Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Evaluation of Active Public Green Open Space Service Quality and Provision in Peri-Urban Areas: (Case Study: Dau, Karangploso, Pakis, and Singosari Districts, Malang Regency) Setyono, Deni Agus; Suharyadi; Hasyim, Abdul Wahid; Hizbaron, Dyah Rahmawati
RUAS Vol. 23 No. 2 (2025)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2025.023.02.6

Abstract

The rapid expansion of built-up areas in Malang Regency has led to a decline in the availability of active public green open space (GOS), creating an imbalance between ecological needs and urban development pressures. This study assesses the provision requirements and service quality of such spaces in four peri-urban districts: Dau, Karangploso, Pakis and Singosari. GOS provision standards were evaluated against the Ministry of Agrarian Affairs and Spatial Planning Regulation No. 14/2022, while service quality was analyzed using Importance Performance Analysis and the Mean Score Analysis, utilizing survey responses from 237 park users. The results demonstrate that none of the districts meet the minimum requirement of 20 percent of their area allocated to public green open spaces. The most significant development potential is concentrated in land parcels exceeding 144,000 m2, totalling 2,702.23 ha, which could be developed into neighborhood-, district-, or city-scale parks. Regarding the service quality, Dau district recorded the highest level of conformity (79.60%), followed by Karangploso (74.62%), Singosari (70.41%), and Pakis (67.09%). Prioritized improvements are necessary for the comfort aspect, cleanliness aspect, lighting aspect, and user facilities aspect. Overall, while the community perceives active public GOS as highly important, the current level of service is inadequate, highlighting the urgent need for robust policies to provide and manage GOS in order to maintain sustainable urban development.
PENATAAN KAMPUNG PADAT DI BAWAH TEKANAN PUSAT KOMERSIL MELALUI PENDEKATAN PUBLIC REALM: STUDI PENGABDIAN DI KAMPUNG MALEER KOTA BANDUNG Chairul Maulidi; M. Rafly Rasya; Sharfina I. Kurniawati; Ellyna Nurdiana; Soraya Siti Isfihana; Dehaziza Verda Athifa; Mario Putra Pratama Munthe; Azriel R. Hashfi; I Nyoman Suluh Wijaya; Abdul Wahid Hasyim; Wulan Dwi Purnamasari; Surjono Surjono
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 5, No 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/cecd.v5i1.41430

Abstract

Kampung perkotaan di Indonesia menghadapi tantangan dalam pengelolaan public realm, terutama pada kawasan padat yang tertekan oleh komersialisasi skala besar. Kampung Maleer di Kota Bandung menunjukkan konflik antara pedestrian, parkir, dan perdagangan informal yang menurunkan kualitas lingkungan. Pengabdian ini bertujuan mengidentifikasi masalah public realm secara partisipatif, merumuskan konsep penataan, dan menyusun masterplan sebagai instrumen awal penataan kampung. Metode meliputi survei lapangan, kuesioner, wawancara, workshop desain selama tiga bulan, serta sosialisasi dengan pemangku kepentingan. Hasil berupa konsep penataan mencakup manajemen curbside, penataan PKL, aktivasi fasad, dan integrasi green-blue infrastructure yang diformalkan dalam dokumen masterplan. Dokumen ini berfungsi sebagai acuan dan instrumen untuk meningkatkan kesiapan kampung dalam mengakses program hibah penataan kampung. Kegiatan ini menunjukkan bahwa desain dapat menjadi intervensi pengabdian tahap awal yang efektif dalam memperkuat kapasitas perencanaan dan daya saing kampung.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN OBJEK WISATA BUATAN DI KOTA BATU BERBASIS KLASTER DAN TEKNIK OVERLAY Rojabi, Brilliana Fakhriha; Yudono, Adipandang; Hasyim, Abdul Wahid
Tata Kota dan Daerah Vol. 18 No. 1 (2026): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2026.018.01.6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan wisata buatan secara spasial di Kota Batu sebagai dasar penataan kawasan pariwisata yang berkelanjutan. Metode yang digunakan menggabungkan teknik klaster spasial menggunakan fitur DBSCAN pada perangkat lunak ArcGIS dengan analisis kesesuaian lahan berbasis data geospasial. Sebanyak 62 objek wisata buatan dikelompokkan ke dalam lima klaster berdasarkan kedekatan lokasi, lalu dianalisis kesesuaiannya terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta kemampuan lahan berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 20/PRT/M/2007. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidaksesuaian pemanfaatan ruang pada beberapa klaster, khususnya di kawasan budidaya dan lindung yang tidak selaras dengan peruntukan tata ruang. Selain itu, penelitian ini juga menyajikan arah pengembangan kawasan wisata berdasarkan hasil overlay antara kesesuaian lahan dan lokasi klaster. Pendekatan ini menghasilkan kerangka kerja spasial adaptif yang dapat mendukung perencanaan pariwisata yang lebih terarah, sesuai dengan kondisi lingkungan, dan berkelanjutan.