Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Potensi Media Transport Modifikasi Sebagai Penunjang Pemeriksaan Kultur Bakteri Patricia, Venny; Yani, Ahmad; Nur fathonah, Amanda Kukuh
Jaringan Laboratorium Medis Vol. 6 No. 1 (2024): May 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlm.v6i1.10574

Abstract

Bacterial culture sample transport is a critical point in the culture chain from sampling to final diagnosis. The ideal transport medium should be able to nurture the ability of bacteria to thrive coming from the sample without allowing them to grow. Transport media that already exist in Indonesia, namely in the form of powder, tend to be very expensive in price and transport media that can be used directly besides being expensive have a fast expiration period, which will increase the cost of treatment and services in hospitals, an innovation is needed by making alternative transport media from materials that are easily available around us that can be useful for taking samples. The purpose of this study is to see the potential of alternative transport media so that it can support diagnostics in bacterial culture. The study method uses an experimental laboratory with a true-experimental post-test-only design. In testing alternative transport media, sampling from diabetic foot ulcer patients using tofu pulp transport media (MTAT) and ICU swab beds with coconut charcoal transport media (MTAK). Samples of each media were taken, and as many as 20 samples were taken. In addition to treatment samples, each sample is confirmed using standard transport media as its control. This study obtained dominant bacteria from diabetic ulcer samples on alternative MTAT Citrobacter sp 6 (30%) and Control Citrobacter sp 8 (40%). Meanwhile, the ICU swab bed samples obtained dominant bacteria MTAK Bacillus sp 10 (50%) and Control 11 (55%). The conclusion of these two alternative transport media can be used as alternative transport media because they have the same growth results compared to standard media, and it can be ascertained that it is really bacteria that usually grow without contamination.
GAMBARAN Candida albicans PADA URIN PENDERITA DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS NEGLASARI Patricia, Venny; Yani, Ahmad; Haifa, Nadia Putri
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 2 No 1 (2022): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v2i1.1274

Abstract

Latar Belakang: Kandidiasis merupakan penyakit jamur yang sering disebabkan oleh spesies Candida sp, terutama Candida albicans. Candida albicans biasanya menginfeksi genetalia serta daerah perigenital wanita. Sifat saprofit Candida albicans dapat berubah menjadi patogen akibat faktor predisposisi salah satunya Diabetes Mellitus. Diabetes Mellitus dapat menyebabkan hiperglikemia yang membuat kadar glukosa darah puasa diatas 110 mg/dl. Ketika kadar serum melebihi 160-180 mg/dL maka konsentrasi glukosa yang pekat akan keluar bersama urin sehingga menyebabkan risiko invasi mikroba. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya Candida albicans pada urin penderita diabetes mellitus berdasarkan usia dan jenis kelamin. Metode Penelitian ini bersifat deskriptif, dengan populasi pasien di Puskesmas Neglasari sebanyak 18 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel yang digunakan yaitu urin diabetes mellitus. Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa dari 18 sample urin yang diperiksa, terdapat 2 (11%) sampel yang terinfeksi jamur Candida albicans pada rentang usia (60-74th) dengan jenis kelamin perempuan dan hasil pengamatan secara mikroskopik pada pewarnaan Lactophenol Cotton Blue (LPCB) ditemukan struktur seperti ragi atau yeast dan juga menunjukkan pseudohifa dan blatospora yang berbentuk bulat, sedangkan 16 (89%) sample tidak terindikasi adanya jamur Candida albicans.
Potensi Pemanfaatan Jagung, Kacang Hijau dan Ubi Cilembu Sebagai Media Kultur Bakteri Escherichia Coli Patricia, Venny; Hamtini, Hamtini; Yani, Ahmad; Choirunnisa, Amalia; Ermala, Ermala; Indriani, Indriani
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 10, No 3 (2022): EDITION NOVEMBER 2022
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v10i3.2677

Abstract

Nutrient Agar merupakan media dominan yang umum digunakan untuk pemeriksaan kultur mikrobiologi. Harga media tersebut relatif mahal sehingga mendorong peneliti untuk menemukan media kultur alternatif. Bahan alam yang dapat dijadikan media pertumbuhan yaitu jagung, kacang hijau dan ubi cilembu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ketiga bahan alam tersebut sebagai media kultur pertumbuhan bakteri yang tumbuh secara optimal. Metode penelitian yaitu eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampel bakteri yang diuji pada setiap media kultur alternatif ialah bakteri Escherichia coli dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan dengan menghitung koloni bakteri yang tumbuh menggunakan metode TPC (Total Plate Count). Hasil penelitian menunjukkan jumlah koloni kacang hijau yang paling banyak tumbuh sebesar 162×105 CFU/ml pada konsentrasi 4,54%, pada media jagung tumbuh sebanyak 63×105 CFU/ml pada konsentrasi 7,5% dan pada media ubi Cilembu sebanyak 46×105 CFU/ml pada konsentrasi 30%. Ukuran koloni yang tumbuh lebih besar yaitu pada media ubi cilembu. Berdasarkan hasil penelitian media alternatif jagung, kacang hijau dan ubi Cilembu bisa dijadikan sebagai media pertumbuhan bakteri Eschericia coli. Pertumbuhan terbaik yaitu pada media kacang hijau dengan konsentrasi 4,54%. Bagi peneliti selanjutnya dapat menguji ketiga bahan tersebut dengan bakteri gram positif dan merubah komposisi formula karena ukuran koloni yang dihasilkan masih bervariasi.
Preeclampsia support group sebagai upaya pemberdayaan kader dalam pencegahan dan pengendalian preeklampsia Patricia, Venny; Yani, Ahmad; Nuraeni, Hanny Siti; Astriani, Ranti Dwi; Rumiatun, Darti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22228

Abstract

AbstrakPreeklampsia merupakan salah satu penyumbang utama angka kematian ibu di Indonesia. Salah satu upaya menurunkan preeklampsia adalah melalui penyuluhan terhadap kader mengenai preeklampsia, deteksi dini, serta pencegahannya. Kader merupakan perpanjangan tangan dari tenaga kesehatan di tingkat desa sehingga dapat diberdayakan dalam upaya pencegahan dan pengendalian preeklampsia, terutama dalam memberikan pemahaman kepada ibu hamil di wilayah masing-masing. Dalam pengabdian ini, dilakukan penyuluhan dan pendampingan mengenai deteksi dini preeklampsia kepada para kader. Sasaran kegiatan ini adalah para kader di 14 desa di kecamatan Padarincang, kabupaten Serang, Banten. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader mengenai pencegahan dan pengendalian preeklampsia serta deteksi dini preeklampsia pada ibu hamil melalui pemeriksaan tekanan darah dan protein urine melalui pemanfaatan support group. Kegiatan dilakukan dalam 4 tahapan yaitu pengurusan perizinan, penyuluhan, skrining preeklampsia, serta monitoring dan evaluasi keberlanjutan program. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilan kader mengenai preeklampsia, deteksi dini, dan upaya pencegahannya mengalami peningkatan sesudah diberi penyuluhan. Pengetahuan dan keterampilan kader dengan kategori baik yaitu sebesar 15% sebelum diberikan penyuluhan dan meningkat menjadi sebesar 55% setelah diberikan penyuluhan. Support group yang dibentuk terbukti efektif dalam membangun komunikasi dan koordinasi dalam upaya pencegahan dan pengendalian preeklampsia di wilayah kecamatan Padarincang. Untuk menjamin keberlanjutan program, preeclampsia support group tetap digunakan sebagai sarana koordinasi antara para kader, bidan desa, tenaga kesehatan lainnya di puskesmas, aparatur desa dan kecamatan, serta tim pengabdian. Kata kunci: bidan; hipertensi; kader; preeklampsia; proteinuria. AbstractPreeclampsia is one of the main contributors to maternal mortality rates in Indonesia. One effort to reduce preeclampsia is through educating cadres since they are an extension of health workers so that they can be empowered in efforts to prevent and control preeclampsia, especially in providing understanding to pregnant women in their areas. In this community service, education and assistance regarding the early detection of preeclampsia were provided to cadres. The target was cadres in 14 villages in Padarincang, Serang district, Banten. This activity aimed to increase cadres' knowledge and skills regarding the prevention and control of preeclampsia as well as the early detection of preeclampsia in pregnant women through checking blood pressure and urine protein through the use of support groups. Activities were carried out in 4 stages, namely processing activity permits, counseling, preeclampsia screening, and monitoring and evaluating program sustainability. The results of the service showed that the cadres' knowledge and skills regarding preeclampsia, early detection, and prevention efforts had increased after being given counseling. The knowledge and skills of cadres in the good category were 15% before being given counseling and increased to 55% after being given counseling. The support group was proven to be effective in building communication and coordination in efforts to prevent and control preeclampsia in the Padarincang sub-district area. To ensure the continuation of the program, the support group is still used as a means of coordination between cadres, midwives, community health center authorities, village and sub-district officials, and the community service team. Keywords: midwife; hypertension; cadre; preeclampsia; proteinuria.
Assessment of Cardiovascular Disease Risk Based on Lipid Profile in Productive-Age Women Yani, Ahmad; Patricia, Venny; Meilana, Selfa Rosi
Journal of Noncommunicable Diseases Prevention and Control Vol. 2 No. 2 (2024): Journal of Noncommunicable Diseases Prevention and Control
Publisher : Hypertension Prevention and Control Research Center, The Polytechnic of Health of Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61843/jondpac.v2i2.843

Abstract

Dyslipidemia is one of the increasing health problems in society and its prevalence continues to increase, especially due to changes in people's lifestyles. Dyslipidemia is a condition of lipid abnormalities in the blood, which is characterized by an increase in total cholesterol levels, a decrease in high-density lipoprotein (HDL) levels, an increase in low-density lipoprotein (LDL) levels, and an increase in triglyceride levels. Increased lipid profiles in Indonesia are more common in women. This incident also poses a risk of cardiovascular disease. This study aimed to describe the lipid profile in productive-age female patients and then assess the level of risk of cardiovascular disease that may occur. The research design used was a descriptive study with a cross-sectional approach. The sample in this study were all outpatients of productive-age women who underwent blood chemistry tests at Siloam Hospitals Lippo Village in 2022, which was 45 people. The results showed that abnormal lipid profiles were more common in productive women in the 25-34 year age group. Assessment of the risk level of cardiovascular disease in productive age women using the atherogenic index of plasma showed that of all respondents, there were 2 people (4.4%) with low risk, 7 people (15.6%) with moderate risk, and 36 people (80%) with high risk of experiencing cardiovascular disease.