Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Metalurgi

PELINDIAN ZIRKONIUM DARI TAILING MAGNETIK PASIR ZIRKON HASIL ROASTING MENGGUNAKAN NAOH Iga Trisnawati
Metalurgi Vol 35, No 3 (2020): Metalurgi Vol. 35 No. 3 Desember2020
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.103 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v35i3.558

Abstract

Tailing pertambangan adalah penyebab sebagian besar pencemaran lingkungan yang terkait dengan industri ekstraktif. Peningkatan risiko pencemaran lingkungan telah diamati di seluruh dunia karena sejumlah besar pengolahan bijih kadar rendah. Dalam penelitian ini, pemulihan zirkonium dari tailing magnetik pasir zirkon telah diselidiki. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui pengaruh kondisi operasi pencucian terhadap pemulihan zirkonium dari tailing magnetik pasir zirkon. Tailing magnetik pasir zirkon yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari PT Monokem Surya. Awalnya, tailing magnetik pasir zirkon dipanggang dengan tujuan memisahkan senyawa zirkonium dan silikat sebagai pengotor. Proses pemanggangan telah dilakukan dengan mereaksikan tailing magnetik zirkon pasir dan NaOH dengan perbandingan 1: 1 pada 450 °C selama 3 jam. Produk tersebut kemudian dicuci, dikeringkan dan dilindi menggunakan larutan HCl dan H2SO4. Untuk mengetahui kinerja pelindian, kondisi operasi bervariasi termasuk suhu (30 °C-110 °C), konsentrasi asam (0,125M-2M) dan rasio padat terhadap cair (0,05 g/mL-0,25 g/mL). Ditemukan bahwa pemulihan zirkonium mencapai optimal ketika proses pelindian menggunakan 0,5 M HCl dan H2SO4. Menggunakan kondisi ini, pemulihan 88% dan 26% diperoleh untuk zirkonium menggunakan HCl dan H2SO4, masing-masing.
OPTIMIZATION OF LATERITE ORE GRINDING PROCESS USING BALL MILL WITH RESPONSE SURFACE METHOD Prameswara, Gyan; Tyassena, Flaviana Yohanala Prista; Amin, Idi; Hatimah, Husnul
Metalurgi Vol 37, No 3 (2022): Metalurgi Vol. 37 No. 3 Desember 2022
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.874 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v37i3.655

Abstract

Dependence and interaction between several operating conditions that affect the grinding process using a ball mill such as the number of balls, grinding duration, and rotational speed on particle size at 80% product mass (P80) and mineral liberation have been obtained in this study using a CCD (central composite design) of response surface method (RSM). The grinding process was carried out in a cylindrical ball mill with a diameter and length of 18.6 cm and 21.5 cm, respectively, as well as a steel ball with a diameter of 2.5 cm and a weight of 100 grams/ball. The optimum data for the grinding process was obtained with the smallest response value of P80. It was known that the number of balls and grinding duration have a significant effect on the reduction of the P80 value in the sample. The model that can describe the influence of process variables on the P80 value was obtained with good accuracy. The character of the mineral content of the sample was observed with the X-Ray Diffraction (XRD) pattern and the elemental concentration. Minerals that have a smaller hardness scale are easier to liberate and more exposed. The P80 value of the initial material was 1560.89 µm, while at the optimum condition the P80 grinding process was reduced to 513.29 µm.