Claim Missing Document
Check
Articles

Deskripsi Tokoh dalam Trilogi Hujan Bulan Juni dan Pembelajarannya Di SMA Arini Wastiti; Kahfie Nazaruddin; Iqbal Hilal
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 2 Sep (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.688 KB)

Abstract

The objectives of this research were to describe the physical description of the main characters in the novel of Hujan Bulan Juni, Pingkan Melipat Jarak and Yang Fana Adalah Waktu by Sapardi Djoko Damono and its use as learning material in Indonesian language and literature for senior high school 12th grade in second semester. This study adopted qualitative-descriptive method. The result of the research showed that Sapardi Djoko Damonouses more accelerated installmentpresentation, analytical technique, subjective description in describing the physic appearance of the main characters. The result of the research could be used as learning material for 12th grade senior high schools which was aimed for students to analyze and to design novels by considering the content and structure based especially in KD.3.9 analyzing the content and structure of novel and KD.4.9 designing novel or novelet by considering the content and structure. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan deskripsi fisik tokoh utama dalam novel Hujan Bulan Juni, Pingkan Melipat Jarak dan Yang Fana Adalah Waktu karya Sapardi Djoko Damono dan pemanfaatannya sebagai bahan ajar Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA kelas 12 semester genap.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sapardi Djoko Damono lebih banyak menggunakan penyajian akselerasi berangsur, teknik analitik, jenis deskripsi subjektif, saat mendeskripsikan penampilan fisik tokoh utama dalam novel Hujan Bulan Juni, Pingkan Melipat Jarak dan Yang Fana Adalah Waktu. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai materi ajardi SMA kelas XII semester genap yang bertujuan agar siswa mampu menganalisis dan merancang novel bedasarkan isi dan kebahasaannya sesuai pada KD 3.9 menganalisis isi dan kebahasaan novel dan KD 4.9 merancang novel atau novelet dengan memperhatikan isi dan kebahasaan. Kata kunci: deskripsi fisik, tokoh utama, dan pemanfaatan
CAMPUR KODE PADA NOVEL 5 CM KARYA DONNY DHIRGANTORO DAN IMPLIKASINYA Susi Wahyuti; Iqbal Hilal; Nurlaksana Eko Rusminto
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 8 (2013)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.993 KB)

Abstract

Problems examined are the forms and causes of code interference in spoken language of novels 5cm by Donny Dhirgantoro and implications on language learning and literature in high school. This study aims to describe the forms and mixed code, the code causes interference in spoken language novel 5cm Donny Dhirgantoro work and its implications. The method used in this fieldwork was qualitative descriptive method, whereas technique used is the technique of documentary studies. Sources of data in this study is the spoken language of novel 5cm work of Donny Dhirgantoro. The data of this study is unit language which is mix of code language in spoken language of novel 5cm Dhirgantoro Donny works. The results showed that the mixed code that occurred consisted of several forms of words, baster, repetition of words, phrases, and clauses, while contributing factor the form of background speakers and language attitudes.Masalah yang diteliti adalah bentuk-bentuk dan faktor penyebab campur kode dalam bahasa lisan novel 5 cm karya DonnyDhirgantorodan implikasinya pada pembelajaran bahasa dan sastra di SMA.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk dan penyebab terjadinya campur kode dalam bahasa lisan novel 5 cm karya DonnyDhirgantoroserta implikasinya pada pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, sedangkan teknik yang digunakan adalah teknik studi dokumenter. Sumber data dalam penelitian ini adalah bahasa lisan novel 5 cm karya DonnyDhirgantoro. Data penelitian ini adalah satuan bahasa yang merupakan campur kode dalam bahasa lisan novel 5 cm karya DonnyDhirgantoro. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa campur kode yang terjadi terdiri dari beberapa bentuk yaitu kata, baster, perulangan kata, frasa, dan klausa, sedangkan faktor penyebabnya berupa latar belakang sikap penutur dan kebahasaan.Kata kunci: bentuk campur kode, campur kode, latar belakang campur kode.
PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPOSISI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 GADINGREJO Yuni Setiawati; Iqbal Hilal; Mulyanto Widodo
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.335 KB)

Abstract

The purpose of this research is  to describe the learning of  writing  an  exposition  text at the  seventh  grade  of  SMP  Negeri  2  Gadingrejo,  Pringsewu.  This  research  used descriptive  qualitative  method.  The  result  of  the  research  shows  that  the  teacher  had conducted  three  phases  in  the  learning. Those three  phases  are  planning, implementing, and  assessing. At  the  planning,  the  teacher  made  complete  lesson  plan  based  on  the components of 2013 curriculum lesson planning. In teaching and  learning process, there are  two  activities:  teacher’s  activities  and  student ’s  activities.  All  of  the  teaching learning  process  is  collected  in  the  application  of  scientific  approach  which  the  step consist  of  observing,  questioning,  collecting  the  data,  understanding,  and communicating. The assessment that was done by teacher includes attitude competence by using observation technique, also the assessment of knowledge and skill competence by using  a writen test.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pembelajaran menulis teks eksposisi pada peserta  didik  kelas  VII  SMP  Negeri  2  Gadingrejo,  Pringsewu.  Penelitian  ini menggunakan  metode  deskriptif  kualitatif.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  guru telah  melakukan  tiga  tahapan  dalam  pembelajaran.  Ketiga  tahapan  tersebut  meliputi perencanaan,  pelaksanaan,  dan  penilaian  pembelajaran.  Pada  perencanaan pembelajaran,  guru  membuat  rencana  pelaksanaan  pembelajaran  (RPP)  lengkap berdasarkan  komponen-komponen  RPP  pada  kurikulum  2013.  Pada  pelaksanaan pembelajaran  terdapat  dua  aktivitas,  yaitu  aktivitas  guru  dan  aktivitas  peserta  didik. Seluruh  aktivitas  pembelajaran  terangkum  dalam  pengaplikasian  pendekatan  saintifik yang  tahapannya  berupa  mengamati,  menanya,  mengumpulkan  data,  menalar,  dan mengomunikasikan.  Penilaian  yang  dilakukan  oleh  guru  mencakup  penilaian kompetensi  sikap dengan teknik observasi, serta  penilaian kompetensi pengetahuan  dan keterampilan dengan teknik tes tertulis.Kata kunci: menulis, pembelajaran, teks eksposisi.
KEEFEKTIFAN KALIMAT NASKAH SOAL UJIAN AKHIR KELAS X SMAN DI BANDARLAMPUNG Adelina Harry Santi; Iqbal Hilal; Mulyanto Widodo
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.259 KB)

Abstract

The purpose of this research is to describe the effectiveness of sentence in examination texts of odd semester of the tenth grade of Bandarlampung public schools in 2013/2014 academic year. The source data of this research were examination texts in odd semester. The examination texts are divided into three subject, namely Indonesian language, civics education, and physical education. This research used qualitative descriptive method. The data of this research were sentences used in examination texts. The results show that the examination texts have not used the effective sentences. The percentage of total effective sentences in the examination texts were found 79.97 % , while the percentage of ineffectiveness sentences were found 20.03 % . From the overall of the ineffectiveness, what has the most findings from the research is the illogics that were caused by inapropriate dictions to express things.Tujuan penelitian ini mendeskripsikan keefektifan kalimat pada naskah soal ujian akhir semester ganjil kelas X SMAN di Bandarlampung tahun pelajaran 2013/2014. Sumber data penelitian ini adalah naskah soal ujian akhir semester ganjil kelas X yang meliputi tiga mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Pendidikan Kewarganegaraan, dan Penjasorkes. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang dianalisis dalam penelitian ini berupa kalimat-kalimat yang digunakan dalam soal ujian akhir yang berjumlah 150 kalimat. Keefektifan kalimat yang diteliti meliputi kesepadanan, keparalelan, kehematan, kecermatan, kepaduan, dan kelogisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naskah soal belum keseluruhan menggunakan kalimat efektif. Persentase keseluruhan kalimat efektif pada naskah soal ditemukan sebanyak 79,97%, sedangkan persentase ketidakefektifan kalimat pada naskah soal ditemukan sebanyak 20,03%. Dari keseluruhan ketidakefektifan, yang paling banyak ditemukan dalam penelitian ini ialah ketidaklogisan disebabkan oleh penggunaan pilihan kata yang kurang tepat untuk mengungkapkan hal yang ingin disampaikan.Kata kunci: kalimat efektif, naskah soal ujian akhir, pembagian keefektifan kalimat.
Perbedaan Hasil Belajar Menulis Cerpen Menggunakan Numbered Heads Together (NHT) dan Jigsaw Soviera Vitaloka; Iqbal Hilal
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 1 Jan (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.729 KB)

Abstract

The objective of this research was to test the differences in the learning resut to write short stories of both method which was used to students in grade IX of SMP Negeri 1 Katibung. The sample of this research was the student in grade IX H and IX G. To reach the goal, the research design that was used is experiment. The data analysist technic in this research was using SPSS 16.0. The average pretest in NHT class was reached 70,32 and 70,41 in Jigsaw class. The differences test of pretest equal variances assumed was indicated 0,944 0,05. It was mean there was no differences experiment in the initial capability test result. After the everage posttest in NHT class was 86,26 and in Jigsaw class was 81,8. The differences posttest equal variances assumed was indicated 0,000 0,05 it was mean there was differences on the posttest result of using NHT and Jigsaw method.Tujuan penelitian ini adalah menguji perbedaan hasil belajar menulis cerita pendek dari kedua metode yang dipakai pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Katibung. Sampel pada penelitian ini adalah kelas IX H dan IX G. Untuk mencapai tujuan itu, desain penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunkan SPSS 16.0. Rata-rata pretes pada kelas NHT 70,32 dan kelas Jigsaw 70,41. Uji perbedaan pretes equal variances assumed menunjukkan 0,944 0,05 yang berarti tidak ada perbedaan hasil tes kemampauan awal. Setelah eksperimen rata-rata postes, pada kelas NHT 86,26 dan pada kelas Jigsaw 81,8. Uji perbedaan postes equal variances assumed menunjukkan 0,000 0,05 yang berarti ada perbedaan hasil postes menggunakan metode NHT dan Jigsaw.Kata kunci: hasil belajar, metode pembelajaran, NHT, jigsaw, menulis cerpen
KEMAMPUAN MENULIS ARGUMENTASI KELAS X SMAN 7 BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015/2016 Monica Intan Cahya Hartama; Iqbal Hilal
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 4, No 3 Jul (2016)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.665 KB)

Abstract

The problem of this research was the ability of students in arguments essay writing in class X. The purpose of this study was to describe the level of argument essay writing skills in class X. The method used was descriptive method . The sample in this research was class X.7 students of SMAN 7 Bandar Lampung in academic year 2015/2016 amounted to 40 students. The technique used was the written test in the form of an argument essay assignment. The results of this study showed that the average value of students skills in essay writing arguments are in enough categories, for obtaining an average of 64,0. Average per aspect (1) The table of contents is 19,4 with enough category, (2) the arrangement of ideas is 19,0 with sufficient category, (3) the sentence is 13,0 with sufficient category, (4) diction is 6,6 with good category, (5) the spelling is 6,0 with the enough category.Masalah penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam menulis karangan argumentasi pada siswa kelas X. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan menulis karangan argumentasi pada siswa kelas X. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X.7 SMA Negeri 7 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2015/2016 berjumlah 40 siswa. Teknik yang digunakan adalah tes tertulis dalam bentuk pemberian tugas karangan argumentasi. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa nilai rata-rata kemampuan siswa dalam menulis karangan argumentasi adalah kategori cukup, karena memperoleh rata-rata 64,0. Rata-rata per aspek (1) isi karangan 19,4 dengan kategori cukup, (2) penataan gagasan 19,0 dengan kategori cukup, (3) kalimat 13,0 dengan kategori cukup, (4) diksi 6,6 dengan kategori baik, (5) ejaan 6,0 dengan kategori cukup.Kata kunci: karangan argumentasi, kemampuan menulis, metode deskriptif.
KEMAMPUAN MENULIS PUISI BERDASARKAN MEDIA VISUAL SISWA KELAS VII SMP Vincencia Dwi Indra Astuti; Iqbal Hilal; Ni Nyoman Wetty Suliani
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.865 KB)

Abstract

The aim of the present research was to describe students ability of SMP N 1 Sekampung at VII grade in 2014/2015 academic year in writing poetry based on visual media. The research method that was used was descriptive method. Data collecting technique that was used is writing test technique. Based on the result of data analysis it obtained (a) the theme aspect was good, the average is 79, (b) the structure aspect of the line and stanza is good with the average is 90, (c) the rima aspect was enough with the average was 55, (d) the language style aspect is enough with the average 53, (e) the diction aspect was good with the average is 91, and (f) the message aspect is good with the average is 79.Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kemampuan menulis puisi berdasarkan media visual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sekampung tahun pelajaran 2014/2015 dalam menulis puisi berdasarkan media visual. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes tertulis.Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai (a) aspek tema tergolong baik, yakni dengan rata-rata 79, (b) aspek struktur baris dan bait tergolong baik dengan rata-rata 90, (c) aspek rima tergolong cukup dengan rata-rata 55, (d) aspek gaya bahasa tergolong cukup dengan rata-rata 53, (d) aspek diksi tergolong baik sekali dengan rata-rata 91, dan (e) aspek amanat tergolong baik dengan rata-rata 79. Kata kunci: kemampuan, media visual, menulis.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA TINGKAT SEKOLAH DASAR Mira Oktaria; Iqbal Hilal; Wini Tarmini
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.797 KB)

Abstract

This research is about codeswitching and code mixing in process of study on elementary school. The purpose of this research to describe type of codeswitching and code mixing and cause of codeswitching and code mixing. This research used descriptive qualitative design. The data source was a ten years who is in elementary school. The data was speech act of Indonesia and culture language by the subject. The result show in speech act is a type of codeswitching by teacher and student are external codeswitching and internal codeswitching. The cause of codeswitching are speaker, listener, and change about topic discussion. Type of code mixing by teacher are insert of word, insert of phrase, insert of clause. Type of code mixing by student only insert of word. The cause of code mixing by tacher and student are background of attitude speaker and language.Masalah dalam penelitian ini adalah alih kode dan campur kode di kelas IV SDN 1 Gedungdalom, Kabupaten Pesawaran. Sehubungan dengan itu, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk alih kode dan campur kode serta penyebabnya. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif, dengan data berupa tuturan guru dan siswa. Data dimaksud diperoleh melalui pengamatan, rekaman dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode yang sering muncul dilakukan guru dan siswa adalah alih kode ekstern, sedangkan faktor yang paling sering menyebabkan guru dan siswa melakukan alih kode adalah faktor pembicara atau penutur. Campur kode yang sering dilakukan guru dan siswa berupa penyisipan unsur-unsur yang berwujud kata. Penyebab yang sering terjadinya campur kode pada guru dan siswa berupa faktor kebahasaan.Kata kunci: alih kode, bentuk-bentuk, campur kode, penyebab.
PERSEPSI SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN SENI TARI DI SMA NEGERI I WAY TENONG Fitri Sawalena; Agung Kurniawan; Iqbal Hilal
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 1, No 4 (2013): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.353 KB)

Abstract

The objective of this research was to describe the students’ perceptions to dancing art learning at Senior High. School 1 in Way Tenong.This research used descriptive method. Data sources were seven Grade X female students joining dancing art self-development. Data were collected with observation of art learning process and interviews to explore. Students’ perceptions on dancing learning. Questions included students’ perceptions on the initial, core, and closing activities of learning process. Documentation in forms of pictures and filed notes were conducted by teachers and students.The results showed that dancing learning in SMA N11 Way Tenong was good to be seen from initial, core, and closing activities at the learning process. The interview results showed that most students expressed that the learning process was good, however, some students suggested that there. were some drawbacks at the learning process.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan. Kegiatan guru dalam pembelajaran tari sigeh penguten, aktivitas siswa, dan persepsi siswa terhadap pembelajaran seni tari di SMA Negeri 1 Way Tenong. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa perempuan kelas X yang mengikuti pengembangan diri seni tari sebanyak tujuh orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi proses pembelajaran tari, wawancara. dokumentasi. Pembelajran seni tari sudah baik dilihat dari kegiatan awal, inti dan penutup saat proses pembelajaran. Dari hasil wawancara kepada siswa tentang persepsi terhadap pembelajaran seni tari, sebagian besar siswa mengungkapkan bahwa proses pembelajaran sudah baik namun ada sebagian siswa berpendapat masih terdapat beberapa kekurangan pada saat proses pembelajaran berlangsung.Kata kunci : pendidikan, persepsi, pembelajaran tari
EKSISTENSI TIGA TOKOH SAMPAR DALAM MENGHADAPI ABSURDITAS Iqbal Hilal
Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 16, No 1 (2015): Jurnal Aksara
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.971 KB)

Abstract

Sampar merupakan judul novel karya Albert Camus yang di dalamnya menunjukkan berbagai potret manusia yang bereaksi terhadap kemalangan karena mewabahnya penyakit sampar di kota Oran, Aljazair, koloni Perancis. Kota itu dilukiskan: kering, tiada pepohonan, tidak berkeistimewaan apa-apa. Dengan pelukisan itu, Camus merefleksikan kehidupan yang monoton, tanpa jiwa.. Wabah sampar telah mengakibatkan kesadaran manusia akan lingkungan dan kondisinya sendiri yang malang. Hal ini terpancar dari tiga tokoh novel tersebut, yaitu tokoh Rieux, Paneloux, dan Cottard. Semua tokoh yang dikaji menunjukkan keberadaan yang absurd. Mereka menghadapi keabsurditasan yang berbentuk penderitaan, keterasingan, kegagalan, dan kematian dengan cara yang berbeda sesuai dengan visinya. Orang-orang mulai menyadari arti kecemasan, kebingungan, dan kematian yang diakibatkan oleh penyakit, keterpisahan dengan sanak saudara, dan rasa keterkungkungan dalam kota yang tertutup. Kematian adalah lambang yang paling pasti. Kematian adalah misteri, sesuatu yang paling absurd.