Claim Missing Document
Check
Articles

Rancang Bangun Inertial Measurement Unit Sebagai Sistem Monitoring Kendaraan Bergerak Berbasis Sensor Accelerometer dan Gyroscope Achmad Hidayatno; Wahyudi Wahyudi
Jurnal Rekayasa Elektrika Vol 9, No 4 (2011)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.216 KB)

Abstract

IMU (Inertial Measurement Unit) is very important in navigation and control systems. The MU that has six degrees of freedom consists of three accelerometer sensors and three gyroscope sensors, each placed on three axes (x, y, and z) and orthogonal to each other. Vehicle monitoring systems that exist at present only provide information on the vehicle at two degrees of freedom (X and Y), so that the rotation of the vehicle is unknown. To be able to find the vehicle as a whole, namely the six degrees of freedom consisting of three position data and three rotation data, it would require an IMU with six degrees of freedom, namely by using the accelerometer and gyroscope sensor mounted on all three axes. In the research has been conducted design IMU sensors as the vehicle monitoring system with six degrees of freedom, so that can know the condition of the vehicle in six degrees of freedom, namely the position x, y, and z and rotation in three axes (roll, pitch, and yaw). IMU system uses an antenna transceiver for data transmission medium. We did the tests of IMU sensors in the initial output, motion response, and testing of navigation. Tests performed on laboratory scale to perform the calibration of the IMU sensor and then performed field tests using a motor vehicle. In laboratory-scale testing is not required transmitter and receiver antennas. Based on the results of the research shown the measurements of the attitude angle 90o with the axis of the rotary axis x, axis y, z axis with 7 variations of the test result in an average MSE of 2.277o x-axis, y axis of 2.519o, z-axis of 3.334o respectively and the measurement to the distance of 30 cm for 7 variations f testing resulted in an average MSE of 2.659 cm for the x-axis, 3.995 cm for the y-axis, and 2.142 cm for the z axis.
TEKNIK MORPHING UNTUK OBJEK CITRA TIGA DIMENSI MENGGUNAKAN METODE INTERPOLASI LINEAR Taufik Agung Wibowo; R. Rizal Isnanto; Achmad Hidayatno
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.64 KB) | DOI: 10.14710/transient.v1i3.68-71

Abstract

ABSTRAKSalah satu teknik pengolahan citra yang sekarang sedang popular dan banyak digunakan adalah image morphing, yaitu suatu teknik yang digunakan untuk melakukan perubahan bentuk dari suatu objek asal ke objek tujuan. Morphing tiga dimensi pada dasarnya sama dengan morphing pada citra dua dimensi. Hanya pada morphing tiga dimensi permasalahan utamanya adalah menentukan korespondensi titik koordinat penyusun (vertex) antara bentuk objek asal dan bentuk objek tujuan. Dalam Tugas Akhir ini diimplementasikan teknik morphing pada objek tiga dimensi menggunakan algoritma interpolasi linear. Penggambaran objek ke layar menggunakan tampilan 3D dengan menggunakan API OpenGL. Aplikasi yang dibuat ini akan menampilkan proses transisi perubahan dari satu objek ke objek yang lain. Objek 3D yang digunakan merupakan objek yang berupa cincin, bola, silinder, kubus, dan rubik yang didapatkan dari hasil penggambaran dengan Google SketchUp. Variasi tampilan morphing akan dicoba diujikan untuk objek dengan jumlah vertex yang berbeda dan cara korespondensi vertex yang berbeda, yaitu dengan pembagian area objek menjadi dua dan tanpa pembagian area objek. Hasil yang didapat dari pengujian program aplikasi morphing 3D adalah untuk melakukan proses morphing dengan metode interpolasi linear secara baik, jumlah vertex dan face objek asal harus lebih banyak dibandingkan objek tujuan. Pengujian juga memperlihatkan morphing tanpa pembagian objek menghasilkan perubahan bentuk objek yang kurang halus jika dibandingkan dengan proses morphing yang menggunakan pembagian area objek. Perbedaan proses transisi perubahan bentuk objek ini dipengaruhi oleh jumlah vertex objek asal dan objek tujuan, jumlah transisi perubahan, dan cara korespondensi vertexKata Kunci: Morphing, korespondensi vertex, interpolasi linear, OpenGL ABSTRACTOne of image processing which now popular and commonly used is image morphing. Image morphing is a techniques to make shape transform from source object to destination object. Three dimensional morphing basically is same with two dimensional morphing. The main issue on three dimensional morphing is to find the vertex correspondence between source object and destination object. In this final project implemented morphing techniques on three dimensional object using liniear interpolation algoritm. Object drawing to the screen using OpenGL API for the 3D graphics. This aplication will show process of shape transform from one object to another object. 3D object which used for this testing is ring, ball, cilinder, cube, and rubic where get from drawing with Google SketchUp. Variation of morphing will be test for object with different amount of vertex and way of correspondence of vertex where also different, there are without dividing object into part and dividing object into two part. The result of testing on 3D morphing aplication is to do morphing process with liniear interpolation method in good way, the ammont of source object’s vertex and face must more than destination object. The testing also show that morphing without dividing object into part produced object shape transform which is less smoothly than morphing process with dividing object into two part. The different of this tansition process of shape transform be influence of amount of source object’s vertex and destination object’s vertex, the amount of transition transform, and the way of vertex correspondenceKeywords: Morphing, vertex correspondence, liniear interpolation, OpenGL
Evaluation of High-Performance Interference Canceller to Boost the Error Performance of The Wi-Fi 5 IEEE 802.11ac Syafei, Wahyul Amien; Hidayatno, Achmad; Nurhayati, Oky Dwi; Nugraheni, Dinar
TEKNIK Vol. 45, No. 1 (2024): May 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i1.60252

Abstract

The Wi-fi 5 IEEE 802.11ac can achieve throughput up to 6,933 Mbps by occupying 160MHz of bandwidth in each eight spatial streams with 256-QAM. It provides not only very high throughput but also high performance of wireless communications. However, due to the use of multiple antennas at both transmitter and receiver side which operate in the same frequency band; it experiences many interference signals. Therefore, a high-performance interference canceller is highly required to cancel these interferences and get the desired information back. The conventional interference cancellers are based on linear method, i.e. zero forcing and minimum mean square error. Both are simple but low in performance. This paper presents evaluation of a high-performance interference canceller based on maximum likelihood detection to boost the error performance of the wi-fi 5. Run test under in-door channel model demonstrates the superiority of this interference canceller. For target bit error rate of 10-4, it dramatically boosts the error performance by 16 dB and 17,5 dB compared to linear methods by the cost of very high complexity.
PERANCANGAN ALAT DETEKSI KELAINAN JANTUNG DENGAN ANALISIS HASIL EKG BERBASIS MACHINE LEARNING Setyawan, Tristan Rizky; Wibowo, Tobias Kusuma; Hidayatno, Achmad; Darjat, Darjat; Handoyo, Eko
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 13, NO.2, JUNI 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v13i2.52-57

Abstract

Penyakit jantung merupakan penyakit yang mematikan, berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2021 angka kematian oleh penyakit jantung mencapai 17,8 juta jiwa. Salah satu jenis penyakit jantung yang mematikan adalah aritmia. Aritmia adalah kondisi ketika jantung berdetak lebih cepat dari biasanya. Penyakit ini menjadi mematikan karena banyak tidak disadari oleh penderitanya. Maka dari itu diperlukan cek secara berkala. Permasalahan yang muncul adalah ketika ingin melakukan cek ke dokter jantung diperlukan waktu yang lama. Alternatif lainnya adalah dengan membeli alat Elektrokardiogram (EKG), tetapi harga dari alat EKG sangat mahal. Apabila memang mampu untuk membeli alat EKG, tetap diperlukan pihak ketiga yang mampu membaca hasil dari gelombang EKG. Maka dari itu, diperlukan sebuah alat deteksi jantung yang ringkas, murah, dan tidak diperlukan pihak ketiga untuk pembacaan hasil. Pada pengerjaan Tugas Akhir ini dibuatlah sebuah alat yang mampu mendeteksi adanya kelainan jantung, khususnya aritmia. Alat ini akan bekerja menggunakan sensor AD8232 yang akan terhubung dengan ESP32 untuk membaca aktivitas jantung. Untuk sistem analisis penyakit akan digunakan machine learning dengan model SVM yang akan mengklasifikasi data aktivitas jantung. Pada pengujiannya alat dapat membaca aktivitas jantung dengan baik. Sistem analisis juga dapat mengklasifikasikan data aktivitas jantung menjadi sehat dan sakit.
PERANCANGAN SISTEM DETEKSI PELANGGARAN PENGGUNAAN HELM DENGAN METODE DEEP LEARNING MENGGUNAKAN YOLOV5 ULTRALYTIC Batubara, Zwingli Hilkia; Hamonangan, Yosia; Arfan, M.; Hidayatno, Achmad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 13, NO.1, MARET 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v13i1.11-20

Abstract

Penegakan aturan terkait penggunaan helm pada sepeda motor di lingkungan kampus menjadi upaya yang dilakukan untuk mengurangi dampak kecelakaan yang fatal, namun nyatanya masih banyak pengendara yang tidak sadar dan tidak taat akan hal ini. Pihak keamanan kampus yang terbatas dibanding dengan pelanggaran yang banyak terjadi telah menjadi keluhan dalam usaha menciptakan lingkungan kampus yaang aman. Meningkatnya teknologi machine learning yang semakin berkembang dan mudah diakses dapat diterapkan menjadi sistem deteksi pelanggaran dalam upaya membantu pihak keamanan dalam memonitoring keamanan berkendara. Sistem deteksi pelanggaran penggunaan helm dirancang menggunakan YOLOv5 Ultralytic dengan memanfaatkan metode deep learning yang didasari dengan algoritma convolutional neural network. YOLOv5 memberikan model dengan penekanan pada kecepatan inferensi yang baik, sehingga memungkinkan penggunaan dalam aplikasi real-time. Model akhir hasil training menggunakan yolov5 memiliki mean average precision (mAP) rata-rata sebesar 0,938 yang mengindikasikan model dapat melakukan deteksi objek dengan akurat dan konsisten. Model deteksi selanjutnya diintegrasikan menjadi sistem deteksi yang tersambung dengan database. Sistem deteksi ini akan menangkap dan mengirimkan gambar pelanggaran ke database. Hasil pengujian akhir sistem deteksi dengan melakukan evaluasi confusion matrix yang didapat menunjukkan akurasi sistem sebesar 98,5%. Gambar tersebut nantinya akan dimonitoring pada aplikasi android untuk membantu pihak keamanan dalam mengambil kebijakan yang tepat.
PENENTUAN WILAYAH WAJAH MANUSIA PADA CITRA BERWARNA BERDASARKAN WARNA KULIT DENGAN METODE TEMPLATE MATCHING Achmad Hidayatno; R. Rizal Isnanto; Dhody Kurniawan
Jurnal Teknologi Elektro Vol 5 No 2 (2006): (July - December) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan wilayah wajah dalam citra digital telah mengalami perkembangan yang sangat berarti dalam dekadeterakhir ini, dengan penerapannya pada berbagai bidang, misalnya dalam hal penyidikan, dan sampai dengan sekarang ini terus dilakukan penelitian ilmiah atas penentuan wilayah wajah ini. Meskipun penentuan wilayah wajah sangat mudah dikenali dengan penglihatan manusia, tetapi automatisasi pengolahan pada komputer memerlukanberbagai macam teknik pengolahan citra.Informasi warna kulit dan metode template matching digunakan dalam penelitian ini. Metode ini terdiri atas dua langkah pengolahan citra. Pertama, memisahkan wilayah kulit dengan wilayah bukan kulit. Kedua,menempatkan wajah model tampak depan di dalam wilayah kulit. Dalam langkah pertama, citra berwarna diubah menjadi citra kemungkinan kulit (citra aras keabuan). Citra ini mempunyai nilai keabuan yang menunjukkan suatu piksel mempunyai kemungkinan merupakan wilayah kulit. Kemudian citra kemungkinan kulit diambangkan dengan pengambangan adaptif. Citra terambang ini merupakan citra biner, yang terdiri atas wilayah kulit dan wilayah bukan kulit. Selanjutnya dengan menggunakan metode template matching, ditentukan wilayah kulit tersegmentasi tersebut merupakan wilayah wajah atau bukan. Penelitian dilakukan dengan program bantu MATLAB 6.5.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan informasi warna kulit dan metode template matching,dapat mendeteksi wajah manusia dalam citra berwarna. Tingkat pengenalan wilayah wajah dengan tingkatkeberhasilan 100% adalah sebesar 75%.
Co-Authors ., Suwoko Achmad Chusnul Khuluqi Achmad Widodo Aditya Satya Raya Afiq, Raihan Aghus Sofwan Agung Wicaksono Ahmad Fashiha Hastawan Ajub Ajulian Z. Ajub Ajulian Zahra Macrina Anang Setiaji, Anang Andi Pangerang, Andi Andrio Ghara Pratama Angga Setiawan Anton Prabowo Antonius Dwi Hartanto Arfan, M. Arie Firmansyah Permana Arif Munandar Aris Triwiyanto Aris Triwiyatno Azizah, Mega Tiara Nur Bagus Aditya Batubara, Zwingli Hilkia Benny Raharjo, Benny Bondhan Tunjung Bowo Leksono Chairunnisa Adhisti Prasetiorini Dani Wijayanto Darjat Darjat David Sebastyan Simangunsong Dhody Kurniawan Dian Kurnia Widya Buana Dictosendo Noor Pambudi Rahayu Dita Marta Dewi Onasiska Donny Zaviar Rizky Dudi Hariyanto Dwi Anasthasia Pasaribu Eko Handoyo Eskanesiari Eskanesiari Faizal Haris M Fauzan Akbar Frans Bertua Y.S. Gidion Erwin Gilang Ananggadipa Hamonangan, Yosia Hariyanto, Monica Sari Hartadhianty, Vivere Hendra William Imam Gaffar Iwan Setiawan Kresna Lita Maulana Kurniawan, Yuniar Dwi Aman Listyono, A. F. M. Antisto Akbar M. Ikhsan Mulyadi Maman Somantri Muhammad Ardi Nur Syamsu, Muhammad Ardi Nur Muhammad Aswan Muhammad Avi Majid Kaaffah Muhammad Fairuz Luthfa Muhammad Nur Hadi Muhammad Widyanto Tri Saksono Mujib, Khusnil Munawar Agus Riyadi Mutiara Shabrina Nanang Trisnadik Nasution, Ali Napiah Nugraheni, Dinar Nur Rizky Rosna Putra Oky Dwi Nurhayati Parlys, Albert Pratama, Muhammad Harry Bintang Prayogi, A. S. Putra, Nanda Ariawan R Rizal Isnanto R. Rizal Isnanto R. Rizal Isnanto Rachmad Arief Setiawan Raditya Naufal Fathoni Ramadhani, Natalia Putri Rio Lenardo Karo Karo, Rio Lenardo Rizal Fachmi Rudi Prasetio Santoso, Imam Setyawan, Tristan Rizky Sigit Nur Rohman Susilo Adi Widyanto Suwoko . Suwoko Suwoko Suwoko Suwoko Taufik Agung Wibowo Taufiqurrohman Taufiqurrohman Teddy Ekatamto, Teddy Teguh Prakoso Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyul Amien Syafei Wibowo, Tobias Kusuma Yosua Alvin Adi Soetrisno Yosua Alvin Adi Soetrisno Yudhi Prabowo Yuli Christiyono Yuli Christyono Yuli Chrityono, Yuli Zaini Agung Utama