Claim Missing Document
Check
Articles

APLIKASI DETEKSI GERAK PADA KAMERA KEAMANAN MENGGUNAKAN METODE BACKGROUND SUBTRACTION DENGAN ALGORITMA GAUSSIAN MIXTURE MODEL Pratama, Muhammad Harry Bintang; Hidayatno, Achmad; Zahra, Ajub Ajulian
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.4 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.2.246-253

Abstract

Pencurian merupakan permasalahan yang sering terjadi di Indonesia. Pencurian biasanya terjadi pada malam hari atau saat tidak ada pengawasan terhadap barang maupun lokasi tertentu. Kamera CCTV (Closed-Circuit Television) merupakan salah satu sistem keamanan yang digunakan untuk memantau keadaan suatu tempat. Namun sistem kamera CCTV hanya berfungsi sebagai sistem pemantauan pasif saja. Tindakan ilegal seperti pencurian dapat dicegah dengan cara merancang sistem yang mampu mengidentifikasi bila terdapat penyusup lalu mengirimkan pemberitahuan ke pengguna. Pada tugas akhir ini, dirancang suatu sistem kamera keamanan menggunakan kamera web dan OpenCV yang terpasang pada Raspberry Pi. Masukan sistem berupa video yang diperoleh dari kamera. Metode deteksi gerakan yang digunakan adalah background subtraction dengan algoritma gaussian mixture model. Deteksi manusia kemudian dilakukan pada objek bergerak yang terdeteksi menggunakan metode Viola Jones. Hasil yang diperoleh dari sistem ini adalah pemberitahuan yang dikirim ke pengguna melalui email. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa algoritma gaussian mixture model dapat bekerja dengan baik untuk mendeteksi gerak pada kondisi lingkungan berbeda. Deteksi manusia memiliki rata-rata akurasi 86,1% pada kondisi dalam ruangan dan akurasi 88,3% pada kondisi luar ruangan. Hasil pengujian keseluruhan sistem mulai dari proses deteksi gerak, deteksi manusia, dan pengiriman pemberitahuan telah berhasil berjalan dengan baik.
IDENTIFIKASI DIRI BERDASARKAN BIOMETRIKA TELAPAK TANGAN MENGGUNAKAN METODE TAPIS GABOR 2-D DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN LEARNING VECTOR QUANTIZATION (LVQ) Setiawan, Rachmad Arief; Isnanto, R. Rizal; Hidayatno, Achmad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.832 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.401-407

Abstract

Abstrak Biometrika merupakan pengembangan dari metode dasar identifikasi seseorang dengan menggunakan karakteristik alami manusia sebagai basisnya. Telapak tangan (palmprint) merupakan salah satu dari organ tubuh manusia yang bisa digunakan sebagai identifikasi karena bersifat unik. Setiap telapak tangan  memiliki tekstur yang detail dan unik berdasarkan ciri garis-garis utama (principal-line features) dan ciri garis-garis kusut (wrinkles features), bahkan berbeda antara telapak tangan kanan dan kiri. Telapak tangan juga tidak dapat berubah serta stabil selama berpuluh-puluh tahun, sehingga dapat digunakan dalam sistem identifikasi. Pada penelitian ini proses yang dilakukan untuk identifikasi telapak tangan adalah akuisisi data, pengolahan awal, normalisasi intensitas citra hasil segmentasi, ekstraksi ciri dan klasifikasi. Algoritma yang digunakan untuk ektraksi ciri tekstur telapak tangan adalah tapis Gabor 2-D sedangkan untuk mengklasifikasikan ciri dari tekstur telapak tangan digunakan Jaringan Syaraf Tiruan Learning Vector Quantization (LVQ). Pengujian dilaksanakan dengan program simulasi menggunakan perangkat lunak Matlab 7.12 (2011a). Pengenalan terhadap klasifikasi nilai vektor ciri pada setiap telapak tangan diperoleh dari banyaknya nilai pengenalan atau jumlah persentase setiap nilai vektor ciri terhadap nilai kelas target yang ditentukan. Persentase pengenalan terbaik adalah 87,5 % dari 40 citra uji dari 20 individu dengan 35 citra uji dikenali dengan tepat pada individunya sedangkan 5 citra uji lainnya dikenali sebagai individu yang salah. Kata-kunci : telapak tangan, Tapis Gabor 2-D, Learning Vector Quantization                                                                  Abstract Biometrics is a science concerning  from the methods for identifying a person which is based on natural characteristics of human. Palmprint is one of the organs of human body that can be used as identification because it is uniqueness. Each palm has a unique detail and texture characteristics based on the main lines (principal-line features) and tangles characteristic lines (wrinkles features), even different between the right and left hand. Palms also can not be changed and stable for decades, so it can be used in the identification system. In this research, the identification process consists of data acquisition, intensity normalization  results of image pre-processing segmentation, feature extraction and classification. The algorithm used for the extraction features of texture palmprint is 2-D Gabor filter and to classify the texture characteristics of the textural feature palmprint will be used Neural Network Learning Vector Quantization (LVQ). Some tests were conducted by using the software simulation program Matlab 7:12 (2011a). Classification for recognizing feature vector value of iris has been found from the recognized value or total percentage of  feature vector iris value to the definite vector target.  Best recognition percentage is 87,5% of 40 test images of 20 individuals with 35 test images correctly identified on individual test images, while 5 other individuals as wrong recognized .  Keywords: palmprint, 2-D Gabor filter, Neural Network Learning Vector Quantization (LVQ)
IMPLEMENTASI MIKROKONTROLER ARDUINO UNO DAN MINI-COMPUTER RASPBERRY PI 3 DALAM PENGENDALIAN SISTEM GERBANG TOL CERDAS Afiq, Raihan; Syafei, Wahyul Amien; Hidayatno, Achmad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1099.924 KB) | DOI: 10.14710/transient.8.1.101-109

Abstract

Sistem transaksi yang diterapkan pada gerbang tol saat ini masih kurang efektif untuk mengatasi antrean kendaraan terutama saat hari besar ataupun libur panjang. Meskipun sudah berbasis nirkawat dan “contactless”, namun pengguna jalan tol harus mendekatkan kartu RFID e-Toll secara manual selama 4 detik. Hal inilah yang menyebabkan antrean dan kepadatan di beberapa gardu tol. Untuk mengatasi ini, pihak Jasa Marga menggandeng Bank Mandiri untuk mengeluarkan produk On Board Unit sistem e-toll, walau dipasaran kurang laku dimasyarakat karena harganya tidak murah. Pada Penelitian ini akan dirancang suatu sistem Gardu Tol Cerdas yang lebih rendah biaya produksinya, dapat mengidentifikasi kendaraan pengguna jalan tol apakah termasuk pengguna yang terdaftar (RFID) dan belum terdaftar. Sistem yang dirancang ini tidak mengharuskan pengendara untuk berhenti karena proses transaksi akan dimulai ketika mobil memicu sensor ultrasonik pada gardu tol. Pada sistem transaksi sendiri, dilengkapi kecerdasan pembebanan otomatis sesuai jenis kendaraan yang digunakan pengguna jalan tol. Sistem ini juga mengganti bukti pembayaran transaksi gardu tol yang sekarang ini masih berupa kertas menjadi pesan digital melalui Telegram. Direncanakan sistem ini berjalan tidak lebih dari 8 detik untuk memproses pengguna jalan tol mulai dari pengambilan citra mobil hingga sistem notifikasi muncul tanpa harus berhenti.
PENGENALAN PLAT NOMOR SEPEDA MOTOR DENGAN MENGGUNAKAN METODE JARAK EUCLIDEAN Taufiqurrohman, Taufiqurrohman; Hidayatno, Achmad; Zahra, Ajub Ajulian
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.172 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.573-580

Abstract

Abstrak Suatu sistem keamanan sangatlah dibutuhkan dalam berbagai bidang. Salah satunya adalah pengenalan plat nomor kendaraan. Mengenali plat nomor kendaraan sangat diperlukan dalam sebuah sistem dan pengamanan di tempat parkir, pelacakan kendaraan dan pengidentifikasian sebuah kendaraan bermotor. Oleh karena itu, timbul kebutuhan akan adanya aplikasi pengenalan pola plat nomor kendaraan yang memudahkan pengontrolan plat nomor kendaraan sepeda motor dalam pengontrolan sistem keamanan parkir dengan memanfaatkan teknologi tersebut. Sistem pengenalan plat nomor ini diharapkan dapat mengenali setiap karakter huruf dan angka yang terdapat dalam citra plat nomor. Citra dari plat nomor kendaraan sepeda motor ditangkap menggunakan kamera digital. Hasil dari citra digital tersebut diproses melalui beberapatahap pemrosesan agar memperoleh gambar. Suatu gambar  dapat mewakili karakteristik dari pola citra tertentu. Hasil gambar plat nomor tersebut kemudian disegmentasi hingga terpisah perkarakternya. Hasil nilai dari segmentasi tersebut kemudian dibandingkan dengan nilai basis data karakter. Penentuan karakter yang sesuai ditentukan dengan mencari nilai minimum pada setiap perbandingan masing-masing karakter yang terdapat pada basis data karakter dengan menggunakan metode jarak euclidean. Diharapkan dengan menggunakan metode jarak Euclidean  diharapkan dapat lebih cepat tanpa banyak mengurangi performance karakter plat nomor. Kata kunci :pengenalan plat nomor, thresholding, segmentasi, jarak euclidean.  Abstract A security system is needed in many areas. Which one is the vehicle number plate recognition. Recognize the vehicle number plate is needed in a system and security in the parking lot, vehicle tracking and identification of a motor vehicle. Therefore, arises the need for application of pattern recognition license plate that permits control of the motorcycle vehicle license plates in parking control security systems by utilizing these technologies. Number plate recognition system is expected to recognize every character letters and numbers contained in the image of the number plate. The image of motorcycle license plates captured using a digital camera. Results of digital image processing is processed through several stages to obtain images. A picture can represent the characteristics of a particular image pattern. The results of license plate images are then segmented to separate by each character. Value of the segmentation results are then compared with the baseline values of character data. Determination of the appropriate character is determined by finding the minimum value in any comparison of each of the characters contained in the character database by using euclidean distance method.By using Euclidean distance method it is expected to be much faster without reducing performance license plate character. Keywords: number plate recognition, thresholding, segmentation, euclidean distance.
PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN LOCAL BINARY PATTERN (LBP) DAN SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) Mujib, Khusnil; Hidayatno, Achmad; Prakoso, Teguh
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.195 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.123-130

Abstract

Terdapat banyak metode yang digunakan untuk mengenali identitas seseorang, misalkan nomor unik, kartu identitas dan sandi rahasia. Kekurangan metode-metode tersebut antara lain, kartu dapat hilang, nomor unik dan sandi rahasia dapat terlupakan. Salah satu solusi untuk masalah ini adalah sistem identifikasi seseorang berdasarkan metode biometrik jenis fisiologis. Penelitian ini merancang sebuah sistem untuk mengidentifikasi wajah. Citra wajah diambil menggunakan kamera web kemudian diekstraksi cirinya dengan metode local binary pattern (LBP). Ciri wajah yang diperoleh diklasifikasi menggunakan support vector machine (SVM). Model terbaik SVM dibangun berdasarkan validasi silang grid search. Kernel linier terbaik dibentuk dengan   dan parameter . Kernel radial basis function (RBF) terbaik dicapai dengan   dan parameter  dan .  Berdasarkan pengujian terhadap keseluruhan citra wajah, akurasi kedua kernel adalah 96,0%. Pada pengujian lima ekspresi wajah dengan SVM kernel linier, akurasi 100,0% diperoleh untuk ekspresi sedih, netral dan mata tertutup. Sedangkan SVM kernel RBF menghasilkan akurasi 100,0% untuk ekspresi terkejut, netral dan mata tertutup. Hasil pengujian tersebut menunjukkan sistem pengenalan wajah yang dirancang telah berfungsi baik.
SISTEM PENGENALAN BUAH MENGGUNAKAN METODE DISCRETE COSINE TRANSFORM dan EUCLIDEAN DISTANCE Aditya, Bagus; Hidayatno, Achmad; Zahra, Ajub Ajulian
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.063 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.2.134-138

Abstract

Abstrak Seiring dengan perkembangan teknologi dan jaman teknik identifikasi secara konvensional dinilai sudah tidak praktis dan memiliki berbagai kelemahan. Hal ini menimbulkan ide untuk membuat suatu teknik  identifikasi  sebuah benda  yang Salah satunya  dengan menggunakan buah-buahan Pengenalan citra buah dengan cara menentukan karakteristik alami yang dimiliki oleh buah tersebut. Dalam perancangan dan pengimplementasiannya, penelitian ini menggunakan 5 jenis proses yaitu input data masukan yang berupa citra buah berwarna, kemudian mengubah citra berwarna menjadi citra grayscale, setelah itu citra  grayscale dibinerisasikan untuk mempermudah proses selanjutnya, hasil dari binerisasi citra  tersebut kemudian diproses kembali menggunakan metode Discrete Cosine Transform  dan pengenalan citra menggunakan metode  Euclidean Distance. Citra Uji  dan Citra Data Training dari aplikasi ini adalah citra inputan yang berekstensi . jpg dan hasil pengenalan dari  penelitian ini  diambil dari  nilai ED (Euclidean distance) terkecil dari penelitian ini. Kata-Kunci : Identifikasi buah, Discrete Cosine Transform, Euclidean Distance  Abstract Along with the development of technology and the era, conventional identification techniques are not considered to be practical and have a variety of drawbacks. This has led to the idea to make an identification technique a One object using fruits. Fruit image recognition by determining the natural characteristics possessed by the fruit. In the design and implementation, this study uses five types of process input data that is input in the form of fruit color image, then change the color image into a grayscale image, after the image is converted to binary image grayscale to facilitate subsequent processes, the results of binerisasi image is then processed back using the Discrete Cosine Transform and image recognition using Euclidean Distance. Imagery Imagery Test and Training Data of this application is the input image with extension. jpg and recognition results from this study were drawn from the value of ED (Euclidean distance), the smallest of the study. Keywords : Identification of fruit, Discrete Cosine Transform, Euclidean Distance
MODIFIKASI MIKROSKOP DENGAN PERBESARAN DIGITAL MENGGUNAKAN SISTEM KAMERA Raya, Aditya Satya; Hidayatno, Achmad; Zahra, Ajub Ajulian
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.686 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.728-733

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi saat ini cukup maju dengan pesat. Perkembangan itu juga berlaku bagi dunia teknologi di bidang kesehatan atau kedokteran. Oleh karena itu, dirancang alat modifikasi mikroskop yang dilengkapi dengan kamera dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk mengolah gambar. Diharapkan modifikasi ini menjadi sebuah inovasi dalam modifikasi alat kesehatan maupun penunjangnya, dalam hal ini alat yang dimodifikasi dapat digolongkan dalam alat laboratorium. Modifikasi mikroskop dengan menggunakan sistem digital kamera dan pengolahan citra digital ini menggunakan mikroskop monokuler yang nantinya akan dihubungkan dengan perangkat komputer. Selain perangkat keras yang digunakan untuk modifikasi alat, modifikasi juga dilakukan dengan membuat perangkat lunak yang menggunakan program matlab untuk pengolahan citra digitalnya. Pada proses pengolahan citra digital, digunakan metode super resolusi untuk mendapatkan citra dengan resolusi tinggi. Cara kerja rangkaian secara umum adalah bayangan dari sampel akan ditangkap oleh lensa obyektif dari mikroskop dan setelah mendapat perbesaran yang diinginkan bayangan pada lensa okuler akan diterima oleh kamera dan gambar dari kamera akan diteruskan ke perangkat komputer untuk diolah. Sehingga gambar yang telah diolah tersebut dapat ditampilkan pada monitor komputer atau proyektor. Perangkat lunak yang dibuat diharapkan menjadi nilai tambah dalam modifikasi ini. Kata kunci: mikroskop, kamera, metode super resolusi  Abstract The current technological development is advancing rapidly. Development of it also applies to the world of technology in health or medicine. Therefore, a designed would like to make a modification to a microscope equipped with cameras and software that can be used to manipulate the image, where from here is expected to be an innovation in health equipment modification, in this case a modified can be classified within the laboratory. Modification microscopy with the use digital system camera and processing this digital image using a microscope monocular that will be connected with the computer. Besides hardware used to modification tools, modification also make software using program matlab for reprocessing image digital. Management process on digital image using methods super resolution to get image with high-definition. The workings of the series in general is a reflection of the sample will be captured by the objective lens of the microscope and having obtained the desired zoom lens okuler shadows on will be received by the camera and the pictures from the camera will be forwarded to the computer to be processed. So the picture that has been processed can be displayed on a computer monitor or projector. Software made are expected to add value in this modification. Keywords: microscope, camera, super resolution methode
APLIKASI PENDIAGNOSIS GANGGUAN GINJAL MELALUI CITRA IRIS MATA MENGGUNAKAN METODE SEGMENTASI BERDASAR DETEKSI TEPI Rahayu, Dictosendo Noor Pambudi; Isnanto, R. Rizal; Hidayatno, Achmad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.038 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.2.283-288

Abstract

Abstrak Iridologi sebagai ilmu pengetahuan didasarkan pada analisis susunan iris mata. Secara khusus iris memiliki kelebihan spesifik, yaitu dapat merekam semua kondisi organ, konstruksi tubuh, serta kondisi psikologis. Jejak rekaman yang berkaitan dengan tingkat-tingkat intensitas zatau penyimpangan organ-organ tubuh yang disebabkan oleh penyakit terdata secara sistematis serta terpola pada iris mata dan sekitarnya. Hal ini dapat dijadikan pedoman praktis untuk melakukan diagnosis terhadap aneka penyakit. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai diagnosis kondisi organ dengan melihat citra iris mata. Dalam Tugas Akhir ini, perangkat lunak mampu melakukan pengklasifikasian menggunakan segmentasi deteksi tepi dan pengambangan. Citra mata yang akan diolah terlebih dahulu dipisahkan dari citra mata untuk selanjutnya dilakukan perubahan ke citra aras keabuan dan peningkatan kualitas citra menggunakan adaptif histogram. Proses selanjutnya adalah mengubah citra iris kedalam bentuk rectangular dan pengambilan Region Of Interest pada citra mata yang berhubungan dengan organ ginjal, langkah terahir adalah dengan mendeteksi tepi dari ROI citra iris mata, dan mengubahnya menjadi citra biner untuk dihitung luasan luka pada ROI citra iris. Dari hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa sistem pengenalan iris mata ini menunjukkan hasil pengenalan yang baik. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses pengenalan yaitu erau dari citra masukan, warna citra iris mata, pencahayaan pada citra masukan. Dari 20 citra iris mata yang diuji, program ini dapat mengenali 19 citra, sehingga pengenalannya 95%. Kata-Kunci : Iridologi , pengolahan citra digital, deteksi tepi  Abstract Iridology as a science is based on an analysis composition of iris. In particular organ rather iris have specific advantages, which can record all the conditions of the organs, body construction, as well as psychological conditions. Trace records related to the intensity levels or deviations organs caused by disease recorded in a systematic and patterned on the iris of the eye and surrounding area. It can be used as a practical guideline for the diagnosis of the various diseases. Therefore, further research needs to be done about the condition of the organ diagnosis by looking at image of the iris. In this final project, the software is able to perform classification using edge detection and segmentation floating. Eye image to be processed first separated from the image of the eye and then changes to the gray level image and the image quality improvement using adaptive histogram. The next process is to change the image of iris into rectangular form and making the Region Of Interest eye image associated with the kidneys, the last step is to detect the edge of the iris image ROI, and turn it into a binary image for the calculated area of wounds on iris image ROI. From the test results, it can be concluded that the iris recognition system shows good recognition results. There are several factors that influence the recognition process Noise of the input image, color image of the iris of the eye, the lighting in the input image. Of 20 tested iris image, the program can recognize 19 of image, so the program can recognize of 95%. Keywords : Iridology, digital image processing, Edge detection
APLIKASI PENGKONVERSI NADA-NADA INSTRUMEN TUNGGAL MENJADI CHORD MENGGUNAKAN METODE PITCH CLASS PROFILE Gaffar, Imam; Hidayatno, Achmad; Zahra, Ajub Ajulian
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.755 KB) | DOI: 10.14710/transient.1.3.121-127

Abstract

Abstrak Chord recognition atau pengenalan chord adalah sebuah transkripsi dari suara menjadi chord atau proses pengkonversian sebuah masukan yang berupa file audio menjadi sebuah tanda yang dapat dikenali sebagai suatu huruf atau yang disebut dengan chord. Chord merupakan tiga buah nada atau lebih yang dibunyikan secara bersamaan sehingga menciptakan suatu suara yang harmonis. Chord yang akan dikenali dalam aplikasi ini adalah chord standar yaitu chord mayor. Tujuan dari tugas akhir ini adalah membuat perangkat lunak yang dapat mengkonversi nada–nada dari instrument tunggal menjadi chord secara otomatis dengan input file audio, yang mana di dalamnya terjadi pemrosesan sinyal audio. Tahapan proses yang dilakukan adalah perekaman audio dari instrument tunggal berupa gitar akustik dan gitar bass, pengambilan data audio, front - end detection, FFT, deteksi puncak frekuensi, dan pengelompokan frekuensi-frekuensi ke dalam nada atau dengan sebutan Pitch Class Profile . Perancangan aplikasi ini dilakukan dengan metode PCP (Pitch Class Profile) yang mana nada akan dideteksi pada frekuensi tertentu berdasarkan pengkelasan nada dan kemudian akan ditampilkan hasil akhir dari sistem tersebut berupa huruf chord beserta chord dialognya. Pembuatan aplikasi ini menggunakan bahasa pemograman pascal dengan software Delphi 7 dengan didukung komponen-komponennya. Berdasarkan hasil pengujian dan analisis, tingkat keberhasilan dari masing-masing nada untuk menjadi chord pada gitar bass adalah 99,1 % dengan persentase error sebesar 0,84%. Sedangkan untuk gitar akustik, tingkat keberhasilannya sebesar 72,27 % dan persentase error sebesar 27,72%. Kata Kunci: Chord, Pitch Class Profile, FFT, Instrumet tunggal. Abstract Chord recognition is a transcription of voice to be chord or the process of converting an input audio file into a signal that can be recognized as a letter or called a chord. Chord is three or more tones are sounded simultaneously, creating a harmonious sound. Chord will be recognized in this application is standard chord which it is a major chord. The purpose of this thesis is to create software that can convert the pitch from single instrument to be chord automatically with input audio file, which occurs inside the audio signal processing. Stage of the process is the audio recording of a single instrument that is an acoustic guitar and bass guitar, audio data retrieval, front-end detection, FFT, peak detection of FFT frequency and classification of frequencies into a tone or it can be called the Pitch Class Profile. The Implementation of this application is using PCP (Pitch Class Profile) methode which tone that detected on a certain frequency based classes are the tone then it will display the final results of the system in the form of letters chord and chord dialogue. This applications using the programming language Pascal with Delphi 7 supported software components. Based on the test results and analysis, the success rate of each tone to a chord on bass guitar is 99.1% with a percentage error of 0.84%​​. As for the acoustic guitar, the success rate of 72.27% and the percentage error of 27.72%. Keyword : Chord, Pitch Class Profile, FFT, Single Intrument.
APLIKASI PENDIAGNOSIS KERUSAKAN SEL PADA ORGAN HATI MELALUI CITRA IRIS MATA MENGGUNAKAN PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS DENGAN JARINGAN SARAF TIRUAN Rosna Putra, Nur Rizky; Isnanto, R. Rizal; Hidayatno, Achmad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.094 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.2.375-379

Abstract

Abstrak Iridologi sebagai ilmu pengetahuan didasarkan pada analisis susunan iris mata. Secara khusus iris memiliki kelebihan spesifik, yaitu dapat merekam semua kondisi organ, konstruksi tubuh, serta kondisi psikologis. Jejak rekaman yang berkaitan dengan tingkat-tingkat intensitas atau penyimpangan organ-organ tubuh yang disebabkan oleh penyakit terdata secara sistematis serta terpola pada iris mata dan sekitarnya. Hal ini dapat dijadikan pedoman praktis untuk melakukan diagnosis terhadap aneka penyakit. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai diagnosis kondisi organ dengan melihat citra iris mata. Dalam Tugas Akhir ini, perangkat lunak mampu melakukan ekstraksi ciri menggunakan Principal Component Analysis (PCA) dan mengklasifikasikan menggunakan Jaringan Saraf Tiruan. Citra mata yang akan diolah terlebih dahulu dipisahkan dari citra mata untuk selanjutnya dilakukan perubahan ke citra aras keabuan dan peningkatan kualitas citra menggunakan adaptif histogram. Proses selanjutnya adalah mengubah citra iris kedalam bentuk rectangular dan pengambilan Region Of Interest pada citra mata yang berhubungan dengan organ hati, langkah terakhir adalah dengan mengekstraksi ciri dari ROI citra iris mata menggunakan  Principal Component Analysis (PCA) dan menklasifikasikan menggunakan Jaringan Saraf Tiruan . Dari hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa sistem pengenalan iris mata ini menunjukkan hasil pengenalan yang baik. Dari 15 citra iris mata yang diuji, program ini dapat mefngenali 14 citra, sehingga pengenalannya 96,667%.                                                                                                             Kata-Kunci : Iridologi, pengolahan citra digital,  PCA  Abstract Iridology as a science is based on an analysis of the composition of the iris. In particular iris has specific advantages, which can record all the conditions of the organs, body construction, as well as psychological conditions. Trace records related to the intensity levels or deviations organs caused by disease recorded in a systematic and patterned on the iris of the eye and surrounding area. It can be used as a practical guideline for the diagnosis of the various diseases. Therefore, further research needs to be done about the condition of the organ diagnosis by looking at the image of the iris. In this final project, the software is able to perform feature extraction using Principal Component Analysis (PCA) and classification using Artificial Neural Networks. Eye image to be processed first separated from the image of the eye for further changes to the gray level image and the image quality improvement using adaptive histogram. The next process is to change the image of iris into rectangular form and making the Region Of Interest eye image associated with the liver, the final step is to extract the characteristics of iris image ROI using Principal Component Analysis (PCA) and customize the use of Artificial Neural Networks. From the test results, it can be concluded that the iris recognition system shows good recognition results. Of 15 tested iris image, the program can recognize the 14 images, so the introduction 96.667%. Key word : Iridology, digital image processing, PCA
Co-Authors ., Suwoko Achmad Chusnul Khuluqi Achmad Widodo Aditya Satya Raya Afiq, Raihan Aghus Sofwan Agung Wicaksono Ahmad Fashiha Hastawan Ajub Ajulian Z. Ajub Ajulian Zahra Macrina Anang Setiaji, Anang Andi Pangerang, Andi Andrio Ghara Pratama Angga Setiawan Anton Prabowo Antonius Dwi Hartanto Arfan, M. Arie Firmansyah Permana Arif Munandar Aris Triwiyanto Aris Triwiyatno Azizah, Mega Tiara Nur Bagus Aditya Batubara, Zwingli Hilkia Benny Raharjo, Benny Bondhan Tunjung Bowo Leksono Chairunnisa Adhisti Prasetiorini Dani Wijayanto Darjat Darjat David Sebastyan Simangunsong Dhody Kurniawan Dian Kurnia Widya Buana Dictosendo Noor Pambudi Rahayu Dita Marta Dewi Onasiska Donny Zaviar Rizky Dudi Hariyanto Dwi Anasthasia Pasaribu Eko Handoyo Eskanesiari Eskanesiari Faizal Haris M Fauzan Akbar Frans Bertua Y.S. Gidion Erwin Gilang Ananggadipa Hamonangan, Yosia Hariyanto, Monica Sari Hartadhianty, Vivere Hendra William Imam Gaffar Iwan Setiawan Kresna Lita Maulana Kurniawan, Yuniar Dwi Aman Listyono, A. F. M. Antisto Akbar M. Ikhsan Mulyadi Maman Somantri Muhammad Ardi Nur Syamsu, Muhammad Ardi Nur Muhammad Aswan Muhammad Avi Majid Kaaffah Muhammad Fairuz Luthfa Muhammad Nur Hadi Muhammad Widyanto Tri Saksono Mujib, Khusnil Munawar Agus Riyadi Mutiara Shabrina Nanang Trisnadik Nasution, Ali Napiah Nugraheni, Dinar Nur Rizky Rosna Putra Oky Dwi Nurhayati Parlys, Albert Pratama, Muhammad Harry Bintang Prayogi, A. S. Putra, Nanda Ariawan R Rizal Isnanto R. Rizal Isnanto R. Rizal Isnanto Rachmad Arief Setiawan Raditya Naufal Fathoni Ramadhani, Natalia Putri Rio Lenardo Karo Karo, Rio Lenardo Rizal Fachmi Rudi Prasetio Santoso, Imam Setyawan, Tristan Rizky Sigit Nur Rohman Susilo Adi Widyanto Suwoko . Suwoko Suwoko Suwoko Suwoko Taufik Agung Wibowo Taufiqurrohman Taufiqurrohman Teddy Ekatamto, Teddy Teguh Prakoso Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyul Amien Syafei Wibowo, Tobias Kusuma Yosua Alvin Adi Soetrisno Yosua Alvin Adi Soetrisno Yudhi Prabowo Yuli Christiyono Yuli Christyono Yuli Chrityono, Yuli Zaini Agung Utama