Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sosiohumaniora

ANALISIS PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN OBJEK WISATA DI LAMPUNG SELATAN Simon Sumanjoyo Hutagalung; Dedy Hermawan
Sosiohumaniora Vol 23, No 1 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v23i1.24698

Abstract

Riset ini memilih fokus pada riset bidang maritim yang di dalam lingkupnya mencakup isu strategis pembangunan industri pariwisata. Adapun tujuan dari riset ini yaitu; (a). melakukan kategorisasi bentuk partisipasi masyarakat yang terjadi dalam aktivitas pengelolaan pariwisata pada daerah pariwisata di Lampung Selatan, (b). menyusun faktor-faktor potensial yang berpotensi mendorong atau menghambat keberhasilan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pariwisata di Lampung Selatan. Oleh karena itu, perlu dihasilkan saran yang terkait dalam bentuk partisipasi pemangku keurgenan khusunya pada hal-hal yang perlu diperkuat dalam rancangan kebijakan. Riset ini mendeskripsikan dan menjelaskan gejala dan kecenderungan pada fokus riset. Bagi fokus pertama dilakukan teknik survei melalui pengumpulan data kunci, sedangkan pada fokus riset kedua dilakukan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan focus group discussion. Dari hasil riset diketahui jika partisipasi masyarakat yang terderajat dalam dimensi pemikiran, tenaga, dan materi dalam pembangunan destinasi wisata memiliki respon yang berbeda antara partisipasi yang dimobilisasi (diminta partisipasi) dengan partisipasi yang voluntary berdasar inisiatif sendiri. Walaupun demikian masyarakat telah memiliki kesediaan untuk berpartisipasi dalam pembangunan destinasi wisata, hanya saja masih harus dimobilisasi (diminta partisipasi) secara aktif oleh pengelola untuk berpartisipasi.
MODEL TATA KELOLA (GOVERNANCE) DALAM RANGKA AKSELERASI PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN PADA DAERAH OTONOM BARU DI PROVINSI LAMPUNG Simon Sumanjoyo Hutagalung
Sosiohumaniora Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.497 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v20i3.10484

Abstract

Perkembangan daerah otonom baru membutuhkan daya dukung tata kelola yang kuat agar dapat berakselerasi dengan daerah lainnya dalam membangun pendidikan. Tata kelola yang sinergis menghasilkan pengelolaan pendidikan yang berkapasitas baik. Penelitian yang dilakukan bertujuan mengidentifikasi kondisi existing, factor yang mendorong kondisi pendidikan dan potensi kelembagaan dan hubungan antar lembaga yang dapat membangun suatu model. Penelitian kualitatif ini dalam pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan focus group discussion. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan model interaktif. Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan, yaitu; (1). Kondisi existing sumber daya pendidikan masih menghadapi kuantitas sekolah yang belum memenuhi rasio nasional dan distribusi guru belum merata. Anggaran belum optimal dimiliki oleh Dinas Pendidikan, sehingga belum menghasilkan program yang dapat mengakselerasi pendidikan. (2). Faktor yang dominan mempengaruhi kondisi sumber daya pendidikan itu antara lain warisan kebijakan pendidikan yang tidak berhasil menciptakan pemerataan infrastruktur pendidikan serta kondisi daya dukung infrastruktur yang belum maksimal bagi terciptanya akselerasi pendidikan di wilayah tersebut. (3). Potensi kelembagaan dan hubungan antar lembaga terletak pada peran Dinas Pendidikan, Instansi pemerintah lainnya pada Kabupaten Pesisir Barat, pihak swasta/yayasan atau lembaga masyarakat serta instansi pendidikan yang ada di luar wilayah Pesisir Barat. Keseluruhan lembaga tersebut memiliki format keterlibatannya yang terjalin dalam suatu kerangka kerja yang diarahkan oleh Pemkab Pesisir Barat. Hubungan inilah yang membangun model tata kelola yang mengakselerasi penyelenggaraan pendidikan.