Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Kesehatan Reproduksi

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI DESA CIPASUNG KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2017 Indrayani Indrayani; Sudarto Ronoatmodjo
Jurnal Kesehatan Reproduksi Vol 9 No 1 (2018): JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI VOL 9 NO.1 TAHUN 2018
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.103 KB) | DOI: 10.22435/kespro.v9i1.892.69-78

Abstract

Latar belakang: Peningkatan populasi lansia berdampak pada berbagai aspek kehidupan baik sosial, ekonomi dan terutama kesehatan. Pada masa lanjut usia terjadi berbagai perubahan fisik, kognitif maupun psikologis. Harapan hidup dan kualitas hidup merupakan hal yang sangat penting bagi lansia. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi kualitas hidup lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup lansia. Metode: Desain penelitian adalah cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 242 orang lansia yang diperoleh dengan cara random dari populasi yang berjumlah 349 lansia. Variabel dependen adalah kualitas hidup, variabel independen adalah karakteristik, dukungan keluarga dan fungsi keluarga. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF, kuesioner dukungan keluarga dan fungsi keluarga. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-square dan uji Regresi Logistik. Hasil: Variabel yang memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup lansia adalah pendidikan (OR=4,9, p-value=0,022), pekerjaan (OR=3,5, p-value=0,000) dan dukungan keluarga (OR=5,7, p-value=0,000). Kesimpulan: Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kualitas hidup lansia adalah dukungan keluarga dengan nilai OR 5,7.
PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL DAN OBESITAS PADA WANITA USIA SUBUR DI INDONESIA: ANALISIS DATA IFLS 5 TAHUN 2014 Yusri Kartika; Sudarto Ronoatmodjo
Jurnal Kesehatan Reproduksi Vol 10 No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI VOLUME 10 NO. 2 TAHUN 2019
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.532 KB) | DOI: 10.22435/kespro.v10i2.2412

Abstract

Abstract Background: Prevalence of obesity in adult females in Indonesia is 32,9% in 2013. Hormonal contraceptives (pills, injections and implants) are widely used by reproductive-age women in Indonesia, and the prevalence is 45%. Objective: The aim of this study is to identify whether reproductive-age women who use hormonal contraceptives are at risk of developing obesity compared to WUS who do not use hormonal contraceptives. Method: The design of this study is a cross sectional study using secondary data (5th Indonesia Family Life Survey, and the sample is reproductive-age women (15-49 years old) consisting of 6045 respondents. The variables of this study are obesity, hormonal contraceptive use, age, education, occupation, and duration of contraceptive use. Data were analysed by using Cox Regression. Result: The results of bivariate analysis showed that hormonal contaceptive use, age, education, occupation, and duration of contraceptive use were associated with obesity among reproductive-age womenand statistically significant (P-Value <0,05). Multivariate analysis showed that hormonal contraceptive use did not increase the risk of obesity among reproductive-age women in Indonesia (PR 0.939; CI 95% 0.869 - 1.013). Conclusion: The use of hormonal contraception did not increase the risk of obesity among reproductive-age women. Key words: Hormonal Contraception; Obesity; Reproductive Age-Women Abstrak Latar belakang : Prevalensi obesitas pada perempuan dewasa di Indonesia sebesar 32,9 persen pada tahun 2013. Kontrasepsi hormonal (pil, suntikan dan implan) merupakan jenis kontrasepsi yang paling banyak digunakan oleh wanita usia subur (WUS) di Indonesia, dengan prevalensi sebesar 45%. Tujuan : untuk mengetahui apakah wanita usia subur (WUS) yang menggunakan kontrasepsi hormonal berisiko mengalami obesitas dibandingkan WUS yang tidak menggunakan kontrasepsi hormonal. Metode : Desain penelitian ini adalah studi cross- sectional dengan menggunakan data sekunder IFLS 5 tahun 2014. Sampel adalah WUS (15-49 tahun) sebanyak 6.045 responden. Variabel dalam penilitian ini adalah obesitas pada WUS, penggunaan kontrasepsi hormonal, umur, pendidikan, pekerjaan, serta lama penggunaan kontrasepsi. Analisis data yang digunakan adalah Cox Regression. Hasil : Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel penggunaan kontrasepsi hormonal, umur, pendidikan dan status pekerjaan, serta lama penggunaan kontrasepsi berhubungan dengan obesitas pada WUS (p-value <0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa penggunaan kontrasepsi hormonal tidak meningkatkan risiko obesitas secara bermakna pada WUS di Indonesia (PR 0,939; CI 95% 0,869 – 1,013). Kesimpulan: Penggunaan kontrasepsi hormonal tidak meningkatkan risiko WUS untuk mengalami obesitas. Kata kunci: Kontrasepsi Hormonal; Obesitas; Wanita Usia Subur
HUBUNGAN PAPARAN ASAP ROKOK DARI SUAMI PADA WANITA USIA 15-57 TAHUN DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI INDONESIA (ANALISIS DATA LANJUTAN IFLS-5 TAHUN 2014) Stevy Elisabeth Dame Simamora; Sudarto Ronoatmodjo
Jurnal Kesehatan Reproduksi Vol 11 No 1 (2020): JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI VOLUME 11 NOMOR 1 TAHUN 2020
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/kespro.v11i1.2753

Abstract

Abstract Background: The results of Riskesdas (Basic Health Research) showed that the national proportion of low birth weight (LBW) in Indonesia was 10.2 percent in 2013 and 6.2 percent in 2018. Survey conducted by Global Adult Tobacco Survey in 2011 found that 67 percent of men in Indonesia smoke. Meanwhile in 2011-2015, the prevalence of second-hand smoking exposure at home was 78.4 percent and more than half of second-hand smoking are vulnerable groups such as women and under-five children. Objective: The aim of this study was to examine the association of husband’s cigarette smoking exposure to LBW among mothers aged 15-57. Method: This study used secondary data from 5th Indonesia Family Life Survey (IFLS-5) in 2014 with cross-sectional design. The sample of this study was 1.599 women aged 15-57. Multivariate analysis was conducted using cox regression and backward elimination procedure model methods. Results: This study showed that 73.5 percent of husbands were cigarette smokers and the proportion of LBW was 7.5 percent. The exposure of husband’s cigarette smoking didn’t increase the risk of LBW after controlling for antenatal care visit variable (PR 1,096; 95% CI 0.721-1.66). Conclusion: Despite of statistical insignificance, the proportion of LBW among mothers who exposed with husband’s cigarette smoking is slightly higher than mothers with non-smoker’s husbands. Keywords: IFLS, low birth weight, second-hand smoking Abstrak Latar belakang: Di Indonesia berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) pada tahun 2013 yaitu 10,2 persen dan pada tahun 2018 sebesar 6,2 persen. Survei yang dilakukan oleh Global Adult Tobacco Survey tahun 2011 diperoleh hasil bahwa 67 persen laki-laki di Indonesia merokok. Sementara itu pada tahun 2011-2015 prevalensi perokok pasif yang terpapar asap rokok di rumah sekitar 78.4 persen, lebih dari separuh perokok pasif adalah kelompok rentan seperti perempuan dan balita. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan paparan asap rokok dari suami pada wanita usia 15-57 tahun dengan kejadian BBLR. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross- sectional dengan data sekunder 5th Indonesia Family Life Survey (IFLS-5) tahun 2014. Sampel adalah 1.599 wanita 15-57 tahun. Analisis data mulitvariat menggunakan cox regression dan metode backward elimination procedures model. Hasil: Sebanyak 73,5 persen suami adalah perokok aktif dan proporsi bayi dengan berat lahir rendah sebesar 7,5 persen. Paparan asap rokok suami tidak meningkatkan risiko kejadian BBLR setelah dikontrol variabel kunjungan pemeriksaan kehamilan (PR 1,096; 95% CI 0,721-1,66). Kesimpulan: Proporsi kejadian BBLR pada ibu yang mempunyai suami perokok aktif sedikit lebih tinggi dari pada ibu yang mempunyai suami tidak merokok, meskipun menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna. Kata kunci: IFLS, BBLR, merokok pasif