aziz Heaby Virginaldo Vielki Pratama Helmi, Yusvina Heru Tri Saksena Ilham Halich Ilham Hidayat Indra Yustian Indri Miswar Insannul Kamil, Insannul Irvan Guswandi Irwan Yuhesdi JAMILAH Jasmin, Feby Wucika Jayawarsa, A.A. Ketut Kharimah, Muhammad Ihsanul Kirana Aulia Rahma Larsen Barasa Lidya, Vivi Nalty Mardhatillah, Fitrawati Mareta, Yanolla Meilizar, Meilizar Melinda Noer Micky Fetriani Miswar, Indri Muhammad Syahid Zidan Mulya, Ayu Marta Nadia Permata Novi Hazriyanti Novia, Rika Nur Ulina Warnisyah S Sebayang, Nur Ulina Warnisyah S Ophiyandri, Taufika Ophiyandri, Taufika Ophyandri, Taufika Pesela, Regi Citra Purwono, Eko Putra, Rifano Putranesia Thaha Putri, Dinda Rahmi Rahmat Fauzan Raju Ramadhan, Farhan Kurnia Regi Citra Pesela Rezi Aulia Febriani Rida Rahim Ridwan, Alex Ringga Rahmi Prima Safira, Alya Dara Satria Suwanda Shindy Meuthia Sibayang, Nur Ulina Sudiro, Hari Suranti Pratiwi Syahra, Regina Amanda Syarifa Mayly Syauki, Ilham Ahmad Syofyan, Irfan Andika SYUKRIA, ALFI Taufika Ophyandri Travolindra, Yoga Tri Cahyadi Utama, Yusuf Pria Utami, Fadhillah Rizky Vero Gusri Vernando Viana, Nazella Putri Wellia, Diana Vanda Widiawan, Aswad Ari Yanni, Rahma Yanolla Mareta Yervi Hesna Yosritzal, Yosritzal Yossyafra Yossyafra Yulinda, Azra Yunita, Azdharizka Yusmarizal, Yusmarizal Zamzamy, Ary ‘Ainaqi, Qorri