Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Institutional Development Training for Freshwater Fish Farming Business Groups in Pombulaa Jaya Village, Konda District, South Konawe Regency Supiyah, Ratna; Arsyad, Muhammad; Suaib, Eka; Hos, Jamaluddin; Bahtiar; Peribadi; Roslan, Suharty; Yusuf, Bakri; Sarpin; Ridwan, Harnina
Indonesian Journal of Community Services Vol. 4 No. 1 (2025): May
Publisher : CV. Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47540/ijcs.v4i1.1912

Abstract

Freshwater fish farming businesses face various obstacles, such as low knowledge and skills of fish farmers and limited access to the latest technology and information, which has an impact on productivity and crop quality. To overcome this problem, group institutional development training activities with a sociological approach are carried out to increase the capacity of fish farmers, strengthen coordination, and encourage the adoption of more efficient and sustainable farming practices. The method applied is participatory, by prioritizing collaboration between fish farmers and extension workers through discussions, technical training, and continuous assistance. The results of the activity showed that this training was effective in improving the technical skills of farmers, strengthening group coordination, and building collective awareness to adopt the latest innovations and technologies. Practically, this activity contributes to increasing the productivity and welfare of farmers, while theoretically, enriching the study of development sociology through the analysis of social interaction in the institution of farmer groups. Thus, strengthening institutional capacity and applying innovative technology is key to increasing the social and economic resilience of fish farmers sustainably.  
KAJIAN LITERATUR STRATEGI PEMBERDAYAAN KOMUNITAS PENGELOLA WISATA DALAM MENDUKUNG KEBERHASILAN DESA WISATA Mustakim, Alan; Hos, Jamaluddin
Journal of Islamic Tourism Halal Food Islamic Traveling and Creative Economy Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam - Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/ar-rehla.v5i1.10824

Abstract

Abstrak: Pengembangan desa wisata berperan strategis dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui peningkatan ekonomi lokal, pelestarian budaya, dan pengelolaan lingkungan yang ramah. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun pemahaman komprehensif mengenai strategi pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan desa wisata berbasis komunitas melalui metode literature review sistematis. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode literature review sistematis. Subjek kajian berupa dokumen ilmiah seperti artikel jurnal, prosiding, dan laporan penelitian yang relevan. Literatur ditelusuri melalui database Google Scholar, ScienceDirect, Scopus, dan Garuda, dengan kata kunci terkait pemberdayaan masyarakat dan desa wisata berbasis komunitas.. Hasil kajian menunjukkan bahwa partisipasi aktif masyarakat, pelatihan dan peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan lokal seperti Pokdarwis dan BUMDes, serta kolaborasi multipihak merupakan pilar utama pemberdayaan yang efektif. Selain itu, penerapan pendekatan bottom-up dan pemanfaatan teknologi digital menjadi faktor kunci dalam mendorong inovasi dan keterlibatan komunitas. Tantangan berupa keterbatasan infrastruktur, kesenjangan partisipasi, dan lemahnya dukungan kelembagaan tetap menjadi hambatan utama dalam pengembangan desa wisata. Studi ini menekankan pentingnya pengintegrasian nilai-nilai lokal, penerapan prinsip inklusivitas sosial, serta penguatan tata kelola yang kolaboratif guna menjamin keberlanjutan dan pemerataan manfaat dari inisiatif desa wisata. Studi ini menegaskan bahwa kesuksesan desa wisata sangat bergantung pada strategi pemberdayaan masyarakat yang inklusif, terencana, dan berkelanjutan. Pelibatan aktif komunitas, penguatan kapasitas, kelembagaan lokal, serta kolaborasi lintas sektor membentuk ekosistem pariwisata yang mandiri dan berdaya saing. Kata Kunci: pemberdayaan masyarakat; desa wisata; partisipasi komunitas; pariwisata berkelanjutan; strategi pembangunan. Abstract: The development of tourism villages plays a strategic role in realizing sustainable development through local economic improvement, cultural preservation, and environmentally friendly management. This study aims to develop a comprehensive understanding of community empowerment strategies in community-based tourism village development through a systematic literature review method. The method used in this study is a qualitative approach with a systematic literature review method. The subjects of the study are scientific documents such as journal articles, proceedings, and relevant research reports. The literature was searched through Google Scholar, ScienceDirect, Scopus, and Garuda databases, using keywords related to community empowerment and community-based tourism villages. The results of the study indicate that active community participation, training and capacity building, strengthening local institutions such as Pokdarwis and BUMDes, and multi-stakeholder collaboration are the main pillars of effective empowerment. Additionally, applying a bottom-up approach and using digital technology are key factors in driving innovation and community engagement. Challenges such as infrastructure limitations, participation gaps, and weak institutional support remain major obstacles to the development of tourism villages. This study emphasizes the importance of integrating local values, applying principles of social inclusivity, and strengthening collaborative governance to ensure the sustainability and equitable distribution of benefits from tourism village initiatives. This study affirms that the success of tourism villages is highly dependent on inclusive, planned, and sustainable community empowerment strategies. Active community involvement, capacity building, local institutional strengthening, and cross-sector collaboration form a self-reliant and competitive tourism ecosystem. Keywords: community empowermen; tourism village; community participation; sustainable tourism; development strategy.
Sosialisasi Literasi Digital Sebagai Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Obat Bebas pada Remaja HOS, Jamaluddin; Mahmudah, Rifa’atul; Sida, Nurramadhani A; Shalihah, Rifa’atus
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 1 (2026): Abdira, Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i1.1291

Abstract

The misuse of over-the-counter (OTC) medicines among adolescents is increasing, driven by high exposure to social media and low digital literacy. Teenagers often consume health information without verification, including content promoting inappropriate medication use. This community engagement activity aimed to enhance students’ understanding of the risks associated with OTC medicine misuse and to strengthen their digital health literacy. The program was conducted at SMAN 4 Kendari with 50 participants using interactive lectures, group discussions, educational social-media videos, and the distribution of leaflets and educational souvenirs. The results showed high student enthusiasm, reflected in numerous questions and active responses during discussions. Verbal evaluation indicated improved understanding of the dangers of OTC misuse and the ability to identify non-credible health content. Overall, the activity effectively improved adolescents’ medicine literacy and digital literacy, supporting efforts to prevent OTC medicine misuse in the school environment.
Pembangunan Modal Manusia Masyarakat Desa di Kabupaten Konawe Kepulauan melalui Program Beasiswa Wawonii Cerdas Aldi, Aldi; Hos, Jamaluddin
TheJournalish: Social and Government Vol. 7 No. 1 (2026): Social and Government
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v7i1.1088

Abstract

Pembangunan sumber daya manusia masyarakat desa merupakan aspek penting dalam pembangunan perdesaan, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses pendidikan. Pendidikan tinggi dipandang sebagai investasi modal manusia yang dapat meningkatkan kapasitas individu sekaligus mendorong perubahan sosial di tingkat komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Program Beasiswa Wawonii Cerdas dalam pembangunan sumber daya masyarakat desa di Kabupaten Konawe Kepulauan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan ditentukan secara purposive, meliputi mahasiswa penerima beasiswa, keluarga mahasiswa, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta pengelola program beasiswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Beasiswa Wawonii Cerdas berperan dalam menurunkan hambatan ekonomi pemuda desa untuk melanjutkan pendidikan tinggi serta mendorong perubahan aspirasi pendidikan di tingkat keluarga dan masyarakat desa. Program ini berfungsi sebagai bentuk investasi publik daerah dalam penguatan modal manusia, yang bekerja pada level individu, keluarga, dan komunitas desa. Meskipun demikian, efektivitas program masih menghadapi tantangan, terutama terkait keterbatasan komponen bantuan yang masih berfokus pada UKT, ketepatan waktu pencairan, serta kesenjangan akses administrasi di wilayah desa kepulauan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Beasiswa Wawonii Cerdas memiliki kontribusi penting dalam pembangunan sumber daya manusia desa, namun memerlukan penguatan sistem dan keberlanjutan kebijakan agar manfaat jangka panjang investasi pendidikan dapat lebih optimal.
Struktur Sosial Ekonomi Petani Lokal dan Masyarakat Pendatang dalam Ketertinggalan Ekonomi di Kecamatan Buke Kabupaten Konawe Selatan Wansyah Mangidi, Muhammad Imam Alif; Hos, Jamaluddin
TheJournalish: Social and Government Vol. 7 No. 1 (2026): Social and Government
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v7i1.1089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur sosial-ekonomi petani lokal dan masyarakat pendatang dalam ketertinggalan ekonomi di Kecamatan Buke, Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya ketimpangan kesejahteraan petani di wilayah pedesaan meskipun sektor pertanian menjadi sumber utama mata pencaharian masyarakat. Perbedaan latar belakang sosial, akses sumber daya, serta strategi pengelolaan pertanian diduga membentuk struktur sosial-ekonomi yang tidak setara antara petani lokal dan masyarakat pendatang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan penelitian terdiri atas petani lokal, petani pendatang atau transmigrasi, serta pengurus kelompok tani. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan perspektif teori Pierre Bourdieu, khususnya konsep modal ekonomi, modal sosial, dan modal kultural, untuk memahami posisi sosial-ekonomi petani dalam struktur pedesaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani pendatang cenderung memiliki modal ekonomi yang relatif lebih baik melalui kepemilikan lahan dan pengelolaan usaha pertanian yang lebih intensif. Dari sisi modal sosial, keterlibatan aktif dalam kelompok tani memberikan akses terhadap bantuan, pelatihan, dan jaringan kelembagaan. Selain itu, petani pendatang juga menunjukkan modal kultural yang lebih kuat melalui kemampuan menerima dan menerapkan teknologi pertanian. Sebaliknya, petani lokal masih menghadapi keterbatasan dalam permodalan, jaringan sosial, dan penguasaan pengetahuan pertanian. Perbedaan penguasaan modal tersebut membentuk struktur sosial-ekonomi yang tidak setara dan mereproduksi ketertinggalan ekonomi petani lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketertinggalan ekonomi petani di Kecamatan Buke merupakan fenomena struktural yang dipengaruhi oleh distribusi modal yang tidak merata.
Peran Tokoh Adat dalam Mengatur Kehidupan Sosial Masyarakat Desa Lasuai Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan Akmal, Akmal; Hos, Jamaluddin
TheJournalish: Social and Government Vol. 7 No. 1 (2026): Social and Government
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v7i1.1090

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tokoh adat dalam mengatur kehidupan sosial masyarakat Desa Lasuai Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan. Tokoh adat merupakan salah satu unsur penting dalam struktur sosial masyarakat desa yang memiliki kedudukan dan pengaruh kuat dalam menjaga ketertiban, keharmonisan, serta keberlangsungan nilai-nilai adat dan budaya lokal. Keberadaan tokoh adat tidak hanya berfungsi sebagai simbol budaya, tetapi juga berperan aktif dalam mengatur hubungan sosial, menyelesaikan konflik, dan mengendalikan perilaku masyarakat melalui norma dan sanksi adat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap tokoh adat, aparat pemerintah desa, serta masyarakat Desa Lasuai. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan Teori Peran yang dikemukakan oleh Soerjono Soekanto sebagai kerangka analisis untuk memahami hubungan antara kedudukan tokoh adat, harapan masyarakat, dan pelaksanaan peran dalam kehidupan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh adat di Desa Lasuai memiliki peran yang signifikan dalam mengatur kehidupan sosial masyarakat. Tokoh adat berperan sebagai pengatur kehidupan sosial, mediator dalam penyelesaian konflik sosial, pengendali sosial melalui penegakan norma dan sanksi adat, serta penjaga keharmonisan dan solidaritas sosial masyarakat. Meskipun peran tokoh adat masih berjalan dengan baik, penelitian ini juga menemukan adanya tantangan berupa perubahan sosial dan menurunnya minat generasi muda terhadap adat istiadat. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan peran tokoh adat melalui pelibatan generasi muda serta sinergi dengan pemerintah desa agar peran tokoh adat tetap relevan dan berkelanjutan dalam mengatur kehidupan sosial masyarakat desa.
Dari Keraguan ke Keyakinan: Transformasi Pemikiran Masyarakat Desa Madodo tentang Budidaya Bawang Merah di atas perbukitan berbatu Minim Air Sulaiman, Sulaiman; Hos, Jamaluddin
TheJournalish: Social and Government Vol. 7 No. 1 (2026): Social and Government
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v7i1.1091

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses transformasi pemikiran masyarakat Desa Madodo, Kecamatan Kontunaga, Kabupaten Muna, terkait budidaya bawang merah di atas perbukitan berbatu minim air. Permasalahan utama yang diangkat adalah kuatnya persepsi masyarakat mengenai keterbatasan lahan dan sumber air yang selama ini dianggap tidak memungkinkan pengembangan komoditas bernilai ekonomi, serta bagaimana perubahan persepsi tersebut terjadi melalui pengalaman empiris, interaksi sosial, dan dukungan kelembagaan desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh pemahaman komprehensif mengenai dinamika perubahan pemikiran Masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pemikiran masyarakat berlangsung melalui lima tahapan difusi inovasi menurut Rogers, yaitu pengetahuan, persuasi, keputusan, implementasi, dan konfirmasi. Percobaan awal budidaya bawang merah oleh petani pelopor, keberhasilan panen, serta keterlibatan BUMDes Tangka Liwu melalui pemanfaatan Dana Ketahanan Pangan Desa menjadi faktor kunci yang mematahkan keyakinan lama masyarakat mengenai keterbatasan lahan berbatu. Interaksi sosial antarpetani dan pengamatan langsung terhadap hasil tanaman mempercepat penerimaan inovasi secara kolektif. Selain meningkatkan minat masyarakat untuk kembali mengembangkan pertanian, inovasi ini membuka peluang ekonomi baru yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan rumah tangga. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa budidaya bawang merah di Desa Madodo telah berhasil mengubah cara pandang masyarakat terhadap potensi lahan lokal dan membuktikan bahwa keterbatasan ekologis bukan menjadi hambatan bagi pengembangan pertanian bernilai ekonomi. Transformasi pemikiran yang terjadi menunjukkan pentingnya peran bukti empiris, modal sosial, dan dukungan kelembagaan desa dalam mendorong adopsi inovasi pertanian di wilayah perdesaan.
Modal Sosial Petani dalam Pengelolaan Irigasi Partisipatif: Studi pada Program GEMAS AIR KONAWE di Kabupaten Konawe Sukmawati, Sukmawati; Hos, Jamaluddin
TheJournalish: Social and Government Vol. 7 No. 1 (2026): Social and Government
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v7i1.1092

Abstract

Penelitian mengenai modal sosial petani dalam pengelolaan irigasi partisipatif melalui Program GEMAS AIR KONAWE di Kabupaten Konawe sangat penting dilakukan untuk menjelaskan bagaimana dinamika sosial petani memengaruhi keberhasilan pemeliharaan jaringan irigasi serta bagaimana hubungan sosial tersebut mendukung efektivitas inovasi lokal dalam penyediaan layanan air pertanian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memahami secara mendalam dinamika modal sosial petani dalam pengelolaan irigasi partisipatif melalui Program GEMAS AIR KONAWE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan irigasi partisipatif melalui Program GEMAS AIR KONAWE berjalan efektif karena ditopang oleh tiga elemen utama modal sosial, yaitu kepercayaan (trust), norma sosial (social norms), dan jaringan sosial (social networks). Ketiga unsur ini bekerja secara simultan dan saling menguatkan sehingga program mampu menjawab tantangan kerusakan jaringan irigasi, keterbatasan anggaran, serta kebutuhan pemeliharaan yang berkelanjutan.
Pemberdayaan Masyarakat Lokal dalam Pengembangan Pariwisata Bahari: Studi Kasus Kabupaten Buton Selatan Rompas, Hensroni; Hos, Jamaluddin
TheJournalish: Social and Government Vol. 7 No. 1 (2026): Social and Government
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v7i1.1093

Abstract

Pengembangan pariwisata bahari merupakan salah satu strategi penting dalam mendorong pembangunan wilayah pesisir. Keberhasilan pengembangan pariwisata bahari sangat bergantung pada tingkat keterlibatan dan pemberdayaan masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberdayaan masyarakat lokal dalam pengembangan pariwisata bahari di Kabupaten Buton Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pejabat kunci Dinas Pariwisata Kabupaten Buton Selatan, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen perencanaan daerah dan laporan kepariwisataan. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi bentuk pemberdayaan masyarakat, peran kelembagaan, serta tantangan dalam pengembangan pariwisata bahari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui pembentukan dan penguatan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pengembangan desa wisata, serta fasilitasi usaha mikro berbasis pariwisata. Pemberdayaan tersebut berkontribusi terhadap peningkatan partisipasi masyarakat dan pengembangan destinasi wisata bahari, meskipun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan infrastruktur dan kontribusi ekonomi yang belum optimal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan implikasi kebijakan bagi penguatan pengembangan pariwisata bahari berbasis masyarakat di daerah pesisir.
Training on Strengthening Social Networks and Collaboration Between Group Members to Improve the Welfare of Rice Farmers in Cialam Jaya Village, Konda District, South Konawe Regency Sarpin; Supiyah, Ratna; Arsyad, Muhammad; Hos, Jamaluddin; Suaib, Eka; Bahtiar; Ridwan, Harnina; Peribadi; Roslan, Suharty; Yusuf, Bakri
Indonesian Journal of Community Services Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : CV. Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47540/ijcs.v4i2.2255

Abstract

The community service program in Cialam Jaya Village, Konda District, South Konawe Regency, is designed with a participatory approach and holistic experiential learning-based training methods. This training aims to strengthen the social network and collaboration of rice farmer groups through a series of activities such as directed group discussions, field practice simulations, and mentoring by cross-disciplinary experts. The training process begins with a needs assessment, then continues with the preparation of training modules and the implementation of skills through direct practice, followed by the stage of collective evaluation and reflection. The results of the activity showed a positive impact in the form of increased communication, trust, and cooperation between farmers. In addition to technical improvements such as irrigation efficiency and crop diversification, the training also succeeded in strengthening interpersonal capacities, such as shared decision-making and conflict management. The evaluation showed an increase in productivity, active participation of farmers, and the emergence of collective farming initiatives. Alternative strategic solutions such as regular communication forums, mentoring of superior farmers, and the integration of technology based on local wisdom also support the sustainability of program results. This service proves that contextual and collaborative approaches can encourage socio-economic transformation and strengthen village independence based on sustainable agriculture.