Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN PENGENDALI KONDISI RUANGAN DENGAN METODE KONTROL FUZZY Raditya Naufal Fathoni; Aris Triwiyatno; Achmad Hidayatno
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v9i1.37-45

Abstract

Pengkondisian udara adalah proses mengubah kondisi udara saat ini menjadi yang diinginkan dengan menggunakan pendingin udara. Namun, sebagian besar air conditioner (AC) yang digunakan saat ini masih tidak dapat mendukung parameter kelembaban udara. Perancangan ini bertujuan untuk menambah fitur kontrol sehingga AC  menjadi responsif terhadap perubahan suhu ruangan dan mampu mengontrol kelembaban. Sistem kontrol menggunakan metode kontrol fuzzy untuk parameter suhu dan metode kontrol on-off untuk parameter kelembaban. Sistem kontrol mengambil masukan Set Point, dan masukan umpan balik dari sensor DHT22. Hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa sistem berhasil mencapai set point suhu dengan respon transient sistem terbaik pada kondisi 1, yaitu td = 3,7 menit, tr = 15,3 menit, tp = 20,2 menit, mp = 0%, error steady state = 0%, dan menjaga nilai kelembapan udara dalam rentang yang ditentukan, yaitu 50-60%.
SISTEM IDENTIFIKASI UKURAN TUBUH MENGGUNAKAN METODE CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK (CNN) Rizal Fachmi; Achmad Hidayatno; Yosua Alvin Adi Soetrisno
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v9i1.1-7

Abstract

Manusia memerlukan perhitungan ukuran tubuh untuk menentukan ukuran baju yang cocok. Pada tugas akhir ini, dirancang suatu sistem identifikasi ukuran tubuh menggunakan metode  Convolutional Neural Network (CNN). Masukkan sistem adalah citra tubuh manusia yang akan dihitung tiga bagian tubuh yaitu panjang badan, lingkar badan dan lebar bahu. Pada bagian identifikasi bagian tubuh menggunakan model OpenPose untuk mendeteksi bagian tubuh manusia. Perhitungan bagian tubuh dihitung menggunakan metode Euclidian distance untuk mengetahui jarak antara dua titik. Keluaran dari sistem identifikasi adalah parameter ukuran tubuh manusia dalam satuan centimeter. Kinerja sistem dihitung dengan menggunakan metode root mean square error. Pada pengujian lebar bahu menghasilkan nilai root mean square error terbaik sebesar 1.97, bagian lingkar badan nilai root mean square terkecil sebesar 2.67 sedangkan pada panjang badan nilai root mean square error terkecil adalah 1.97.
SISTEM KLASIFIKASI UKURAN BAJU DENGAN METODE SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) Muhammad Avi Majid Kaaffah; Achmad Hidayatno; Yosua Alvin Adi Soetrisno
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v9i1.17-25

Abstract

Ukuran baju merupakan rujukan utama pengguna saat memilih baju yang cocok bagi tubuhnya. Pencobaan baju yang hendak dibeli dilakukan satu per satu di kamar pas sehingga membutuhkan waktu yang banyak. Ukuran baju di setiap produsen baju tidak pasti sama, sehingga Badan Standarisasi Nasional (BSN) mengeluarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk ukuran baju dengan nomor SNI 2161:2010 berjudul Ukuran Pakaian – Kaos Pria. Pada tugas akhir ini, dirancang suatu sistem klasifikasi ukuran baju menggunakan metode  Support Vector Machine (SVM). Masukkan sistem adalah tiga parameter ukuran tubuh yaitu lingkar badan, panjang badan, dan lebar bahu. Dataset dari fitur tersebut diambil dari pengukuran langsung (oleh penjahit profesional) dan pengukuran mesin menggunakan pengolahan citra digital. Ukuran baju yang tercantum pada SNI 2161:2010 menjadi rujukan data latih dan data uji sistem klasifikasi ukuran baju. Keluaran dari sistem klasifikasi adalah rekomendasi ukuran yang cocok berdasarkan ukuran tubuh pengguna. Kinerja sistem dihitung dengan menggunakan metode confusion matrix.
Error Analysis of ON-OFF and ANN Controllers Based on Evapotranspiration Susilo Adi Widyanto; Achmad Widodo; Achmad Hidayatno; Suwoko Suwoko
Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Vol 12, No 9: September 2014
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijeecs.v12.i9.pp6771-6779

Abstract

This paper presents error analysis of ON-OFF controller as well as ANN controller which is applied to an automated irrigation system. Controlling irrigation system was conducted  based on revised Penman-Monteith evapotranspiration and compared to a reference of soil moisture. Input parameters of the evapotranspiration included temperature, heat radiation, atmosphere pressure and wind speed. The output data of evapotranspiration was then used as input variable of ON-OFF controller as well as ANN controller. The performance of such controllers were evaluated and compared based on error of both controllers. The simulation results show that the error of the ON-OFF controller can be adjusted by setting the sampling time of the dead zone discretization. Error of ON-OFF controller with sampling time of 0.05 second is equal to error of ANN controller, that is 14.3% of reference signal amplitude.
PERANCANGAN SISTEM PERBAIKAN NADA SUARA MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PHASE VOCODER TERHADAP NADA REFERENSI MUSIK Rudi Prasetio; Achmad Hidayatno; Imam Santoso
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 16, No 4 (2014): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.533 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.16.4.160-166

Abstract

Abstrak   Audio merupakan sinyal suara yang dapat dideteksi manusia dengan frekuensi terendah 20 Hz dan tertinggi 20 kHz.Suara beraturan dengan frekuensi tungal tertentu disebut sebagai nada dan sering dikomposisikan dengan beberapa nada lain sehingga terdengar apik. Seorang penyanyi dalam melakukan pengambilan suara terkadang mengalami ketidak tepatan nada. Berdasarkan hal tersebut, maka dirancang sebuah sistem perbaikan nada suara manusia terhadap nada referensi musik dengan menggunakan metode phase vocoder. Perancangan ini terbagi menjadi 2 tahapan utama yaitu pitch detection dan pitch correction. Metode yang digunakan pada deteksi nada adalah FFT dengan ukuran variasi frame sebesar 256, 512, dan 1024 buah sampel serta jarak overlapping antara frame sebesar 25%, 50%, dan 75%. Hasil frekuensi suara yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan frekuensi referensi musik.Apabila terdapat perbedaan maka dilakukan proses pitch correction dengan menggunakan metode phase vocoder dengan variasi overlapping sebesar 25%, 50%, dan 75%. Hasil yang diperoleh dari sistem menunjukkan bahwa parameter terbaik dalam mendeteksi nada menggunakan ukuran frame 512 dan 1024 buah sampel, serta nilai overlapping sebesar 50% dan 75%. Sedangkan parameter overlapping terbaik yang dapat digunakan untuk mengkoreksi nada sebesar 50% dan 75%. Sistem ini kemudian diujikan dengan menggunakan data suara dan memperoleh tingkat keberhasilan sebesar 96,2538%.   Kata kunci: Pitch Detection, Pitch Correction     Abstract Audio is a sound that can be detected by human ears with the lowest frequency is 20 Hz and the highest frequency is 20 kHz. It is produced by the vibration of the object. Sound or the uniform sound with the only one special frequency is called by a tone and always be combined by the others to heard more beautiful. As we known, a singer sometimes wrong to takes a pitch from a tone. Therefore, this research designed a tone rectifying system of human voice to the music reference using phase vocoder method. This design will be divided into 2 steps, pitch detection and pitch correction. Fast Fourier Tranform (FFT) is used in pitch detection process with 256, 512, and 1024 variation of size frame and 25%, 50%, 75% variation of overlapping between two frames. The frequency result from pitch detection then compared by the frequency of music reference. If there is a difference between it so the process of pitch correction will be done to the system using phase vocoder method with 25%, 50%, and 75% variation of overlapping. Analytical results from the system show that the best parameters can be used in pitch detection is 512 or 1024 frame size and 50% or 75% overlapping. While the best parameters can be used in pitch correction is 50% or 75% overlapping. This system then tested by voice data and get 96,2538% success rate. Keywords: Pitch Detection, Pitch Correction
PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK PENDETEKSI SUDUT DAN POSISI MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ATMEGA 32 M. Antisto Akbar; Wahyudi Wahyudi; Achmad Hidayatno
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 16, No 1 (2014): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.576 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.16.1.49-53

Abstract

Abstrak Sistem navigasi telah berkembang sangat pesat saat ini. Sistem navigasi merupakan sistem yang banyak digunakan pada kendaraan di udara, air, luar angkasa serta pada roket. Salah satu sistem navigasi yang sering digunakan adalah sistem navigasi inersia. Kemajuan dari sensor elektronik berukuran mikro dan kemampuan komputasi yang lebih, telah merangsang berkembangnya berbagai macam aplikasi. Kemajuan teknologi sensor dan kemampuan komputer yang tinggi, sebagai kemajuan seni komputasi telah diaplikasikan terhadap piranti tradisional untuk memberikan peningkatan kerja pada sistem yang ringkas. Sistem navigasi menggunakan metode Inertial Navigation System (INS) dengan memanfaatkan sensor Inertial Measurement Unit (IMU). IMU merupakan perangkat elektronik yang mengukur dan melaporkan data percepatan linier, percepatan sudut. Sensor IMU terdiri dari tiga sumbu accelerometer dan tiga sumbu gyroscope yang dipasang dalam satu papan oleh sparkfun. Data dari accelerometer dan gyroscope digunakan untuk menentukan attitude body dengan menggabungkan kedua data tersebut menggunakan metode complementary filter. Keselurahan metode untuk mendapatkan posisi dan sudut dengan memanfaatkan inersia dari sensor, merupakan bagian dari sistem navigasi dengan menggunakan metode INS. Berdasarkan hasil yang telah dilakukan dengan menggunakan metode INS, belum bekerja akurat pada sensor IMU.   Kata kunci: Sensor inersia, IMU, INS, RMSE.     Abstract The development of navigation systems have growth rapidly at this time. The navigation system is a system that is widely used on transportation system such as flight system, vessel system and rocket system. One of the navigation system that ussually used is inertial navigation system. The advancement of micro-sized electronic sensor and computing capabilities have stimulated several applications. Advances in sensor technology and high computer skills which are the progress of the art of computation have been applied to the traditional tools to provide increased employment in compact systems. The design of navigation systems used the Inertial Navigation System (INS) by utilizing the sensor Inertial Measurement Unit (IMU). The IMU is an electronic device that measures and reports the data linear acceleration and angular acceleration. IMU sensor consists of a three axis accelerometer and three axis gyroscope mounted on a board by sparkfun. Data from accelerometer and gyroscope is used to determine the body attitude by combining those two data by by using complementary filters method. All methods to get the data about position and angle by utilizing the inertia of the sensors, is the part of the navigation system using INS. Based on the tests results that have been done by using INS method was used not yet accurately worked at IMU sensors.   Keywords: Inertial sensors , IMU , INS, RMSE
Identifikasi Keberadaan Tumor Pada Citra Mammografi Menggunakan Metode Run Length Imam Santoso; Achmad Hidayatno; Andrio Ghara Pratama
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 10, No 1 (2008): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.049 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.10.1.43-48

Abstract

Breast cancer is one of the most cancer disease among women until now. This cancer was formed by abnormal cells in breast tissue. For early breast cancer detection the mammography is used by the radiologyst. In mammography the breast tissue is scanned by Xrays then a resulting  image called mammogram produce. The radiologyst manually examine the mammogram identifying which area of scanned breast tissue that could have cancer suspect. In medical term the cancer appear as a mass or microcalcification. Because of the quality of mammograms and small of cancer area in early stadium the radiologist sometime have the problem to decide if there is a cancer perform as a mass or microcalcification. According to mammograms that can be viewed as texture image, the image processing especially   texture analysis computerizely helped the radiologist to classify the texturize cancer area. In this research one of  the texture analysis methods named run length method use to get the features. With this features, k-NN (k-Nearest Neighbour) classifier then decide whether the suspect area is cancer according to the mass or microcalcification appeareance or just normal tissue. As the result there is 72% correct identification among the mammograms data that have been analyzed texturizely with run length method.
APLIKASI PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN METODE EIGENFACE DAN JARAK EUCLIDEAN Kresna Lita Maulana; Achmad Hidayatno; Imam Santoso
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.257 KB) | DOI: 10.14710/transient.v7i1.62-69

Abstract

Wajah merupakan salah satu identitas bagi setiap individu pada sistem biometrik. Wajah merupakan ciri unik dari setiap manusia yang dapat membedakan rupa antar manusia. Berbeda dengan manusia yang dapat mengenali wajah dengan mudah dan cepat, komputer tidak secepat dan semudah manusia. Pada komputer diperlukan suatu algoritme dalam pengenalan wajah. Pada Penelitian ini, dirancang suatu sistem pengenalan wajah menggunakan kamera web dan OpenCV yang terpasang pada Raspberry Pi 3 Model B. Masukan sistem berupa video real-time yang diperoleh dari kamera web. Metode yang digunakan pada pendeteksian wajah adalah metode Viola-Jones dan dalam pengenalan wajah digunakan metode eigenface dan jarak euclidean. Terdapat 5 responden yang diambil citra wajahnya sebagai database. Hasil yang diperoleh dari sistem ini adalah nama dari setiap responden yang terdapat pada database. Berdasarkan hasil pengujian pada kondisi dalam ruangan dihasilkan rata-rata akurasi sebesar 99,8%,  sedangkan pada kondisi luar ruangan dihasilkan rata-rata akurasi sebesar 93,8%. Pada pengujian citra wajah yang diberi derau salt & pepper dengan kepadatan derau 0,001 dan 0,01 didapatkan bahwa program mampu mengenali wajah dengan benar. Program mampu mengenali wajah  dengan benar pada citra yang dirotasi sebesar 10 derajat.
APLIKASI PENGOLAHAN CITRA UNTUK IDENTIFIKASI PRODUK BERDASARKAN LABEL KEMASANNYA Dani Wijayanto; Achmad Hidayatno; Imam Santoso
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.416 KB) | DOI: 10.14710/transient.v1i3.6-15

Abstract

AbstrakSeiring dengan perkembangan zaman, pengolahan citra sekarang ini berkembang dengan sangat pesat. Berbagai aplikasi pengolahan citra yang telah dikembangkan saat ini seperti pengenalan citra objek, perbaikan citra objek, dan lain-lain. Hal ini memungkinkan manusia untuk membuat suatu sistem pengolahan citra yang dapat menerima masukan berupa citra objek yang kemudian akan diproses, diidentifikasi, dan diberikan keluaran berupa deskripsi objek dalam citra. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk merancang sistem untuk mengidentifikasi produk kemasan. Proses identifikasi produk kemasan dilakukan dengan proses ekstraksi fitur warna yang menggunakan metode histogram hue dan ekstraksi fitur bentuk yang menggunakan deteksi tepi Canny. Langkah awal dari pembuatan sistem ini adalah pembuatan basis data dari 15 produk kemasan. Kemudian dilakukan dengan pengambilan gambar dari label kemasan produk itu sendiri dan untuk mengetahui identitas masing-masing produk dilakukan proses ekstraksi fitur.  Berdasarkan hasil pengujian produk yang termasuk dalam basis data diperoleh tingkat keberhasilan terhadap produk dengan intensitas cahaya yang stabil, posisi yang tetap dan kondisi produk uji yang baik dapat dapat melakukan identifikasi dengan tingkat keberhasilan rata-rata 97.33%. Untuk posisi pengambilan 45° dari basis data tingkat keberhasilan rata-rata setiap produk sebesar 96%, sedangkan dengan posisi pengambilan sebesar 90° tingkat keberhasilan rata-rata setiap produk sebesar 96%, dan dengan posisi pengambilan sebesar 180° tingkat keberhasilan rata-rata setiap produk sebesar 94.67%.Kata Kunci : identifikasi produk, histogram hue, deteksi tepi Canny AbstractDue to time progress, image processing now it develops rapidly. Various image processing application that has been developed today as the introduction of the image of the object improved image of the object and others. This has allowed humans to make an image processing system that can receive input image of an object which will then processed, identified and rendered exodus of description object in its image. Hence, performed research to design systems to identify products packs. The identification process of packing done with the process of extracting features a color using histogram hue methods and extraction features form using Canny edge detection method. An early step in making this system is making database product of 15 pack. Then performed with simulcast of labels packaging the product itself and to know the identity done each product features extraction process. Based on the testing products included in database to products obtained the success rate stable, with the intensity of light a fixed position and conditions can test products can do good identification with the success rate average 97.33 %. For position of 45° from database the success rate average of 96 %, while with position of much as 90° the success rate average of 96 %, and with the position of 180° the success rate average of any product 94.67 %.Keywords: product identified, hue histogram, Canny edge detection
APLIKASI PEREDAMAN DERAU AKTIF METODE PHI PHASE SHIFT PADA KAWASAN FREKUENSI Dwi Anasthasia Pasaribu; Achmad Hidayatno; Imam Santoso
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.36 KB) | DOI: 10.14710/transient.v3i4.609-615

Abstract

Abstrak  Derau merupakan gelombang suara  yang mampu masuk ke sistem pendenngaran manusia dan cenderung memberikan rasa tidak nyaman bahkan mengakibatkan sinyal informasi tidak dapat diterima dengan baik. Berkaitan dengan sinyal gangguan tersebut, metode phi phase shift (balik fase) merupakan salah satu metode untuk meghilangkan gelombang derau. Metode phi phase shift merupakan metode pemanfaatan sifat destruktif dari penggabungan dua buah gelombang yang salah satunya berfase kebalikan. Berdasarkan hal tersebut dirancang peredaman derau aktif metode phi phase shift pada kawasan frekuensi yang diterapkan secara non real time. Adapun untuk menguji kinerjanya akan diberikan 3 jenis gelombang gangguan yaitu gelombang gangguan variasi frekuensi, derau putih, dan lima gelombang gangguan dengan variasi durasi dan amplitudo. Sedangkan untuk tolak ukur kinerja akan digunakan nilai MSE (Mean Square Error) dan SNR (Signal to Noise Ratio) hasil peredaman. Dari hasil pengujian dengan berbagai variasi gangguan yang diujicobakan, sistem ini mampu melakukan eliminasi gelombang derau. Penambahan derau dengan variasi frekuensi menghasilkan nilai MSE terbesar yaitu 8,16x10-32 dan SNR terkecil 3,37x1027. Dengan penambahan derau putih diperoleh MSE terbesar yaitu 2,26 x10-17 dan SNR terkecil 1,22x1013, Dan pada variasi 5 gelombang pengganggu diperoleh MSE terbesar 7,37x10-33dan SNR terkecil 1,91x1028. Kata Kunci : PengolahanSinyal Digital, phi phase shift  Abstract Noise is an audible sound wave that can be listened in human’s hearing system. It makes hearing unconfortable and even can disturb the quality of signal information. Phi phase shift is created as a method to reduce noise by using a destructive result of combination between two waveforms which one of the signal’s phase is opposite. In that codensidertion, it will be created an active noise cancellation with phi phase shift in frequency methode designed in non real time system. The system will be given 3 variations od noise such as frequency varied noise, varied power level white noise, and 5 variation of durations and amplitudes noise waves. MSE (Mean Square Error) and SNR (Signal to Noise Ratio) will be used as parameters of success in this noise reduction system. It can be concluded in this research  that the system worked well to eliminate all types of added noise. Maximum MSE in frequencies varied noise is 8,16x10-32and the minimum SNR is 3,37x1027. Maximum MSE in power level varied noise is 2,26 x10-17 and the minimum SNR is 1,22x1013. Maximum MSE in characterictics varied noise is 7,37x10-33and the minimum SNR is 1,91x1028. Keywords : Digital signal processing, phi phase shift
Co-Authors ., Suwoko Achmad Chusnul Khuluqi Achmad Widodo Aditya Satya Raya Afiq, Raihan Aghus Sofwan Agung Wicaksono Ahmad Fashiha Hastawan Ajub Ajulian Z. Ajub Ajulian Zahra Macrina Anang Setiaji, Anang Andi Pangerang, Andi Andrio Ghara Pratama Angga Setiawan Anton Prabowo Antonius Dwi Hartanto Arfan, M. Arie Firmansyah Permana Arif Munandar Aris Triwiyanto Aris Triwiyatno Azizah, Mega Tiara Nur Bagus Aditya Batubara, Zwingli Hilkia Benny Raharjo, Benny Bondhan Tunjung Bowo Leksono Chairunnisa Adhisti Prasetiorini Dani Wijayanto Darjat Darjat David Sebastyan Simangunsong Dhody Kurniawan Dian Kurnia Widya Buana Dictosendo Noor Pambudi Rahayu Dita Marta Dewi Onasiska Donny Zaviar Rizky Dudi Hariyanto Dwi Anasthasia Pasaribu Eko Handoyo Eskanesiari Eskanesiari Faizal Haris M Fauzan Akbar Frans Bertua Y.S. Gidion Erwin Gilang Ananggadipa Hamonangan, Yosia Hariyanto, Monica Sari Hartadhianty, Vivere Hendra William Imam Gaffar Iwan Setiawan Kresna Lita Maulana Kurniawan, Yuniar Dwi Aman Listyono, A. F. M. Antisto Akbar M. Ikhsan Mulyadi Maman Somantri Muhammad Ardi Nur Syamsu, Muhammad Ardi Nur Muhammad Aswan Muhammad Avi Majid Kaaffah Muhammad Fairuz Luthfa Muhammad Nur Hadi Muhammad Widyanto Tri Saksono Mujib, Khusnil Munawar Agus Riyadi Mutiara Shabrina Nanang Trisnadik Nasution, Ali Napiah Nugraheni, Dinar Nur Rizky Rosna Putra Oky Dwi Nurhayati Parlys, Albert Pratama, Muhammad Harry Bintang Prayogi, A. S. Putra, Nanda Ariawan R Rizal Isnanto R. Rizal Isnanto R. Rizal Isnanto Rachmad Arief Setiawan Raditya Naufal Fathoni Ramadhani, Natalia Putri Rio Lenardo Karo Karo, Rio Lenardo Rizal Fachmi Rudi Prasetio Santoso, Imam Setyawan, Tristan Rizky Sigit Nur Rohman Susilo Adi Widyanto Suwoko . Suwoko Suwoko Suwoko Suwoko Taufik Agung Wibowo Taufiqurrohman Taufiqurrohman Teddy Ekatamto, Teddy Teguh Prakoso Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyul Amien Syafei Wibowo, Tobias Kusuma Yosua Alvin Adi Soetrisno Yosua Alvin Adi Soetrisno Yudhi Prabowo Yuli Christiyono Yuli Christyono Yuli Chrityono, Yuli Zaini Agung Utama