Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN TONGKOL JAGUNG MENJADI PAKAN TERNAK FERMENTASI UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN LOKAL Nindy Callista Elvania; S. Indah Purwaningrum; Janatul Firdausi Ahla; Winda Uswatun K.
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37635

Abstract

Abstrak: Desa Kawengan memiliki potensi limbah pertanian berupa tongkol jagung yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal serta tingginya ketergantungan peternak terhadap pakan komersial yang berdampak pada biaya produksi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah tongkol jagung menjadi pakan ternak fermentasi, mendukung kemandirian pakan lokal, serta menciptakan peluang ekonomi baru. Mitra kegiatan adalah kelompok tani dan peternak Desa Kawengan dengan jumlah peserta sebanyak 10 orang. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan praktik langsung (learning by doing), dan pendampingan berkelanjutan. Evaluasi dilakukan secara partisipatif melalui observasi, wawancara, dan perbandingan kemampuan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan teknis peserta sebesar 65% dan peningkatan pemahaman pengelolaan limbah pertanian sebesar 70%. Selain itu, pemanfaatan pakan fermentasi mampu menurunkan biaya pakan ternak hingga 30%, sehingga meningkatkan nilai ekonomis dan ketahanan pangan lokal. Abstract: Kawengan Village has abundant agricultural waste potential in the form of corncobs, but it has not been optimally utilized, and livestock farmers are highly dependent on commercial feed, which impacts production costs. This community service activity aims to improve community knowledge and skills in processing corncobs into fermented livestock feed, support local feed independence, and create new economic opportunities. The activity partners are farmer and livestock groups in Kawengan Village with a total of 10 participants. The method used includes a participatory approach through socialization, direct practical training (learning by doing), and ongoing mentoring. Evaluation was carried out in a participatory manner through observation, interviews, and comparison of abilities before and after the activity. The results showed a 65% increase in participants' technical skills and a 70% increase in understanding of agricultural waste management. In addition, the use of fermented feed can reduce livestock feed costs by up to 30%, thereby increasing the economic value and local food security.
ANALISIS SISTEM PENGOLAHAN LIMBAH MEDIS PADAT BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DI RUMAH SAKIT BOJONEGORO Nindy Callista Elvania; S. Indah Purwaningrum
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 4 No. 02 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jbnkaw27

Abstract

Rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh kepada masyarakat. Kegiatan tersebut menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun yang pada umumnya belum dikelola dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik dan sumber limbah bahan berbahaya dan beracun, serta mengetahui sistem pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun di rumah sakit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, observasi, dan wawancara mendalam. Sedangkan analisis data diolah dengan menggunakan teknik kualitatif untuk mendeskripsikan sistem pengolahan limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik dan sumber limbah yang dihasilkan rumah sakit di Bojonegoro adalah limbah padat infeksius yang dihasilkan dari kegiatan rawat inap, poliklinik rawat jalan, ICU, IGD, IBS, neonatus, kamar bersalin, dan laboratorium, limbah farmasi, bahan kimia dari apotek, ruang perawatan, dan ruang rontgen, sedangkan limbah benda tajam berasal dari pasien rawat inap, poliklinik rawat jalan, IGD, kamar bersalin, neonatus, laboratorium dan kegiatan medis lainnya. Sistem pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun di rumah sakit Bojonegoro dimulai dari pemilahan, pembedaan warna kantong plastik, pemberian label pada tempat sampah, pengangkutan dari tempat sampah ke tempat pembuangan sementara limbah bahan berbahaya dan beracun, penimbangan, pencatatan, hingga pengangkutan dan pemusnahan limbah menggunakan insinerator dan residu yang dihasilkan ditimbun.
OPTIMALISASI WASTE WATER TREATMENT PLANT DALAM PENURUNAN KADAR BOD DAN COD DI LAPANGAN - X Mohamad Maliqul Surya Praja; Nindy Callista Elvania; Anung Anindhito
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/hwbytj58

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi efektivitas Waste Water Treatment Plant (WWTP) di Lapangan – X dalam menurunkan kadar BOD dan COD. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui nilai BOD dan COD dalam proses WWTP di Lapangan – X; (2) untuk mengetahui penurunan nilai BOD dan COD dalam proses WWTP; dan (3) untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi efisiensi penurunan nilai BOD dan COD dalam proses WWTP. Proses WWTP di Lapangan – X menggunakan teknologi activated sludge dengan bakteri aerobik dan memiliki kapasitas pengolahan sebesar 1.728 m³/hari. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif melalui observasi lapangan, pengambilan sampel pada inlet dan outlet WWTP, serta analisis kinerja menggunakan perhitungan Hydraulic Retention Time (HRT). Hasil menunjukkan HRT selama 32 jam, dengan efisiensi penurunan BOD sebesar 51,1% dan COD sebesar 33,3%. Meskipun proses WWTP tersebut telah memenuhi standar kualitas air limbah sesuai regulasi, efisiensinya masih di bawah potensi optimal teknologi activated sludge, yaitu 84–86%, yang disebabkan oleh manajemen nutrisi dan komposisi mikroba yang kurang optimal. Untuk meningkatkan kinerja IPAL, disarankan penambahan nutrisi sebesar 2000 mg/L serta pemantauan mikroorganisme secara rutin.
PENERAPAN PERMEN LHK NO 6 TAHUN 2021 TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH B3 PADA INDUSTRI X Nanda Wahyu Setya; Nindy Callista Elvania
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/b3ng6y23

Abstract

Perkembangan sektor industri memiliki kontribusi penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dan taraf hidup manusia. Namun, di balik dampak positifnya, kegiatan industrialisasi juga menimbulkan persoalan lingkungan berupa pencemaran dan kerusakan ekosistem akibat peningkatan volume limbah yang dihasilkan. Salah satu jenis limbah yang memerlukan perhatian khusus adalah limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), yang dapat mengancam kesehatan manusia serta keseimbangan lingkungan apabila tidak dikelola dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis limbah B3 yang dihasilkan oleh PT X serta menganalisis proses pengelolaannya berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor 6 Tahun 2021. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan observasi langsung dan pengumpulan data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah B3 yang dihasilkan PT X berasal dari kegiatan produksi gas bumi, pemeliharaan peralatan operasional, dan aktivitas perkantoran. Setiap jenis limbah memiliki karakteristik serta masa simpan yang berbeda. Secara keseluruhan, pengelolaan limbah di PT X telah sesuai dengan ketentuan Permen LHK No. 6 Tahun 2021, meliputi proses pengumpulan, penyimpanan sementara di Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Limbah B3, serta pengangkutan oleh pihak ketiga berizin resmi
ANALISIS POTENSI EMISI GAS RUMAH KACA DARI AIR LIMBAH INDUSTRI PENGILANGAN Narafa Nur Khairiyyah; Nindy Callista Elvania
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/hpwa5s14

Abstract

Emisi gas rumah kaca (GRK) merupakan salah satu tantangan paling mendesak di zaman ini, yang mempengaruhi seluruh aspek lingkungan dan iklim global. Emisi ini menimbulkan tantangan lingkungan dan iklim yang signifikan. Pengelolaannya seringkali melibatkan pertimbangan yang kompleks, dan pengembangan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) adalah salah satu contoh dari hasil yang bertentangan tersebut. Studi ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis potensi emisi gas rumah kaca dari air limbah kilang dan peluang pemulihan energinya . Metode yang digunakan dalam studi ini melibatkan analisis laboratorium parameter COD dan penerapan estimasi emisi berbasis IPCC. Berdasarkan Pedoman IPCC 2006 menggunakan pendekatan TOW dan EF, potensi emisi metana yang diperkirakan adalah 2.560.747,47 kg CH₄/tahun (setara dengan 3.576.888 m³ CH₄/tahun). Jika sepenuhnya dipulihkan dan dimanfaatkan, metana ini dapat menghasilkan sekitar 13,56 GWh listrik per tahun dengan efisiensi konversi 38%. Hasil ini menunjukkan bahwa air limbah kilang minyak memiliki potensi signifikan baik sebagai sumber emisi gas rumah kaca maupun sebagai sumber energi terbarukan, yang menyoroti pentingnya pengelolaan air limbah berkelanjutan dalam mengurangi emisi industri.
PENGUJIAN BOD DAN COD SEBAGAI PARAMETER PENCEMAR PADA AIR LIMBAH DI LABOLATORIUM X M. Ridwan; Nindy Callista Elvania
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/3vbjkp74

Abstract

Air limbah yang dihasilkan dari aktivitas industri berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak diolah dengan baik. Salah satu parameter penting dalam menilai kualitas air limbah adalah Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) yang menunjukkan tingkat pencemaran bahan organik. Penelitian ini dilakukan untuk menguji kadar BOD dan COD pada air limbah serta mengevaluasi efektivitas proses pengolahan limbah dalam menurunkan kandungan pencemar agar sesuai dengan baku mutu yang telah ditetapkan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel pada inlet dan outlet, kemudian dilakukan pengujian laboratorium terhadap parameter BOD dan COD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar BOD dan COD setelah proses pengolahan, di mana nilai pada outlet cenderung lebih rendah dibandingkan inlet dan sebagian besar telah memenuhi baku mutu yang berlaku. Dengan demikian, proses pengolahan limbah menunjukkan efektivitas yang cukup baik dalam menurunkan beban pencemar, meskipun masih diperlukan upaya optimalisasi untuk meningkatkan kinerja pengolahan.
KAJIAN KUALITAS LINGKUNGAN PADA INDUSTRI PENGGILINGAN UMBI DAN SAYURAN Janatul Firdausi Ahla; Nindy Callista Elvania
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/5kr51564

Abstract

Industri pengolahan porang merupakan salah satu sektor agroindustri yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan berupa limbah cair, emisi udara, kebisingan, limbah padat, dan limbah B3. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses penyusunan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) pada rencana kegiatan Industri Penggilingan Aneka Umbi dan Sayuran (Termasuk Rhizoma) PT X. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi literatur dan dokumentasi menggunakan data sekunder yang berasal dari dokumen perencanaan kegiatan, dokumen teknis, data lingkungan, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan industri berpotensi menimbulkan dampak terhadap kualitas udara, kualitas air, kebisingan, limbah padat, limbah B3, serta keselamatan dan kesehatan kerja. Upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang direncanakan meliputi pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pemasangan wet scrubber, pengelolaan limbah sesuai ketentuan, serta penerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Dengan demikian, dokumen UKL-UPL menjadi instrumen penting dalam mendukung pelaksanaan kegiatan industri yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Co-Authors Abilsa Duanda Abrori, Ahmad Niamul Adinda Dhayu Anggraini Agustiana, Elsa Ahmad Niamul Abrori Ahmad Syaiful Ghozi Aldi Setia Budiana Alifa, Nurul Fatmawati Alvian Nur Rohmat Amanda, Herliana Aminudin Afandhi Ananta, Putri Sherly Andini Ratna Sari Anggara, Oktavianus Cahya Anggraeni, Eriyanti Putri Anung Anindhito Ardianta, Dadang Arga Arga Aridianta, Dadang Aridianta, Dadang Arga Asmayta, Arini Dwi Astutik, Sri Wahyu Vidiya Athiyya, Fida Nur Bagus Saputra Bilafiqri, Salsa Budiana, Aldi Setia Cahyan, Angelia Dimas Bagus Nugroho Dimas Nugroho Diva Ferliana Herdriyani Dwi Putra, Hafit Cahyono Dyah Setyaningrum, Dyah Eka Luluk Fitriani Eliza, Nova Faradilla Ayu Rahmadhini Fiqri, Albet Haikal Fitriani, Eka Luluk Ghozi, Ahmad Syaiful Haryono, Aldi Herdriyani, Diva Ferliana Heri Mulyanti Heri Mulyanti Herliana Dita Amanda Sari Hesti Asriva Janatul Firdausi Ahla Janatul Firdausi Ahla Jannatul Firdausi Ahla M. Ridwan Martono Maulana, Ilham Ridho Milla Karunia Candra Mohamad Maliqul Surya Praja Mufidah Afiyanti Mushthofa Nabila Nalalizza Mahmud Nalalizza, Nabila Nanda Wahyu Setya Narafa Nur Khairiyyah Narafa Nur Khairiyyah Narafa Nur Khairiyyah Nata Nela Revinasari Nurul Fatmawati Alifa Oktavianus Cahya Anggara Pramudya, Tio Gergia Rangga Prayogo, Cendi Ahmad Putri, Santi Amanda Tiara Rahmadhini, Faradilla Ayu Rahmawati, Laily Agustina Regina Widya Putri L Regina Widya Putri L Reva Putri Sugianti Revaputri Sugianti S. Indah Purwaningrum S. Indah Purwaningrum Safitri, Milanda Salma Najwa Santi Amanda Tiara Santi Amanda Tiara Putri Santi Amanda Tiara Putri Sintia, Sintia Siti Fatimah Siti Rohmah Sofyan, Ade Solikhati Indah Purwaningrum Sri Mulyo Yuliani Sugianti, Reva Putri Susilo, Joko Hadi Tria Desinta, Silvia Ayu Uswatun, Winda Wibowo, Candra Guruh Adi Winda Uswatun K. Winda Uswatun Khasanah Yenny Sri Margianti Yenny Sri Margianti Yenny Sri Margianti