Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Penurunan Perkara Dispensasi Kawin yang Dikabulkan di Pengadilan Agama Cirebon Purwanti, Sofie; Encep Abdul Rojak; Satria Hamdani, Fahmi Fatwa Rosyadi
Jurnal Riset Hukum Keluarga Islam Volume 5, No, 2 Desember 2025, Jurnal Riset Hukum Keluarga Islam (JRHKI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrhki.v5i2.8291

Abstract

Abstrak. Perkawinan di bawah umur masih sering terjadi meskipun Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 telah menaikkan usia minimal menjadi 19 tahun. Fenomena ini memicu banyak permohonan dispensasi kawin, termasuk di Pengadilan Agama Cirebon. Namun, pada tahun 2024 jumlah permohonan yang dikabulkan menurun drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam menetapkan dispensasi kawin serta menganalisis faktor-faktor penyebab penurunan perkara. Kerangka pemikiran penelitian merujuk pada Al-Qur’an, Hadis, Qawaid Fiqhiyyah, dan teori Maqashid Syari’ah yang menekankan kemaslahatan dan pencegahan mudarat. Metode penelitian bersifat kualitatif dengan pendekatan yuridis-empiris, melalui studi pustaka, dokumentasi, dan wawancara dengan hakim serta pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permohonan umumnya didasari kekhawatiran pelanggaran norma agama akibat hubungan di luar nikah. Penurunan perkara yang dikabulkan disebabkan meningkatnya kesadaran hukum masyarakat, penerapan syarat administratif yang ketat sesuai PERMA No. 5 Tahun 2019, serta intensifnya edukasi pemerintah. Simpulan penelitian menyatakan bahwa hakim kini lebih selektif dengan mempertimbangkan usia, kesiapan psikologis, kesehatan, dan ekonomi calon mempelai demi menjaga kemaslahatan anak. Abstract. Underage marriage still occurs frequently despite Law No. 16 of 2019 raising the minimum age to 19 years. This phenomenon has led to numerous requests for marriage dispensations, including at the Cirebon Religious Court. However, in 2024, the number of approved requests decreased significantly compared to previous years. This study aims to determine the judges' considerations in granting marriage dispensations and to analyze the factors causing the decline in cases. The research framework refers to the Qur'an, Hadith, Qawaid Fiqhiyyah, and the theory of Maqashid Syari'ah, which emphasizes public interest and the prevention of harm. The research method is qualitative with a legal-empirical approach, through literature review, documentation, and interviews with judges and related parties. The results of the study indicate that applications are generally based on concerns about violating religious norms due to extramarital relationships. The decrease in approved cases is attributed to increased legal awareness among the public, the strict application of administrative requirements in accordance with PERMA No. 5 of 2019, and intensive government education. The study concludes that judges are now more selective, considering the age, psychological readiness, health, and economic status of prospective spouses to safeguard the welfare of children.
Co-Authors 10010120047, Wildan Zaeni Abdullah Syihabuddin Afrah Nur Athifah Agum Muchamad Sidiq Akbar Fathurrahman Muhammad Akhmad Yusuf Alvian Wirateja Amrullah Hayatudin Andiahmad Ramadhani Asep Ramdan Hidayat Astuti Athiyah, Rosyiqah Chairunnisa Annasya Citra Oki Wijaya Kusuma Dian Nur Afifah Dian Nur Afifah Dina Oktaviani Eka Putra Pratama Pratama Fadilah Ali Romadhoni Fahmi Fatwa Rosadi Satria Hamdani Fahmi Fatwa Rosyadi Fahmi Fatwa Rosyadi Hamdani Satria Fahmi Fatwa Rosyadi Satria Hamdani Fathiana Medina Putri Fauzi Alfiyasin Fawzi, Ramdan Heny Novitasari Hery Widijanto Ilham Mujahid Ivan Parjianto Ivan Parjianto Lusi Kholisiah M. Abdurahman Marisa Auliya Maudi Salsabilah Maulan Rif’atul Wafy Mohammad Wahyu Maulana Muhamad Fahmi Rizaldi Muhamad Farid Solehudin Muhamad Ridwan Fauzi Muhammad Rayhan Fadhilah Muhammad Yunus Muhammad Yunus Muhammad Yunus Mutiara Fadilah Naura Syahira Firmayuni Nelly Naelufar Neng Dewi Himayasari Ninda Sari Sri Rejekinah Nisa Nurfebrianti Nur Azizah Nurul Falah Abani Nurul Febrianti Pahtur Rachman Purwanti, Sofie Puteri Asyifa Octavia Apandy Sahid, Mualimin Mochammad Sahrul Hasan Suwares Seilla Nur Amalia Firdaus Selva Selfia Ginanjar Shindu Irwansyah Shindu Irwnsyah Sinta Bela Febriana Siska Lis Sulistiani Siti Sayyidah Suryaningsih Tia Rahmawati Tiara Ayu Lestari Titin Suprihatin Titin Suprihatin Velany Putri Rosidy Rosih oci vera fadillah marufin Wijayanti, Intan Manggala Yandi Maryandi Yogi Indrayadi Yulia, Marsella Yusup, Akhmad Zaini Abdul Malik