Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DALAM MATERI SUDUT DAN GARIS DI SMP YAKHALUSTI PONTIANAK F04106021, totok suryawan; hudiono, bambang; -, hamdani
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 5 (2014): Mei 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa pada materi sudut dan garis di kelas VIII SMP Yakhalusti Pontianak. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian studi kasus. Sampel penelitian ini adalah 33 siswa. Hasil analisis data menunjukan bahwa siswa yang memiliki kemampuan menggambar tinggi sebesar 58%, sedang sebesar 33% dan rendah sebesar 9%. siswa yang memiliki kemampuan ekspresi matematis tinggi sebesar 15%, sedang sebesar 64% dan rendah sebesar 21%. siswa yang memiliki kemampuan menulis tinggi sebesar 18%, sedang sebesar 27% dan rendah sebesar 55%. Secara umum dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang berkemampuan tinggi sebesar 27%, sedang sebesar 67% dan rendah sebesar 6%, serta terdapat hirarki antara ketiga kemampuan komunikasi matematis tersebut. Kata kunci : Komunikasi matematis, Ekspresi Matematis Abstract : This research aimed to determine students mathematical communication ability on angles and lines in grade VIII students in Yakhalusti Junior High School Pontianak. The research was conducted by using qualitative descriptive and the form of research was a case study. The samples of the research were 33 students. Result of the data analysis showed that students with high level of drawing ability was 58%, medium level was 33% and low level was 9%. Students with high level of mathematical expression ability was 15%, medium level was 64% and low level was 21%. Students with high level of written texts ability was 18%, medium level was 27% and low level was 55%. In general it can be concluded that students with high level of mathematical communication ability was 27%, medium level was 67%, low level was 6%, and there was a hierarchy among the three mathematical communication skills. Keywords : Mathematical communication, Mathematical expression
PENERAPAN PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK DALAM PEMECAHAN MASALAH MATERI PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL DI MTS F04209036, romiadi; hudiono, bambang; astuti, dwi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 4 (2014): April 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran investigasi kelompok dalam pemecahan masalah persamaan linear satu variabel di kelas VII MTs IKA-PGA Baiturrahman Pontianak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra-ekperimental dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel dalam penelitian ini adalah sampel total (sampel populasi) yang berjumlah 16 siswa kelas VII. Berdasarkan dari hasil rata-rata skor pre-test dan rata-rata skor post-test terlihat jelas adanya peningkatan hasil kemampuan pemecahan masalah siswa setelah diberikan penerapan model pembelajaran investigasi kelompok pada materi persamaan linear satu variabel di kelas VII yaitu dari 2,00 (pre-test) menjadi 6,06 (post-test) (dari skor maksimal 8,00). Dari hasil perhitungan angket respon siswa diketahui bahwa siswa setuju terhadap penerapan model pembelajaran investigasi kelompok pada materi persamaan linear satu variabel di kelas VII.Kata kunci : Investigasi Kelompok, Pemecahan Masalah, ResponAbstract: The purpose of this research was to find out the implementation of group investigation learning model in problem solving the linear equations with one variable material to the class VII MTs IKA-PGA Baiturrahman Pontianak. The research method that used in this research was experimental with One-Group Pretest-Posttest Design. The sample of this research was 16 students. Based on the studens mean score of pretest and posttest, there was an improvement of students ability of problem solving after given the implementation of group investigation learning model on linear equation with one variable material to the class VII, that was from 2,00 (pre-test) to 6,06 (post-test) (from maximal score of 8,00). From guestionnaire analysis of students response, it showed that students perceived agree to the implementation og group investigation learning model on linear equation with one variable material to the class VII.Keywords : Group Investigation, Problem Solving, Response
ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI LIMIT FUNGSI ALJABAR DI KELAS X SMA Dodi, .; Hudiono, Bambang; Suratman, Dede
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 8 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan berpikir kritis siswa kelas X SMA pada materi Limit Fungsi Aljabar. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif, dengan bentuk penelitian studi kasus. Subjek penelitian yaitu siswa kelas X SMA Negeri 2 Pontianak, dengan sampel penelitian yaitu kelas X MIA 1 yang dipilih berdasarkan random. Alat pengumpul data yang digunakan berupa tes dan wawancara mendalam. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh hasil penelitian, yaitu persentase rata-rata keterampilan berpikir kritis dari 37 orang siswa sebesar 55,53% dan masuk dalam kriteria rendah. Persentase rata-rata keterampilan berpikir kritis tertinggi terdapat pada kriteria sedang yang berjumlah 10 siswa, dengan nilai persentase rata-rata sebesar 68,72%.   Kata Kunci: keterampilan berpikir kritis, deskripsi, analisis, evaluasi.   Abstract: This research aims to determine the critical thinking skills of grade X in senior high school student’s on the Algebra Function Limit matter. The method used is descriptive research method, with the research form is case study research. The research of subject is grade X in SMA Negeri 2 Pontianak, with the sample of research is grade X in MIA 1, that have choosed randomly. Data collection tool used is a test and interview. Based on the analysis of data, obtained results of the research are the average percentage of critical thinking skills of 37 students is 55.53% and entered the low criteria. The average percentage highest of critical thinking skills are the medium criteria amounting to 10 students, with an average percentage is 68.72%.   Keywords: critical thinking skills, description, analysis, evaluation.  
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF DI SMP NEGERI I SEBAWI F04611027, sazali; hudiono, bambang; -, hamdani
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 2, No 10 (2013): Oktober 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika pada materi diagonal bidang, diagonal ruang, bidang diagonal dan luas permukaan kubus di SMP Negeri 1 Sebawi. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis Penelitian Tindakan Kelas dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif. Dari hasil pengamatan selama proses pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif, diperoleh persentase aktivitas pada siklus I sebesar 51,79 %, kemudian persentase aktivitas pada siklus II mencapai 76,91 %, berarti ada peningkatan sebesar 25,12 %. Sedangkan hasil belajar matematika melalui pembelajaran kooperatif diperoleh dari hasil kuis yang diberikan setelah penyajian materi selesai diberikan. Pada siklus I rata-rata perolehan skor kuis dalam kelompok mencapai 66,79 %. Kemudian pada siklus II perolehan rata-rata skor kuis mencapai 71,07 %, ada peningkatan sebesar 4,28 %. Dalam hal ini pembelajaran dengan model kooperatif dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa di SMP Negeri 1 Sebawi. Kata Kunci : Meningkatkan, Aktivitas, Hasil belajar, Pembelajaran Koopearif. Abstract:. The aim of this research to increase mathematics learning activities and outcomes in the field of materials diagonal, diagonal space, diagonal plane and the wide surface area of ??a cube in SMP Negeri 1 Sebawi. The method used is the type of classroom action research to implement cooperative learning model. From the observation during the learning process with cooperative learning. model, the percentage of the activity obtained in the first cycle of 51.79%, then the percentage of activity in the second cycle reached 76.91%, meaning there is an increase of 25.12%. While the results of learning mathematics through cooperative learning gained from the results of a quiz given after the presentation of the material supplied is complete. In the first cycle, the average gain in the group quiz scores reached 66.79%. Then in the second cycle acquisition quiz score average reached 71.07%, there was an increase of 4.28%. In this case the model of cooperative learning activities and outcomes can improve students' mathematics learning in SMP Negeri 1 Sebawi. Keywords: Boost, activities, learning outcomes, learning Kooperative.
MENGKAJI TAHAPAN SCAFFOLDING DALAM PEMBELAJARAN MEMECAHKAN MASALAH DI SMP N 9 PONTIANAK F04109006, indri fitriani; hudiono, bambang; -, hamdani
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 11 (2014): Nopember 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) Melihat bagaimana tahapan scaffolding dalam pembelajaran pada siswa saat memecahkan masalah. (2) melihat bagaimana kemampuan siswa dalam pemecahan masalah setelah diberi pembelajaran dengan tahapan scaffolding. Metode yang digunakan adalah metode pre-eksperimental dengan bentuk penelitian yang digunakan adalah One-shot Case Study. Subyek penelitian ini adalah 30 siswa kelas VII SMP N 9 Pontianak. Hasil analisis data menunjukan (1) tahapan scaffolding yang dilakukan dalam pembelajaran pemecahan masalah meliputi tanya jawab saat siswa memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah dan menyelesaikan masalah serta mengajak siswa aktif memecahkan masalah saat pengecekan kembali. (2) kemampuan siswa setelah diberikan perlakuan melalui tahapan scaffolding efektif yang mana rata-rata nilai siswa adalah 67,5.   Kata Kunci : Scaffolding, Tahapan Scaffolding, Pemecahan Masalah Abstract: The purpose of this research is (1) to see how scaffolding technique in teaching learning for the students to solve the problem. (2) to see the students’ ability through scaffolding technique. The method of the researcher used is Pre-experimental which consisted of One-Shot Case Study. The subject of this research is 30 students of VII grade of SMP N 9 Pontianak. The result of the data analysis showed that (1) scaffolding technique in teaching learning in solving the problem is interview when the students understanding process, planning for solving the problem and finishing the problem and asking the students to active for solving the problem when recheck. (2) the students’ ability after given the treatment through scaffolding technique is effective which average score of the students is 67,5.   Keywords: Scaffolding, Scaffolding Technique, Problem Solving
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR INTERAKTIF BERBASIS TIK MENGGUNAKAN SLIDESHOW POWERPOINT BY USING AUDIO EFFECT BAGI GURU MATEMATIKA SMP PEDALAMAN KUBU KALIMANTAN BARAT Hudiono, Bambang
Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol 4, No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.238 KB) | DOI: 10.26418/jpmipa.v4i1.17584

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pada kenyataan bahwa dewasa ini, perkembangan keterlibatan pemanfaatan TIK dalam bidang pendidikan, sangat pesat. Namun demikian, penyebaran perkembangan tersebut belum menyentuh semua wilayah, terutama di daerah-daerah pedalaman. Permasalahan yang muncul adalah kesempatan peningkatan profesionalisme guru di kota dan daerah pedalaman seperti di daerah Kubu Kalimantan Barat yang terkait dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi tidak merata. Untuk mengatasi persoalan di atas perlu dicarikan model pemecahannya. Salah satu upaya, mengembangkan bahan ajar interaktif pada mata pelajaran matematika. Kegiatan ini merupakan penelitian pengembangan  berupa pembuatan bahan ajar interaktif dengan memanfaatkan program slideshow powerpoint by Using Audio Effect.  Akhir dari seluruh kegiatan adalah terbentuknya model bahan ajar interaktif dalam bentuk CD yang berisi slideshow powerpoint yang disertai penjelasan tertulis dan verbal dalam bentuk suara guru yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika, serta dihasilkannya buku panduan untuk mengembangkan bahan ajar interaktif yang dapat digunakan guru ataupun pemerhati pendidikan lainnya. Kata kunci:  bahan ajar, interaktif,  pembelajaran, matematika,  TIK