Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

The Continuity of Walisongo's Islamic Propagation (Da'wah): Religious Faculties at State Islamic Universities (UIN) in Indonesia Jejen Musfah
Jurnal Hikmatuna Vol 3 No 2 (2017): HIKMATUNA: Journal for Integrative Islamic Studies, December 2017
Publisher : Postgraduate Program, Universitas Islam Negeri (UIN) K. H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.805 KB) | DOI: 10.28918/hikmatuna.v3i2.1076

Abstract

"The Decline of Muslim Numbers and the Waning Interest in Religious Studies: A Paradox for State Islamic Universities (Universitas Islam Negeri — UIN), Including One Named Walisongo (Referring to Nine Medieval Saints Who Spread Islam in Java). The Islamic Propagation Efforts of Walisongo, Aimed at Islamizing the Javanese Region, Producing 'Ulama Cadres, and Establishing an Islamic Society, Have Seen a Decrease. This Study Aims to Analyze the Reasons for Students' Low Interest in Religious Faculties at UINs and Connect Them to the Spirit of Walisongo's Endeavors. The Study Utilizes a Literature Research Method with a Qualitative Approach, without Quantitative Data Calculation. The Study Concludes that the Existence of Religious Faculties at UINs Is in Line with Walisongo's Objective of Spreading Islam through Educational Institutions. The Religious Faculties, Seen as a Continuation of Walisongo's Struggle in Propagating Islam, Comprise Four Faculties: Adab, Ushuluddin, Syarī'ah, and Da'wah. In the Case of UIN Jakarta, There is a Faculty of Dirāsāt Islamiyyah, Collaborating with Al-Azhar University in Cairo. While Religious Faculties Experienced a Golden Age during the IAIN (Institute of Islamic Studies) Period, They Have Been Diminishing in the UIN Period. The Decline is Evident in the Decreasing Number of Students, Especially in Comparison to the Enrollment Numbers of Secular Faculties at UINs."
WOMEN'S LEADERSHIP STRATEGY IN INCREASING COMPETITIVENESS IN EDUCATIONAL INSTITUTIONS SMK AL-KALAM BANI MARWAN LEBAK REGENCY Taufiqurrahman Taufiqurrahman; Annisa Nabilah; Zahruddin Zahruddin; Jejen Musfah
Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi PGSD Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/jpm.v4i1.2476

Abstract

This study describes the strategy of women's leadership in increasing competitiveness in the AL-Kalam Vocational School, Lebak Regency. Principals as leaders of educational institutions need to renew strategies in dealing with educational competitiveness. The method used in this research is descriptive qualitative with a case study approach. Data collection techniques in this study are through observation, in-depth interviews and documentation. Activities in data analysis are: data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The results showed that there were 9 strategies for female school principals in dealing with or increasing competitiveness, namely: pricing strategies, promotion strategies, improving school management, providing training for teachers, carrying out learning innovations, creating school character or characteristics, working with the industrial business world, hospitality and good communication.
EVALUASI PROGRAM SCHOOL FOR PRINCIPAL (SPc) SEKOLAH GURU INDONESIA (SGI) Jejen Musfah; Upi Rahmawati
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 01 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v8i01.308

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program pelatihan School For Principal (SP            c) Sekolah Guru Indonesia (SGI) Dompet Dhuafa. SPC merupakan salah satu program SGI yang berfokus pada peningkatan kompetensi Kepala Sekolah. Program pelatihan nonformal yang berada di bawah naungan Dompet Dhuafa Coorporate University ini diadakan setiap pekan sekali selama tiga bulan.  Penelitian kualitatif ini menggunakan studi kasus pada SPC wilayah Pandeglang, Banten dengan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product). Subjek penelitian adalah kepala SGI, fasilitator dan peserta SPC Wilayah Pandeglang, Banten. Adapun, kegiatan ini diikuti oleh 28 kepala sekolah yang tersebar di 12 Kecamatan wilayah Pandeglang Banten, terdiri dari 16  Sekolah Dasar (SD) dan 11 Madrsah Ibtidaiyah (MI). Hasil penelitian menunjukkan: Pada aspek Context menunjukkan bahwa pelatihan telah sesuai dengan kebutuhan para peserta. Pada aspek input, materi pelatihan sesuai dengan kebutuhan, metode sudah relevan, tata tertib dan nilai-nilai sudah membudaya.  Pada aspek process menunjukkan adanya kesesuaian antara perencanaan dengan pelaksanaan program. Sedangkan aspek product menunjukkan bahwa hasil nilai yang diperoleh peserta adalah baik. Selain itu, dari hasil CSI   (Costumer Satisfication Index) menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap program. Dengan demikian, program ini dapat dilanjutkan untuk memperbaiki mutu Kepala Sekolah dan Kepala Madrasah.
MODEL KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN RASULULLAH SAW Siregar, Diana Riski Sapitri; Musfah, Jejen
Tarbiyatuna Kajian Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2022): (September 2022)
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69552/tarbiyatuna.v6i2.1141

Abstract

Rasulullah is a reliable manager and leader of Islamic education. The management of Islamic education applied by the Prophet Muhammad is very thick with management values that are currently needed. Indonesia needs role models and leadership and management who believe that positions are responsibilities in this world and in the hereafter, so that leaders can work with heart. The example of leadership is actually in the Prophet Muhammad SAW because he is a leader who gives birth to leaders who are successful in all fields. In this study, the author uses a qualitative research method with a library research approach. The results of this study indicate that all the attitudes and traits of the Prophet Muhammad are categorized into transformational leadership models. Based on the theory, transformational leadership describes the attitude of a leader who is able to influence and direct subordinates in an effective way to achieve predetermined organizational goals.
PERGURUAN DINIYYAH PUTRI LAMPUNG: PESANTREN PENCETAK PENDIDIK PEREMPUAN Jejen Musfah; A Musthofa Asrori
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | Volume 15, Nomor 2, Agustus 2017
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v15i2.450

Abstract

AbstractThe presence of Pesantren for women in Indonesia is nothing new as, since tens of years ago, Islamic boarding schools for women have their own share in the society. Besides having peculiarities, Islamic boarding school for women is certainly capable of preparing the younger generation of educators in the future. Diniyah Putri Lampung (DPL) can be considered the only female Islamic boarding school that has a plus in education in this region. In addition to equipping students with the academic knowledge, it also prepares them with a number of practical knowledge which would be useful when they get married. Throughqualitative research, it was found that Diniyah Putri Lampung was founded by some public figures of Lampung who care about education. They sent some young women to study at Diniyah Putri in Padang Panjang, West Sumatera, to study. It can be concluded that DPL is a “copy” of Diniyah Putri in Padang Panjang in terms of education, cadre preparation, and curriculum. AbstrakKehadiran pesantren putri di indonesia bukan fenomena baru. Sejak puluhan tahun silam, pesantren yang hanya khusus mendidik perempuan ini memiliki andil tersendiri bagi masyarakat. selain memiliki kekhasan, pesantren putri tentu tak kalah dalam menyiapkan generasi muda pendidik di masa mendatang. Diniyah Putri Lampung (DPL) bisa disebut satu-satunya pesantren putri yang memiliki nilai plus dalam pendidikan di wilayah ini. selain membekali santri dengan ilmu akademis, juga menyiapkan mereka dengan sejumlah ilmu praktis sebagai calon ibu rumah tangga. melalui penelitian kualitatif, ditemukan bahwa diniyah putri lampung didirikan oleh beberapa tokoh masyarakat lampung yang peduli pendidikan. mereka mengirimkan beberapa remaja putri untuk belajar di diniyah putri padang panjang, sumatera barat, untuk belajar. bisa disimpulkan bahwa dpl merupakan “fotokopi” diniyah putri padang panjang dalam pendidikan, pengkaderan, dan kurikulumnya.
Analisis Kebijakan Pendidikan Tentang Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) Tahun 2022 Rendi Muhamad Yani; Jejen Musfah; Hasyim Asy’ari; Maftuhah
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 11 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v5i11.5932

Abstract

Penelitian ini adalah analisis mengenai Rancangan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) yang di inisiasi oleh Kemendikbudristek RI pada tahun 2022. Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana analisis proses kebijakan Pendidikan dan analisis isi kebijakan Pendidikan dari RUU Sisdiknas tahun 2022. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan analisis proses dan analisis isi kebijakan Pendidikan dalam bentuk studi dokumen. Dokumen-dokumen yang dikumpulkan menjadi data penelitian ini adalah draft RUU Sisdiknas tahun 2022, draf naskah akademik RUU Sisdiknas tahun 2022, draf sosialisasi Kemendikbudristek RI sepanjang tahun 2022 serta pandangan-pandangan yang komprehensif dari para ahli Pendidikan, akademisi, praktisi Pendidikan, dan unsur-unsur masyarakat yang berkepentingan dalam dunia Pendidikan. Dari penelitian ini dapat diketahui beberapa polemik yang dimunculkan sejak di usulkannya RUU ini oleh Kemendikbudristek RI pada tahun 2022, dimana RUU ini sudah masuk Badan Legislasi (Baleg) DPR RI serta sudah masuk daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) prioritas tahun 2023. Namun berkat kritikan dan penolakan dari berbagai pihak, RUU ini kemudian dicabut kembali dari Prolegnas prioritas. Adapun polemik-polemik tersebut adalah: (1) Polemik penyususnan RUU Sisdiknas, (2) Wacana Omnibuslaw sistem Pendidikan nasional, (3) Tidak ada Peta Jalan Pendidikan Nasional, (4) Hilangnya Tunjangan Profesi Guru, dan (5) Hilangnya frasa madrasah.
STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DALAM KURIKULUM MERDEKA Prasetya, Gilang Aulia; Asy’ari, Hasyim; Musfah, Jejen
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i1.2764

Abstract

Abstract: This research aims to analyze Inquiry Learning Strategies for Improving the Quality of Education in the Independent Curriculum. This approach uses descriptive qualitative with the aim that the data can be described, proven and developed, so that the data found is able to understand, solve and anticipate problems in the symptoms or phenomena that occur. Data collection is carried out from interview activities, field notes, recordings, etc. that have been carried out and describes each data well in language, not statistical figures. Inquiry learning can be considered an effective strategy for improving the quality of education with various methods, advantages and disadvantages. The research results reveal that inquiry learning is one of the strategies used by teachers in the teaching and learning process. In this approach, students are encouraged to actively ask questions and explore their own knowledge, and is in line with the independent learning curriculum which aims to enable students to prioritize high-level thinking during the learning process. The application of strategies or methods in learning must be flexible, which means teachers have the freedom to choose the most appropriate approach to improve students' abilities and their learning outcomes. Systematically, teachers can also combine or collaborate various learning strategies or methods to increase the effectiveness of the learning process. Several methods that can be applied to restore students' interest in learning include discussions, homework, questions and answers, and experiments. Keywords: Strategy, Inquiry Learning, Quality of Education. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Strategi Pembelajaran Inkuiri terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan dalam Kurikulum merdeka. Pendekatan ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan ujuan data tersebut bisa dideskripsikan, dibuktikan, dan dikembangkan, sehingga data temuan ini mampu memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah dalam gejala atau fenomena yang terjadi. Pengumpulan data dilakukan dari aktivitas wawancara, catatan lapangan, rekaman, dan lain sebagainya yang telah dilakukan dan mendeskripsikan tiap data tersebut dengan baik dalam bentuk bahasa, bukan angka-angka statistik. Pembelajaran inkuiri dapat dianggap sebagai strategi yang efektif untuk meningkatkan mutu Pendidikan dengan berbagai metode, kelebihan serta kekurangannya. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Pembelajaran inkuiri adalah salah satu strategi yang digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar. Dalam pendekatan ini, siswa didorong untuk aktif mengajukan pertanyaan dan menggali pengetahuan mereka sendiri, dan selaras dengan kurikulum merdeka belajar yang bertujuan agar siswa dapat mengedepankan cara berpikir tingkat tinggi saat proses pembelajaran berlangsung. Penerapan strategi atau mketode dalam pembelajaran harus bersifat fleksibel, yang berarti guru memiliki kebebasan untuk memilih pendekatan yang paling sesuai untuk meningkatkan kemampuan siswa dan hasil belajar mereka. Secara sistematis, guru juga dapat menggabungkan atau mengkolaborasikan berbagai strategi atau metode pembelajaran untuk meningkatkan efektivitas proses belajar. Beberapa metode yang dapat diterapkan untuk mengembalikan minat belajar siswa antara lain adalah diskusi, tugas rumah, tanya jawab, dan eksperimen. Kata Kunci : Strategi, Pembelajaran Inkuiri, Mutu Pendidikan.
SCHOOL OF MASTER TEACHER (SMT) TRAINING: DEVELOPING TEACHERS’ PEDAGOGIC COMPETENCE Musfah, Jejen; Erviani, Desita
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 2 DECEMBER 2018
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v5i2.10622

Abstract

AbstractThis study aimed at analyzing School of Master Teacher (SMT) training in developing teacher's pedagogic competence. This study applied a qualitative approach within the framework of case study research. The data was collected through documentation, observation, and interviews. The results showed that SMT training consisted of lectures, social projects, and Classroom Action Research (CAR). Secondly, the training was able to improve teachers’ pedagogic competence with excellent results. 22 of 33 teachers showed accomplished pedagogic competence. While, 9 teachers performed a very good level of the competence in their instruction, 1 teacher gained a medium level, and only 1 teacher received a poor mark.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelatihan School of Master Teacher (SMT) dalam mengembangkan kompetensi pedagogik guru. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dalam kerangka penelitian studi kasus. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan SMT terdiri dari ceramah, proyek sosial, dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Kedua, pelatihan ini mampu meningkatkan kompetensi pedagogik guru dengan hasil yang sangat baik. 22 dari 33 guru menunjukkan kompetensi pedagogik yang baik. Sementara, 9 guru menunjukkan tingkat kompetensi yang sangat baik dalam pengajaran mereka, 1 guru memperoleh tingkat sedang, dan hanya 1 guru yang mendapat nilai buruk. How to Cite : Musfah, J., Erviani, D. (2018).  School of Master Teacher (SMT) Training: Developing Teachers’ Pedagogic Competence. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(2), 126-134. doi:10.15408/tjems.v5i2.10622.
PENGARUH KEKUASAAN DAN POLITIK KERAJAAN THAILAND TERHADAP SEKOLAH ISLAM SWASTA DI DAERAH PATANI THAILAND SELATAN Masae, Murnee; Hindarsih, Tri Puji; Asy'ari, Hasyim; Musfah, Jejen
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i1.2834

Abstract

Abstract: This research aims to analyze the influence of Thai royal power and politics on private Islamic schools in Southern Thailand, especially in the Patani area of Southern Thailand. Educational policies implemented by the Thai government often reflect broader political interests, which impact the Islamic education system. Muslim communities in Southern Thailand face challenges in maintaining Islamic identity and educational values amidst policies that tend to integrate national culture and Buddhism. This research uses a qualitative approach with a literature study method to collect data from various sources related to education policy and social dynamics in the region. Keywords: Power, Politics, Private Islamic Schools, Islamic Education, Southern                  Thailand. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kekuasaan dan politik kerajaan Thailand terhadap sekolah Islam swasta di Thailand Selatan, khususnya di daerah Patani Thailand Selatan. Kebijakan pendidikan yang diterapkan oleh pemerintah Thailand seringkali mencerminkan kepentingan politik yang lebih luas, yang berdampak pada sistem pendidikan Islam. Masyarakat Muslim di Thailand Selatan menghadapi tantangan dalam mempertahankan identitas dan nilai-nilai pendidikan Islam di tengah kebijakan yang cenderung mengintegrasikan budaya nasional dan Buddhisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber terkait kebijakan pendidikan dan dinamika sosial di wilayah tersebut. Kata kunci: Kekuasaan, Politik, Sekolah Islam Swasta, Pendidikan Islam, Thailand Selatan.
PERAN FOLLOWERSHIP DALAM PENINGKATAN KECERDASAN EKOLOGIS SANTRI DI PESANTREN EKOLOGI MISYKAT AL-ANWAR Sepudin, Mohammad Fahmi; Asy'ari, Hasyim; Musfah, Jejen
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i1.2837

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the role of followership in achieving an increase in the ecological intelligence of students at Misykat Al Anwar Ecological Boarding School. This approach uses a qualitative approach with an ecological psychology paradigm that focuses on human behavior towards their environment. Data collection was carried out by means of participatory observation, interviews, and documentation. The research findings show that teachers and education personnel mostly hold the values of social-ecological justice, thus becoming effective followers in realizing the goals of the institution. The big vision of the pesantren is to mainstream values, tolerance, justice and equality for marginalized civil society groups and advance the struggle for environmental justice for the future of life. The results revealed that Misykat Al Anwar Ecological Boarding School succeeded in increasing ecological intelligence through three main programs, namely the Green Curriculum, Organic Food Ecosystem, and Waste Management. The success of the program is supported by the role of followership from various parties, including caregivers, teachers, and education personnel. All parties show high active involvement, but most followers have moderate to low critical thinking scores. This is a challenge in encouraging more innovative contributions to the pesantren's vision and mission in improving ecological intelligence.. Keywords: Ecological Intelligence, Followership, Ecological Pesantren Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran followership dalam mencapai peningkatan kecerdasan ekologis santri di Pesantren Ekologi Misykat Al Anwar. Pendekatan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma psikologi ekologis yang memfokuskan perilaku manusia terhadap lingkungannya. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukan bahwa pengajar dan tenaga kependidikan sebagian besar memegang nilai-nilai keadilan sosial-ekologis, sehingga menjadi followers yang efektif dalam mewujudkan tujuan lembaga. Visi besar pesantren adalah mengarusutamakan nilai-nilai, toleransi, keadilan dan kesetaraan bagi kelompok masyarakat sipil marjinal serta memajukan perjuangan keadilan lingkungan untuk masa depan kehidupan. Hasil penelitian mengungkapkan Pesantren Ekologi Misykat Al Anwar berhasil meningkatkan kecerdasan ekologis melalui tiga program utama, yaitu Kurikulum Hijau, Ekosistem Pangan Organik, dan Tata Kelola Sampah. Keberhasilan program ditunjang oleh peran followership dari berbagai pihak, termasuk pengasuh, pengajar, dan tenaga pendidikan. Seluruh pihak menunjukkan keterlibatan aktif yang tinggi, namun sebagian besar pengikut memiliki skor berpikir kritis yang sedang hingga rendah. Hal ini menjadi tantangan dalam mendorong kontribusi yang lebih inovatif terhadap visi misi pesantren dalam meningkatkan kecerdasan ekologis. Kata kunci: Kecerdasan Ekologis, Followership, Pesantren Ekologi